Sekarang Siwi Susilowati telah menikah dengan Dudi Hermawan secara siri, nikah dibawah tangan. Karena Turangga sendiri belum menceraikan Siwi secara syah, menurut aturan agama dan pemerintah.
Lagi pula, Siwi menikah dengan Dudi Hermawan, baru satu bulan Turangga diusir dari rumahnya, belum genap seratus hari, apalagi itu secara paksaan oleh ibu mertuanya Turangga, karena demi sebuah kekayaan, hingga tega menjual anaknya sendiri kepada seorang lelaki yang sudah memiliki istri dan empat anak.
Siwi dan Dudih, tengah bersenang-senang di rumah mertuanya Turangga, yang kini ditempati oleh menantu barunya.
Namun tanpa disadari oleh mereka, istri sahnya Dudi Hermawan sudah mengetahui kelakuan suaminya di luar rumah, selain mendapat laporan dengan bukti yang kuat, dia juga menggelapkan uang istrinya sebanyak satu miliar rupiah.
Karena itulah, istrinya Dudi Hermawan bersama pamannya, seorang perwira tinggi polisi yang membawa pasukannya, melabrak rumah mertuanya Turangga, hingga semua orang yang berada didalam rumah itu dibawa ke kantor polisi, dan diproses secara hukum, karena Siwi masih memiliki suami, dan Dudi Hermawan ketahuan menggelapkan uang dari perusahaan milik istrinya.
Dudi Hermawan didakwa sebagai pelaku penggelapan uang milik istrinya, sebanyak satu miliar rupiah, Mira Yuningsih didakwa memperdagangkan anaknya, Nugraha sebagai perantara perdagangan wanita, dan Siwi melanggar undang-undang pernikahan, karena belum resmi cerai sudah menikah lagi dengan orang lain.
Begitu juga dengan rumah Mira Yuningsih di sita sebagai barang bukti, karena menurut Dudi, uang hasil dari korupsi di perusahaan milik istrinya, lima ratus juta diberikan kepada Mira Yuningsih, untuk membeli Siwi Susilowati.
Akhirnya mereka semua ditahan, dan berkasnya sudah dilimpahkan ke kejaksaan negeri.
Sementara Turangga, yang masih berlatih didalam Goa, dia semakin rajin dan giat. Hanya ingin membuktikan kepada dunia, bahwa dirinya sekarang bukan sampah dan pecundang lagi. Dia sudah terlahir kembali menjadi seorang pria muda yang tangguh dan kuat, dibawah pelatihan seorang dewa dari Alam Dewa Cahaya.
Genap satu tahun Turangga berada didalam Goa, selama kurun waktu satu tahun, dia terus menerus berlatih, hingga sekarang kekuatannya sudah tidak ada tandingannya lagi, karena kekuatan di Alam Bumi, hampir seluruhnya hanya menggunakan kekuatan fisik, tidak ada yang menggunakan kekuatan inti. Jika pun ada, itu hanya bisa dihitung dengan jari, tapi kekuatannya jauh dibawah kekuatan Turangga, yang telah menjadi seorang kultivator, dengan kekuatan yang diberikan oleh seorang Dewa.
Sekarang, ranah kekuatan kultivasinya, sudah berada ditingkat Pendekar Dewa Surga tahap puncak, sebuah kekuatan yang sangat dahsyat di Alam Bumi ini. Namun jika ingin dia naik ke alam di atasnya, dia harus meningkatkan ranah kekuatannya ketingkat yang lebih tinggi lagi, karena di atas ranah Pendekar Dewa Surga, masih ada lagi beberapa tahap.
"Nak Angga, kemarilah. Sekarang sudah waktunya aku memberikan kekuatan kepadamu, sebuah kekuatan yang sangat dahsyat, bahkan bisa menghancurkan semua bukit. Dan di alam ini, sudah tidak ada tandingannya," ucap pria sepuh.
"Baik, Guru," jawab Turangga, sembari mendekati gurunya.
Pria sepuh duduk berhadapan dengan Turangga, yang duduk lotus dengan khusyuk, untuk menyerap sebuah kekuatan yang akan diberikan oleh gurunya, yang telah bersiap mengalirkan energi kedalam diri Turangga, lewat ujung jari telunjuk gurunya, yang ditempelkan kepada kening Turangga,
Tak lama kemudian, sebuah aura kekuatan menyeruak masuk kedalam tubuh Turangga, menjalar ke seluruh tubuhnya. Seperti ada aliran setrum yang menyengat-nyengat seluruh tubuhnya.
Argh.... Aahhh....
Teriak Turangga, suara teriakannya menggema diseputar ruangan Goa.
"Tahan, Nak Angga. Sebentar lagi selesai," ucap gurunya.
Hampir saja Turangga tak sadarkan diri, kalau gurunya tidak segera membantunya.
"Sekarang seraplah!" Seru gurunya, memerintahkan Turangga, untuk segera menyerap kekuatan inti yang telah mengalir ditubuhnya.
Tidak seberapa lama, terdengar suara teredam dari dalam tubuhnya sebanyak sembilan kali, dia berhasil menerobos, naik ketingkat yang lebih tinggi lagi.
