Disebuah jalan yang sepi, sebuah mobil sedan Mercedes Benz keluaran terbaru, dihadang oleh segerombolan begal bersenjata lengkap. Mereka mengarahkan senjata api ke kaca mobil Mercedes Benz, hingga pemiliknya turun dari mobilnya, menghampiri gerombolan begal.
Segerombolan begal terkejut begitu yang keluar dari mobil sedan mewah, ternyata seorang wanita bercadar hitam, yang pernah membantai mereka hingga pada lari terbirit-birit.
"Kalian semua tidak ada kapoknya! Berarti hari ini, sudah waktunya kalian mampus," ucap wanita bercadar hitam, sambil menyibakkan jilbab hitamnya yang panjang sepinggang, hingga membuat mereka terlempar beberapa puluh meter.
Tak hanya sampai disitu, wanita bercadar hitam langsung melesat menghampiri segerombolan begal, kearah mereka terlempar. sembari menyarangkan pukulan Cakar Dewa Naga, yang diarahkan kepada mereka.
Duarr.... Duarr.... Duarr....
Beberapa ledakan terdengar menggema disekitar tempat itu, membuat mereka semakin terlempar beberapa ratus meter, hingga tidak bergerak lagi.
Wanita bercadar hitam, ternyata Umi Hajah Siti Setiawati, yang diam-diam memiliki kekuatan yang sangat dahsyat.
Benar-benar seorang wanita yang misterius, setelah menghilang selama lima tahun, tiba-tiba muncul menjadi wanita sukses dan memiliki kekuatan yang super dahsyat.
Pantas saja dia selalu mengenakan cadar hitam, dengan hijab panjang sepinggang menutupi lengan dan tubuhnya, yang dibalut oleh busana hitam panjang hingga menyapu jalan.
Kekuatan Umi Hajah Siti Setiawati, berasal dari seorang tua renta yang kehausan dan kelaparan, bertemu dengan Siwi Susilowati, sama-sama tengah berjalan kaki, di daerah Cirebon, ketika Siwi Susilowati hendak ziarah ke makam Sunan Gunung Jati.
Ketika Siwi Susilowati berjalan kaki dijalanan Arjawinangun Cirebon, untuk mengirit bekalnya yang tinggal dua puluh ribu lagi. Bertemu dengan kakek tua renta, yang menadahkan tangan kanannya kepada Siwi, meminta bantuan se ikhlasnya untuk membeli nasi dan air minum.
Tanpa berpikir panjang lagi, dia mengeluarkan uang dua puluh ribu, karena hanya itu yang tersisa didalam kantong celananya, dan memberikannya kepada kakek tua renta.
Bersamaan dengan diterimanya uang dari Siwi Susilowati, dirinya langsung menghilang bersama si kakek tua renta.
Whuuss.... Whuungg....
Keduanya muncul disebuah tempat yang asing bagi Siwi, ternyata kakek tua renta itu membawa Siwi ke jaman kuno. Jaman kerajaan Majapahit dan Pajajaran, dan Siwi dibawa kesebuah padepokan Syekh Nurjaman.
"Kek, ini berada dimana?" Tanya Siwi penasaran.
"Nanti juga kamu tau sendiri, yang penting sekarang kamu istirahat dulu. Baru besok mulai berlatih ilmu Kanuragan dan ilmu batin, agar kamu menjadi kuat. Dan malamnya, kamu harus bisa menghapalkan isi dari semua kitab-kitab kuno, agar kamu menjadi seorang wanita yang hebat dan tangguh," jawab kakek tua renta.
"Baik, Kek," ucap Siwi, langsung masuk kesebuah kamar, yang telah disiapkan untuk cucunya.
Syekh Nurjaman, dari hari ke hari, terus menerus menggembleng Siwi Susilowati, yang dianggap sebagai cucunya.
Dua tahun sudah Siwi di alam kuno, semua jurus ilmu beladiri tingkat tinggi sudah dikuasainya, begitu juga dengan tenaga intinya, serta ilmu batinya sangat kuat sekali.
Pantas saja, walau dicari kemana-mana, dan dilihat oleh kekuatan mata Dewanya Turangga, serta diterawang oleh seorang dukun sakti, tidak akan bisa tembus, karena disamping Siwi berada di alam kuno, dia juga dibentengi oleh pagar ghaib, yang dibuat oleh Syekh Nurjaman.
Setelah dirinya menjadi seorang pendekar wanita bercadar hitam, dia dikembalikan lagi ke alam modern, dan diberikan modal beberapa butir berlian yang sangat mahal harganya, serta sekantong uang dolar Amerika, entah dapat darimana? Tau-tau ada didalam kantongnya.
Siwi Susilowati langsung mencari sebuah masjid, untuk melaksanakan ibadah shalat dan sujud syukur, karena sudah diberi rezeki yang sangat besar sekali.
Sejak itulah dia memakai jilbab dan cadar hitam, serta busana muslim warna hitam panjang, hampir menyapu jalanan.
