16 : Ada Penyusup Di Dalam Mobil!

Excel menunggu di depan pintu kamar Azzura yang memang ada di lantai atas selaku keberadaan kamar anak-anak dari ibu Arum dan pak Kalandra.

“Nanti kalian ketemuan sama mas Aidan. Mamah sudah bilang ke mas Aidan, jadi nanti kalian pulangnya sekalian bareng. Mobil mas Excel kan masih muat karena kemarin saja kita sekeluarga muat.” Ibu Arum masih memberi arahan. “Biar mas Excel bisa fokus berobat, Mbak. Enggak bolak-balik Jakarta kampung terus. Dan biar mamahnya mas Excel juga terpantau,” lanjutnya.

Padahal Azzura baru akan bilang, dirinya menjadi merasa tidak enak karena menolak ajakan Excel. Azzura baru akan mengabarkannya kepada sang mamah. Namun tak ubahnya benang kusut yang akhirnya terurai, rasa tidak enak yang sempat menawan hati Azzura akhirnya usai setelah solusi dari ibu Arum. Semuanya benar-benar berjalan seperti yang Azzura harapan agar dari semua pihak baik pihaknya maupun Excel, tidak ada yang merasa dirugikan.

“Bukan Azzura namanya jika menolak niat baik menyangkut kesehatan bahkan nyawa seseorang!” ucap ibu Arum. Di hadapannya, sang putri langsung berkaca-kaca nyaris menangis. “Tetap percaya pada prinsip kita, semua hal baik akan mendapat balasan baik juga. Andaipun tidak langsung dari yang bersangkutan, Allah pasti akan kasih kemudahan melalui banyak jalan!”

Azzura mengangguk-angguk, tersedu dalam dekapan sang mamah yang memang sudah langsung memeluknya.

Ibu Arum paham, bahwa setegar-tegarnya Azzura, sebenarnya putrinya itu masih sangat terluka. Azzura masih sangat berduka atas kandasnya hubungan putrinya itu dengan Cikho. Hanya saja, Azzura terlalu pandai menyembunyikan semua itu, selain Azzura yang memang bukan wanita lemah. Azzura selalu ingin berguna bagi sesama khususnya menyalurkan kemampuannya di bidang medis.

Setelah mengabarkan kepada Excel dan meminta pria itu untuk siap-siap, ibu Arum mendadak kembali masuk ke kamar sang putri karena Azzura memanggilnya.

“Ada apa, Sayang? Sarapannya sudah Mamah taruh dapur, ya. Tetap wajib sarapan biar tetap sehat!”

“M-mah ... aku beneran ingin cerita. I-ini, aneh sih.” Azzura ragu mengabarkannya. Ini mengenai Shalat istikharahnya.

Namun pada akhirnya, Azzura benar-benar menceritakan semuanya kepada sang mamah. Bukan hanya mimpi setelah shalat istikharahnya, tapi juga mengenai ajakan menikah dari Excel yang sudah beberapa kali Azzura dapatkan. Namun dari semuanya, Excel melakukannya karena pria itu merasa hutang budi kepada Azzura yang bagi Excel sudah berulang kali menyelamatkan nyawa Excel.

“Oh, ... iya?” Ibu Arum sampai tidak bisa berkata-kata setelah mendengar cerita dari sang putri. Tiga malam berturut-turut selalu melihat Excel di mimpi setelah shalat istikharah. “Jika memang jodoh, semoga disegerakan,” batin ibu Arum. Hanya itu doanya, doa terbaik jika memang keduanya memang berjodoh.

“Padahal aku sama sekali enggak mikirin dia, Mah. Malahan aku lagi kesel banget ke si Ojan. Masa dia nungguin aku di puskesmas selama tiga hari ini, terus dia bawa bunga mawar di pot gede dan ternyata di bunganya ada tawonnya. Itu tukang kebersihan wajahnya bengkak gara-gara kesengat pas lagi beresin. Aku yang jadi enggak enak ke orangnya!” cerita Azzura.

