Madison berlari keluar dari rumah, menerjang derasnya air hujan tanpa menggunakan alas kaki. Para arwah yang mengelilingi rumah itu mengikuti Madison dan terbang mengelilingi pepohonan yang Madison lewati. Iblis yang baru saja terlepas dari kurungannya itu terbang di belakang Madison.
Tawa-Tawa mengerikan mereka terdengar memenuhi hutan. Hujan terus mengguyur, langit bagaikan keran air bocor yang tidak bisa dihentikan. Cahaya dari petir membuat Madison bisa melihat hutan itu sesekali. Dia terus berlari, berlari tanpa tujuan arah yang pasti dia harus berlari untuk menghindari iblis yang mengerikan dan para hantu yang mengejarnya tanpa henti.
"Larilah, Madison. Berlari sebisanya karena saat aku sudah mendapatkan jiwamu, kau tidak akan bisa lari lagi dariku!" suara teriakan itu menggema di hutan.
"Pergi dariku, jangan mengejar aku!" teriak Madison yang terus berlari.
Kedua kaki sudah terasa sakit, Madi tidak tahu harus berlari ke mana. Tanah yang licin akibat air hujan membuat Madison jatuh beberapa kali. Madi tidak juga menyerah, dia kembali bangkit lalu berlari.
"Hi... Hi... Hi... Hi...!" hantu-hantu yang mengejar melewati pepohonan tertawa mengerikan lalu mereka semua menertawakan apa yang sedang dialami oleh Madison.
"Run, Madison. Run as far as you can!" teriak mereka secara bersama-sama.
"Go away, go away!" Madison menutup kedua telinganya dengan rapat. Ini mimpi, semua yang terjadi pasti mimpi.
"Come with me, Madison!" iblis jahat itu berteriak memanggilnya. Madison berusaha untuk bangkit, dia tidak boleh menyerah begitu saja. Mungkin dengan demikian dia bisa melarikan diri dari rumah mengerikan itu. Dia harus mencari bantuan, dia harus menemukan seseorang untuk menemukan Milo esok pagi tapi malam tak juga kunjung berganti.
Malam seperti begitu panjang, hujan yang terus mengguyur tidak juga berhenti. Dengan napas yang hampir habis, Madison berlari sekuat tenaga menjauhi kejaran para hantu itu. Dia harap segara keluar dari hutan itu namun dia justru kembali ke rumah mengerikan yang sudah dia tinggalkan.
Madison terkejut, larinya terhenti saat melihat rumah besar yang di kelilingi oleh pepohon yang sudah mati berada di depan matanya. Tidak mungkin, tidak mungkin. Akibat tidak percaya, Madi berpaling untuk melihat sekitar.
"I-Imposible, haaa.... haaa......!" ucapnya sambil mengatur napas. Bagaimana mungkin? Dia sudah berlari sejauh mungkin, bagaimana mungkin dia bisa kembali lagi ke rumah itu? Madison melihat ke arah rumah tersebut, sosok seorang wanita tampak melayang di antara jendela-jendela rumah saat kilat menyambar sehingga Madison dapat melihat sosok wanita yang dia yakini jika itu bukanlah manusia.
"Sial!" Madison memundurkan langkahnya, rumah itu berhantu. Seharusnya dia tahu dan jangan katakan gundukan-gundukan tanah yang ada di belakang rumah adalah makam. Seharusnya dia ikut Hana dan Jerry kembali, seharusnya dia tidak berada di tempat mengerikan itu seorang diri.
Asap tebal menyelimuti tanah, asap itu bergerak dengan cepat mengelilingi Madison yang semakin terlihat panik. Madi berpaling ke kanan dengan napas memburu, dia terlihat ketakutan lalu dia kembali berpaling ke kiri. Napasnya semakin memburu, dia merasa ada sesuatu di atas tanah yang sudah ditutupi asap tebal. Sesuatu bergerak dengan cepat, angin dingin menerjangnya sedari tadi.
"Sudah aku katakan padamu, Madison," sosok mengerikan yang mengejarnya sedari tadi terbang merendah tidak jauh darinya.
"Kau adalah milikku, kau tidak akan bisa pergi ke mana pun!" seringai menghiasi wajah iblis mengerikan itu, darah yang sudah terlihat hitam mengalir dari mulutnya.
Madison menelan ludah dan melangkah mundur, dia harus kembali berlari. Dia tidak percaya akan kembali ke rumah itu lagi. Pasti ada jalan untuk pergi dari tempat terkutuk itu.
Srek! Madison dikejutkan oleh sesuatu yang berbunyi di atas tanah. Ctaarrrr!! Petir menyambar dengan dahsyatnya di belakang iblis mengerikan itu dan berkat cahaya petir itu, Madison dapat melihat beberapa tangan yang muncul dari atas tanah.
Ctaarrr!! petir kembali menyambar sehingga membuat Madison bisa melihat makhluk-makhluk yang menakutkan berkumpul tidak jauh darinya dan para mayat hidup yang muncul dari dalam tanah.
"Tidak, ini tidak mungkin terjadi!" Madison melangkah mundur sambil menangis, semoga ini hanya halusinasi akibat pengaruh obat. Semoga dia hanya berhalusinasi.
