Pemimpin kelompok gerakan bawah tanah, Johannes, yang bergerak di bidang usaha ilegal, menantang kelompok Turangga Grup, yang dipimpin langsung oleh Turangga. Mereka menyatakan perang terbuka kepada Turangga, dengan taruhan semua aset dan perusahaan masing-masing menjadi jaminannya. Jika Turangga menang, semua aset-aset dan perusahaan yang dikelola oleh pemimpin kelompok Gerakan Bawah Tanah, menjadi milik Turangga, begitu pula sebaliknya, jika Turangga kalah, semua aset dan perusahaannya menjadi milik kelompok Johannes.
Turangga dengan senang hati menerima tantangan tersebut, dia akan menghadapinya berdua bersama putrinya, yang sekarang ranah kekuatan kultivasinya sudah mencapai tingkat Pendekar Dewa Bumi tahap puncak, karena dia rajin berlatih dan berkultivasi, setelah dantiannya dibuka oleh Dewa Cahaya, ketika tinggal didalam Goa bersama kakak dan Dewa Cahaya.
Sedangkan seluruh bawahannya, akan menjadi pasukan cadangan, jika mereka kabur, baru seluruh bawahannya bergerak untuk menangkap mereka, dan menghabisinya.
Turangga, malam ini diminta datang kesebuah gudang kosong, di wilayah Jakarta Utara, jika dia tidak datang, berarti dia kalah.
Seluruh bawahannya sudah pada kumpul di Markas Turangga Grup, dan sebagiannya sudah standby di dekat gudang kosong, tinggal menunggu perintah dari Turangga.
Turangga bersama Ayu Dewi dan Rendi, menumpang mobil Lexus, yang dikendarai oleh supirnya. Rendi duduk disebelah supir, sedangkan Turangga duduk dibelakang bersama putri kesayangannya.
Mobil Lexus meluncur kearah gudang kosong di wilayah Jakarta Utara, dengan kecepatan sedang, diikuti oleh enam mobil Pajero dan Fortuner dibelakangnya, yang ditumpangi oleh para bawahan Turangga.
Sekitar tiga ratus meter sebelum gudang kosong, Turangga menghentikan rombongan mobilnya. Dia berpesan kepada seluruh bawahannya, agar bersiap-siap diluar gudang, bilamana ada kelompok mereka melarikan diri, langsung ditangkap, jika mereka melawan, langsung dibereskan semuanya.
Usai memberi perintah kepada bawahannya, Turangga dan putrinya, langsung melesat terbang kearah atap gudang kosong. Semua bawahannya kagum dengan kesaktian ayah dan anak itu, selalu kompak dalam semua urusan membasmi kejahatan. Apalagi mendapat tantangan dari kelompok usaha bawah tanah, yang selalu menghalalkan segala cara dalam usahanya.
Malam ini, malam penentuan bagi mereka, untuk menutup semua usaha gelapnya. Tanpa kecuali, jika mereka mengingkari janjinya, Turangga tak segan-segannya untuk menghabisi mereka semuanya.
Turangga pun mulai mengedarkan pandangan mata Dewanya, untuk memindai seluruh gerakan didalam gudang kosong, tampak ada beberapa jebakan yang telah disiapkan oleh mereka, untuk menghabisi kelompok Turangga.
Dan disebuah ruangan rahasia, dibawah gudang kosong, tampak para petinggi dan pemimpin gerakan bawah tanah, sedang pada minum minuman beralkohol.
"Sebentar lagi, kelompok Turangga akan musnah, dan kita akan menguasai seluruh aset-asetnya," ucap Johannes, pemimpin Gerakan Bawah Tanah.
"Betul, Bos. Mereka semua akan terjebak dengan serbuk racun yang mematikan, yang sudah dipasang oleh para ahli strategi," ucap salah seorang petinggi kelompok usaha bawah tanah.
"Oh, jadi begitu. Mereka akan menjebak kelompok ku. Baik, sekarang rasakan oleh kalian! Racun itu akan berbalik kepada kalian," ucap Turangga dalam batinnya.
"Kita hancurkan gudang ini bersama-sama," ucap Turangga.
"Siap, Ayah."
Keduanya terbang agak menjauh dari gudang kosong, mereka bersiap-siap untuk menggempur, dengan kekuatan tujuh puluh persen.
"Siap, Ayu!" Seru Turangga.
"Tapak Dewa!" Seru keduanya, menggepur gudang kosong dari jauh.
Duarr.... Duarr.... Duarr.... Bom.... Bom....
Terdengar beberapa ledakan, menghancurkan gudang kosong hingga rata dengan tanah.
"Pukulan Tapak Dewa, kita arahkan ketempat rahasia mereka," ucap Turangga.
"Siap, Ayah," balas Ayu Dewi.
"Tapak Dewa!" Seru mereka berdua, menggempur tempat rahasia mereka, dibawah tanah.
Duarr.... Duarr.... Duarr.... Bom....
Terdengar lagi suara ledakan yang cukup dahsyat, membuat sebuah lubang di tanah. Turangga dan Ayu Dewi, bergegas melesat menuju ke tanah yang sudah berlobang. Keduanya menatap kearah bawah lobang, tampak para petinggi dan pemimpin kelompok usaha bawah tanah, bergelimpangan tak bergerak lagi.