Dan sejak itu pula dia dijuluki sebagai Pendekar Cadar Hitam, yang tidak ada tandingannya di Alam Bumi ini.
Setelah kembali dari alam kuno, dia mulai merintis usahanya, dengan modal yang diberikan oleh kakek tua renta, hingga sekarang dia sudah menjadi seorang wanita pengusaha yang sukses dan hebat, seimbang dengan perusahaannya milik Turangga.
Baik Turangga maupun Siwi, sama-sama sudah menjadi triliuner. Namun kelebihan Siwi, setelah dia melaksanakan rukun Islam yang kelima, ibadah haji ke tanah suci, dia membuka sekolah terpadu, dari mulai SMP dan SMA terpadu, hingga Universitas, dan membuka pondok pesantren serta majelis taklim untuk kaum ibu-ibu, yang semuanya dibawah Yayasan Bhakti Nusantara, yang dipimpin langsung oleh Ustadzah Umi Hajah Siti Setiawati.
Benar-benar seorang wanita misterius. Satu orangpun tidak ada yang tau, bahwa dia seorang ustadzah, karena semua orang taunya dia sebagai pengusaha wanita yang hebat, dan sudah beberapa kali mendapatkan penghargaan sebagai motivator wanita yang sukses.
Dan memang, dia sering memberikan motivasi kepada seluruh mahasiswanya di universitas yang dia miliki, dan dia sering diundang untuk menjadi seorang motivator pada beberapa acara, baik dalam seminar, ataupun dalam acara televisi.
Kini kedua perusahaan raksasa itu, menjalin kerjasama dalam dua proyek yang besar, yang bernilai triliunan rupiah.
Sementara Mira Yuningsih dan Nugraha, ibu kandung dan pamannya Siwi Susilowati, hidupnya tambah terpuruk dan bergelimang dengan dosa, setiap malam setelah mengumpulkan rongsokan, tidak ketinggalan untuk bermain judi bersama teman-teman seprofesi, disebuah gubuk dipinggiran rel kereta api, sambil minum minuman beralkohol.
Setiap hari kerjaannya memungut rongsokan, dan setiap malamnya kalau tidak berjudi, dia menjajakan dirinya kepada pria yang mencari kepuasan sesaat, dipinggiran rel kereta api, hanya untuk mendapatkan modal berjudi.
Begitu dan begitu terus yang dikerjakannya setiap hari, tidak pernah merasa lelah dan menyesal, dari perbuatan yang bergelimpangan dengan dosa dan noda.
Antara anak, cucu, mantu, dan mertua, yang dulunya pernah hidup rukun satu atap, namun ketika pamannya masuk kedalam rumah tangga Turangga, kehidupan keluarga itu mulai berantakan hingga sekarang. Semuanya berpisah pada jalannya, dan mengikuti arah nasibnya masing-masing.
Sedangkan Siwi Susilowati, yang sekarang lebih sering di pondok pesantrennya, tambah jauh dengan Ayu Dewi, karena Ayu Dewi belum tau tentang Umi Hajah Siti Setiawati memiliki pondok pesantren, dan dirinya menjadi ustadzah di pondok pesantrennya.
Ayu Dewi sudah sebulan lebih tidak bertemu dengan Umi Hajah Siti, dicari ke rumah dan ke perusahaannya tidak ada, sementara proyek dan perusahaannya dipegang oleh wakilnya. Dihubungi melalui telepon genggamnya, juga tidak aktif. Semua tidak ada yang tau tentang keberadaan Siwi Susilowati, sudah mulai menghilang lagi tanpa kabar dan tanpa jejak.
"Aku benar-benar merasa kehilangan sesosok ibu, setiap kali aku dekat dengan seorang ibu, pasti berujung dengan kesedihan," ucap batin Ayu Dewi.
Begitu pula dengan Siwi Susilowati, hatinya mengakui apa yang dilakukan oleh dirinya, merupakan kesalahan yang sangat besar, karena dia tidak bisa membimbing anaknya di jalan yang lebih baik lagi, diperkuat agamanya.
"Aku memang salah, tidak berani berterus terang, bahwa aku adalah ibu kandungnya. Mau sampai kapan aku begini terus?" Ucap batin Siwi, atau Umi Hajah Siti, yang kadang menyadarinya, dan terkadang ada sifat egoisnya.
Permasalahan itu merupakan sebuah dilemma bagi dirinya, yang tidak mampu untuk menyelesaikannya, bahkan dia sekarang, seolah menghindar dari tanggungjawabnya sebagai seorang ibu, yang semestinya dapat membimbing anaknya.
"Saat ini, belum tepat waktunya, untuk mengatakan yang sebenarnya kepada Ayu Dewi," ucap batin Siwi Susilowati. "Biarlah waktu yang menentukan," tambahnya.
Waktu lagi, dan waktu lagi. Sampai kapan waktu akan menentukannya?
Ayu Dewi sendiri berusaha ingin bertemu dengan ibunya, sementara Siwi Susilowati ingin menghindar dari putrinya. Benar-benar suatu dilemma bagi keduanya.
Bersambung.......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments