Hancur

Aaron mengerjapkan mata untuk menyesuaikan cahaya yang masuk pada retinanya. Kepalanya terasa sangat berat dan seluruh tubuhnya terasa ngilu. Dipandanginya sekeliling tempatnya berada, dan sejurus kemudian Aaron melonjak kaget saat mendapati tubuhnya polos tanpa busana.

Cepat-cepat Aaron memunguti pakaiannya yang berserakan dan mengenakannya kembali. Perhatiannya kemudian tertuju pada sosok yang berbalut selimut yang masih tersedu meringkuk dipojok ruangan. Satu persatu kilasan tentang kejadian sebelumnya pun muncul di dalam ingatan Aaron.

Dimulai dari dirinya yang datang menghadiri undangan ke sebuah pesta dari rekan bisnisnya. Kemudian karena hal mendesak, asistennya pun pergi terlebih dahulu meninggalkannya sendirian di pesta. Dan rupanya hal itu dimanfaatkan oleh pihak lain untuk menjebaknya. Entah bagaimana, Aaron bisa sampai menenggak minuman yang telah diberi obat sebelumnya, sehingga membuat tubuhnya menjadi panas dan merasakan hasrat tak tertahankan.

Seorang wanita bayaran hampir saja membuatnya masuk kedalam jebakan yang mengerikan itu. Tapi untungnya Aaron masih bisa menahan diri dan menenangkan diri ke dalam toilet. Sialnya, toilet itu justru toilet wanita yang membuatnya harus bertemu dengan salah seorang pelayan wanita yang akhirnya menjadi pelampiasannya.

Obat perangsang sialan!

Aaron mengumpat dalam hati, merutuki kecerobohan yang telah ia lakukan.

Perlahan Aaron mendekati Zaya yang masih setia dengan isakannya. Setelah apa yang semalam dialaminya, Aaron pikir gadis ini pasti syok.

Aaron berjongkok di hadapan Zaya. Diangkatnya dagu Zaya dengan jarinya hingga wajah gadis itu mendongak ke arahnya. Pandangan mereka bertemu. Aaron sungguh terkejut dengan wajah itu. Mata yang bengkak kemerahan karena menangis semalaman. rambut yang kusut dan berantakan. Bibir yang memar dan terluka di sudutnya. Serta bekas gigitan dan cupangan yang terlihat memenuhi bahu dan leher gadis itu.

Astaga. Aaron membelalak tak percaya melihat hasil perbuatannya semalam. Sungguh ia tak pernah berniat melakukan semua itu. Apalagi terhadap gadis yang tak ia kenal di hadapannya ini.

"Siapa namamu?" tanya Aaron kemudian.

Zaya menahan isakannya dengan raut wajah yang tampak tegang.

"Zaya ...," jawabnya kemudian setelah menjeda cukup lama. Suaranya serak karena terlalu banyak menangis.

Aaron menelan ludah. Mencoba merangkai kata-kata yang tepat untuk Zaya.

"Katakan kau ingin berapa?"

Zaya menaikkan pandangannya dan menatap Aaron dengan penuh tanda tanya.

"Untuk kejadian semalam. Katakan berapa nominal yang mesti aku bayar untuk mengganti kerugianmu?" ulang Aaron lagi menegaskan pertanyaan sebelumnya.

Mata Zaya membeliak, berganti dengan tatapan penuh kemarahan.

"Simpan saja uang Anda, Tuan. Saya bukan pelac*r seperti yang biasa Anda beli," sarkasnya lirih.

Berganti Aaron yang membulatkan matanya. Dihelanya nafasnya dalam. Sungguh ia tak suka dengan kalimat Zaya yang seakan menuduhnya suka memakai jasa wanita malam. Tapi Aaron sadar, gadis ini pantas marah.

"Maaf, aku tidak bermaksud merendahkanmu. Kejadian semalam sungguh di luar kendaliku. Aku hanya ingin ..." Belum sempat Aaron menyelesaikan kalimatnya, matanya tak sengaja melihat noda merah yang melekat pada sprei tempat tidur yang mereka gunakan semalam.

Apa itu darah? Apa gadis ini masih perawan?

Mata Aaron kembali menatap Zaya dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Kau ... apa semalam pertama kalinya untukmu?" tanyanya dengan tegang.