Membahas Ojan, ibu Arum langsung menahan tawanya. “Sudah, ... sudah. Kalau memang jodoh, pasti enggak ke mana. Mbak siap-siap dulu, terus sarapan. Dari dulu Ojan memang seajaib itu!”

“Iya, Mah sebentar lagi. Sekalian tunggu yang habis lahiran. Tadi sih sudah langsung sehat. Sudah minta pulang juga, tapi aku minta tunggu sampai boleh karena dia masih wajib istirahat baring,” ucap Azzura.

***

Perjalanan jauh ke Jakarta membuat Excel menyiapkan mobilnya dengan cermat. Kebersihan, dan kesiapan mesin, khususnya. Excel membersihkan setiap sofa yang sampai pria itu bersihkan menggunakan tisu basah. Termasuk karpet yang sampai Excel keluarkan semua kemudian divakum menggunakan mesin sedot debu khusus. Demi menjaga aroma dalam mobilnya, Excel juga sampai membuka tuntas semua pintu mobil termasuk itu bagasi.

“Itu si Kecel lagi ngapain? Mobilnya dibersihin, mesinnya dinyalain. Mau ke Jakarta kali yah? Syukurlah kalau begitu, biar sainganku habis apalagi sekarang Cikho juga udah enggak sama Yayang Azzura lagi!” batin pak Haji Ojan, si pria beratribut serba pink yang mengendarai motor matic merah. Ia sengaja memelankan laju motornya dan berakhir berhenti di hadapan Excel yang ia panggil Kecel.

“Mas Excel,” sapa Azzura dari belakang. Canggung, itulah yang Azzura rasakan hanya karena berkomunikasi secara langsung dengan pria yang beberapa kali mengajaknya menikah itu.

Pak Haji Ojan yang mendengar, sudah langsung tersenyum kepada Azzura sambil berkata, “Iya, Sayang ...? Sayang panggil aku ada perlu apa?” Ia berucap semanis mungkin sambil tetap duduk di motornya.

Azzura langsung bergidik, kedua matanya menjadi sibuk berkedip menepis keberadaan pak Haji Ojan yang baginya lebih menakutkan dari penampakan s1luman. Lihat kepalanya yang dihiasi rambut gondrong, tapi sangat lepek sekaligus mengkilap. Para lalat betah di sana seolah kepala pak Haji Ojan memang kontrakan gratis bagi mereka. Tentunya, aroma minyak jelantah ikan asin yang menjadi makanan favorit pak Haji Ojan sebagai teman nasi, menjadi alasannya. Karena menurut keterangan yang diberikan langsung oleh pak Haji Ojan, saking sukanya dengan aroma minyak jelantah atau itu minyak bekas goreng ikan asin, pria itu juga sampai menggunakannya untuk kepala.

Tanpa berkomentar, Excel sudah langsung mendekati Azzura karena Excel tahu, Azzura anti kepada pak Haji Ojan, lantaran pria itu terus saja mengejar Azzura dan sampai memaksa mirip orang terlalu waras.

“Mereka berbisik-bisik, aku harus dengar! Takutnya mereka mau pergi bareng apalagi si Kecel kelihatan sengaja siap-siap mobil begini,” pikir pak Haji Ojan yang seketika mematikan mesin motornya guna mendengar apa yang sedang diobrolkan di depan sana dan tampaknya sangat rahasia.

“Nanti kita ke Jakartanya tunggu pasien yang baru melahirkan, sehat dan boleh aktivitas, yah Mas. Itu tadi saya cek, dia sehat. Tunggu setengah jam lagi, selanjutnya bisa saya serahkan ke perawat maupun mantri yang tugas,” ucap Azzura sengaja lirih, tapi tanpa Azzura ketahui, pak Haji Ojan bisa mendengarnya.

