Suara orang-orang yang sedang berbicara dan terdengar ramai membangunkan Madison dari tidurnya. Madison mengumpulkan tenaga dan mencoba mencerna situasi, dia pun sedang mendengar apa yang orang-orang di luar sana bicarakan. Madi masih berbaring, dia seperti orang linglung tapi dia jadi teringat dengan sahabatnya Hana.
"Hana?" Madison buru-buru bangun dan duduk di tempat tidur, apa Hana dan Jeremy yang sedang berbicara di luar sana? Madison bergegas turun dari atas ranjang, semoga saja yang ada di luar sana adalah Hana dan Jerry namun suara orang yang sedang berbicara sudah tidak terdengar lagi.
"Hana, tunggu!" Madison berteriak memanggil sambil berlari keluar. Jangan katakan Hana dan Jerry pergi meninggalkannya lagi. Dia sangat berharap yang dia temukan adalah Hana tapi yang dia temukan justru Adel yang sedang duduk di atas tanah sambil menangis. Madison menghentikan larinya, wanita itu lagi. Bukankah Adel tidak nyata tapi kenapa wanita itu ada di depan matanya?
Madi mengusap wajahnya dengan kasar, dia benar-benar tidak mengerti dengan apa yang terjadi. Kedua kaki melangkah mendekati Adel yang masih saja menangis sambil memeluk anjingnya. Suasana tampak gelap, matahari tidak terlihat meski sudah tidak malam lagi. Madi melihat sekitarnya, hutan yang sama. Dia sungguh kembali lagi ke rumah aneh dengan situasi yang aneh.
"Adel," Madison memanggil Adel sambil mendekatinya dengan perlahan. Dia juga tampak was-was karena dia khawatir yang sedang berada di depan matanya itu bukanlah Adel.
"Madi," Adel berbalik, melihat ke arahnya. Madison menghela napas lega, ternyata benar-benar Adel. Setidaknya dia tidak perlu mendapatkan rupa iblis yang mengerikan hari ini.
"Apa yang terjadi, kenapa kau menangis seperti itu?" tanya Madison.
"Sudah aku katakan pada mereka jika aku tidak mau, Madi. Aku sudah mengatakan pada mereka jika aku tidak mau tapi mereka masih saja memaksa aku!" ucap Adel.
"Apa maksud perkataanmu?" tanya Madison tidak mengerti.
"Aku tidak mau, Madi. Tidak mau!' Adel masih mengatakan hal yang sama lalu dia berlari masuk ke dalam rumah sambil menggendong anjingnya.
Madison sungguh tidak mengerti, dia melihat ke arah jalanan di mana ada bekas roda yang menandakan ada yang baru saja pergi dari sana. Situasi apa yang sebenarnya dia hadapi saat ini dan di mana dia sebenarnya? Sekeras apa pun dia berpikir, dia tidak mendapatkan jawaban dari apa yang sedang dia alami saat ini.
Madison kembali ke dalam rumah. Yang dia lihat adalah jam, dia ingin tahu jam berapa sekarang tapi jam di dalam ruangan mati. Madi kembali masuk ke dalam kamar, jam yang di sana pun mati. Aneh, dia tidak percaya jika waktu terhenti. Jam tangan yang dia miliki pun diambil tapi jam miliknya pun sudah mati. Madi melangkah keluar dengan cepat, dia butuh penjelasan atas apa yang sedang terjadi. Mungkin Adel bisa menjelaskan situasi aneh itu.
"Adel, tanggal berapa sekarang dan tahun berapa?" tanya Madison dengan sedikit berteriak.
Madison melangkah menuju dapur karena dia pikir Adel ada di sana namun Adel tidak terlihat berada di dalam dapur. Madison tampak kebingungan, apa Adel menghilang lagi seperti semalam? Sesungguhnya dia manusia atau setan? Keberadaan wanita misterius itu benar-benar membuat bingung.
"Adel!" Madison kembali berteriak memanggil wanita misterius berambut pirang itu. Tidak ada jawaban, Madison mencari keberadaan Adel di ruangan lain dan kamar tapi dia tidak menemukan keberadaan Adel. Madison merasa dia sudah gila, dia merasa halusinasinya semakin parah karena dia berbicara dengan seseorang yang tidak ada.
"Kau mempermainkan aku, sungguh mempermainkan aku!" ucap Madison, dia merasa rumah itu berputar dan membuatnya semakin sakit kepala saja.
"Aku tidak mau peduli lagi, tidak mau!" ucap Madison. Dari pada dia gila sebelum waktunya lebih baik dia mencari keberadaan Milo dan mencari cara untuk keluar dari rumah itu. Madison kembali melangkah menuju dapur, semua alat yang dia gunakan untuk membuka kunci pintu ruangan basemen masih berada di atas lantai. Gembok serta kunci yang berkarat, semua masih berada di tempatnya. Sepertinya benar, dia masih berada di dunia nyata lalu bagaimana dengan wanita asing bernama Adel itu?
"Aku tidak mau, aku tidak mau!" suara Adel terdengar dari basemen.
Madison mengernyitkan dahi, kakinya pun sudah melangkah menuju pintu basemen karena dia ingin mendengar apakah yang dia dengar nyata atau tidak. Jujur saja, dia takut untuk turun ke ruangan bawah tanah itu apalagi setelah melewati banyak hal yang mengerikan.
"Adel, apa kau berada di bawah?" tanya Madison dari balik pintu yang tertutup.
