06. Latihan Bersama

Malam yang dingin menyelimuti sebuah perkampungan, dibawah kaki Gunung Salak, diiringi oleh hembusan angin malam, menambah udara malam diperkampungan itu semakin dingin, menusuk merasuki sendi-sendi tulang dan sumsum.

Semakin malam, udara diperkampungan itu semakin dingin. Ditambah lagi dengan berbagai suara makhluk-makhluk malam, yang mengesankan hidup disebuah perkampungan, yang jauh dari kebisingan hiruk-pikuk kota besar.

Turangga bersama Ayu Dewi dan Rendi, tengah beristirahat disebuah villa miliknya, tepat dibawah kaki Gunung Salak, dekat dengan perkampungan warga.

Rendi yang telah diajarkan cara-cara berkultivasi oleh Turangga, dan diajarkan jurus-jurus Tapak Dewa, dari mulai tingkat rendah, menengah, hingga tingkat tinggi, dan terus menerus mengkonsumsi buah-buahan dewa dan sumberdaya energi tingkat dewa, kini sudah mampu berlatih sendiri tanpa dibimbing oleh Turangga.

Mereka bertiga sering tinggal di villa, selain karena mengurus berbagai tanaman sumberdaya energi tingkat dewa, dan pohon buah-buahan dewa yang diberikan oleh Dewa Cahaya, sejenis apel dan anggur dewa, mereka juga sering melakukan latihan bersama.

Seperti hari ini, mereka bertiga melakukan latihan jurus-jurus Tapak Dewa, Cakar Dewa Harimau, Pukulan Raja Dewa, Pukulan Bayangan Dewa, serta jurus-jurus Dewa Sakti, yang ada didalam tiga kitab kuno pemberian Dewa Cahaya.

Mereka bertiga terus menerus berlatih jurus-jurus Dewa dan berkultivasi, meningkatkan kemampuan kekuatan bertarung, dan meningkatkan ranah kultivasi, sehingga kekuatan mereka bertiga semakin tambah meningkat.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, ranah kekuatan kultivasi Turangga telah naik empat tingkat, yang semula berada ditingkat Maha Dewa Penguasa tahap puncak, kini ranahnya berada ditingkat Abadi tahap awal, kekuatan paling rendah bila berada di Alam Dewa Cahaya.

Sedangkan ranah kekuatan kultivasi Ayu Dewi, sekarang berada ditingkat Pendekar Dewa Langit tahap puncak, dari semula Pendekar Dewa Bumi tahap puncak, naik tiga tahap.

Rendi Saputra, yang baru dua tahun mengikuti Turangga, setelah terus menerus digembleng oleh Turangga, dan sering mengkonsumsi buah-buahan dewa serta sumberdaya energi tingkat dewa, dan didukung oleh air energi kehidupan dewa, yang diberikan oleh Turangga, ranah kekuatan kultivasinya sudah mencapai tingkat Pendekar Raja tahap puncak. Sebuah prestasi yang sangat baik, karena dalam dua tahun naik dua belas tahap.

Baik Turangga, Ayu Dewi maupun Rendi, di Alam Bumi ini merupakan tiga serangkai kultivator ahli, dan seluruh bawahan Turangga menyebut mereka bertiga sebagai Three Sacred Warriors, Tiga Pendekar Sakti, yang tidak ada tandingannya di alam ini.

Turangga sudah menguasai Mafia Besar di seluruh Asia Tenggara, tinggal merambah melebarkan sayap kekuasaannya ke wilayah-wilayah lainnya.

Begitu pula dengan perusahaannya yang semakin besar, semakin menggurita mencakup berbagai bidang usaha, dan tidak ada yang mampu menandinginya.

Ayu Dewi, sekarang sudah beranjak dewasa, sudah duduk di kelas dua Sekolah Lanjutan Tingkat Atas. Dan disekolahnya, tidak ada seorangpun yang berani terhadapnya, semua murid-murid di sekolah Ayu Dewi, pada takut dan segan kepadanya. Apalagi dia sudah dua kali menjadi juara olahraga beladiri tingkat Nasional dan Asia, karena dia sendiri bergabung dengan olahraga beladiri Karate, serta sekarang sudah mencapai tingkat Master, tingkat sepuluh didalam Sabuk Hitam Karate, yang disebut tingkat Judan.

Bahkan dia sudah beberapa kali membintangi produk iklan, sebagai model iklan minuman Energi, obat-obatan, dan vitamin. Dan sekarang, dia merambah ke dunia film, sudah dua film dia bintangi, dan untuk ketiga filmnya, dia baru menandatangani kontrak sebagai pemeran utama wanita, dalam sebuah film berjudul "Asmara Membara", yang akan mulai diproduksi Minggu depan.