"Ya," jawab Zaya sambil melengos.

Oh, ****!

Aaron sontak berdiri. Ditariknya rambut dengan kedua tangannya. Sangat frustasi.

Bagaimana bisa ia melampiaskan kegilaannya semalam dengan seorang gadis baik-baik yang menjaga keperawanannya. Lalu setelah itu berniat menyelesaikan masalah dengan membayar sejumlah uang, seolah gadis itu adalah seorang ******.

Tidak. Aaron tidaklah sebejat itu. Seumur hidupnya ia tidak pernah mempermainkan perempuan. Apalagi sampai harus menghancurkan hidup seorang gadis baik-baik. Sungguh hal itu tidak boleh terjadi.

Segera Aaron merogoh ponsel disaku celananya dan men-dial nama seseorang.

"Atur ulang semua jadwalku, undur semua rapat pagi ini. Aku akan datang terlambat," perintah Aaron pada seseorang di seberang sana.

"Dan satu lagi, bawakan aku pakaian wanita lengkap dengan pakaian dalamnya. Ukuran untuk perempuan bertubuh kecil."

Zaya sedikit menoleh mendengarnya. Secara impulsif ia langsung mengamati tubuhnya sendiri.

"Aku akan kirim alamatnya. Cepat!"

Keheningan melanda setelahnya. Baik Aaron maupun Zaya tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing.

Tak lama kemudian seseorang datang membawa pakaian yang dipesan oleh Aaron. Orang itu langsung pamit undur diri setelah memberikan dua buah paper bag yang masing-masing berisi baju dan dalaman wanita. Kemudian Aaron memberikan kedua paper bag itu pada Zaya.

"Bersihkan dirimu dan pakai ini. Setelah itu kita bicara lagi," ujarnya pada Zaya.

Zaya tak punya pilihan. Ia pun mengambil benda yang disodorkan padanya itu, lalu masuk ke dalam kamar mandi. Dua puluh menit kemudian, Zaya keluar dengan tubuh yang lebih segar. Dres selutut berwarna peach sangat pas membalut tubuhnya. Zaya sendiri sedikit heran bagaimana orang suruhan Aaron itu bisa tahu dengan pasti ukuran tubuhnya hanya dari deskripsi yang diberikan oleh Aaron tadi.

Dengan perlahan Zaya melangkah mendekat, lalu berhenti tepat di hadapan Aaron yang tengah duduk di sebuah sofa.

"Kemarilah." Aaron menepuk tempat duduk di sebelahnya.

Zaya patuh. Ia pun mendekat dan duduk di samping Aaron.

"Berapa umurmu, Zaya?" tanya Aaron kemudian.

"Dua puluh tahun," jawab Zaya.

Aaron sedikit lega. Setidaknya dia bukan pedofil yang mencabuli anak di bawah umur.

"Apa sekarang kau sedang dalam masa suburmu?"

Kali ini pertanyaan Aaron memaksa Zaya untuk berpikir. Zaya tahu apa itu masa subur, tapi masalahnya ia tidak tahu bagaimana cara menghitungnya. Pada saat sekolah dulu, ia tak terlalu memperhatikan pelajaran biologi. Sehingga tidak terlalu paham tentang sistem reproduksi, walaupun kebanyakan orang akan paham secara otodidak tanpa perlu mempelajarinya di sekolah.

"Itu ... saya tidak tahu." Akhirnya Zaya menjawab jujur.

Aaron sedikit menghela nafas. Kembali merangkai kata agar bisa diterima Zaya tanpa salah paham.

"Begini ... apa yang terjadi semalam, semua itu sungguh bukan kemauanku." Aaron berhenti sejenak.

"Semalam seseorang menaruh obat ke dalam minumanku, membuat tubuhku di luar kendali. Itulah kenapa waktu itu kau melihat aku seperti kesakitan di toilet. Dan ya, aku tidak sadar kalau itu toilet wanita." Aaron melirik sekilas pada Zaya yang tengah mendengarkan.

"Lalu kemudian, kau datang. Terus terang saat kau datang, aku sudah tidak kuat menahan efek obat itu, makanya aku menyuruhmu untuk keluar. Tapi sayangnya, kau malah mendekat dan menyentuhku. Sentuhanmu itu membuat aku benar-benar tidak bisa menahan diri lagi, Zaya. Hingga akhirnya ... aku melakukan itu padamu."

