15. Heboh! Hilangnya Ayu Dewi

Heboh! Sejumlah media cetak dan elektronik, memberitakan hilangnya seorang artis ternama papan atas, dia raib tanpa jejak. Artis ternama itu adalah Ayu Dewi, putrinya seorang konglomerat hebat, yang terakhir kali memerankan tokoh wanita tangguh dalam film Asmara Membara, kini dirinya hilang tanpa jejak.

Pihak kepolisian dan sejumlah wartawan, serta para penggemarnya, berusaha membantu Turangga untuk menemukan putrinya kembali.

Begitu pula dengan Umi Hajah Siti Setiawati, yang sangat berdosa sekali, membiarkan Ayu Dewi setiap hari di pinggir pantai, dia bersama seluruh anggota Padepokan Bhakti Kencana, berusaha mencari keberadaan putrinya. Dia sangat menyesal sekali, atas ke egoisan dirinya, yang tidak mau secara terang-terangan mengatakan kepada putrinya, bahwa dirinya adalah ibu kandungnya.

Dan sekarang, setelah Ayu Dewi hilang ketika berada di Pantai Selatan, dia terus menangis, dalam hatinya terus memanggil-manggil nama Ayu Dewi. Dan berusaha terus mencarinya, dengan kemampuan dan kekuatan batinnya, dengan dibantu oleh seluruh anggota Padepokan Bhakti Kencana.

Meskipun dia terus berusaha dengan kemampuan batinnya, untuk mencari keberadaan Ayu Dewi, namun tetap tidak berhasil, sama seperti dirinya ketika menghilang dari dunia ini, dan masuk ke alam lain, walau terus dicari, tapi tetap tidak ditemukan, karena ada sebuah pagar gaib yang menghalanginya.

Hatinya sekarang benar-benar terasa hancur, karena putri satu-satunya yang dia cintai secara diam-diam, karena keegoisan dirinya, yang tidak mau mengakui Ayu Dewi secara terang-terangan sebagai anak kandungnya, menghilang dari dunia ini, entah pergi kemana? Karena menghilangnya Ayu Dewi, tanpa meninggalkan jejak sama sekali, persis seperti sewaktu Umi Hajah Siti Setiawati masih menggunakan nama Siwi Susilowati, menghilang tanpa meninggalkan pesan dan jejak, ketika dibawa masuk ke alam lain.

Kejadian yang dialami oleh Umi Hajah, sekarang menimpa putrinya. Ayu Dewi raib dari permukaan bumi.

Begitu pula dengan Turangga dan semua bawahannya, terus-menerus mencari Ayu Dewi keberbagai pelosok, dengan menggunakan semua kekuatan yang dimilikinya.

Namun sama seperti yang dilakukan oleh Umi Hajah, tidak dapat menemukan keberadaan putrinya. Meskipun terus menggunakan kekuatan dan kemampuan yang mereka miliki, tapi tetap tidak mampu untuk menembus tempat keberadaan Ayu Dewi.

Sementara Mira Yuningsih dan Nugraha, begitu melihat berita di televisi tentang hilangnya Ayu Dewi, keduanya merasa bersyukur, karena keduanya tidak bisa mendekati cucu dan keponakannya, malah keduanya yang dipenjara, gegara ingin menipu cucunya demi uang dan harta.

Baik Mira maupun Nugraha, malah mengadakan pesta minum minuman keras, atas hilangnya cucu dan keponakannya. Dan keduanya menyusun rencana, untuk merampok di rumah Turangga, yang akan berpura-pura sebagai tukang sampah, dan ingin meracuni Turangga, untuk merampok harta kekayaannya.

Niat keduanya akan dijalankan besok pagi, dengan berpura-pura sebagai tukang sampah, yang akan membersihkan halaman rumah Turangga. Ketika Turangga lengah, dia akan segera memasukkan racun kedalam gelas minumannya.

Keduanya tidak mengetahui, bahwa di rumah Turangga, selain dipasang kamera CCTV, juga ada sebuah formasi pengaman, yang dipasang oleh Turangga secara diam-diam, untuk menjebak setiap orang yang akan melakukan kejahatan dirumahnya.

"Besok subuh kita berangkat dari sisi, jadi sampai di Pondok Indah sekitar jam tujuh pagi, agar kita bisa memasukkan racun kedalam gelas minumannya, sebelum dia berangkat ke kantornya," ucap Nugraha, merasa yakin bakal berhasil.

"Apa racunnya sudah disiapkan?" Tanya Mira Yuningsih.

"Sudah! Tinggal besok kita lihat, pasti si Turangga akan mampus!" Seru Nugraha, yang merasa yakin akan berhasil.

Keduanya mempersiapkan untuk keperluannya besok pagi, termasuk seragam sebagai pekerja kebersihan, yang dicurinya dari rumah pegawai kebersihan, ketika di jemur disamping rumah petugas kebersihan.

