4 : Ledakan Dan Excel Lucas

Azzura mundur, balik badan benar-benar melangkah pergi lantaran Cikho tak kunjung memberikan kepastian. Rere makin panik karena yakin Azzura akan mengabarkan apa yang terjadi kepada keluarga besar.

Padahal yang Rere mau, Azzura tetap di sana mengikuti aturan Cikho yang sebelumnya sudah disepakati juga olehnya. Beruntung, dengan segera tangan kanan Cikho menahan sebelah pergelangan tangan Azzura. Padahal, Chiko masih berlutut sambil menunduk dalam, loyo, terlihat jelas tak memiliki semangat hidup.

Kenyataan tersebut membuat Rere langsung menghela napas dalam, merasa sedikit lega. Walau jika melihat dari sosok Azzura yang selalu tegas bahkan bijak dalam bersikap, Rere tetap tidak yakin Azzura bisa diajak kompromi.

“Ra, ... aku mohon. Aku tahu aku salah. Kamu boleh kasih aku syarat apa pun!” lirih Cikho benar-benar memohon.

“Kalau Mas memang tetap tidak mau menyelesaikan ini dengan baik-baik, biar aku saja yang menyelesaikannya!” lirih Azzura masih berucap tegas. Kemudian ia menyentak tahanan tangan Cikho.

Di sentakan pertama, tahanan tangan pria itu malah makin kencang. Hingga di sentakan kelima, akhirnya Cikho perlahan melepaskannya.

Rere makin mirip udang kecil yang ditaburi garam ketika pada akhirnya, Azzura memboyong koper besar meninggalkan rumah. Tak lama berselang, pintu utama terdengar sampai ditutup lagi, tapi Cikho yang ditinggalkan masih terdiam mirip patung. Geregetan, dengan perutnya yang besar, Rere segera melangkah, menyusul Azzura yang benar-benar pergi dari sana.

“Lamanya hubungan dan juga kesetiaan, enggak menjamin semuanya akan baik-baik saja apalagi bahagia, hingga akhir,” lirih Azzura. “Karena rencana dan impian, hanya tinggal wacana jika Alloh sudah berkehendak. Memang belum jodoh.” Azzura tidak mempermasalahkan kenyataannya yang terus menangis. Karena dengan menangis juga, rasa sesak yang begitu menyiksa memenuhi dadanya perlahan berkurang walau memang hanya sangat sedikit.

Layaknya orang hilang, Azzura mengawasi hamparan halaman rumah keberadaannya. Halaman di sana benar-benar luas dihiasi kebun yang tertata rapi sekaligus indah. Beberapa kali, Cikho memang mengirimi suasana di sana. Dari awal penggarapan berupa fondasi dan sekelilingnya dibenteng seng, hingga bunga dan tumbuhan yang ditanam akhirnya menjadi penghuni tetap di sana.

Walau lagi-lagi, kenyataan yang terjadi membuat Azzura mengingatkan dirinya bahwa ia dan Cikho sudah bukan siapa-siapa. Karena seperti yang Azzura katakan, ia akan melakukan pembatalan pernikahan mereka.

Rere langsung melangkah lebih pelan ketika langkah tergesa terdengar dari belakangnya. Rere yakin itu Cikho dan memang iya. Cikho menyusul Azzura, kembali menawarkan perjanjian, dan Cikho akan menyelesaikan hubungan mereka dengan baik-baik.

“Rere sedang hamil dan aku enggak mau egois,” ucap Cikho.

Tanpa Cikho ketahu, sikap manisnya yang selalu mementingkan Rere berikut kehamilannya, sudah sangat melukai Azzura. Alasan yang juga membuat Azzura bungkam, selain wanita itu yang jadi tak sudi menatap Cikho. Sebab, ulah pria itu malah menegaskan bahwa selama ini, Cikho memang menikmati kebersamaannya dengan Rere.

“Masuklah. Untuk sementara waktu, aku mohon tinggallah di sini dulu,” mohon Cikho. “Ini Jakarta, bukan desa kamu tinggal. Di sini sangat rawan kejahatan.”

“Daripada Mas memintaku untuk tinggal di rumah Mas, lebih baik Mas langsung bunuh aku!” tegas Azzura. “Lumrah jika orang luar yang tidak mengenalku berusaha melukaiku karena Mas dan mbak Rere saja dengan sengaja membunuhku bahkan, ... orang tuaku.”

Ucapan Azzura membuat Cikho merasa sangat tertampar. Ia jadi tidak berani menatap Azzura. Wanita itu kembali pergi, menarik koper besarnya dan sudah langsung membuat satpam yang menghadang, bingung.

“Beri aku waktu satu minggu!” pinta Cikho.

Azzura tidak menjawab, selain Azzura yang juga tidak membiarkan kopernya di ambil alih oleh sang satpam. Tubuh Azzura sudah terguyur oleh hujan yang berlangsung. Begitu juga dengan tubuh Cikho.

“Pak, saya numpang di sini sebentar, ya. Sebentar lagi kakak saya pasti datang buat jemput,” ucap Azzura. Ia bertahan di teras depan pos satpam Cikho yang bersebelahan dengan gerbang rumah.

Satpam di sana tidak bisa menjawab, dan hanya kebingungan menatap Cikho yang masih setelan jas pengantin warna putih juga selaras dengan pakaian pengantin Azzura.

“Satu minggu, Ra. Tolong, aku mohon,” mohon Cikho. Hatinya tergerak menyadari Azzura yang kuyup, perlahan kedinginan karena hujan angin dan juga petir yang masih berlangsung.

“Tiga hari, Mas. Aku hanya bisa memberi Mas tiga hari karena aku tidak punya banyak waktu jika waktu yang aku gunakan hanya akan melukai orang tuaku,” ucap Azzura tanpa sedikit pun melirik Cikho. Suaranya sudah bergetar karena kenyataannya yang menggigil.

“Baiklah. Sekarang, kamu mau tinggal di mana karena selama itu juga, kamu masih menjadi tanggung jawabku,” lanjut Cikho.

“Aku akan tinggal bersama mas Aidan karena tidak ada orang lain yang bisa aku percaya lagi selain kakakku sendiri.”

Cikho langsung tidak bisa berpikir ketika Azzura sampai berkata bahkan sebentar lagi, kakak laki-laki wanita itu akan datang. Bisa Cikho pastikan betapa kecewa sekaligus marahnya mas Aidan kepadanya.

“Jangan tunggu di sini, ayo tunggu di dalam,” bujuk Cikho masih lirih dan terdengar sangat tidak bersemangat.

Jeduuueerrr!

Suara barusan terdengar mirip ledakan dahsyat. Tanah yang Azzura maupun Cikho injak sampai bergetar mirip terkena efek gempa. Tatapan Azzura dan Cikho juga refleks bertemu untuk beberapa saat. Azzura yakin, tadi itu bukan ledakan akibat petir yang tak hentinya menyambar, tapi memang semacam bahan peledak menyerupai bom.

Buru-buru Azzura meninggalkan kopernya untuk memastikan. Azzura juga mengipratkan tahanan tangan kanan Cikho yang menghalang-halangi langkahnya. Pria itu sampai ikut dengannya lantaran ia tidak mau dihentikan. Benar saja, di pertigaan kompleks rumah Cikho berdiri, sebuah mobil kebakaran. Apinya sudah berkobar-kobar, tapi di balik kemudi ada laki-laki yang tergolek lemah dan kepalanya memakai topi hitam.

“Jangan, itu bahaya, Ra!” tahan Cikho.

Azzura menatap tak setuju kepada Cikho. “Dia butuh bantuan. Lepas, Mas!” tegasnya yang memang makin kesal lantaran Cikho juga sampai melarangnya menyelamatkan nyawa orang yang juga sudah menjadi kewajibannya sebagai manusia sekaligus petugas medis.

“Cukup diam jika memang Mas tidak akan membantu!” kesal Azzura yang juga sudah sampai meminjam palu kepada satpam rumah Cikho.

Azzura lari di tengah hujan yang masih mengguyur dengan deras hingga kobaran api yang sempat menguasai mobil perlahan padam. Cikho yang sebenarnya takut, segera menyusul Azzura karena ia tak mau wanita itu kenapa-kenapa.

Azzura terus memalu kaca pintu sebelah kemudi lantaran pintunya dalam keadaan dikunci. Di balik kemudi, pria yang duduk di sana dan sudah sangat tak berdaya, juga sibuk memandangi Azzura.