Aaron kembali menghela nafas.

"Aku tidak bermaksud menyalahkanmu, tapi semua itu tidak akan terjadi jika saja saat itu kau tidak mendekatiku." Kali ini Aaron menatap Zaya dengan serius.

"Lalu bagaimana kita harus menyelesaikan masalah ini, Zaya?" tanyanya kemudian.

Zaya tercekat. Tidak tahu harus menjawab apa. Sungguh ia pun tidak tahu mesti bertindak bagaimana.

"Kau tidak mau aku memberimu uang, bukan? Kau merasa seperti menjual tubuhmu jika aku memberimu uang. Sekarang katakan padaku, apa yang harus aku lakukan untuk membayar kerugianmu?" Mata tajam Aaron menatap lekat pada mata Zaya, menanti jawaban keluar dari mulut gadis itu. Tapi Zaya justru diam seribu bahasa dengan raut wajah bimbang.

Entah kenapa, pertanyaan terakhir Aaron begitu meyesakkan bagi Zaya. Hatinya terasa begitu tertohok, seolah Zaya memanfaatkan situasi ini untuk mengharapkan hal lebih dari Aaron. Dan anehnya, Zaya justru tak menampik hal itu.

Zaya segera mengumpulkan kewarasannya kembali. Dia tidak boleh berlama-lama pada situasi ini. Dia harus pulang. Semua yang terjadi tidak lebih dari sebuah kecelakaan. Aaron tidak melakukannya secara sadar, jadi dia tidak harus membayar apapun.

"Jika Anda memang tidak sengaja melakukannya, Anda tidak perlu melakukan apapun, Tuan. Satu-satunya yang saya inginkan sekarang adalah saya ingin pulang," jawab Zaya akhirnya. "karena saya sudah sangat terlambat untuk pergi bekerja sekarang," sambungnya lagi.

Perkataan Zaya terdengar begitu ironi. Aaron dapat menangkap kegetiran dari setiap kata-kata yang dilontarkan Zaya.

"Tuan, jika Anda memang ingin membayar kerugian saya, antarkan saja saya pulang sekarang," pinta Zaya.

Aaron diam sebelum akhirnya menyetujui permintaan Zaya. Sepertinya gadis itu perlu berpikir terlebih dulu, hingga akhirnya Aaron memutuskan untuk memberikan Zaya waktu.

Sepanjang perjalanan, Zaya dan Aaron sama-sama tidak mengatakan apa pun. Mereka sibuk pada pikirannya masing-masing. Hingga akhirnya sampailah mereka di kawasan padat penduduk yang bisa dibilang kumuh.

Beruntung kontrakan Zaya terletak di pinggir jalan yang agak besar sehingga masih bisa dilalui oleh mobil Aaron. Mobil pun berhenti di depan rumah kecil yang sudah lapuk termakan usia, tempat Zaya melepas penat setiap harinya setelah bekerja.

"Kau tinggal di sini?" tanya Aaron.

Zaya hanya mengangguk mengiyakan.

"Terima kasih sudah mengantar saya, Tuan." Zaya beranjak hendak turun, sebelum kemudian kembali berbalik ke arah Aaron.

"Tuan, apakah Anda sudah punya istri?" tanyanya kemudian.

Tentu saja Aaron sedikit kaget mendengarnya.

"Belum. Memangnya kenapa?" tanya Aaron balik.

Zaya terlihat lega. "Untunglah. Kalau begitu saya tidak perlu merasa bersalah pada istri Anda," lirihnya.

Aaron sedikit tertegun. Ada rasa iba merayap dihatinya disamping rasa bersalahnya.

"Zaya ...," panggilnya, kemudian disodorkannya sesuatu kepada Zaya.

"Ini kartu namaku. Sekarang kau butuh menenangkan pikiran terlebih dahulu. Setelah itu, mari kita bicara lagi. Jika terjadi apa-apa, kau bisa menghubungiku."

Zaya terdiam sebentar, lalu menerima kartu itu tanpa menjawab. Kemudian cepat-cepat ia turun dari mobil Aaron dan masuk ke dalam rumahnya. Aaron pun melajukan mobilnya setelah melihat Zaya telah menghilang di balik pintu.