Gegas Turangga dan Ayu Dewi melesat terbang ke atas langit, dan menghilang di kegelapan malam.
Tak seberapa lama, para penduduk yang berdekatan dengan gudang kosong itu, pada keluar rumah mendatangi sumber ledakan.
Tampak sudah banyak orang, pada berkumpul didepan gudang kosong, ingin menyaksikan keadaan didalamnya, yang sudah hancur digempur.
Turangga dan Ayu Dewi, secara diam-diam dan tidak terlihat oleh semua orang, menghampiri mobilnya, lalu masuk kedalam mobil Lexus.
"Perintahkan semuanya untuk kembali ke Markas, karena sebentar lagi polisi akan datang," ucap Turangga, memerintahkan kepada Rendi, agar semua bawahannya cepat kembali ke Markas, sebelum polisi datang.
Rendi pun segera menghubungi seluruh bawahan Turangga, untuk kembali ke Markas, lewat Handy Talky.
Rombongan mobil Turangga perlahan melaju, didepan kerumunan orang-orang, yang ingin menyaksikan kejadian hancurnya sebuah gudang kosong.
Suara sirene dari mobil polisi terdengar, mereka sudah tiba di lokasi kejadian.
Semua polisi pada turun dari mobilnya masing-masing, dan langsung masuk kedalam bangunan yang sudah rata dengan tanah.
Aparat polisi menemukan ratusan mayat, dibalik puing-puing reruntuhan gudang, dan didalam lobang tanah.
Para wartawan sibuk mengabadikan momen kejadian, dan berusaha mencari keterangan yang akurat, dari beberapa anggota polisi dan masyarakat, yang mendengar suara ledakan seperti bom.
Sementara rombongan mobil Turangga, terus meluncur kearah selatan, menuju ke Markas Turangga.
Tiba didepan Markas, Turangga memberikan perintah kepada Albert dan Rudolf, untuk segera mengumpulkan seluruh aset-aset dan perusahaan milik Johannes, yang menjadi jaminan taruhannya.
Surat perjanjian pelimpahan seluruh aset-aset milik Johannes, sebelum dimulainya penggempuran, sudah ditandatangani oleh Johannes dan Albert serta Rudolf, sebagai perwakilan dari kelompok Turangga Grup.
"Besok semua dokumennya harus segera diurus, dan over balik atas nama perusahaan Turangga Corp!" Perintah Turangga, kepada bawahannya.
"Siap, Bos!" Seru Albert dan Rudolf bersamaan.
Turangga beserta Ayu Dewi dan Rendi, kembali masuk kedalam mobil Lexus, meninggalkan Markas, menuju kearah Pondok Indah.
Selang beberapa menit, Marta Subangun dan Dudi Hermawan muncul di Markas Turangga Grup, menemui Albert dan Rudolf, hendak melaporkan bahwa dirinya belum bertemu dengan Rendi, karena setiap Marta dan Dudi kerumah Rendi, rumahnya selalu dikunci, dan rumahnya selalu kosong.
"Kamu harus meminta maaf kepada Pak Rendi, kalau tidak, semua usahamu akan hancur," ancam Albert, kepada Marta Subangun. "Itu adalah kesalahanmu, yang ingin merampas hak Pak Rendi, sedangkan usahamu sendiri dibawah naungan bendera Turangga Grup," tambah Albert.
Marta Subangun dan Dudi Hermawan, hanya bisa tertunduk lesu. Dia sama sekali tidak menyangka, bahwa Rendi itu sahabatnya Turangga, dan sekarang menjadi asisten pribadi Turangga.
Akhirnya Marta Subangun dan Dudi Hermawan, keluar dari Markas Turangga, kembali mencari keberadaan Rendi, hanya sekedar untuk meminta maaf, dan mengembalikan kelebihan uang yang sudah dibayarkan oleh Rendi.
Memang Rendi setiap bulannya, menyicil hutang-hutangnya kepada Marta, membayar pokok berikut dengan bunganya. Namun tidak pernah lunas-lunas, malah bunganya tambah membengkak, seolah disengaja untuk menghancurkan Rendi, yang bekerjasama dengan Dudi Hermawan.
Marta Subangun akhirnya menyadari, bahwa yang dilakukan oleh dirinya, yang membantu Dudi Hermawan untuk menghancurkan Rendi, ternyata salah sasaran. Malah dirinya sendiri sekarang yang kelimpungan mencari Rendi, untuk mengembalikan uang Rendi sambil meminta maaf atas kesalahannya.
Sementara Albert dan Rudolf, mempersiapkan semua data-data aset dan perusahaan milik Johannes, yang mulai besok keduanya bergerak bersama penasehat hukum Turangga Corp, untuk menginventarisir semua kekayaan milik Johannes.
keduanya akhirnya tidur di Markas Turangga Grup, ditemani oleh beberapa anggotanya.
Bersambung.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments
Siti Nur Azizah
Semangat thor
2023-05-18
0
Raden Aria Kusumanagara
Lanjut
2023-05-17
1