Esok paginya, di Rumah Turangga, penjaga pos rumah itu membuka pintu gerbang, karena ada petugas kebersihan telah datang, yang biasa membersihkan taman dihalaman belakang dan dihalaman depan. Namun penjaga pos sangat curiga kepada dua orang petugas itu, selain karena petugasnya baru, juga gerak-geriknya sangat mencurigakan.

Akhirnya penjaga pos memberitahukan kepada teman-temannya, dan terus memantaunya lewat sebuah laptop, yang disambungkan ke kamera CCTV, bersama teman-temannya di Pos Penjagaan.

Mira Yuningsih dan Nugraha, yang sudah berada dihalaman belakang, keduanya tidak mengetahui dipantau oleh para petugas keamanan di rumah Turangga. Keduanya tengah menjalankan aksinya, Nugraha secara mengendap-endap, masuk kedalam rumah Turangga, dan langsung menuju kesebuah meja makan, ingin memasukkan racun kedalam minuman dan makanan, untuk sarapannya Turangga, yang telah disajikan oleh para pembantunya.

Sedangkan Mira Yuningsih, mengajak ngobrol kedua pembantu, sambil berpura-pura membantu membersihkan kotoran di dapur.

Ketika Nugraha akan memasukkan racun kedalam gelas minuman dan makanan, dia disergap oleh petugas keamanan, dan langsung ditindas dengan aura kekuatan Pendekar Dewa Bumi tahap puncak, tentu saja Nugraha jatuh tersungkur dan muntah darah.

Nugraha diseret keluar dari ruang tempat makan, dan disatukan dengan Mira Yuningsih, yang telah ditangkap ketika hendak kabur.

Keduanya diborgol dan dibawa ke pos penjagaan, dengan barang buktinya yang telah diamankan, sambil menunggu kedatangan aparat kepolisian, yang telah dihubungi oleh petugas keamanan.

Beberapa waktu berjalan, dua mobil polisi tiba di rumah Turangga, dan langsung membawa kedua pelaku kejahatan, yang menyamar sebagai petugas kebersihan, ke kantor polisi metro Jakarta Selatan.

Turangga begitu mendengar ada suara sirene polisi didepan rumahnya, langsung keluar menghampiri bawahannya.

"Ada apa ribut-ribut disini?" Tanya Turangga, kepada bawahannya yang menjaga keamanan dirumahnya.

Petugas keamanan menjelaskan kejadiannya secara terperinci, dari awal petugas kebersihan gadungan itu datang, yang mengelabuhi para pembantu di dapur, hingga disergap oleh petugas keamanan, dan dibawa ke kantor polisi wilayah Jakarta Selatan.

"Begitulah Tuan, kejadiannya," ucap komandan keamanan, diakhir penjelasannya kepada Turangga.

Turangga menganggukkan kepalanya, tanda mengerti apa yang dikatakan oleh bawahannya.

"Perketat lah penjagaannya, jangan sampai kejadian seperti itu terulang lagi!" Seru Turangga, kepada semua bawahannya.

"Baik, Tuan," balas mereka serempak.

Kemudian Turangga, kembali masuk kedalam rumahnya, dan langsung memerintahkan kepada para pembantunya, untuk membersihkan meja makan, dan menyuruh pembantunya untuk membuat roti bakar coklat susu plus keju, dengan segelas susu murni.

Semua pembantunya, serentak melaksanakan perintah dari majikannya, membersihkan meja makan dan membuat roti bakar pesanan Turangga.

Di kantor polisi, Mira Yuningsih dan Nugraha, setelah diperiksa, ternyata keduanya sudah dua kali dipenjara. Dan ini yang ketiga kalinya, mereka berurusan dengan hukum.

Keduanya langsung dijebloskan kedalam penjara, terpisah beda ruang tahanan. Mira Yuningsih dimasukkan kedalam tahanan wanita, dan Nugraha disatukan dengan para penjahat, yang lebih dulu menghuni kamar tahanan.

Keduanya dapat tekanan dari para tahanan lainnya, terutama disuruh memijat, jika dia menolak, tangan melayang ke wajah keduanya. Bahkan lebih parah lagi, rambut Mira Yuningsih, dijambak dan ditarik sekencangnya oleh para tahanan wanita lainnya, hingga beberapa rambutnya rontok, meskipun dia teriak dan menangis, tidak ada yang menggubrisnya.

Dia tidak bisa melawan, karena pastinya bakal dikeroyok oleh mereka.

Sedangkan di rumah Turangga, setelah kejadian itu, penjagaannya tambah diperketat, Turangga memanggil dua puluh bawahannya lagi, untuk membantu menjaga rumahnya.

Keesokan harinya, para petugas kepolisian melaksanakan olah Tempat Kejadian Perkara, dirumah Turangga, dari mulai kedatangan pelaku, berpura-pura membersihkan halaman belakang, mengelabuhi para pembantu, hingga melaksanakan aksi memasukkan racun kedalam gelas minuman dan makanan.

Usai melaksanakan olah TKP, para petugas kepolisian kembali ke kantornya.

Bersambung......

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!