Chapter 06

Para tabib segera bergegas untuk memeriksa keadaan Putri Lian Hua yang baru saja tersadar, setelah beberapa waktu yang lalu mengalami koma untuk yang kedua kalinya, sedangkan para pelayan yang berada di sana saat ini mulai bergerak untuk mempersiapkan makanan dan juga air, kalau-kalau majikan mereka membutuhkannya.

Bahkan salah seorang dari pelayan, saat ini telah berjalan menuju ke ruang kerja milik Kaisar Lian Zhuo, untuk memberitahukan kabar baik ini padanya. Namun langkahnya tiba-tiba saja terhenti, saat tanpa sengaja pelayan itu melewati salah satu paviliun yang paling mewah. Itu adalah milik dari permaisuri Li Wei yang saat ini terdengar tertawa dengan begitu gembira.

"Hahaha... Semoga saja putri Lian Hua kali ini tidak selamat. aku telah bosan terus berpura-pura bersikap tidak peduli pada gadis itu, nyatanya dia adalah penghalang bagiku untuk bisa menguasai kekaisaran ini. Gadis kecil itu bisa saja menjadi ancaman besar, karena darahnya bisa membangkitkan kembali tubuh dan juga jiwa dari permaisuri Li Hua yang telah mengalami tidur panjang selama 15 tahun terakhir ini." ucap permaisuri Li Wei.

Pelayan itu tertegun, telinganya dengan jelas menangkap ucapan dari wanita yang paling berkuasa saat ini di kekaisaran Tianlu itu, akan sangat berbahaya jika sampai ada orang yang mendengar ucapan permaisuri, sehingga akhirnya pelayan itu pun memutuskan untuk kembali melanjutkan perjalanan menuju ruang kerja milik Kaisar Lian Zhuo.

Sementara itu, di paviliun teratai saat ini, Putri Lian Hua telah kembali duduk di kursinya, setelah para tabib itu menyatakan bahwa Kondisinya sudah mulai stabil saat ini, dia bahkan tak memerlukan obat-obatan apapun untuk bisa bertahan hidup, karena ternyata daya tahan tubuhnya saat ini telah menjadi semakin kuat.

Para pelayan yang mendengar ucapan dari tabib itu pun tersenyum manis, mereka adalah orang-orang yang paling setia di sisi permaisuri Li Hua di masa lalu, namun kini mereka menjadi pelayan dari Putri Lian Hua.

Selain demi untuk bisa membangkitkan kembali majikan mereka yang telah lama tertidur, mereka juga memiliki kewajiban untuk melayani putri dari majikan yang selama ini telah begitu baik dan memberikan penghidupan yang cukup untuk keluarganya.

Akhirnya para tabib itu pun segera berpamitan untuk pergi dari paviliun teratai bersamaan dengan datangnya Kaisar Lian Zhuo yang saat ini baru saja menapakkan kedua kakinya di paviliun itu.

Mata pria paling berkuasa di kekaisaran Tianlu itu menatap tajam ke arah putrinya, yang saat ini melirik sinis ke arahnya, dia masih belum mengetahui, apa alasan di balik kebencian Putri Lian Hua saat dia baru bangkit dari koma.

Sedangkan di masa lalu gadis kecil itu terus saja melakukan berbagai macam cara, agar bisa dekat dengannya. Dia bahkan sering kali mengunjunginya atau pun mengirimkan berbagai macam camilan dan juga makanan, hanya untuk mendapatkan sedikit perhatian dari Kaisar Lian Zhuo.

"Hormat kami kepada yang mulia kaisar." ucap para pelayan sambil membungkuk di hadapan Kaisar Lian Zhuo.

Pria itu hanya melirik sekilas, kemudian mengibaskan lengan hanfunya, dia tak lagi berniat untuk berbasa-basi dengan para pelayan itu, saat ini fokusnya hanyalah kesehatan dan juga keselamatan dari Putri Lian Hua.

"Bagaimana keadaanmu, Putri Lian Hua?" tanya Kaisar Lian Zhuo.

Meskipun jauh di dalam lubuk hatinya, dia begitu khawatir dengan keadaan sang putri, namun dia masih tetap berbicara layaknya seorang Kaisar di hadapan anggota keluarganya.

Putri Lian Hua mendongak, dia menatap ke arah kaisar Lian Zhuo yang saat ini masih berdiri tak jauh dari pintu masuk kamar yang ditempatinya.

"Seperti yang anda lihat, yang mulia. Keadaanku baik-baik saja." ucap Lian Hua seraya memalingkan wajahnya.

Dia begitu kecewa dengan sikap dari Kaisar Lian Zhuo yang ternyata tak lebih dari seorang pengecut, setelah permaisuri Li Hua mengalami nasib malang, pria itu bukannya mencari cara untuk menyembuhkan kembali sang permaisuri, tapi malah menikahi adik dari permaisurinya yang jahat itu.

Kaisar Lian Zhuo langsung tertegun mendengar jawaban yang diberikan oleh Putri kecilnya. Bukankah selama ini Putri Lian Hua selalu memanggilnya ayah? Namun kenapa tiba-tiba saja hari ini gadis itu memanggilnya dengan sangat formal, seakan hubungan diantara keduanya benar-benar sangat renggang?

"Apa kau membutuhkan sesuatu, Putri Lian Hua?" tanya Kaisar Lian Zhuo kembali.

Gadis itu hanya menggelengkan kepalanya, kemudian menjawab dengan sangat malas. "Putri ini memiliki 5 orang pelayan yang sangat setia, jadi apa yang akan dibutuhkan, jika ada mereka di sini?

Kaisar Lian Zhuo kembali mengerutkan keningnya, dia benar-benar tidak mengenali gadis kecil yang saat ini tengah duduk dengan begitu santai di hadapannya. Jika di masa lalu Putri Lian Hua akan selalu bersikap hormat dan juga menunjukkan kasih sayang terhadapnya, kali ini gadis kecil itu bahkan berani menatapnya dengan penuh kebencian.

"Apa yang terjadi denganmu, Putri Lian Hua?" tanya Kaisar Lian Zhuo.Sepertinya dia masih penasaran dengan keadaan Putri kecilnya itu.

"Bisakah yang mulia meninggalkanku? Sepertinya saat ini, aku membutuhkan banyak sekali istirahat, setelah melewati perjalanan yang sangat panjang selama dua bulan terakhir." ucap putri Lian Hua mengusir Kaisar Lian Zhuo dengan perkataan yang lebih sopan.

Meskipun saat ini dia benar-benar tidak mengerti dengan sikap yang ditunjukkan oleh putrinya, namun Kaisar Lian Zhuo tidak memaksakan diri, untuk berbicara lebih lama lagi dengan Putri Lian Hua. Dengan langkah yang sangat tegap, pria itu pun segera keluar dari paviliun teratai yang selama ini dihuni oleh Putri kecilnya, dan kembali menuju ruang kerjanya.

Pelayan yang tadi memberikan informasi kepada kaisar Lian Zhuo segera mendekat ke arah Putri Lian Hua, wajahnya terlihat serba salah, sepertinya saat ini dia ingin mengatakan sesuatu di hadapan gadis kecil itu, namun terhalang oleh rasa segan mengingat putri Lian Hua yang berada di hadapannya itu adalah majikannya saat ini.

"Katakan!" Putri Lian Hua segera mengeluarkan suaranya.

Pelayan itu pun melirik ke arah rekan-rekannya, dia memberikan kode dengan isyarat mata, agar mereka semua keluar dari tempat itu. Namun Putri Lian Hua sepertinya tidak berniat untuk melakukan hal yang sama, dengan segera gadis kecil itu pun memberikan sebuah perintah, yang tidak bisa ditolak oleh para pelayan.

"Kalian semua bisa tetap berada di sini! Tutup pintunya, jangan sampai ada siapapun yang mendengar."

Salah seorang rekan dari pelayan itu pun segera bergerak menuju pintu, dia segera menutupnya dan berdiri di samping pintu, untuk menjaga agar tidak ada satu orang pun yang menguping di tempat itu.

''Katakan!" Putri Lian Hua mengulang kembali ucapannya.

Pelayan itu pun segera membungkuk di hadapan majikannya, kemudian membisikkan sesuatu yang dia dengar saat sedang berjalan menuju ke ruang kerja Kaisar Lian Zhuo.

Putri Lian Hua menganggukkan kepalanya, dia telah mengetahui tentang masalah itu dari kepingan ingatan yang telah ditinggalkan oleh pemilik tubuh aslinya, namun hingga saat ini dia masih belum memiliki cara untuk bisa kembali menghidupkan permaisuri Li Hua, sesuai dengan keinginan putri kandungnya itu.

Terlebih sepertinya pelayan yang selama ini hidup dan melayani dengan sepenuh hati itu, memiliki keterikatan tersendiri dengan ibu pemilik tubuhnya.

"Aku akan mulai membagi tugas untuk kalian!" ucap putri Lian Hua.

Kelima orang pelayan itu pun segera berkumpul dan bersiap untuk menerima perintah dari gadis kecil itu.

"Aku hanya membutuhkan satu orang pelayan, untuk melayaniku di paviliun ini. Selebihnya, kalian berempat akan mendapatkan tugas lain. Mulai besok pagi, aku akan mengajari kalian semua bagaimana caranya bertarung dan juga menggunakan senjata tajam, sehingga di masa depan kalian tak hanya bisa melindungi diri sendiri, namun bisa membantuku untuk membangkitkan kembali jiwa ibunda permaisuri Li Hua yang telah tertidur selama 15 tahun." ucap putri Lian Hua.

Meskipun para pelayan itu mengetahui kelemahan dari majikan mereka, namun tak ada satu orang pun yang berani membantah. Kelimanya menganggukkan kepala di hadapan Putri Lian Hua, apapun yang diputuskan oleh gadis kecil itu, akan segera dilaksanakan oleh mereka dengan sepenuh hati.

"Kami siap, tuan putri." ucap mereka dengan patuh.

Terpopuler

Comments

N___vt

N___vt

pertanyaannya kenapa ibu tirinya tau kalo darah Lian hua bisa bangkitkan ibu kandungnya

2025-02-06

0

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

huh iya tu kaisar bukannya cari cara biar permaisurinya hidup ini malah nikah lagi...anaknya pun sempat di abaikan

2024-12-10

2

Zhelin

Zhelin

terlalu banyak kata kecil gak sih?

2024-11-09

2

lihat semua
Episodes
1 Chapter 01
2 Chapter 02
3 Chapter 03
4 Chapter 04
5 Chapter 05
6 Chapter 06
7 Chapter 07
8 Chapter 08
9 Chapter 09
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Mengenal Karakter Tokoh
28 Chapter 27
29 Chapter 28
30 Chapter 29
31 Chapter 30
32 Chapter 31
33 Chapter 32
34 Chapter 33
35 Chapter 34
36 Pengumuman
37 Chapter 35
38 Chapter 36
39 Chapter 37
40 Chapter 38
41 Chapter 39
42 Chapter 40
43 Chapter 41
44 Chapter 42
45 Chapter 43
46 Chapter 44
47 Chapter 45
48 Chapter 46
49 Chapter 47
50 Chapter 48
51 Chapter 49
52 Chapter 50
53 Chapter 51
54 Chapter 52
55 Chapter 53
56 Chapter 54
57 Chapter 55
58 Chapter 56
59 Chapter 57
60 Chapter 58
61 Chapter 59
62 Chapter 60
63 Chapter 61
64 Chapter 62
65 Chapter 63
66 Chapter 64
67 Chapter 65
68 Chapter 66
69 Chapter 67
70 Chapter 68
71 Chapter 69
72 Chapter 70
73 Chapter 71
74 Chapter 72
75 Chapter 73
76 Chapter 74
77 Chapter 75
78 Chapter 76
79 Chapter 77
80 Chapter 78
81 Chapter 79
82 Chapter 80
83 Chapter 81
84 Chapter 82
85 Chapter 83
86 Chapter 84
87 Chapter 85
88 Chapter 86
89 Chapter 87
90 Chapter 88
91 Chapter 89
92 Chapter 90
93 Chapter 91
94 Chapter 92
95 Chapter 93
96 Chapter 94
97 Chapter 95
98 Chapter 96
99 Chapter 97
100 Chapter 98
101 Chapter 99
102 Chapter 100
103 Chapter 101
104 Chapter 102
105 Chapter 103
106 Chapter 104
107 Chapter 105
108 PENGUMUMAN
Episodes

Updated 108 Episodes

1
Chapter 01
2
Chapter 02
3
Chapter 03
4
Chapter 04
5
Chapter 05
6
Chapter 06
7
Chapter 07
8
Chapter 08
9
Chapter 09
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Mengenal Karakter Tokoh
28
Chapter 27
29
Chapter 28
30
Chapter 29
31
Chapter 30
32
Chapter 31
33
Chapter 32
34
Chapter 33
35
Chapter 34
36
Pengumuman
37
Chapter 35
38
Chapter 36
39
Chapter 37
40
Chapter 38
41
Chapter 39
42
Chapter 40
43
Chapter 41
44
Chapter 42
45
Chapter 43
46
Chapter 44
47
Chapter 45
48
Chapter 46
49
Chapter 47
50
Chapter 48
51
Chapter 49
52
Chapter 50
53
Chapter 51
54
Chapter 52
55
Chapter 53
56
Chapter 54
57
Chapter 55
58
Chapter 56
59
Chapter 57
60
Chapter 58
61
Chapter 59
62
Chapter 60
63
Chapter 61
64
Chapter 62
65
Chapter 63
66
Chapter 64
67
Chapter 65
68
Chapter 66
69
Chapter 67
70
Chapter 68
71
Chapter 69
72
Chapter 70
73
Chapter 71
74
Chapter 72
75
Chapter 73
76
Chapter 74
77
Chapter 75
78
Chapter 76
79
Chapter 77
80
Chapter 78
81
Chapter 79
82
Chapter 80
83
Chapter 81
84
Chapter 82
85
Chapter 83
86
Chapter 84
87
Chapter 85
88
Chapter 86
89
Chapter 87
90
Chapter 88
91
Chapter 89
92
Chapter 90
93
Chapter 91
94
Chapter 92
95
Chapter 93
96
Chapter 94
97
Chapter 95
98
Chapter 96
99
Chapter 97
100
Chapter 98
101
Chapter 99
102
Chapter 100
103
Chapter 101
104
Chapter 102
105
Chapter 103
106
Chapter 104
107
Chapter 105
108
PENGUMUMAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!