Sementara Siwi Susilowati, ibunya Ayu Dewi, yang sekarang hidupnya sebagai pemulung rongsokan, sering menatap foto Ayu Dewi ketika masih kecil, dibandingkan dengan foto Ayu Dewi yang ada didalam sebuah poster besar, yang dia beli dari pedagang poster dipinggir jalan.

Dalam batin Siwi Susilowati, Ayu Dewi adalah anaknya yang diusir oleh ibunya ketika masih kecil, ada kemiripan wajah Ayu Dewi dengan dirinya. Namun dia sendiri tidak berani untuk mendekati Ayu Dewi, apalagi Ayu Dewi sekarang sudah menjadi orang yang hebat dan terkenal. "Mana mungkin dia akan mengakui aku sebagai ibunya," ucap batin Siwi Susilowati, yang terus menerus mengingat masa-masa ketika hidup bersamanya.

Ayu Dewi sendiri, setelah beberapa kali bertemu dengan Siwi Susilowati, ada rasa kehangatan dalam batinnya ketika berdekatan dengan Siwi Susilowati, Ayu Dewi merasakan seperti berada dekat dengan ibunya.

Dia secara diam-diam, tanpa diketahui oleh ayahnya, setiap ada waktu, selalu menyempatkan diri untuk berkunjung ke rumah Ibu Siwi Susilowati, disebuah kontrakan yang kecil, di Balaraja Tangerang,

Baik Ibu Siwi, maupun Ayu Dewi, didalam batinnya masing-masing, ada kedekatan antara ibu dan anak. Namun secara lahiriah, mereka sangat jauh, karena ada batas diantara mereka. Apalagi jika Turangga mengetahui, putrinya sering berkunjung ke rumah ibunya, walau Ayu Dewi belum tau siapa sebenarnya Ibu Siwi Susilowati, tentunya Turangga akan melarang putrinya untuk berhubungan dengan ibunya.

Dalam kesendiriannya, di rumah kontrakannya yang kecil, Ibu Siwi Susilowati sering menangis, ketika dia mengingat putri satu-satunya.

"Ibu selalu bersamamu, Nak. Walaupun hidup kita sangat berjauhan, namun didalam hati ibu, selalu ada kamu," ucap lirih batin Ibu Siwi Susilowati, meneteskan air bening dari kelopak matanya.

Begitu pula dengan Ayu Dewi, ketika dia lagi sendirian di villa, seperti hari ini, setelah latihan bareng, dia duduk disebuah saung, diperkebunan sumberdaya dan buah-buahan Dewa, dibelakang villanya. Ayu Dewi merasakan kedekatannya dengan Ibu Siwi Susilowati, antara ibu dan anak. Namun dia sendiri belum menyadari tentang kedekatan didalam batinnya, karena Ayu Dewi selalu disibukkan dengan kegiatan sehari-harinya.

Ayu Dewi yang lagi duduk sendirian di saung, dihampiri oleh Bibi pelayan di villa.

"Non Ayu, dicariin tuh sama Ayah Non Ayu!" Seru bibi pelayan.

"Iya, Bi."

Ayu Dewi beranjak meninggalkan saung di kebun belakang, masuk kedalam villa, menghampiri ayahnya.

"Ada apa, Ayah?"

"Kita ke Jakarta sekarang, Albert memberikan laporan, bahwa Markas Turangga Grup yang baru buka di Las Vegas, diserang kelompok Black Devil, kita harus segera ke Las Vegas. Kamu kan masih libur sekolahnya?" Ucap Turangga, diakhiri dengan bertanya kepada putrinya.

"Siap, Ayah. Kalau urusan untuk tempur, walaupun tidak libur sekolah, Ayu akan minta izin untuk libur," balas Ayu Dewi.

Turangga tersenyum bangga, memiliki putri satu-satunya, yang selalu siap bila dibutuhkan oleh ayahnya.

Mereka berempat dengan Rendi dan supirnya, kembali ke Jakarta. Seperti biasa, Rendi duduk di jok depan sebelah supir. Turangga dan Ayu Dewi duduk di jok belakang. Mobil Lexus yang ditumpangi oleh mereka, meluncur dengan kecepatan tinggi di jalan tol Jagorawi menuju ke Jakarta.

Turangga mampir dulu ke Markasnya, mengadakan rapat koordinasi sebentar dengan para bawahannya. Dan mengajak Albert dan Rudolf, besok pagi ikut ke Las Vegas, untuk menemaninya.

Turangga bersama Ayu Dewi dan Rendi, usai mengadakan rapat koordinasi, mereka bertiga berlalu meninggalkan Markas, menuju kearah Pondok Indah.

Bersambung......

Terpopuler

Comments

Siti Nur Azizah

Siti Nur Azizah

lanjut

2023-05-19

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!