09. Sedih Ingat Ibu

Dalam acara konferensi pers film Asmara Membara, Ayu Dewi diserbu oleh para wartawan, yang pada meminta waktu untuk wawancara khusus dengannya.

"Boleh, asal mau mengantri. Karena banyak yang mau meminta untuk wawancara khusus," ucap Ayu Dewi, kepada para wartawan.

"Sekarang kita barengan saja wawancaranya! Kalau wawancara eksklusif nanti saja!" Seru beberapa wartawan lainnya.

"Boleh, disini saja sambil santai," balas Ayu Dewi, sambil duduk di kursi.

Sejumlah wartawan dari media cetak dan elektronik, mewawancarai Ayu Dewi, beberapa pertanyaan dijawabnya tanpa mengecewakan wartawan, malah Ayu Dewi sangat akrab dengan wartawan, begitu pula sebaliknya, para wartawan sangat menghargai Ayu Dewi, karena ayahnya merupakan pengusaha yang hebat, dan para wartawan menyebut Turangga dan Ayu Dewi sebagai manusia super, yang memiliki kekuatan melebihi manusia di Alam Bumi.

Usai jumpa pers, Ayu Dewi bersama Turangga dan Rendi, berlalu meninggalkan restoran mewah tempat konferensi pers, menuju ke rumahnya untuk beristirahat, karena sejak kedatangannya dari Las Vegas, hanya istirahat sebentar di Markas Turangga Grup, belum pulang kerumahnya.

Esok harinya, Ayu Dewi dengan dikawal oleh Albert dan Rudolf, disertai oleh sekretaris pribadinya, berangkat menuju ke lokasi syuting di BSD City, dengan menggunakan mobil Alphard Vellfire, yang dikemudikan oleh Rudolf, dan Albert duduk disebelah Rudolf, sebagai pengawal Ayu Dewi. Sedangkan Ayu Dewi duduk di jok tengah, bersama dengan sekretarisnya, dan di jok belakang duduk dua orang pelayan Ayu Dewi.

Ketika mobil Ayu Dewi keluar dari jalan tol, dan memasuki kawasan BSD City, dia melihat Siwi Susilowati sedang memungut rongsokan.

"Bang Rudolf, berhenti sebentar;" Seru Ayu Dewi, sambil membuka pintu mobilnya, dan bergegas keluar berjalan menghampiri Siwi Susilowati.

Siwi Susilowati tertegun sejenak, melihat putrinya menghampiri. Walau dalam hatinya dia senang bisa bertemu dengan putrinya, namun dia tidak bisa untuk mengatakan suatu kebenaran. Karena dia takut Ayu Dewi membencinya, begitu dia tau tentang dirinya, yang tega membiarkan Turangga dan Ayu Dewi diusir oleh Mira Yuningsih, yang tidak mau mengakui Ayu sebagai cucunya.

"Ibu.... Ibu Siwi....! Ada masalah apa? Kok dari tadi, Ibu Siwi termenung saja?" Tanya Ayu Dewi, menyadarkan lamunan Siwi Susilowati.

"Ti.... Tidak, Nak! Tidak ada masalah apa-apa! Hanya aku sedikit tidak enak badan saja!" Gugup Siwi Susilowati, menundukkan kepalanya karena malu dan merasa berdosa, telah mengusir putrinya sendiri.

"Ya, udah Bu! Ini buat berobat Ibu Siwi!"

Ayu Dewi memberikan segepok uang kepada Siwi Susilowati, untuk berobat dan membuka usaha lainnya.

"Terimakasih, Nak," ucap ibu Siwi, tampak dikelopak matanya, berlinang butiran air mata. Antara senang, terharu dan merasa bersalah, bercampur menjadi satu didalam dirinya.

Ayu Dewi undur diri pamitan, untuk melanjutkan perjalanannya menuju kesebuah perumahan elit di BSD City, ke lokasi syuting film Asmara Membara.

Sementara Siwi Susilowati, setelah mendapat uang dari pemberian Ayu Dewi, dia bergegas ke rumah temannya, untuk menyewa kios di pasar Parung Bogor, karena sudah lama dia ingin berjualan kopi, Indomie rebus, dan gorengan di pasar.

Dia sengaja tidak memberi tau kepada ibunya, karena sudah lama ingin memisahkan diri, yang sudah tidak tahan dengan kelakuan ibunya, selain sering marah-marah, juga Siwi sudah beberapa kali dijual ke lelaki hidung belang, dan uangnya diambil oleh ibunya untuk bermain judi.

Dan sekarang, baru ada kesempatan setelah dia mendapatkan uang dari Ayu Dewi, dia langsung menyewa kios, dan membeli semua keperluan untuk berjualan, sekalian membeli pakaian, karena dia tidak akan pernah kembali kepada ibunya.

Di lokasi syuting film Asmara Membara, setelah beberapa kali adegan yang menegangkan, yang diperankan oleh pemeran utama wanita dan pemeran pembantu pria, syuting break dulu, nanti malam kembali dilanjutkan.