"Katakan pada mereka, Madi. Jika aku tidak mau mengikuti perkataan mereka!" teriak Adel dari dalam.
"Aku tidak mengerti apa yang kau katakan, keluarlah dan katakan apa yang sebenarnya terjadi padamu?" dia rasa ini nyata, jika dia berhalusinasi dan Adel tidak nyata, tidak mungkin dia bisa berbicara dengan Adel dan tidak mungkin Adel akan menjawab perkataannya.
"Aku takut, Madi. Mereka melihat kita dari kegelapan. Mereka akan menangkap kita dan menelan jiwa kita!" perkataan Adel membuat Madison melangkah mundur. Apa Adel juga terkurung di rumah itu bersama dengan dirinya? Dia tidak mengerti tapi dia yakin ada yang tidak beres. Sepertinya rumah itu menyimpan sebuah misteri yang mengerikan. Tiba-Tiba dia merasa, dia harus mencari tahu apa yang terjadi dan memecahkan misterinya jika dia ingin pergi dari rumah terkutuk itu.
"Keluarlah, Adel. Kita cari tahu bersama akan keanehan apa yang terjadi pada kita berdua," ucap Madison.
"Tidak!" tiba-tiba suara teriakan Adel yang ketakutan terdengar dan tiba-tiba saja, Braaakkk!! Pintu penghubung lantai basement tertutup secara mendadak sehingga membuat Madison terkejut.
"Aku tidak mengatakan apa pun padanya, aku tidak melakukan apa pun!" teriak Adel.
"Adel, buka pintunya!" teriak Madison sambil berusaha membuka pintu yang mendadak tidak bisa dia buka sama sekali.
"Tolong aku, Madison. Tolong aku!" teriakan Adel terdengar, tidak ada yang tahu apa yang terjadi padanya di lantai basemen bahkan Madison dibuat panik akibat teriakannya karena dia sedang membayangkan jika iblis yang bersemayam di basemen mengganggu Adel.
"Aku akan menolongmu, aku akan menolongmu!" teriak Madison, dia tampak panik.
"Jangan sampai dia mengambil jiwamu, Madison. Jangan sampai, aakkhhhhh!!" teriakan Adel terdengar begitu keras, Madison berusaha menendang pintu namun usahanya sia-sia.
"Bertahanlah Adel, bertahanlah!" teriak Madison. Dia terus menendang tanpa mempedulikan apa pun. Suara Adel terdengar menjauh, dia seperti sedang ditarik oleh sesuatu. Madison terus berusaha menendang pintu itu tapi dia berhenti setelah suara Adel tidak terdengar lagi.
"Adel?" Madison memanggil di sela napasnya yang memburu.
Tidak ada jawaban, Madison menelan ludah. Napasnya semakin memburu karena tiba-tiba saja suasana terasa mencekam. Satu kaki Madison bergerak perlahan, melangkah maju. Entah kenapa dia merasa akan terjadi sesuatun yang tak terduga dari balik pintu itu. Satu langkah sudah diambil, jantung Madi berdegup kencang.
"Adel," dia kembali memanggil dengan pelan dan kakinya kembali ingin melangkah tapi pada saat itu juga, Braakkkk! Tiba-Tiba pintu terbuka dengan keras dan angin kencang berhembus dari basemen menerjang tubuh Madi sehingga membuat Madi terpental akibat kencangnya angin yang menerjang tubuhnya.
Madi berteriak, tubuhnya jatuh ke atas lantai. Sesuatu bergerak dari lantai basemen, hembusan angin mengiringi sesuatu yang mendatanginya. Madison yang jatuh terduduk segera memundurkan tubuhnya ke belakang. Kedua mata melotot tanpa berkedip melihat ke arah pintu, napas Madison tertahan akibat rasa takut yang melanda.
Dia merasakan sesuatu yang datang itu semakin cepat, angin dingin terasa berhembus semakin cepat sedangkan Madison hendak lari namun pada saat itu pula, suara teriakan yang mengerikan terdengar dari lantai basement. Teriakan itu begitu keras, memekakkan telinga sehingga kedua telinga Madison terasa sakit. Madison terpaksa meringkuk di atas lantai sambil menutupi kedua daun telinganya.
Madison pun berteriak dengan kerasnya, tidak saja teriakan mengerikan itu yang terdengar, semua pintu terbuka dan tertutup dengan sendirinya bahkan suara garukan kuku di atas kaca pun terdengar. Beberapa kursi terangkat naik lalu jatuh ke bawah, Madison hanya bisa berteriak keras dan ketakutan menghadapi apa yang sedang terjadi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments
Muh. Yahya Adiputra
ada apa yach, apa jangan jangan adel adalah hantu penghuni tempat itu???
apakah dia ingin memberi tahu kan tentang apa yg terjadi pada diri nya pada Madison 🤔🤔🤔
hhufft... aku benar-benar pusing seperti Madison karena selalu menebak-nebak saja😵😵😵
2023-05-15
3
Mr Lie 🍇✰͜͡v᭄
klu engga kuat bisa gila berada dlm situasi spt Madi. Madi masih bingung apakah ini halu or nyata yg pst Madi kau harus kuat n jgn takut agar kau bisa pergi dr rmh berhantu itu
2023-05-15
2
🌈Yulianti🌈
ayo madi bacalah ayat yg. kamu kuasai baca sebisa mu semoga arwah" ituhancur dengan ayat" yg kamu baca madi
2023-05-14
1