"Yes, Madi. Come with us," bisik iblis itu sambil melambaikan kedua tangannya agar Madison bergabung dengan mereka dan menjadi penghuni hutan dan rumah tersebut.
"Never!" teriak Madison lantang namun dia dikejutkan oleh sebuah tangan yang muncul dari dalam tanah secara tiba-tiba lalu memegangi satu kakinya.
"Lepaskan kakiku, lepaskan!" teriak Madison sambil menendangi tangan yang memegangi kakinya. Dia harus pergi, harus oleh sebab itu Madi kembali berlari tapi kini dia melalui jalan berbeda dengan yang dia tempuh tadi. Dia tidak percaya jika dia akan kembali ke rumah itu lagi untuk yang kedua kalinya, tidak percaya.
"Teruslah lari, Madison. Kau tidak akan bisa lari karena jiwamu adalah milikku!"
Madison berlari sambil menutup kedua telinga, muak mendengar teriakan itu. Dia pun tidak mau mendengar tawa-tawa mengerikan yang tak henti terdengar. Dia terus berlari bagaikan orang gila, untuk menjauhi rumah terkutuk dan sosok-sosok mengerikan itu tapi sekuat apa pun dia melarikan diri, Madison justru kembali ke rumah itu lagi.
"Tidak, Tidak mungkin!" teriak Madison yang jatuh berlutut di atas tanah. Dia lelah, sungguh lelah untuk berlari lagi tapi iblis mengerikan itu tidak melepaskan dirinya. Mereka seperti sedang mempermainkan dirinya, menertawakan dirinya yang tidak berdaya.
"Kenapa kau menginginkan aku? Apa salahku?" teriak Madison keras di bawah guyuran air hujan. Madison menangis meraung, dia benar-benar bisa gila dengan situasi yang menakutkan itu.
"Itu karena jiwamu begitu menggoda, Madison," iblis wanita itu sudah berada di sampingnya, berbisik di telinga kanannya dan iblis itu berpindah ke telinga bagian kiri dengan cepat untuk membisikkan sesuatu, "Semakin kau merasa takut, jiwamu semakin terasa manis," Madi memejamkan mata saat sebuah lidah menjilati wajahnya. Dia sungguh ingin melihat sosok itu dari dekat oleh sebab itu, Madison memberanikan diri untuk berpaling dengan perlahan.
Wajahnya tampak gemetar, napasnya pun tertahan namun memburu. kedua mata melotot untuk melihat sosok mengerikan yang berada tidak jauh dari wajahnya.
"Jiwa yang dipenuhi oleh dosa sungguh lezat, Madison," iblis itu menyeringai memperlihatkan barisan gigi hitam runcing dan mengerikannya.
Aaaaaaa!! Madison berteriak dengan keras dan merangkak mundur dengan cepat. Iblis wanita itu berbalik, memutar kepalanya saja tanpa memutar badannya. Seringai menakutkan kembali dia perlihatkan, Madison sudah berdiri dan kembali berlari. Entah sampai kapan, entah dia bisa pergi dari tempat itu atau tidak yang pasti dia akan berusaha melarikan diri di malam yang tak kunjung berganti. Dia akan terus berlari menghindari kejaran para hantu itu dan jika dia sudah tidak mampu lagi, barulah dia akan berhenti dan menyerah.
Madison kembali berlari melewati pepohonan lebat yang tumbuh di hutan belantara. Entah sudah berapa lama dan entah sudah berapa jauh tapi yang jelas dia kembali ke rumah itu untuk ketiga kalinya. Madi kembali berlari, dia pasti sudah gila. Benar, dia pasti sudah gila akibat pengaruh obat-obatan.
"Ha.. Ha.. Ha... ha! Kau benar-benar sudah gila, Madison!" kini Madison yang tertawa dan berteriak di tengah hutan yang dia lewati. Dia yakin dia pasti akan kembali ke rumah itu lagi dan lagi seperti yang sudah-sudah padahal dia sudah mengambil jalan yang berbeda. Madison berlari melintasi semak-semak yang sangat tinggi, rasa sakit di kaki dan juga lengan akibat tergores tidak dia pedulikan. Dia terus berlari sambil tertawa karena dia merasa jika dia sudah gila apalagi dia melihat di kejauhan rumah bahwa mengerikan itu sudah terlihat.
"Ha... Ha.... Ha... Ha... Ha...!" Madison tertawa keras, dia mengambil jalan lain namun naas jalan yang dia ambil ternyata sebuah jurang. Madison berteriak, karena tubuhnya terjun bebas masuk ke dalam dasar jurang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments
Hanachi
Jerry atau Jeremy ? seingatku, temen Madi yang cowok namanya Jeremy sama Erick.
2023-07-16
1
Hanachi
ngurung iblis cuma digembok aja mah harusnya tu iblis bisa kabur dengan mudah. Iblis lho ini. Iblis bukan setan kaleng kaleng.
2023-07-16
1
Lusiana_Oct13
salah mu dewe lah madi siap suruh km distu
2023-05-14
2