Turangga akhirnya menyadari, apa yang ada didalam hati putrinya, dia sangat merindukan belaian kasih sayang dari seorang ibu. Turangga pun dengan kemampuannya, terus berusaha untuk mencari Siwi Susilowati, selain dia menyebarkan seluruh bawahannya, juga meminta bantuan kepada rekan-rekan wartawan dan aparat kepolisian, untuk membantu menemukan ibunya Ayu Dewi.
Di sendiri, hampir setiap malam, selalu memantaunya dari atas langit, dengan menggunakan kekuatan mata Dewanya. Namun kekuatan mata Dewanya, seolah tidak bisa menembusnya, seperti ada yang menghalanginya. Entah apa yang ada didalam diri Siwi Susilowati, sehingga tidak dapat ditembus oleh kekuatan mata Dewa milik Turangga.
"Hanya mencari seorang wanita saja, aku tidak mampu. Ada apa sebenarnya didalam diri istriku?" Ucap Turangga, bertanya didalam batinnya.
Bagaimanapun juga, hati seorang ayah akan luluh, begitu melihat putri kesayangannya sedang bersedih.
Sudah beberapa hari ini, putrinya terus berusaha mencari ibunya, setiap selesai syuting film, dia terus berkeliling mencari informasi keberadaan ibu kandungnya.
Sampai dia meminta bantuan rekan-rekan wartawan, untuk menelusuri sebuah email yang digunakan mengirimkan jawaban dari Ayu Dewi. Namun email yang bernama 'Duka Seorang Ibu' itu, tidak aktif lagi. Dan keberadaan lokasi waktu mengirim email jawaban dari Ayu Dewi, ke meja redaksi beberapa media, dari sebuah tempat di kota Bandung.
Benar-benar sangat misterius, seorang wanita yang awalnya sangat penurut kepada ibunya, akhirnya hilang tanpa diketahui keberadaannya.
Berbagai upaya telah dilakukan oleh Ayu Dewi dan Turangga, lewat beberapa orang pintar, yang katanya bisa menerawang keberadaan Siwi Susilowati, namun hingga saat ini, tetap saja tidak ada bisa menembus tempat keberadaan Siwi Susilowati.
Waktu pun semakin cepat berjalan, hingga lima tahun sudah, Ayu Dewi juga semakin dewasa, dia sebentar lagi menyelesaikan studinya di Fakultas Hukum, disebuah universitas ternama di ibukota.
Dia sudah tidak memikirkan ibunya, karena setiap hari selalu disibukkan dengan berbagai kegiatan. Tidak ada waktu yang terbuang sia-sia, selain terus membintangi iklan, film, dan kuliah, dia juga membantu ayahnya di perusahaan Turangga Corp, dan sebagai penasihat hukum di organisasi Turangga Grup.
Sedangkan Siwi Susilowati, sekarang hidupnya sudah sukses, sudah menjadi pengusaha restoran dan hotel ternama, bahkan cabangnya berada dimana-mana, di Bali, di Surabaya, di Medan,, di Jakarta, di Bandung dan dibeberapa kota lainnya.
Dia bahkan ingin merambah ke dunia internasional, untuk melebarkan sayap usahanya.
Karyawannya sudah ribuan, yang tersebar diberbagai daerah. Dan dia satu-satunya perempuan, yang mendapatkan penghargaan sebagai motivator wanita, yang sukses mengembangkan usaha pariwisata dan ekonomi kreatif.
Bahkan dia sendiri mengembangkan usaha di bidang pendidikan, dengan mendirikan SMP dan SMA terpadu, serta universitas swasta, dibawah yayasan Bhakti Nusantara.
Sekarang perusahaan PT Bakti Nusantara akan bertemu dengan perusahaan Turangga Corp, dari perusahaan PT Turangga Corp akan diwakili oleh Ayu Dewi dan Rendi, untuk membahas kerjasama membangun Mega Proyek di Surabaya dan di Bandung.
Pertemuan antara ibu dan anak, yang terhalang oleh tabir hitam menyelimuti keduanya, hingga walaupun keduanya berdekatan dalam satu meja, namun tetap saja tidak ada kata yang terucap dari keduanya, yang menyatakan kebenarannya bahwa Siwi Susilowati sudah berada dihadapan Ayu Dewi. Terutama dengan ibunya, yang selalu mengenakan cadar hitam menutup wajahnya, sehingga Ayu Dewi tidak bisa melihat wajah ibunya dengan jelas. Apalagi nama ibunya disamarkan, menjadi Umi Hajah Siti Setiawati. Tentu hal ini menyulitkan Ayu Dewi untuk mengenalinya.
Keduanya bertemu dalam satu proyek besar, yang sama-sama sudah menandatangani kontrak kerjasamanya, antara perusahaan Bakti Nusantara yang dipimpin oleh Umi Hajah Siti Setiawati, dengan perusahaan Turangga Corp yang diwakili oleh Ayu Dewi. Keduanya telah sepakat untuk bekerjasama, membangun Mega proyek di Surabaya dan di Bandung.