“Azzura,” batin pria itu.

“Kenapa mas Excel ada di sini? Bukankah terakhir, dia bilang masih ada di kampung buat berobat sakal putung(pengobatan tulang patah)?” batin Azzura.

Terpopuler

Comments

Sweet Girl

Sweet Girl

kenak luuuu

2024-12-17

0

Sweet Girl

Sweet Girl

betul

2024-12-17

0

Leng Loy

Leng Loy

Berarti Azzura kenal sama Excel

2024-06-12

0

lihat semua
Episodes
1 1 : Pernikahan Dan Wanita Lain
2 2 : Pengakuan yang Sangat Menyakitkan
3 3 : Mundur
4 4 : Ledakan Dan Excel Lucas
5 5 : Azzura, Wanita yang Sangat Baik
6 6 : Mamah, Papah, ... Maaf!
7 7 : Jangan Dilanjutkan!
8 8 : Kekuatan Hati yang Mengalahkan Segalanya
9 9 : Menuntut Keadilan Dan Tidak Mau Dipoligami
10 10 : Nasib Cikho Dan Rere
11 11 : Berdentam-Dentam, Tegang
12 12 : Hanya Dimodali Kata “Hati-Hati”
13 13 : Seperti Memiliki Body guard
14 14 : Misi yang Melahirkan Ketakutan
15 15 : Niat Baik yang Memiliki Solusi
16 16 : Ada Penyusup Di Dalam Mobil!
17 17 : Peluru yang Melesat
18 18 : Kenyataan yang Sulit
19 19 : Akhiri Dan Sudahi!
20 20 : Excel yang Tidak Mau Menikah
21 21 : Penyusup Dan Tembakan Pertama
22 22 : Pengkhianatan
23 23 : Menegangkan
24 24 : Setelah Kejadian Mencekam
25 25 : Kebenaran yang Dipermainkan
26 26 : Sandiwara Rere
27 27 : Kemarahan yang Meledak
28 28 : Keadilan yang Azzura Minta
29 29 : Kebu-sukkan yang Akhirnya Terbongkar
30 30 : Merasa Tidak Pantas
31 31 : Mendadak Kacau
32 32 : Penangkapan Rere
33 33 : Memohon Izin Menikah
34 34 : Pekerjaan Excel
35 35 : Langsung Dapat Dua Jempol
36 36 : Kebobr0kan Cikho
37 37 : Peringatan Keras
38 38 : Memulai Taubat
39 39 : Gara-Gara Cecak Dan Ojan yang Jadi Gagah
40 40 : Saran Nikah Dulu Baru Resepsi
41 41 : Mirip Kilat Menyeramkan Di Tengah Badai
42 42 : Peduli, Sayang, Dan Juga Cinta
43 43 : Benar-Benar Takut
44 44 : Penge-cut!
45 45 : Azzura, Bukan Wanita Bod-doh
46 46 : Orang-Orang Dari Masa Lalu
47 47 : Kenapa Baru Sekarang?
48 48 : Benar-Benar Sebentar Lagi
49 49 : Baru Awal
50 50 : Hukuman yang Pantas
51 51 : Kesetiaan Dan Perjuangan
52 52 : Yang Terbaik
53 53 : MasyaAlloh
54 54 : Balas Dendam Apa Lagi?
55 55 : Suka Duka Dan Kehampaan
56 56 : SAH!
57 57 : Terbawa Suasana
58 58 : Ibadah
59 59 : Cinta Paling Indah
60 60 : Kencan
61 61 : Dini Hari yang Mendebarkan
62 62 : Pecah!
63 63 : Saling Mencintai
64 64 : Excel yang Masih Kerap Lupa
65 65 : I Love You Too
66 66 : Manis Dan Romantis
67 67 : Bersama Turunnya Hujan
68 68 : Antara Helios, Chole, Cinta, dan Juga Akala
69 69 : Excel Lucas, Si Cekatan yang Pelupa
70 70 : Bisnis Excel
71 71 : Alhamdullilah
72 72 : Drama Pagi-Pagi
73 73 : Masakan Perdana Azzura
74 74 : Tak Mau Berbagi
75 75 : Harus Menikah
76 76 : Nasihat Untuk Helios
77 77 : Masa Depan yang Sudah Disiapkan
78 78 : Mobil Jeep Hitam
79 79 : Kamu Enggak Sendiri
80 80 : Jalan-Jalan Di Kedalaman
81 81 : Rencana Mengerikan Seorang Helios
82 82 : Tanda Tanya Azzura
83 83 : Membahagiakan Istri
84 84 : Pertama Kali LDR
85 85 : Kangen!
86 86 : Sebelum Pulang Menemui Istri
87 87 : Bukan Orang Biasa?
88 88 : Dendam yang Menemukan Tuannya
89 89 : Berubah Dalam Waktu Cepat
90 90 : Tumbang
91 91 : Kabar yang Masih Abu-Abu
92 92 : Memperjuangkan Keadilan
93 93 : Menghadapi Cobaan
94 94 : Antara Tutut dan Keong
95 95 : Jodoh = Cerminan Diri
96 96 : Jodohnya Mas Aidan
97 97 : Kabar Terbaru Rere
98 98 : Sweet Banget
99 99 : Keluarga yang Hangat
100 100 : Nyawa Dibayar Nyawa?
101 101 : BIAD-AB!
102 102 : Pengakuan Dari Cinta
103 103 : Dua Garis Merah
104 104 : Atmosfer Kebahagiaan yang Menular
105 105 : Kekhawatiran Demi Kekhawatiran
106 106 : Sebelum Resepsi
107 107 : Melalui Luka
108 108 : Maaf, I Love You
109 109 : Empat Belas Bulan Kemudian
110 110 : Lahirnya Si Kembar
111 111 : Aurora Bilqis Lucas & Sabiru Muhammad Lucas
112 Tamat
113 Novel : Pembalasan Istri yang Haram Disentuh
114 Novel Baru : Saling Cinta Setelah Menikah
115 Novel Mempelai Pengganti Ketua Mafia Buta yang Kejam
116 Novel Baru : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan
117 Novel Horor : Teror Tak Kasat Mata
118 Novel Ojan : Duda Tanpa Malam Pertama Dan Janda Luar Biasa (Menikah Karena Anak)
119 Novel : Kisah Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
120 Novel : Serangan Balik Dokter Terbaik
121 Novel : Mendadak Menikahi Mantan
122 Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
123 Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat(Season 1-2)
124 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
125 Novel Syukur Elra (Terbaru)
126 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 126 Episodes