Kini, ranah kultivasi Turangga sudah mencapai tingkat Maha Dewa Penguasa tahap puncak, melewati ranah Penguasa dan Dewa Penguasa.
"Sekarang kamu latihan terbang diluar Goa, karena dengan kekuatan mu, kamu sudah bisa terbang," ucap gurunya.
Turangga bergegas keluar dari Goa, dia sangat penasaran apa yang dikatakan oleh gurunya. "Apa benar aku bisa terbang?" ucap batin Turangga, ingin cepat membuktikannya.
Ternyata benar apa yang dikatakan oleh gurunya, dia bisa terbang. Pertama dia hampir menabrak pohon dan dinding jurang, dia terus berusaha untuk mengendalikan kekuatannya. Akhirnya berhasil juga dia terbang, dan terus bermain di atas awan.
Setelah puas, baru dia turun, dan kembali kedalam Goa, menghampiri gurunya.
"Terimakasih guru, atas semuanya yang telah guru berikan kepadaku. Tanpa bimbingan dari guru, aku tidak mungkin seperti sekarang ini," ucap Turangga senang, dan berlutut dihadapan gurunya.
"Berdirilah....! Sudah saatnya kamu mengetahui yang sebenarnya," ucap gurunya.
Lalu dia menceritakan tentang keberadaan dirinya di Alam Bumi, dan memberi tau siapa dia sebenarnya.
Dia adalah seorang Dewa dari Alam Dewa Cahaya. "Aku dilemparkan kesebuah lorong waktu yang membawanya ke alam ini, untuk menerima sebuah hukuman dari Penguasa Dewa Agung," jelas Dewa Cahaya.
kemudian dia menceritakan, seluruh kejadian yang menimpa dirinya.
Dewa Cahaya yang bernama Batara Cahaya Purnama Alam, karena sebuah kelalaiannya, dia diberikan hukuman oleh Penguasa Dewa Agung, dengan diasingkannya ke Alam Bumi, hingga hukumannya berakhir, ketika dia menolong seorang manusia titisan Dewa, yang diberi kekuatan oleh dirinya.
Dan sekarang, dia sudah selesai menjalani hukumannya, karena sudah menolong dan memberi kekuatan yang terakhir. Kekuatan yang begitu dahsyat, kekuatan super jika di Alam Bumi.
Turangga tidak terkejut lagi mendengar penjelasan tentang gurunya, karena sebenarnya dia sendiri sudah mengetahuinya. Ketika itu, tanpa disengaja, dia mendengar percakapan gurunya dengan kedua saudaranya, yang menjenguk gurunya. Kedua saudaranya datang dari Alam Dewa, memberi kabar bahwa hukumannya akan berakhir, setelah gurunya memberikan kekuatan Maha Dewa Penguasa kepada Turangga.
Karena itulah, begitu gurunya menjelaskan, dia pura-pura mengerti, dengan mengangguk-anggukan kepalanya.
"Begitulah ceritanya," ucap gurunya. "Dan sekarang, ambillah ini, dan pakai di jari tengah. Ini sebuah cincin penyimpanan tingkat Dewa, jadi apapun juga bisa masuk kedalam cincin penyimpanan ini," jelas Dewa Cahaya.
Dewa Cahaya lalu menjelaskan cara memakai dan membuka cincin penyimpanan, dengan diteteskan darah dari jarinya, dia bisa menggunakan cincin penyimpanan, dan menjelaskan semua isi didalam cincin penyimpanannya, yang terdiri dari buah-buahan dewa dan sumberdaya tingkat Dewa, tumpukan koin emas, platinum dan berlian untuk dilebur menjadi perhiasan yang harganya sangat mahal, dan trilyunan uang rupiah serta dolar US, yang di ambil oleh gurunya dari beberapa koruptor di Alam Bumi, dengan cara mengambilnya dari jarak jauh.
Maksud gurunya mengambil uang dari para koruptor itu, untuk membantu orang-orang yang tidak mampu.
"Nak Angga, manfaatkanlah dengan baik, dan bantu orang-orang yang susah dan tertindas," harap gurunya.
"Baik, guru. Terimakasih atas semuanya yang telah guru berikan," balas Turangga.
"Dan jagalah cucuku yang cantik ini," ucap gurunya lagi, sambil membelai Ratu Ayu Dewi Nawangsari, putrinya Turangga, yang namanya telah di ganti oleh Dewa Cahaya, dari Ayu Ratna Dewi menjadi Putri Ayu Dewi Nawangsari.
Belum Turangga mengucapkan salam perpisahan, gurunya telah menghilang dari hadapannya.
"Selamat tinggal cucuku, suatu saat nanti, kakek akan menemui mu," ucap suara tanpa wujud, yang ditujukan kepada Ratu Ayu Dewi Nawangsari.
Setelah kepergian gurunya, gegas Turangga menggendong putrinya, dan segera dibawa terbang ke atas langit, melayang dibalik awan, menuju kesebuah kota besar di tanah Jawa.
Bersambung.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments
Alcatraz
mantap lanjutkan Thorrr upnya
2023-05-17
1
Siti Nur Azizah
Mantap thor
2023-05-15
0