Ayu Dewi berniat pulang dulu ke Pondok Indah, namun secara tiba-tiba ada orang yang memberikan surat kepada Ayu Dewi, isi surat itu menjelaskan bahwa ibu kandungnya Ayu Dewi masih ada, bernama Siwi Susilowati, yang sekarang menjadi pemulung rongsokan, dan ibunya sakit keras, sudah satu Minggu di rawat di rumah sakit.

Itulah diantara isi surat yang diberikan oleh seseorang, yang ketahuan berbohong, karena tadi pagi, dia baru bertemu dengan Siwi Susilowati, dia tidak mengetahui yang sebenarnya, apakah itu benar ibunya atau bukan?

Kemudian Ayu Dewi meneruskan membaca surat itu lagi ; aku yang menulis surat ini, adalah ibu Mira Yuningsih dan Nugraha, Nenek dan Paman Ayu, sekarang sedang menunggu dibawah sebuah pohon dipinggir jalan, tidak jauh dari tempat syuting.

Ayu Dewi tersenyum, karena dia sudah tau kelakuan nenek dan pamannya, setelah diberi tau oleh ayahnya, bahwa dia dengan ibunya dipisahkan oleh nenek dan pamannya. Ibunya juga, sebagai korban kebengisan dan kebiadaban nenek serta pamannya.

Semua itu diceritakan oleh Turangga, tanpa ada yang ditutupi, setelah dia beranjak dewasa. Ibunya tidak bersalah, karena selalu ditekan oleh neneknya, untuk menuruti keinginan dari nenek dan pamannya.

"Ibu, sebenarnya aku kangen sama ibu. Sejak kecil aku dipisahkan oleh nenek sihir yang jahat. Sekarang ibu berada dimana?" Ucap batin Ayu Dewi, tidak terasa olehnya, Ayu Dewi juga meneteskan air matanya. Hatinya sangat sedih, berpisah dengan seorang ibu yang melahirkannya.

"Aku harus mencari ibu!" Serunya didalam batin.

Kemudian dia membakar surat itu hingga menjadi abu, dan segera masuk kedalam mobil Alphard Vellfire, yang sudah siap untuk membawanya pulang.

Sedangkan Mira Yuningsih dan Nugraha, menunggu Ayu Dewi dibawah sebuah pohon, dipinggir jalan yang tak jauh dari lokasi syuting. Namun keduanya tidak mengetahui Ayu Dewi sudah pulang dari tadi, karena jalannya memutar tidak lewat jalan tempat nenek dan pamannya menunggu.

"Kok lama, apa suratnya belum dibaca," ucap Mira Yuningsih.

"Mungkin belum sempat untuk membacanya," balas Nugraha.

"Ya, sudah. Kita pulang saja, besok kita kesini lagi," ucap Mira Yuningsih.

Keduanya meninggalkan tempat itu, dengan berjalan kaki menuju ketempat pengeteman angkutan kota.

Sementara Siwi Susilowati, untuk sementara tinggal di rumah temannya, sudah bertekad tidak akan pernah pulang ketempat ibunya. Apalagi besok dia harus segera mulai membenahi kios, dan mempersiapkan kebutuhan untuk usaha jualan kopi dan mie rebus, serta jualan beberapa makanan ringan lainnya.

Siwi bertekad untuk hidup mandiri, setelah mendapatkan modal yang diberikan oleh Ayu Dewi, dan tidak menyia-nyiakan kebaikan putrinya. Dia akan membuktikan bahwa dirinya mampu untuk bangkit, dan tidak mau lagi tergantung kepada orang-orang yang akan memanfaatkan dirinya.

Dengan dibantu oleh temannya, yang sama berjualan di pasar Parung Bogor, tidak jauh dari kios yang disewakan kepada Siwi, mempersiapkan segala kebutuhan untuk besok berjualan.

Keduanya sama-sama hidup sendiri, menjadi janda kembang. Namun keduanya belum berniat untuk berumahtangga lagi, takut mengalami kegagalan yang kesekian kalinya. Siwi Susilowati sudah dua kali memiliki suami, yang pertama Turangga, diusir oleh ibunya, yang kedua Dudi Hermawan, seorang lelaki pembohong, dan berakhir di penjara, bersama Mira Yuningsih, Nugraha, dan suaminya.

Sedangkan temannya, sudah empat kali punya suami, keempatnya kandas dipertengahan jalan, paling lama dua tahun, paling cepat enam bulan sudah bubar berantakan.

Keduanya bertahan untuk tidak menikah lagi, apalagi Siwi, dia malah sibuk memikirkan supaya bisa diakui oleh Ayu Dewi sebagai ibu kandungnya.

Kembali kepada Ayu Dewi, yang memikirkan isi surat itu, karena tulisan didalam surat itu menjelaskan, bahwa Siwi Susilowati yang menjadi pemulung rongsokan, adalah ibu kandungnya.

"Aku di rumah punya foto ibu, foto yang sangat lama sekali, ketika aku berusia empat tahun," ucap Ayu Dewi didalam batinnya.

Mobil Alphard Vellfire yang ditumpanginya, terus meluncur menuju ke kawasan Pondok Indah.

Bersambung......

Terpopuler

Comments

Alcatraz

Alcatraz

mantap lanjutkan Thorrr

2023-05-17

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!