1
1 : Pernikahan Dan Wanita Lain
2
2 : Pengakuan yang Sangat Menyakitkan
3
3 : Mundur
4
4 : Ledakan Dan Excel Lucas
5
5 : Azzura, Wanita yang Sangat Baik
6
6 : Mamah, Papah, ... Maaf!
7
7 : Jangan Dilanjutkan!
8
8 : Kekuatan Hati yang Mengalahkan Segalanya
9
9 : Menuntut Keadilan Dan Tidak Mau Dipoligami
10
10 : Nasib Cikho Dan Rere
11
11 : Berdentam-Dentam, Tegang
12
12 : Hanya Dimodali Kata “Hati-Hati”
13
13 : Seperti Memiliki Body guard
14
14 : Misi yang Melahirkan Ketakutan
15
15 : Niat Baik yang Memiliki Solusi
16
16 : Ada Penyusup Di Dalam Mobil!
17
17 : Peluru yang Melesat
18
18 : Kenyataan yang Sulit
19
19 : Akhiri Dan Sudahi!
20
20 : Excel yang Tidak Mau Menikah
21
21 : Penyusup Dan Tembakan Pertama
22
22 : Pengkhianatan
23
23 : Menegangkan
24
24 : Setelah Kejadian Mencekam
25
25 : Kebenaran yang Dipermainkan
26
26 : Sandiwara Rere
27
27 : Kemarahan yang Meledak
28
28 : Keadilan yang Azzura Minta
29
29 : Kebu-sukkan yang Akhirnya Terbongkar
30
30 : Merasa Tidak Pantas
31
31 : Mendadak Kacau
32
32 : Penangkapan Rere
33
33 : Memohon Izin Menikah
34
34 : Pekerjaan Excel
35
35 : Langsung Dapat Dua Jempol
36
36 : Kebobr0kan Cikho
37
37 : Peringatan Keras
38
38 : Memulai Taubat
39
39 : Gara-Gara Cecak Dan Ojan yang Jadi Gagah
40
40 : Saran Nikah Dulu Baru Resepsi
41
41 : Mirip Kilat Menyeramkan Di Tengah Badai
42
42 : Peduli, Sayang, Dan Juga Cinta
43
43 : Benar-Benar Takut
44
44 : Penge-cut!
45
45 : Azzura, Bukan Wanita Bod-doh
46
46 : Orang-Orang Dari Masa Lalu
47
47 : Kenapa Baru Sekarang?
48
48 : Benar-Benar Sebentar Lagi
49
49 : Baru Awal
50
50 : Hukuman yang Pantas
51
51 : Kesetiaan Dan Perjuangan
52
52 : Yang Terbaik
53
53 : MasyaAlloh
54
54 : Balas Dendam Apa Lagi?
55
55 : Suka Duka Dan Kehampaan
56
56 : SAH!
57
57 : Terbawa Suasana
58
58 : Ibadah
59
59 : Cinta Paling Indah
60
60 : Kencan
61
61 : Dini Hari yang Mendebarkan
62
62 : Pecah!
63
63 : Saling Mencintai
64
64 : Excel yang Masih Kerap Lupa
65
65 : I Love You Too
66
66 : Manis Dan Romantis
67
67 : Bersama Turunnya Hujan
68
68 : Antara Helios, Chole, Cinta, dan Juga Akala
69
69 : Excel Lucas, Si Cekatan yang Pelupa
70
70 : Bisnis Excel
71
71 : Alhamdullilah
72
72 : Drama Pagi-Pagi
73
73 : Masakan Perdana Azzura
74
74 : Tak Mau Berbagi
75
75 : Harus Menikah
76
76 : Nasihat Untuk Helios
77
77 : Masa Depan yang Sudah Disiapkan
78
78 : Mobil Jeep Hitam
79
79 : Kamu Enggak Sendiri
80
80 : Jalan-Jalan Di Kedalaman
81
81 : Rencana Mengerikan Seorang Helios
82
82 : Tanda Tanya Azzura
83
83 : Membahagiakan Istri
84
84 : Pertama Kali LDR
85
85 : Kangen!
86
86 : Sebelum Pulang Menemui Istri
87
87 : Bukan Orang Biasa?
88
88 : Dendam yang Menemukan Tuannya
89
89 : Berubah Dalam Waktu Cepat
90
90 : Tumbang
91
91 : Kabar yang Masih Abu-Abu
92
92 : Memperjuangkan Keadilan
93
93 : Menghadapi Cobaan
94
94 : Antara Tutut dan Keong
95
95 : Jodoh = Cerminan Diri
96
96 : Jodohnya Mas Aidan
97
97 : Kabar Terbaru Rere
98
98 : Sweet Banget
99
99 : Keluarga yang Hangat
100
100 : Nyawa Dibayar Nyawa?
101
101 : BIAD-AB!
102
102 : Pengakuan Dari Cinta
103
103 : Dua Garis Merah
104
104 : Atmosfer Kebahagiaan yang Menular
105
105 : Kekhawatiran Demi Kekhawatiran
106
106 : Sebelum Resepsi
107
107 : Melalui Luka
108
108 : Maaf, I Love You
109
109 : Empat Belas Bulan Kemudian
110
110 : Lahirnya Si Kembar
111
111 : Aurora Bilqis Lucas & Sabiru Muhammad Lucas
112
Tamat
113
Novel : Pembalasan Istri yang Haram Disentuh
114
Novel Baru : Saling Cinta Setelah Menikah
115
Novel Mempelai Pengganti Ketua Mafia Buta yang Kejam
116
Novel Baru : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan
117
Novel Horor : Teror Tak Kasat Mata
118
Novel Ojan : Duda Tanpa Malam Pertama Dan Janda Luar Biasa (Menikah Karena Anak)
119
Novel : Kisah Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
120
Novel : Serangan Balik Dokter Terbaik
121
Novel : Mendadak Menikahi Mantan
122
Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
123
Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat(Season 1-2)
124
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
125
Novel Syukur Elra (Terbaru)
126
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!