Excel yang sudah memakai topi hitamnya dan membuat sebagian wajahnya tertutup, berangsur mengangguk. “Terima kasih banyak, Mbak Azzura!” ucapnya yang tetap terdengar dingin bahkan di telinganya sendiri. “Paling tidak, sekarang semuanya tergantung aku. Namun aku pastikan, semuanya aman!” batin Excel yang tetap saja menahan ketakutan karena biar bagaimanapun, Azzura akan terlibat secara langsung dalam p3rtarungan yang akan ia jalani.

Azzura berangsur menunduk dan perlahan mundur. “Gara-gara mimpi itu, aku jadi canggung sekaligus iba ke dia. Jadi ... semacam rasa ingin menariknya buat hijrah karena sepertinya memang ada yang sengaja dia tutup-tutupi. Kasus dia keracunan karbon monoksida, contohnya. Termasuk juga bahan peledak yang meledak di mobilnya yang sekarang entah bagaimana kabarnya. Mobil yang pas aku dan mas Cikho di depan pos satpam!” batin Azzura.

“Wah, kan, bener! Mereka mau ke Jakarta! Aku wajib ikut. Apa pun dan bagaimanapun caranya, aku wajib ikut!” yakin pak Haji Ojan dalam hatinya dan memang makin mantap.

Hingga ketika Azzura maupun Excel pergi masuk ke dalam rumah, pak Haji Ojan nekat menyusup, bersembunyi di bagasi mobil Excel yang awalnya masih terbuka sempurna. Pak Haji Ojan menutup bagasi mobilnya dengan sangat hati-hati agar tidak menimbulkan suara berarti dan bisa membuat curiga.

“Panasssss, efek AC belum dinyalain ditambah mesinnya masih dipanasin. Enggak apa-apalah, demi Yayang Azzura, sekali-kali ngerasain dipanggang!” batin pak Haji Ojan.

Saat Excel yang sudah sampai memakai jaket kulit warna hitamnya datang diikuti Azzura, Excel yang curiga kenapa pintu bagasi mobilnya sudah menutup, sengaja memastikan.

“Enggak ada apa-apa, tapi kok menutup, ya? Padahal aku yakin, tadi enggak. Pintu yang lain saja masih terbuka. Apa, ada yang sengaja menutup karena mengganggu aktivitas?” pikir Excel.

Padahal meski bagasinya kosong, di bawah tempat duduk penumpang belakang sudah ada pak Haji Ojan yang meringkuk dan sampai ketiduran.

Satu hal yang langsung membuat Azzura salah tingkah. Iya, ketika Excel dengan sengaja jongkok menaruh kursi kayu pendek untuk memudahkan langkah Azzura ketika naik sekaligus masuk mobil Ezcel, yang memang terbilang jauh lebih tinggi dari mobil kebanyakan di kampung.

Ibu Arum yang menyaksikannya sampai tersipu. Ia langsung tersenyum ketika Excel mendekatinya kemudian menyalaminya dengan takzim sebagai penutup pamitnya. Terakhir, yang membuat ibu Arum bingung, tentu keberadaan motor pak Haji Ojan yang masih terparkir di pinggir jalan persis depan gerbang rumahnya.

Terpopuler

Comments

Sweet Girl

Sweet Girl

Haji Ojan ikut ke Jakarta Buk, dengan cara nyelinap.

