Bos besar mafia Black Skull, baru tiba di rumahnya dengan pengawalan yang sangat ketat. Mereka berjalan beriringan melewati pintu samping, hendak masuk kedalam rumah yang sangat besar dan mewah. Namun sebelum mereka masuk kedalam, Turangga segera melesatkan ratusan jarum beracun kearah mereka, sehingga mereka bertumbangan jatuh tersungkur.
Cep.... Cep.... Cep....
Turangga terus menerus melesatkan ratusan jarum-jarum beracunnya, ke seluruh penjaga, terutama ke penjaga dari aliran beladiri Ninja, satu orangpun tidak ada yang dibiarkan lolos.
Usai melumpuhkan mereka semua, Turangga langsung melesat terbang menuju kearah bos mafia, dan memanggulnya dibawa masuk kedalam rumah.
"Ren, cepat panggil David dan yang lainnya!" Seru Turangga, memberi perintah kepada Rendi untuk memanggil bawahannya, yang sedang menunggu didalam Jeep Wrangler.
Turangga lalu meminumkan pil penawar racun kedalam mulut pemimpin mafia Black Skull, sambil memborgol kedua tangannya.
Tidak begitu lama, bos mafia itu kembali sadar, walau belum pulih seratus persen, masih ada pengaruh racun didalam dirinya. Turangga meminumkan pil penawar racun lagi, hingga dia memuntahkan cairan hitam kebiruan dari dalam mulutnya beberapa kali, sambil Turangga menyalurkan kekuatan kedalam tubuh Bos Mafia Black Skull, agar cepat pulih, karena sangat dibutuhkan untuk menandatangani semua dokumen yang akan dibalik namakan atas nama Turangga Grup.
Berbarengan dengan pulihnya bos mafia, David beserta yang lainnya tiba dihadapan Turangga.
"Bereskan semuanya, dan kumpulkan seluruh dokumen pentingnya. Segera balik namakan atas nama Turangga Grup!" Seru Turangga, memerintahkan kepada David.
David tanpa diperintah kedua kalinya, dia beserta tiga orang asistennya, langsung mengintrogasi bos mafia, dan mengumpulkan semua dokumen penting milik Bos Mafia Black Skull.
"Albert, Rudolf, untuk sementara waktu, kita tinggal di rumah besar ini, sambil menunggu semuanya beres," ucap Turangga, yang langsung pergi kesebuah ruangan khusus untuk bersantai, diikuti oleh Ayu Dewi dan Rendi.
Semua bawahan Turangga, terutama David Guetta, mengurus seluruh perusahaan yang dimiliki oleh bos Black Skull, di over balikan atas nama Turangga Grup.
Satu bulan sudah Turangga dan rombongannya di Las Vegas, kini mereka harus kembali ke Jakarta, karena Ayu Dewi sudah diberi tau oleh sutradara film Asmara Membara, sebentar lagi syuting film Asmara Membara sudah mulai berjalan.
Ayu Dewi dalam film Asmara Membara, berperan sebagai seorang wanita yang selalu mendapatkan perlakuan kasar dari keluarganya, hingga dia nekad lari dari rumahnya, menuju kesebuah kota besar, dan berjuang untuk mempertahankan hidupnya yang penuh dengan kekerasan.
Dalam film itu, Ayu Dewi sebagai pemeran utama wanita, berdampingan dengan aktor muda pria berdarah campuran Indo-Jerman.
Sang Sutradara sudah dua kali menghubungi Ayu Dewi, untuk segera bersiap-siap, karena sebentar lagi syuting film Asmara Membara, akan segera dimulai.
"Besok pagi, kita kembali ke Jakarta. Karena urusan disini sudah kelar, biar urusan lainnya diurus oleh David," ucap Turangga.
Padahal mereka semua, masih betah tinggal di Las Vegas, apalagi Rendi, Albert dan Rudolf, yang sering mengunjungi Wynn Las Vegas Casino, sedangkan Ayu Dewi dan Turangga, lebih senang mengunjungi The Strif, bahkan hampir setiap malam, mereka berdua selalu menikmati suasana malam di kawasan The Strif Las Vegas.
Namun karena Ayu Dewi harus mengikuti syuting film Asmara Membara, yang sudah menandatangani kontraknya sebagai pemeran utama wanita, dan lagi di Jakarta dan Surabaya, Turangga juga masih ada urusan yang belum dia selesaikan.
Akhirnya, mau tidak mau, Turangga bersama rombongannya, harus kembali ke Jakarta.
Sementara di Tangerang, Mira Yuningsih dan Siwi Susilowati, langsung syok begitu melihat foto Ayu Dewi bersama Turangga, terpampang menjadi Cover sebuah majalah ternama di ibukota Jakarta, dengan judul 'Seorang Putri Konglomerat, Menjadi Pemeran Utama Wanita Dalam Asmara Membara'.
"Ternyata perasaan hatiku benar, bahwa Ayu Dewi adalah putriku," batin Siwi Susilowati menangis, menyalahkan ibunya yang telah mengusir Turangga dan putrinya.