Sementara di dalam, Zaya masih berdiri sambil menyandarkan punggungnya pada daun pintu. Tatapan matanya berubah menjadi sangat sendu.

Tiba-tiba tubuhnya luruh bersamaan dengan airmatanya yang jatuh tak terbendung. Dari semua cobaan hidup yang ia alami selama ini, baru kali ini Zaya merasa begitu rapuh.

Harta satu-satunya yang selama ini ia jaga, kehormatannya, kini juga telah direnggut darinya. Sungguh, jika ada sebuah kata yang bisa mendeskripsikan Zaya saat ini. Itu pasti hanya satu, hancur.

Bersambung ....

Terpopuler

Comments

Yulita Hermani

Yulita Hermani

Mbak author, saya baca cerita ini untuk yang ketiga kalinya.

Terimakasih untuk karya mu yang begitu menghibur

2024-02-19

0

Chantika putri borpas(mukhbita

Chantika putri borpas(mukhbita

zaya Aron aku dtg lagi, takkan pernah bosan aku dtg membaca mu😊😊

2022-12-09

0

Chajar Sukmawati

Chajar Sukmawati

ntah sudah berapa kali baca.di ulang2 tidak membosankan

2022-08-18

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Awal Pertemuan
3 Sebuah Insiden
4 Hancur
5 Bimbang
6 Pergolakan Batin
7 Mari Kita Menikah
8 Sebatas Tanggung Jawab
9 Sebuah Titik Balik?
10 Kelahiran Albern
11 Sebuah Kenyataan
12 Awal Dari Rasa Sakit
13 Berusaha Lebih Berani
14 Kemarahan Aaron
15 Maaf ....
16 Sikap yang Mengejutkan
17 Semoga Saja ....
18 Terhempas
19 Kesedihan Zaya
20 Mulai Menata Hati
21 Izinkan Sebentar Saja
22 Jangan Terlalu Baik
23 Permintaan Aaron
24 Keputusan
25 Last Anniversary
26 Sehari Bersamamu
27 Apa Mama Akan Melupakan Al?
28 Selamat Tinggal, Aaron...
29 Aaron Brylee Story
30 Memulai Hidup Baru
31 Kehilangan
32 Al Merindukan Mama
33 Menemui Teman Lama
34 Bertemu Kembali
35 Menginap
36 Merasa Bersalah
37 Sebuah Kejutan
38 Sosok Dari Masa Lalu
39 Mengunjungi Panti
40 Cast
41 Janji Masa Kecil
42 Kenyataan Untuk Evan
43 Cemburu?
44 Mulai Menyadari Perasaan Itu
45 Harus Memulai Dari Mana?
46 Impulsif
47 Tolong Pertimbangkan Aku
48 Sebuah Permohonan Maaf
49 Kekasih Baru Kara
50 Takdir Macam Apakah Ini?
51 Rencana Liburan
52 Let's Go To Disneyland Paris
53 Apakah Kau Mau Kembali Bersamaku Lagi?
54 Aku Akan Memperjuangkanmu
55 Situasi Yang Canggung
56 Semakin Membingungkan
57 Terjadi Sesuatu
58 Jangan Pergi
59 Pengakuan
60 Akan Kupertimbangkan
61 Berpacaran?
62 Kembali Menginap
63 Masuk Ke Dalam Perangkap Aaron