Proyek yang akan digarapnya adalah Apartemen, Hotel Bintang Lima, Pusat Perbelanjaan, Restoran Mewah, Tower Bakti Nusantara, Pusat Olahraga, tempat hiburan dan rekreasi. Semua proyek itu atas nama Bakti Nusantara, dan pelaksanaan pembangunannya dikerjakan oleh PT Turangga Corp, sebagai pengembang dan kontraktor.
Baik Umi Hajah Siti Setiawati, maupun Ayu Dewi, meskipun keduanya terlihat akrab, namun ada satu misteri yang membalut hubungan darah keduanya. Hubungan antara ibu dan anak kandung, yang sulit untuk diungkapkan kebenarannya. Karena Siti Setiawati, masih merahasiakan identitas dirinya, yang tidak ingin diketahui oleh siapapun, termasuk oleh Turangga dan Ayu Dewi.
Entah sampai kapan? Siti Setiawati menyembunyikan dirinya yang sebenarnya, sehingga dirinya sangat tertutup sekali.
Hampir setiap ada waktu, keduanya sering bertemu, terutama membahas proyek yang sedang dikerjakannya. Terkadang Ayu Dewi sering berkunjung ke rumah Siti Setiawati, di Kawasan Elit Setiabudi Bandung, sekalian refreshing mencari hiburan.
Ayu Dewi merasa nyaman bila berdekatan dengan Umi Hajah Siti Setiawati, rasa kangen dan rindu terhadap ibu kandungnya, timbul kembali setelah berdekatan dengan Siti Setiawati. Bahkan hati Ayu Dewi menyatakan, ada rasa kehangatan bila berdekatan dengan Siti Setiawati.
Hati kecilnya memang lebih tajam, setelah dia sering berlatih kultivasi, bahkan hati kecilnya mengatakan bahwa yang berada didekatnya itu adalah ibu kandungnya. Namun karena masih dibalut oleh sebuah tirai misteri, sehingga tidak mampu untuk diungkapkan dengan kebenaran secara lahiriah.
Begitu pula dengan Turangga, dia sangat senang bisa bekerjasama dengan PT Bhakti Nusantara. Bahkan dalam satu kesempatan, ketiganya bertemu dalam satu meja makan, disebuah restoran mewah, di kawasan Bandung Utara.
Pertemuan antara Ayah, Ibu dan anak, masih dibalut oleh satu misteri, yang sama-sama tidak bisa untuk saling mengungkapkan kebenarannya. Meskipun mereka sangat akrab, seperti sebuah keluarga yang harmonis, bercanda dan bersenda gurau, namun Siti Setiawati, sangat pandai bersandiwara, memerankan tokoh seorang ibu yang terbuang.
Terbuang dalam arti kata, untuk sementara waktu biarlah dilupakan, tidak ingin mengenang kembali ke masa-masa sulit. Biarlah waktu yang menentukan mereka bertiga. Apakah akan berjalan mulus, ataukah sebaliknya?
Turangga dan Ayu Dewi, sangat senang berdekatan dengan Siti Setiawati, bahkan Ayu Dewi berniat menjodohkan ayahnya dengan Siti Setiawati, yang kebetulan sama-sama janda dan duda.
"Ayah, bagaimana kalau ayah menjalin hubungan lebih dekat lagi dengan Umi Hajah Siti? Aku sangat setuju sekali, bila ayah bersatu dengan Umi Hajah Siti," ucap Ayu Dewi, berusaha menjodohkan ayahnya dengan Siti Setiawati.
"Biarlah waktu yang menentukan," jawab Turangga santai.
"Ya, ayah. Berusaha dong, yah. Biar Ayu punya ibu lagi. Tapi ingat yah, jangan sama wanita lain. Karena Ayu lebih setuju Ayah dapat bersatu dengan Umi Hajah Siti," ucap Ayu Dewi merajuk.
Turangga hanya tersenyum. Biarlah waktu yang akan menentukan hubungan mereka bertiga, apakah akan bersatu kembali, ataukah sebaliknya?
Sementara Mira Yuningsih dan Nugraha, setelah keluar dari tahanan, kembali menjadi pemulung rongsokan, mengais rezeki disepanjang jalan, mencari botol dan gelas bekas air mineral.
Keduanya terus menyusuri jalanan, terkadang dari perumahan ke perumahan, disetiap tong sampah mereka mencari botol-botol dan gelas bekas air kemasan.
"Kapan ya, kita bisa hidup layak seperti mereka!" Tanya Mira Yuningsih, sambil menunjuk kearah orang-orang, yang sedang berjalan-jalan di perumahan.
"Kita sudah terlalu banyak dosa, sehingga Tuhan menutup rezeki kita," jawab Nugraha.
Keduanya terus mencari rongsokan dan botol bekas minuman mineral, jika masih ada sisa air didalam botol air kemasan, karena saking hausnya, air sisa orang sering diminumnya.
"Masa hidup kita seterusnya akan seperti ini," ucap Mira Yuningsih, seakan sudah merasa lelah hidup seperti itu, dari dulu hidupnya selalu susah dan susah.
"Ya, habis mau bagaimana lagi. Kita berdua sudah ditakdirkan seperti ini," balas Nugraha getir.
Keduanya terus berjalan kaki, bila merasa haus dan capek, keduanya berteduh disebuah pohon rindang.
Bersambung......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments