Diganggu Terus

Di hari minggu ini, tidak ada kegiatan apapun yang ingin Olivia lakukan. Seperti kemarin saja, Ia ingin bermalas-malasan di rumah. Tetapi sepertinya tidak akan bisa.

[Sebentar lagi gue jemput, Siap-siap ya.]

Itulah pesan dari Dilon, entah kemana pria itu akan membawanya lagi. Berbeda dengan kemarin Olivia yang banyak protes, kali ini Ia menjadi penurut dan langsung bersiap-siap.

"Loh Kakak mau kemana kok dandan sih?" tanya Kai yang masuk ke kamarnya.

"Lain kali kalau mau masuk kamar, tolong ketuk pintu dulu ya anak kecil," kata Olivia dengan menekan setiap kata, merasa gemas dengan tingkahnya.

"Hehehe maaf, jadi Kakak mau kemana? Mau jalan-jalan ya? Aku ikut dong," pinta Kai bersemangat.

"Ck jangan ganggu, kalau bawa kamu bakalan repot," ucap Olivia masih tetap fokus memakai make up.

Kai terlihat mengerucutkan bibirnya tanpak kesal karena tidak akan diajak. Kai lalu duduk begitu saja di ranjang, sambil memperhatikan Kakak perempuannya itu.

"Pasti Kakak mau jalan sama pacar Kakak ya? Mentang-mentang sekarang sudah punya pacar, jadi ninggalin aku terus di rumah sendiri," tanya Kai.

Olivia terdiam beberapa saat merasa dejavu mendengar kata-kata itu, tentu saja ingat, semalam Mamanya pun mengatakan itu. Keluarganya memang hobi sekali meledek nya.

"Katanya kamu juga kan sudah punya pacar, sana main sama pacarnya," ucap Olivia.

"Sudah putus," jawab Kai pelan.

Mendengar itu Olivia tidak bisa menahan tawanya, Ia terlihat tertawa puas meledek adik laki-laki nya itu. Merasa lucu saja anak sekecil itu, seperti sudah mengerti saja hubungan percintaan.

"Loh kenapa putus? Emangnya kalian jadian berapa lama?" tanya Olivia sambil berbalik menghadapkan tubuhnya.

"Cuman beberapa minggu, dia terus ganggu aku main game. Aku katanya gak boleh main game terus. Terserah aku lah, aku kan suka main game," jawab Kai dengan polosnya.

Tawa Olivia semakin keras mendengar itu, perutnya sampai sakit merasa terhibur dengan jawaban polos khas anak kecil. Ya begitulah jika anak kecil pacaran, tidak akan serius.

"Ya sudah makanya jangan pacaran dulu kalau gitu, sok-sok an sih," ledek nya.

"Ck iya-iya, aku juga males sih punya pacar," sahut Kai.

Obrolan mereka lalu terhenti saat ponsel Olivia berdering pertanda ada panggilan masuk. Melihat itu Dilon, membuat Olivia tanpa sadar tersenyum dan segera mengangkatnya.

Ternyata Dilon sudah di depan rumahnya, cepat juga datang. Olivia pun mengatakan lima menit lagi akan keluar, Ia harus bersiap lagi sebentar untuk memastikan penampilan.

"Eh kamu mau kemana?" tanya Olivia saat melihat Kai yang mengekorinya di belakang.

"Mau keluar juga, aku mau ketemu sama pacar Kakak itu," jawab Kai jujur.

"Em enggak usah, nanti aja ketemunya. Kita mau langsung pergi kok," tolak Olivia berusaha menghindarkan.

"Gak mau, pokoknya aku pengen lihat pacar Kakak!" teriak Kai keras kepala.

Melihat adik laki-lakinya itu berlari lebih dulu pergi, membuat Olivia panik dan segera mengejarnya. Sayangnya Kai itu memang cepat sekali berlari, anak itu kan sering ikut Olimpiade.

Nafas Olivia sampai memburu setelah sampai di depan gerbang. Ia melihat Kai yang sedang memgobrol dengan Dilon, lelaki itu sampai membungkukan badan agar posisi mereka tidak terlalu jauh.

"Kakak kok mau pacaran sama Kak Olivi? Kakak kan ganteng," tanya Kai polos.

"Hei bicara apa kamu? Emangnya Kakak kenapa? Kakak juga kan cantik!" sentak Olivia galak sambil berjalan mendekat.

Dilon tidak bisa menahan tawanya mendengar pertikaian dari dua saudara itu. Ternyata Olivia punya adik, lucunya lagi adiknya laki-laki dan sepertinya mereka bisa menjadi partner.

"Soalnya Kakak kamu juga cantik, malahan Kakak pas pertama ketemu langsung suka," jawab Dilon ikut membela kekasihnya.

Mendengar pujian seperti itu, membuat Olivia tersenyum lebar merasa bangga sendiri. Tumben sekali pikirnya Dilon itu tidak meledek nya, biasanya kan hobi sekali membuatnya kesal.

"Terus sekarang kalian mau kemana? Aku boleh ikut gak?" tanya Kai.

"Kai cepat maduk rumah, nanti Kakak aduin kamu ke Mama!" ancam Olivia.

"Ya sudah deh gak papa, lain kali aja ya ikutnya," ujar Kai masih berusaha membujuk.

Dilon mengangguk lalu mengusap puncak kepala anak kecil itu, "Iya lain kali kita jalan-jalan bertiga. Sekarang kan Kakak bawanya motor, jadi kalau Kai ikut gak akan akan muat."

"Oke Kak, janji ya nanti ajak aku jalan juga?" tanya Kai bersemangat.

"Iya janji," angguk Dilon.

Akhirnya anak itu pun kembali masuk ke rumahnya sambil melambaikan tangan pada Dilon. Olivia yang melihat Kai sedang cari muka hanya memutar bola mata malas. Sok polos sekali pikirnya.

"Kok dandannya cantik banget? Kaya mau kemana aja," celetuk Dilon melihat penampilan perempuan itu.

"Emangnya kita mau kemana?" tanya Olivia. Perasaan dandannya biasa saja, memang seperti ini.

"Ke rumah gue lah, kita main di sana ya?" Kata Dilon sambil menaik turunkan alisnya.

Perlahan perasaan gugup pun mulai hinggap di dada Olivia, "Em main apa?" tanyanya memastikan.

"Ya main aja, diem gitu di rumah gue. Atau apa ke biar gak bosen? Main billiard atau main game," jawab Dilon.

Mendengar jawaban itu yang normal dan tidak seperti dugaannya, membuat Olivia bisa bernafas lega. Ia takut saja jika kata 'Main' di sini berbau ke arah dewasa, apalagi Dilon itu kan image nya nakal.

Karena merasa yakin di rumah Dilon nanti tidak akan terjadi apa-apa dan aman, Olivia pun mengangguk setuju saja. Ia memakai celana kali ini, karena tahu pria itu selalu memakai motor kesayangannya ke mana-mana.

"Di rumah kamu ada Papa kamu gak?" tanya Olivia.

"Kenapa nanyain Bokap gue?" tanya Dilon balik, pria itu tetap fokus menyetir.

"Gak papa sih, cuman tanya aja." Olivia dan Papa Dilon kan sudah pernah bertemu, jadi nanti tidak akan terlalu canggung juga.

"Gak ada, dia jarang di rumah," jawab Dilon.

Olivia hanya mengangguk pelan tidak menanggapi lagi, ya tidak ada Papa Dilon juga sih tidak masalah. Sepanjang perjalanan Olivia terus memikirkan rencana apa saja yang akan dilakukannya di rumah Dilon.

Sesampainya mereka di sana, keduanya langsung turun dari motor. Dilon lalu menggenggam tangan pacarnya itu untuk masuk ke rumahnya. Melihat Olivia yang memperhatikan sekitar, membuatnya tersenyum kecil.

"Waktu itu lo belum sempat masuk ke rumah gue ya?" tanya Dilon, Ia kan pernah ajak Olivia ke rumahnya.

"Iya, cuman di suruh diem di luar," jawab Olivia.

Ya mau bagaimana lagi, waktu itu kan ada Papanya. Dilon hanya tidak mau saja Olivia bertemu dengan Papanya. Hubungan Ia dengan pria paruh baya itu kan sangat tidak akur.

Episodes
1 Si Penggangu
2 Berbeda Dari Yang Lain
3 Memiliki Banyak Pesona
4 Harus Jadi Pacarnya
5 Mendapat Restu
6 Mood Yang Berantakan
7 Dijemput Pacar
8 Kabar Tersebar Cepat
9 Lawan Seimbang
10 Seperti Mangsa
11 Ternyata Sudah Mengenalnya
12 Diberikan Tugas
13 Tamu Tak Diundang
14 Mencuri Ciuman Pertamanya
15 Diajak Ke Tongkrongan
16 Teman Dekatnya
17 Ada Rasa Persaingan
18 Perasaan Berbunga-bunga
19 Diganggu Terus
20 Baru Tahu Masalahnya
21 Hilang Kendali
22 Ingin Di Spesialkan
23 Suasana Yang Hangat
24 Sebuah Tantangan
25 Seperti Anak Ayam
26 Menggoda Pacar
27 Takut Ngambek
28 Memenuhi Keinginannya
29 Lagi-lagi Menjadi Penolong
30 Berbeda Pandangan
31 Emosi Yang Berubah-ubah
32 Jangan Selingkuh
33 Mode Serius Dilon
34 Penganggu Datang
35 Dilon Yang Menang
36 Tidak Akan Melebihi Batas
37 Saling Support
38 Berusaha Mengelak
39 Tingkah Dilon
40 Bukan Membelanya
41 Tidak Mau Yang Lain
42 Mempersiapkan Hadiah
43 Mempercantik Diri
44 Yang Penting Dia Bahagia
45 Pesta Yang Gagal
46 Selalu Mendukungnya
47 Olivia Mode Bar-bar
48 Menyadari Kesalahannya
49 Akan Melindunginya
50 Takut Dimarahin
51 Perintah Tuan Putri
52 Like Alpha Women
53 Malam Mingguan
54 Ada Sesuatu Yang Aneh
55 Harus Berhati-hati
56 Belum Tahu Sebenarnya
57 Keributan Di Pagi Hari
58 Tetap Nomor Satu
59 Tidak Sengaja Menguping
60 Telah Melanggar Janji
61 Perubahan Seseorang
62 Konflik Dimulai
63 Membujuk Pacar Yang Marah
64 Belum Kapok Mendekati
65 Diminta Menjauh
66 Rasanya Belum Ikhlas
67 Misi Menyatukan
68 Hampir Berhasil
69 Memiliki Selera Yang Sama
70 Mulai Merasa Ragu
71 Diam-diam Pergi
72 Terlalu Berani
73 Merasa Sudah Dikhianati
74 Tidak Ada Kabar
75 Terang-terangan Menyukai
76 Menegaskan Hatinya
77 Sebuah Pengorbanan
78 Merawatnya Yang Sakit
79 Semua Mengkhawatirkan nya
80 Sedang Manja
81 Ingin Yang Terbaik
82 Mengambil Hati Mertua
83 Cari Ribut
84 Tidak Bisa Lebih
85 Harus Percaya
86 Pacar Yang Penurut
87 Tidak Mau Terluka
88 Diterima Dengan Baik
89 Sudah Seharusnya
90 Mau Berdamai
91 Saling Menjaga Jarak
92 Ingin Di Spesial kan
93 Dilon Bisa Sakit Juga
94 Sisi Baiknya
95 Satu Ke-khawatiran
96 Ditantang Lagi
97 Tidak Membuatnya Senang
98 Seperti Dipermainkan
99 Sedang Galau
100 Sudah Terobsesi
101 Belum Luluh
102 Akhirnya Berbaikan
103 Niat Memisahkan
104 Membuat Heboh
105 Hubungan Yang Tidak Pasti
106 Kepercayaan Yang Mengurang
107 Saling Mendiami
108 Alasan Dilon Menghilang
109 Sebuah Syarat
110 Perasaan Tidak Tega
111 Akan Sengit Persaingannya
112 Pura-pura Baik-baik Saja
113 Keadaan Tertekan
114 Sesuai Perjanjian
115 Hari Baru
116 Tidak Direstui Lagi
117 Belum Terbiasa
118 Ada Dalam Pantauan
119 Harus Berakhir Juga
120 Bukan Yang Diharapkan
121 Masih Ada Yang Menghiburnya
122 Terciduk Sedang Bersama