64 Nasib Brylee Group Berada Ditanganmu...
65 Permohonan Ginna
66 Dia Mencintaimu
67 Memutuskan
68 Terima Kasih
69 Menginginkan Satu Sama Lain
70 Pelangi Setelah Badai
71 Rencana Pernikahan
72 Pergi Dengan Luka
73 Aku Merestuimu
74 Cukup Sekali Ini Saja
75 Thank You From Author
76 Calon Nyonya Muda Keluarga Brylee
77 Sebuah Rintangan
78 Sejenak Melarikan Diri
79 Menangkap Pengantin Kabur
80 Penjelasan
81 The Wedding Day
82 Gagal Mandi Bersama
83 Panggil Aku Honey
84 Medan Pertempuran Sang Nyonya Muda
85 Bunga Lotus
86 Kenapa Perutku Rasanya Mual?
87 Kelakuan Aneh Aaron
88 Aku Hamil
89 Reaksi Albern
90 Membujuk
91 Drama Hormon Kehamilan
92 Istri Cengeng Dan Pencemburu
93 Aku Hanya Mencintaimu
94 Mama Seperti Zombi
95 Binatang Penyengat
96 Les Privat Bersama Nyonya Besar
97 Curahan Hati Ginna
98 Jamuan Makan Malam
99 Drama masih berlanjut
100 Pertengkaran Pasangan Love Bird
101 Lakukan Saja Apa Yang Membuatmu Senang
102 Salah Berpikir
103 Kecurigaan Ginna
104 Petuah Ibu Suri
105 Kamu Milikku
106 Berusahalah
107 Menemukan Sebuah Celah
108 Terbongkar
109 Diluar kendali
110 Akhir Dari Seorang Anna
111 Hukuman
112 Rahasia Ginna
113 Pasrah
114 Sebuah Pelajaran
115 Penyesalan
116 Memeluk kembali
117 Aku merindukanmu
118 Cerita Pagi
119 Sebuah Janji
120 Sekretaris Baru
121 Dia Mirip Seseorang
122 Posesif
123 Seperti Anak Kecil
124 Menonton Bersama
125 Pemeriksaan Kandungan
126 Terlalu Pencemburu
127 Menjadi Orang Gila
128 Belajar Meredam Perasaan
129 Fobia Perempuan Cantik
130 Penyakit Aneh
131 Pertunangan Yang Tak Disengaja
132 Restu Dari Calon Mertua
133 Lamaran Yang Sesungguhnya
134 Cuti Pernikahan
135 Perempuan Gagah Dan Perkasa
136 Jenn Dan Jeff
137 Jeje Couple
138 Pernikahan Dean Dan Kara
139 Malam Pengantin Berdarah
140 Perempuan Itu Merepotkan
141 Liburan Keluarga
142 Musibah
143 Selamatkan Ibunya
144 Menunggu Keajaiban
145 Secercah Harapan
146 Lihatlah Putri Kita
147 Terbangun
148 Zivanna Brylee
149 Since You Married Me (End)
150 Mengunjungi Anna (Extra Part 1)
151 Berita Baik Dari Dean Dan Kara (Extra Part 2)
152 The Next Story Of Jeje Couple (Extra Part 3)
153 Undangan Pernikahan (Extra Part 4-Epilog)
154 Info Karya Baru
155 Pengumuman
156 Karya Baru Lagi
157 Sudah rilis
158 Promo Karya Terbaru
159 Pengumuman Again
160 PENGUMUMAN
161 Karya Baru Again
162 Pengumuman Karya Terbaru
Episodes