2024-12-18

0

Leng Loy

Leng Loy

Si Ojan aneh" aja 🤣🤣

2024-06-14

0

Nailott

Nailott

ha ha, hj ojan ada ada aja nyusup ssegala

2024-06-12

0

lihat semua
Episodes
1 1 : Pernikahan Dan Wanita Lain
2 2 : Pengakuan yang Sangat Menyakitkan
3 3 : Mundur
4 4 : Ledakan Dan Excel Lucas
5 5 : Azzura, Wanita yang Sangat Baik
6 6 : Mamah, Papah, ... Maaf!
7 7 : Jangan Dilanjutkan!
8 8 : Kekuatan Hati yang Mengalahkan Segalanya
9 9 : Menuntut Keadilan Dan Tidak Mau Dipoligami
10 10 : Nasib Cikho Dan Rere
11 11 : Berdentam-Dentam, Tegang
12 12 : Hanya Dimodali Kata “Hati-Hati”
13 13 : Seperti Memiliki Body guard
14 14 : Misi yang Melahirkan Ketakutan
15 15 : Niat Baik yang Memiliki Solusi
16 16 : Ada Penyusup Di Dalam Mobil!
17 17 : Peluru yang Melesat
18 18 : Kenyataan yang Sulit
19 19 : Akhiri Dan Sudahi!
20 20 : Excel yang Tidak Mau Menikah
21 21 : Penyusup Dan Tembakan Pertama
22 22 : Pengkhianatan
23 23 : Menegangkan
24 24 : Setelah Kejadian Mencekam
25 25 : Kebenaran yang Dipermainkan
26 26 : Sandiwara Rere
27 27 : Kemarahan yang Meledak
28 28 : Keadilan yang Azzura Minta
29 29 : Kebu-sukkan yang Akhirnya Terbongkar
30 30 : Merasa Tidak Pantas
31 31 : Mendadak Kacau
32 32 : Penangkapan Rere
33 33 : Memohon Izin Menikah
34 34 : Pekerjaan Excel
35 35 : Langsung Dapat Dua Jempol
36 36 : Kebobr0kan Cikho
37 37 : Peringatan Keras
38 38 : Memulai Taubat
39 39 : Gara-Gara Cecak Dan Ojan yang Jadi Gagah
40 40 : Saran Nikah Dulu Baru Resepsi
41 41 : Mirip Kilat Menyeramkan Di Tengah Badai
42 42 : Peduli, Sayang, Dan Juga Cinta
43 43 : Benar-Benar Takut
44 44 : Penge-cut!
45 45 : Azzura, Bukan Wanita Bod-doh
46 46 : Orang-Orang Dari Masa Lalu
47 47 : Kenapa Baru Sekarang?
48 48 : Benar-Benar Sebentar Lagi
49 49 : Baru Awal
50 50 : Hukuman yang Pantas
51 51 : Kesetiaan Dan Perjuangan
52 52 : Yang Terbaik
53 53 : MasyaAlloh
54 54 : Balas Dendam Apa Lagi?
55 55 : Suka Duka Dan Kehampaan
56 56 : SAH!
57 57 : Terbawa Suasana
58 58 : Ibadah
59 59 : Cinta Paling Indah
60 60 : Kencan
61 61 : Dini Hari yang Mendebarkan
62 62 : Pecah!
63 63 : Saling Mencintai
64 64 : Excel yang Masih Kerap Lupa
65 65 : I Love You Too
66 66 : Manis Dan Romantis