123 Belum Move On
124 Percuma Membela Diri
125 Perasaan Rindu
126 Suasana Yang Baru
127 Ingin Diakui
128 Semua Akan Tahu
129 Tidak Seperti Yang Dikatakan
130 Sama-sama Hancur
131 Mengurung Diri
132 Keputusan Sepihak
133 Tidak Mau Kehilangannya
134 Akhirnya Pergi Juga
135 Terlihat Berbeda
136 Dikerjai Terus
137 Tidak Sama Lagi
138 Jadi Menyebalkan
139 Merasa Dejavu
140 Sok Narsis
141 Tugas Bersama
142 Penasaran Dengan Hubungannya
143 Hanya Sebatas Teman
144 Salah Terus Dimatanya
145 Alasan Dibalik Itu
146 Terasa Semakin Jauh
147 Lelaki Yang Tulus
148 Tingkahnya Tidak Habis
149 Pengungkapan Rahasia
150 Berbaikkan
151 Perasaan Yang Bimbang
152 Harus Menuruti Perintahnya
153 Tidak Bisa Lebih
154 Mulai Mencuri Hati
155 Akan Sulit Berpaling
156 Teman Baru
157 Bukan Rahasia Lagi
158 Berduaan Di Kamar
159 Tidak Perlu Mengingatinya
160 Kini Sudah Berbeda
161 Tanpa Status
162 Dendam Terpendam
163 Masalah Lain Datang
164 Sekarang Sudah Akrab
165 Tidak Seindah Itu
166 Sebuah Kekecewaan
167 Ingin Berbagi Kebahagiaan
168 Harapan Bersama Lagi
169 Tanpa Ragu Menerima
170 Saling Menjaga
171 Ketahuan Kai
172 Belum Bisa Tenang
173 Hampir Diculik
174 Mengakhiri Semuanya
175 Semua Baik-baik Saja
176 Mengikuti Peraturan
177 Ada Saja Kejadian
178 Karena Mencintainya
179 Merasa Beruntung
180 Ingin Serius
181 Ingin Selalu Bersamamu
182 Sekuel- Gadis Nakal ku 1
183 Gadis Nakal ku 2
184 Gadis Nakal ku 3
185 Gadis Nakal ku 4
186 Gadis Nakal ku 5
187 Gadis Nakal ku 6
188 Gadis Nakal Ku 7
189 Gadis Nakal ku 8
190 Gadis Nakal ku 9
191 Gadis Nakal ku 10
192 Gadis Nakal ku 11
193 Gadis Nakal ku 12
194 Gadis Nakal ku 13
195 Gadis Nakal ku 14
196 Gadis Nakal ku 15
197 Gadis Nakal ku 16
198 Gadis Nakal ku 17
199 Gadis Nakal ku 18
200 Gadis Nakal ku 19
201 Gadis Nakal ku 20
202 Gadis Nakal ku 21
203 Gadis Nakal ku 22
204 Gadis Nakal ku 23
205 Gadis Nakal ku 24
206 Gadis Nakal ku 25
207 Gadis Nakal ku 26
208 Gadis Nakal ku 27
209 Gadis Nakal ku 28
210 Gadis Nakal ku 29
211 Gadis Nakal ku 30
212 Gadis Nakal ku 31
213 Gadis Nakal ku 32
214 Gadis Nakal ku 33
215 Gadis Nakal ku 34
216 Gadis Nakal ku 35
217 Gadis Nakal ku 36
218 Gadis Nakal ku 37
219 Gadis Nakal ku 38
220 Gadis Nakal ku 39
221 Gadis Nakal ku 40
222 Gadis Nakal ku 41
223 Gadis Nakal ku 42
224 Gadis Nakal ku 43
225 Gadis Nakal ku 44
226 Gadis Nakal ku 45
227 Gadis Nakal ku 46
228 Gadis Nakal ku 47
229 Gadis Nakal ku 48
230 Gadis Nakal ku 49
231 Gadis Nakal ku 50
232 Gadis Nakal ku 51
233 Gadis Nakal ku 52
234 Gadis Nakal ku 53
235 Gadis Nakal ku 54
236 Gadis Nakal ku 55
237 Gadis Nakal ku 56
238 Gadis Nakal ku 57
239 Gadis Nakal ku 58
240 Ekstra Chapter 1
241 Ekstra Chapter 2
242 Ekstra Chapter 3
243 Ekstra Chapter 4
Episodes

Updated 243 Episodes

1
Si Penggangu
2
Berbeda Dari Yang Lain
3
Memiliki Banyak Pesona
4
Harus Jadi Pacarnya
5
Mendapat Restu
6
Mood Yang Berantakan
7
Dijemput Pacar
8
Kabar Tersebar Cepat
9
Lawan Seimbang
10
Seperti Mangsa
11
Ternyata Sudah Mengenalnya
12
Diberikan Tugas
13
Tamu Tak Diundang
14
Mencuri Ciuman Pertamanya
15
Diajak Ke Tongkrongan
16
Teman Dekatnya
17
Ada Rasa Persaingan
18
Perasaan Berbunga-bunga
19
Diganggu Terus
20
Baru Tahu Masalahnya
21
Hilang Kendali
22
Ingin Di Spesialkan
23
Suasana Yang Hangat
24
Sebuah Tantangan
25
Seperti Anak Ayam
26
Menggoda Pacar
27
Takut Ngambek
28
Memenuhi Keinginannya
29
Lagi-lagi Menjadi Penolong
30
Berbeda Pandangan
31
Emosi Yang Berubah-ubah
32
Jangan Selingkuh
33
Mode Serius Dilon
34
Penganggu Datang
35
Dilon Yang Menang
36
Tidak Akan Melebihi Batas
37
Saling Support
38
Berusaha Mengelak
39
Tingkah Dilon
40
Bukan Membelanya
41
Tidak Mau Yang Lain
42
Mempersiapkan Hadiah
43
Mempercantik Diri
44
Yang Penting Dia Bahagia
45
Pesta Yang Gagal
46
Selalu Mendukungnya
47
Olivia Mode Bar-bar
48
Menyadari Kesalahannya
49
Akan Melindunginya
50
Takut Dimarahin
51
Perintah Tuan Putri
52
Like Alpha Women
53
Malam Mingguan
54
Ada Sesuatu Yang Aneh
55
Harus Berhati-hati
56
Belum Tahu Sebenarnya
57
Keributan Di Pagi Hari
58
Tetap Nomor Satu
59
Tidak Sengaja Menguping
60
Telah Melanggar Janji
61
Perubahan Seseorang
62
Konflik Dimulai
63
Membujuk Pacar Yang Marah
64
Belum Kapok Mendekati
65
Diminta Menjauh
66
Rasanya Belum Ikhlas
67
Misi Menyatukan
68
Hampir Berhasil
69
Memiliki Selera Yang Sama
70
Mulai Merasa Ragu
71
Diam-diam Pergi
72
Terlalu Berani
73
Merasa Sudah Dikhianati
74
Tidak Ada Kabar
75
Terang-terangan Menyukai
76
Menegaskan Hatinya
77
Sebuah Pengorbanan
78
Merawatnya Yang Sakit
79
Semua Mengkhawatirkan nya
80
Sedang Manja
81
Ingin Yang Terbaik
82
Mengambil Hati Mertua
83
Cari Ribut
84
Tidak Bisa Lebih
85
Harus Percaya
86
Pacar Yang Penurut
87
Tidak Mau Terluka
88
Diterima Dengan Baik
89
Sudah Seharusnya
90
Mau Berdamai
91
Saling Menjaga Jarak
92
Ingin Di Spesial kan
93
Dilon Bisa Sakit Juga
94
Sisi Baiknya
95
Satu Ke-khawatiran
96
Ditantang Lagi
97
Tidak Membuatnya Senang
98
Seperti Dipermainkan
99
Sedang Galau
100
Sudah Terobsesi
101
Belum Luluh
102
Akhirnya Berbaikan
103
Niat Memisahkan
104
Membuat Heboh
105
Hubungan Yang Tidak Pasti
106
Kepercayaan Yang Mengurang
107
Saling Mendiami
108
Alasan Dilon Menghilang
109
Sebuah Syarat
110
Perasaan Tidak Tega
111
Akan Sengit Persaingannya
112
Pura-pura Baik-baik Saja
113
Keadaan Tertekan
114
Sesuai Perjanjian
115
Hari Baru
116
Tidak Direstui Lagi
117
Belum Terbiasa
118
Ada Dalam Pantauan
119
Harus Berakhir Juga
120
Bukan Yang Diharapkan
121
Masih Ada Yang Menghiburnya
122
Terciduk Sedang Bersama
123
Belum Move On
124
Percuma Membela Diri
125
Perasaan Rindu
126
Suasana Yang Baru
127
Ingin Diakui
128
Semua Akan Tahu
129
Tidak Seperti Yang Dikatakan
130
Sama-sama Hancur
131
Mengurung Diri
132
Keputusan Sepihak
133
Tidak Mau Kehilangannya
134
Akhirnya Pergi Juga
135
Terlihat Berbeda
136
Dikerjai Terus
137
Tidak Sama Lagi
138
Jadi Menyebalkan
139
Merasa Dejavu
140
Sok Narsis
141
Tugas Bersama
142
Penasaran Dengan Hubungannya
143
Hanya Sebatas Teman
144
Salah Terus Dimatanya
145
Alasan Dibalik Itu
146
Terasa Semakin Jauh
147
Lelaki Yang Tulus
148
Tingkahnya Tidak Habis
149
Pengungkapan Rahasia
150
Berbaikkan
151
Perasaan Yang Bimbang
152
Harus Menuruti Perintahnya
153
Tidak Bisa Lebih
154
Mulai Mencuri Hati
155
Akan Sulit Berpaling
156
Teman Baru
157
Bukan Rahasia Lagi
158
Berduaan Di Kamar
159
Tidak Perlu Mengingatinya
160
Kini Sudah Berbeda
161
Tanpa Status
162
Dendam Terpendam
163
Masalah Lain Datang
164
Sekarang Sudah Akrab
165
Tidak Seindah Itu
166
Sebuah Kekecewaan
167
Ingin Berbagi Kebahagiaan
168
Harapan Bersama Lagi
169
Tanpa Ragu Menerima
170
Saling Menjaga
171
Ketahuan Kai
172
Belum Bisa Tenang
173
Hampir Diculik
174
Mengakhiri Semuanya
175
Semua Baik-baik Saja
176
Mengikuti Peraturan
177
Ada Saja Kejadian
178
Karena Mencintainya
179
Merasa Beruntung
180
Ingin Serius
181
Ingin Selalu Bersamamu
182
Sekuel- Gadis Nakal ku 1
183
Gadis Nakal ku 2
184
Gadis Nakal ku 3
185
Gadis Nakal ku 4
186
Gadis Nakal ku 5
187
Gadis Nakal ku 6
188
Gadis Nakal Ku 7
189
Gadis Nakal ku 8
190
Gadis Nakal ku 9
191
Gadis Nakal ku 10
192
Gadis Nakal ku 11
193
Gadis Nakal ku 12
194
Gadis Nakal ku 13
195
Gadis Nakal ku 14
196
Gadis Nakal ku 15
197
Gadis Nakal ku 16
198
Gadis Nakal ku 17
199
Gadis Nakal ku 18
200
Gadis Nakal ku 19
201
Gadis Nakal ku 20
202
Gadis Nakal ku 21
203
Gadis Nakal ku 22
204
Gadis Nakal ku 23
205
Gadis Nakal ku 24
206
Gadis Nakal ku 25
207
Gadis Nakal ku 26
208
Gadis Nakal ku 27
209
Gadis Nakal ku 28
210
Gadis Nakal ku 29
211
Gadis Nakal ku 30
212
Gadis Nakal ku 31
213
Gadis Nakal ku 32
214
Gadis Nakal ku 33
215
Gadis Nakal ku 34
216
Gadis Nakal ku 35
217
Gadis Nakal ku 36
218
Gadis Nakal ku 37
219
Gadis Nakal ku 38
220
Gadis Nakal ku 39
221
Gadis Nakal ku 40
222
Gadis Nakal ku 41
223
Gadis Nakal ku 42
224
Gadis Nakal ku 43
225
Gadis Nakal ku 44
226
Gadis Nakal ku 45
227
Gadis Nakal ku 46
228
Gadis Nakal ku 47
229
Gadis Nakal ku 48
230
Gadis Nakal ku 49
231
Gadis Nakal ku 50
232
Gadis Nakal ku 51
233
Gadis Nakal ku 52
234
Gadis Nakal ku 53
235
Gadis Nakal ku 54
236
Gadis Nakal ku 55
237
Gadis Nakal ku 56
238
Gadis Nakal ku 57
239
Gadis Nakal ku 58
240
Ekstra Chapter 1
241
Ekstra Chapter 2
242
Ekstra Chapter 3
243
Ekstra Chapter 4

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!