Updated 162 Episodes

1
Prolog
2
Awal Pertemuan
3
Sebuah Insiden
4
Hancur
5
Bimbang
6
Pergolakan Batin
7
Mari Kita Menikah
8
Sebatas Tanggung Jawab
9
Sebuah Titik Balik?
10
Kelahiran Albern
11
Sebuah Kenyataan
12
Awal Dari Rasa Sakit
13
Berusaha Lebih Berani
14
Kemarahan Aaron
15
Maaf ....
16
Sikap yang Mengejutkan
17
Semoga Saja ....
18
Terhempas
19
Kesedihan Zaya
20
Mulai Menata Hati
21
Izinkan Sebentar Saja
22
Jangan Terlalu Baik
23
Permintaan Aaron
24
Keputusan
25
Last Anniversary
26
Sehari Bersamamu
27
Apa Mama Akan Melupakan Al?
28
Selamat Tinggal, Aaron...
29
Aaron Brylee Story
30
Memulai Hidup Baru
31
Kehilangan
32
Al Merindukan Mama
33
Menemui Teman Lama
34
Bertemu Kembali
35
Menginap
36
Merasa Bersalah
37
Sebuah Kejutan
38
Sosok Dari Masa Lalu
39
Mengunjungi Panti
40
Cast
41
Janji Masa Kecil
42
Kenyataan Untuk Evan
43
Cemburu?
44
Mulai Menyadari Perasaan Itu
45
Harus Memulai Dari Mana?
46
Impulsif
47
Tolong Pertimbangkan Aku
48
Sebuah Permohonan Maaf
49
Kekasih Baru Kara
50
Takdir Macam Apakah Ini?
51
Rencana Liburan
52
Let's Go To Disneyland Paris
53
Apakah Kau Mau Kembali Bersamaku Lagi?
54
Aku Akan Memperjuangkanmu
55
Situasi Yang Canggung
56
Semakin Membingungkan
57
Terjadi Sesuatu
58
Jangan Pergi
59
Pengakuan
60
Akan Kupertimbangkan
61
Berpacaran?
62
Kembali Menginap
63
Masuk Ke Dalam Perangkap Aaron
64
Nasib Brylee Group Berada Ditanganmu...
65
Permohonan Ginna
66
Dia Mencintaimu
67
Memutuskan
68
Terima Kasih
69
Menginginkan Satu Sama Lain
70
Pelangi Setelah Badai
71
Rencana Pernikahan
72
Pergi Dengan Luka
73
Aku Merestuimu
74
Cukup Sekali Ini Saja
75
Thank You From Author
76
Calon Nyonya Muda Keluarga Brylee
77
Sebuah Rintangan
78
Sejenak Melarikan Diri
79
Menangkap Pengantin Kabur
80
Penjelasan
81
The Wedding Day
82
Gagal Mandi Bersama
83
Panggil Aku Honey
84
Medan Pertempuran Sang Nyonya Muda
85
Bunga Lotus
86
Kenapa Perutku Rasanya Mual?
87
Kelakuan Aneh Aaron
88
Aku Hamil
89
Reaksi Albern
90
Membujuk
91
Drama Hormon Kehamilan
92
Istri Cengeng Dan Pencemburu
93
Aku Hanya Mencintaimu
94
Mama Seperti Zombi
95
Binatang Penyengat
96
Les Privat Bersama Nyonya Besar
97
Curahan Hati Ginna
98
Jamuan Makan Malam
99
Drama masih berlanjut
100
Pertengkaran Pasangan Love Bird
101
Lakukan Saja Apa Yang Membuatmu Senang
102
Salah Berpikir
103
Kecurigaan Ginna
104
Petuah Ibu Suri
105
Kamu Milikku
106
Berusahalah
107
Menemukan Sebuah Celah
108
Terbongkar
109
Diluar kendali
110
Akhir Dari Seorang Anna
111
Hukuman
112
Rahasia Ginna
113
Pasrah
114
Sebuah Pelajaran
115
Penyesalan
116
Memeluk kembali
117
Aku merindukanmu
118
Cerita Pagi
119
Sebuah Janji
120
Sekretaris Baru
121
Dia Mirip Seseorang
122
Posesif
123
Seperti Anak Kecil
124
Menonton Bersama
125
Pemeriksaan Kandungan
126
Terlalu Pencemburu
127
Menjadi Orang Gila
128
Belajar Meredam Perasaan
129
Fobia Perempuan Cantik
130
Penyakit Aneh
131
Pertunangan Yang Tak Disengaja
132
Restu Dari Calon Mertua
133
Lamaran Yang Sesungguhnya
134
Cuti Pernikahan
135
Perempuan Gagah Dan Perkasa
136
Jenn Dan Jeff
137
Jeje Couple
138
Pernikahan Dean Dan Kara
139
Malam Pengantin Berdarah
140
Perempuan Itu Merepotkan
141
Liburan Keluarga
142
Musibah
143
Selamatkan Ibunya
144
Menunggu Keajaiban
145
Secercah Harapan
146
Lihatlah Putri Kita
147
Terbangun
148
Zivanna Brylee
149
Since You Married Me (End)
150
Mengunjungi Anna (Extra Part 1)
151
Berita Baik Dari Dean Dan Kara (Extra Part 2)
152
The Next Story Of Jeje Couple (Extra Part 3)
153
Undangan Pernikahan (Extra Part 4-Epilog)
154
Info Karya Baru
155
Pengumuman
156
Karya Baru Lagi
157
Sudah rilis
158
Promo Karya Terbaru
159
Pengumuman Again
160
PENGUMUMAN
161
Karya Baru Again
162
Pengumuman Karya Terbaru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!