67 67 : Bersama Turunnya Hujan
68 68 : Antara Helios, Chole, Cinta, dan Juga Akala
69 69 : Excel Lucas, Si Cekatan yang Pelupa
70 70 : Bisnis Excel
71 71 : Alhamdullilah
72 72 : Drama Pagi-Pagi
73 73 : Masakan Perdana Azzura
74 74 : Tak Mau Berbagi
75 75 : Harus Menikah
76 76 : Nasihat Untuk Helios
77 77 : Masa Depan yang Sudah Disiapkan
78 78 : Mobil Jeep Hitam
79 79 : Kamu Enggak Sendiri
80 80 : Jalan-Jalan Di Kedalaman
81 81 : Rencana Mengerikan Seorang Helios
82 82 : Tanda Tanya Azzura
83 83 : Membahagiakan Istri
84 84 : Pertama Kali LDR
85 85 : Kangen!
86 86 : Sebelum Pulang Menemui Istri
87 87 : Bukan Orang Biasa?
88 88 : Dendam yang Menemukan Tuannya
89 89 : Berubah Dalam Waktu Cepat
90 90 : Tumbang
91 91 : Kabar yang Masih Abu-Abu
92 92 : Memperjuangkan Keadilan
93 93 : Menghadapi Cobaan
94 94 : Antara Tutut dan Keong
95 95 : Jodoh = Cerminan Diri
96 96 : Jodohnya Mas Aidan
97 97 : Kabar Terbaru Rere
98 98 : Sweet Banget
99 99 : Keluarga yang Hangat
100 100 : Nyawa Dibayar Nyawa?
101 101 : BIAD-AB!
102 102 : Pengakuan Dari Cinta
103 103 : Dua Garis Merah
104 104 : Atmosfer Kebahagiaan yang Menular
105 105 : Kekhawatiran Demi Kekhawatiran
106 106 : Sebelum Resepsi
107 107 : Melalui Luka
108 108 : Maaf, I Love You
109 109 : Empat Belas Bulan Kemudian
110 110 : Lahirnya Si Kembar
111 111 : Aurora Bilqis Lucas & Sabiru Muhammad Lucas
112 Tamat
113 Novel : Pembalasan Istri yang Haram Disentuh
114 Novel Baru : Saling Cinta Setelah Menikah
115 Novel Mempelai Pengganti Ketua Mafia Buta yang Kejam
116 Novel Baru : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan
117 Novel Horor : Teror Tak Kasat Mata
118 Novel Ojan : Duda Tanpa Malam Pertama Dan Janda Luar Biasa (Menikah Karena Anak)
119 Novel : Kisah Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
120 Novel : Serangan Balik Dokter Terbaik
121 Novel : Mendadak Menikahi Mantan
122 Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
123 Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat(Season 1-2)
124 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
125 Novel Syukur Elra (Terbaru)
126 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 126 Episodes

1
1 : Pernikahan Dan Wanita Lain
2
2 : Pengakuan yang Sangat Menyakitkan
3
3 : Mundur
4
4 : Ledakan Dan Excel Lucas
5
5 : Azzura, Wanita yang Sangat Baik
6
6 : Mamah, Papah, ... Maaf!
7
7 : Jangan Dilanjutkan!
8
8 : Kekuatan Hati yang Mengalahkan Segalanya
9
9 : Menuntut Keadilan Dan Tidak Mau Dipoligami
10
10 : Nasib Cikho Dan Rere
11
11 : Berdentam-Dentam, Tegang
12
12 : Hanya Dimodali Kata “Hati-Hati”
13
13 : Seperti Memiliki Body guard
14
14 : Misi yang Melahirkan Ketakutan
15
15 : Niat Baik yang Memiliki Solusi
16
16 : Ada Penyusup Di Dalam Mobil!
17
17 : Peluru yang Melesat
18
18 : Kenyataan yang Sulit
19
19 : Akhiri Dan Sudahi!
20
20 : Excel yang Tidak Mau Menikah
21
21 : Penyusup Dan Tembakan Pertama
22
22 : Pengkhianatan
23
23 : Menegangkan
24
24 : Setelah Kejadian Mencekam
25
25 : Kebenaran yang Dipermainkan
26
26 : Sandiwara Rere
27
27 : Kemarahan yang Meledak
28
28 : Keadilan yang Azzura Minta
29
29 : Kebu-sukkan yang Akhirnya Terbongkar
30
30 : Merasa Tidak Pantas
31
31 : Mendadak Kacau
32
32 : Penangkapan Rere
33
33 : Memohon Izin Menikah
34
34 : Pekerjaan Excel
35
35 : Langsung Dapat Dua Jempol
36
36 : Kebobr0kan Cikho
37
37 : Peringatan Keras
38
38 : Memulai Taubat
39
39 : Gara-Gara Cecak Dan Ojan yang Jadi Gagah
40
40 : Saran Nikah Dulu Baru Resepsi
41
41 : Mirip Kilat Menyeramkan Di Tengah Badai
42
42 : Peduli, Sayang, Dan Juga Cinta
43
43 : Benar-Benar Takut
44
44 : Penge-cut!
45
45 : Azzura, Bukan Wanita Bod-doh
46
46 : Orang-Orang Dari Masa Lalu
47
47 : Kenapa Baru Sekarang?
48
48 : Benar-Benar Sebentar Lagi
49
49 : Baru Awal
50
50 : Hukuman yang Pantas
51
51 : Kesetiaan Dan Perjuangan
52
52 : Yang Terbaik
53
53 : MasyaAlloh
54
54 : Balas Dendam Apa Lagi?
55
55 : Suka Duka Dan Kehampaan
56
56 : SAH!
57
57 : Terbawa Suasana
58
58 : Ibadah
59
59 : Cinta Paling Indah
60
60 : Kencan
61
61 : Dini Hari yang Mendebarkan
62
62 : Pecah!
63
63 : Saling Mencintai
64
64 : Excel yang Masih Kerap Lupa
65
65 : I Love You Too
66
66 : Manis Dan Romantis
67
67 : Bersama Turunnya Hujan
68
68 : Antara Helios, Chole, Cinta, dan Juga Akala
69
69 : Excel Lucas, Si Cekatan yang Pelupa
70
70 : Bisnis Excel
71
71 : Alhamdullilah
72
72 : Drama Pagi-Pagi
73
73 : Masakan Perdana Azzura
74
74 : Tak Mau Berbagi
75
75 : Harus Menikah
76
76 : Nasihat Untuk Helios
77
77 : Masa Depan yang Sudah Disiapkan
78
78 : Mobil Jeep Hitam
79
79 : Kamu Enggak Sendiri
80
80 : Jalan-Jalan Di Kedalaman
81
81 : Rencana Mengerikan Seorang Helios
82
82 : Tanda Tanya Azzura
83
83 : Membahagiakan Istri
84
84 : Pertama Kali LDR
85
85 : Kangen!
86
86 : Sebelum Pulang Menemui Istri
87
87 : Bukan Orang Biasa?
88
88 : Dendam yang Menemukan Tuannya
89
89 : Berubah Dalam Waktu Cepat
90
90 : Tumbang
91
91 : Kabar yang Masih Abu-Abu
92
92 : Memperjuangkan Keadilan
93
93 : Menghadapi Cobaan
94
94 : Antara Tutut dan Keong
95
95 : Jodoh = Cerminan Diri
96
96 : Jodohnya Mas Aidan
97
97 : Kabar Terbaru Rere
98
98 : Sweet Banget
99
99 : Keluarga yang Hangat
100
100 : Nyawa Dibayar Nyawa?
101
101 : BIAD-AB!
102
102 : Pengakuan Dari Cinta
103
103 : Dua Garis Merah
104
104 : Atmosfer Kebahagiaan yang Menular
105
105 : Kekhawatiran Demi Kekhawatiran
106
106 : Sebelum Resepsi
107
107 : Melalui Luka
108
108 : Maaf, I Love You
109
109 : Empat Belas Bulan Kemudian
110
110 : Lahirnya Si Kembar
111
111 : Aurora Bilqis Lucas & Sabiru Muhammad Lucas
112
Tamat
113
Novel : Pembalasan Istri yang Haram Disentuh
114
Novel Baru : Saling Cinta Setelah Menikah
115
Novel Mempelai Pengganti Ketua Mafia Buta yang Kejam
116
Novel Baru : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan
117
Novel Horor : Teror Tak Kasat Mata
118
Novel Ojan : Duda Tanpa Malam Pertama Dan Janda Luar Biasa (Menikah Karena Anak)
119
Novel : Kisah Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
120
Novel : Serangan Balik Dokter Terbaik
121
Novel : Mendadak Menikahi Mantan
122
Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
123
Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat(Season 1-2)
124
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
125
Novel Syukur Elra (Terbaru)
126
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!