Begitu pula dengan Mira Yuningsih, setelah melihat cucu dan mantunya menjadi cover majalah ternama, dan membaca isi beritanya, hati dan jiwanya bergetar, seperti terserang demam tinggi.
"Cucu dan mantuku, sekarang sudah sukses. Mantuku sudah menjadi pengusaha hebat, dan cucuku sudah menjadi artis yang terkenal, tapi kapan aku bisa bertemu dengan mereka. Apakah mereka akan menerima dan mengakui ku sebagai mertua dan nenek mereka? Setelah apa yang aku lakukan terhadap mereka?" ucap Mira Yuningsih didalam batinnya, dia menyesal karena sudah tau Cucunya menjadi artis terkenal, dan bekas menantunya sudah menjadi pengusaha yang hebat.
Mira Yuningsih mengajak Siwi Susilowati, untuk menemui cucunya ditempat syuting film Asmara Membara, di kawasan BSD City Tangerang Selatan.
Namun ditolak oleh Siwi Susilowati, karena dia merasa malu terhadap Turangga, yang tidak mengurus putrinya, bahkan ibunya sendiri menghinya sebagai anak pembawa sial, karena sewaktu Siwi baru tiga bulan mengandung putrinya, dia belum syah sebagai suami istri. Hamil diluar nikah
Karena itulah, Mira Yuningsih terus menerus menghina Turangga dan putrinya, sebagai manusia pembawa sial, sampah, pecundang dan tidak berguna, serta mengusirnya.
Namun setelah Turangga dan Ayu Dewi sukses, sebagai pengusaha hebat, dan Ayu Dewi sebagai artis terkenal, baru neneknya ingin mengakui Ayu Dewi sebagai cucunya.
Begitu juga dengan Nugraha, saudara dari neneknya Ayu Dewi, yang dulu sama-sama membenci Turangga dan putrinya, sekarang malah dia yang menggebu-gebu ingin sekali menemui Ayu Dewi, untuk membantu Mira Yuningsih menjelaskan bahwa Ayu Dewi adalah cucunya.
Keduanya memang seperti tidak punya rasa malu, setelah dibuang ingin dipungut kembali. Karena tujuan dari keduanya, yang hidupnya sudah terpuruk, setidaknya jika Ayu Dewi mengakui mereka berdua sebagai Nenek dan pamannya, sedikitnya mereka berdua bisa merubah hidupnya, dengan meminta bantuan modal usaha kepada Ayu Dewi.
"Kita berdua saja yang menemui Ayu Dewi, biarkan si Siwi itu, dari dulu dia susah diaturnya," ucap Nugraha.
"Kapan kita akan menemuinya?" Tanya Mira Yuningsih.
"Nanti setelah syuting filmnya dimulai, baru kita ke BSD, kebetulan temanku menjadi salah seorang supir di perusahaan film itu," jawab Nugraha, merasa yakin bakal bisa bertemu dengan Ayu Dewi.
Sementara Turangga, Ayu Dewi dan bawahannya, baru tiba di Jakarta, mereka dijemput oleh anggota Turangga Grup, di Bandara Soekarno Hatta.
Tampak Turangga bersama rombongannya, keluar dari dalam bandara, dan langsung menuju ke mobil yang menjemputnya.
Tiga mobil mewah keluar dari kawasan Bandara, menuju kearah Jakarta Selatan, ke Markas Turangga Grup.
Setelah istirahat sebentar di Markas, kemudian Turangga, Ayu Dewi dan Rendi, kembali masuk ke mobil Lexus, yang sudah disiapkan oleh bawahannya.
Ketiganya berangkat ke wilayah Jakarta Pusat, untuk menghadiri Konferensi Pers disebuah restoran mewah, yang diselenggarakan oleh perusahaan Cinema Film, yang memproduksi film Asmara Membara.
Mobil Lexus meluncur dengan cepat kearah jalan Hayam Wuruk, namun lewat lampu merah terjebak macet, mobil berjalan tersendat-sendat, kadang merayap perlahan.
Suara panggilan dari telepon genggam Ayu Dewi terdengar berbunyi, mengabarkan bahwa sutradara dan artis lainnya, juga sama terjebak dalam kemacetan.
Masih ada waktu sekitar satu jam lagi, karena acara Konferensi Pers baru dimulai pukul tujuh malam. "Masih keburu, Ayah. Acaranya baru dimulai jam tujuh malam," ucap Ayu Dewi kepada ayahnya.
Turangga menganggukkan kepalanya, sambil terus membuka dokumen penting yang dikirim lewat email di laptopnya, dari perwakilan Turangga Grup di Las Vegas, dan dari perwakilan di Surabaya.
Mobil Lexus terus berjalan perlahan, karena sudah memasuki waktu jam macet, jam pulang kerja di seluruh jalan ibukota selalu diwarnai dengan kepadatan dan kemacetan.
Bersambung.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments