Di Tempat Yang Sama

Gagah berjalan ke luar dari kamar mandi dengan tangan mengusap rambutnya yang basah dengan handuk kecil. Setelah Airin dan Tante Mira berpamitan pulang, Gagah langsung menuju kamarnya untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu. Meskipun dirinya sudah sempat mandi saat di kantornya sore tadi.

Gagah seorang perfeksionis termasuk dalam menjaga kebersihan tempat pribadinya. Jika perlu, keringat pun tidak dia biarkan menempel di tempat tidurnya.

Tok tok tok

Gagah menoleh ke arah pintu kamar saat mendengar ketukan pintu dari luar.

" Gah, Mama boleh masuk?" Tak lama suara Widya yang terdengar.

" Sebentar, Ma." Gagah segera memakai training dan kaos tanpa lengan yang sudah dia siapkan di tepi tempat tidur sebelum dia pergi mandi tadi.

Setelah memakai pakaian, Gagah lalu membukakan pintu untuk Mamanya.

" Ada apa, Ma?" tanya Gagah saat melihat Mamanya sudah berdiri di depan pintu.

" Gagah, menurut kamu gimana Airin itu? Cantik, kan?" Widya seolah tidak ingat waktu. Dia penasaran ingin tahu pendapat Gagah soal Airin.

" Apanya yang bagaimana, Ma? Menurutku standar saja." Gagah seakan enggan mengakui ketertarikannya pada Airin.

" Standar gimana? Mata sama tangan kamu saja tidak dapat dikondisikan begitu, kok!" Widya mengingatkan Gagah akan sikap putranya tadi pada Airin. Bahkan Tegar saja sampai menyindir adiknya itu.

" Dia itu sudah pernah menikah, Ma." Gagah berjalan ke arah kamar mandi untuk menjemur handuk yang tadi dia pakai. Dia tidak pernah sembarangan menyampirkan handuk, setelah memakainya dia akan menempatkannya kembali ke tempat semula.

" Apa salahnya dia pernah menikah? Dia bercerai pun bukan karena kesalahan dia, tapi karena suaminya yang kurang ajar itu. Bahkan suaminya itu sudah berselingkuh sejak awal pernikahan mereka. Artinya bukan karena Airin tidak becus mengurus suami, tapi karena suaminya itu tidak tahu diri!" Widya terus berusaha mempengaruhi Gagah agar dapat lebih dekat dengan Airin atau mau kembali bertemu dengan Airin.

Gagah menatap sang Mama dengan memicingkan matanya. Dia sungguh heran, kebanyakan para orang tua, terutama seorang ibu, biasanya menginginkan menantu wanita yang masih perawan untuk anak bujangnya, bukan seorang janda apalagi sudah mempunyai seorang anak. Tapi, Mamanya justru seolah memaksanya untuk menerima Airin.

" Kenapa kamu melihat Mama seperti itu?" Merasa anaknya terus saja memperhatikannya, Widya bertanya apakah ada yang salah pada dirinya.

" Tidak apa-apa," sanggah Gagah tak menjawab apa yang membuatnya memperhatikan Mamanya tadi. " Aku ingin istirahat, Ma. Sebaiknya tidak membahas hal itu lagi." Gagah berjalan ke arah pintu, berharap Mamanya itu keluar dari kamarnya agar tidak terus membahas soal Airin.

" Kamu ini ..." Widya menghempas nafas kesal. Lagi dan lagi, selalu gagal jika berdiskusi dengan anaknya itu soal calon pendamping untuk Gagah, padahal dirinya melihat sendiri ketertarikan Gagah pada Airin.

Gagah lalu berjalan ke arah tempat tidurnya. Tangannya menyingkap selimut lalu membaringkan tubuhnya dengan menaruh kedua telapak tangannya di bawah kepala. Dia menatap langit-langit rumahnya lalu mencoba memejamkan matanya mencoba mengistirahatkan tubuhnya.

Namun, tiba-tiba saja bayangan wajah Airin yang sedang mengembangkan senyuman seketika muncul saat dia menutup kelopak matanya.

Gagah mengerjapkan matanya seraya menggelengkan kepala mencoba menghilangkan bayangan Airin yang melintas begitu saja di pelupuk matanya.

" Si al! Kenapa tiba-tiba bayangan wanita itu muncul?" Gagah kembali bangkit dari tidurnya seraya mengusap kasar wajahnya.

" Kenapa bayangan wanita itu tiba-tiba muncul? Tidak pernah terjadi sebelumnya, ada wanita yang masuk dalam pikiranku seperti ini, apalagi belum benar-benar kenal." Gagah merasa heran dengan bayangan Airin yang tanpa diduga muncul saat dia memejamkan matanya.

" Ah, tidak-tidak! Ini pasti karena Mama terus-terusan mendesak aku menerima dia." Gagah menampik apa yang dia rasakan. Dan menganggap semua itu karena paksaan Mamanya yang menginginkannya dekat dengan Airin.

***

Hampir satu bulan sekali, Airin berkumpul bersama keluarga Liliana dan keluarga Ambar. Tentu saja, mereka membawa suami dan anak-anak mereka. Ketika masih bersama Rey, Rey pun sering ikut menemani Airin dan Luna. Tujuannya tentu saja untuk menjaga silaturahmi ketiga sahabat itu.

Saat ini, Luna dan anak-anak Liliana dan Ambar sedang berada di Kidz Zone didampingi suami Liliana dan Ambar yang mengawasi anak-anak. Sementara Airin, Liliana dan Ambar menunggu di food court.

" Dari sekarang kamu harus belajar membuka hati kalau ada pria yang mau serius sama kamu, Rin." Saran Liliana.

" Aku belum memikirkan ke arah sana. Aku mau fokus membesarkan Luna saja dulu, Li." Airin beralasan.

" Kamu jangan hanya memikirkan diri sendiri, Rin! Tuh, kamu tidak lihat Luna? Kasihan lihat dia tidak ada Papanya, sementara melihat Vio, Fatih dan Al didampingi Papa-Papa mereka." Ambar ikut menimpali.

" Ambar benar, Rin. Kamu juga harus memikirkan Luna, dong! Dia masih kecil, apalagi anak perempuan. Dia butuh figur seorang Papa ke depannya. Jangan sampai rasa trauma kamu terhadap pria, membuat kamu kamu mengorbankan kebahagiaan Luna untuk mendapatkan kasih sayang seorang Papa." Liliana mencoba meluruskan jalan pikiran Airin yang masih tertutup karena rasa sakit hati dan trauma akan disakiti lagi dalam pernikahan.

" Kamu harus berpikiran positif, Rin. Tidak semua pria itu breng sek seperti Rey." nasehat Liliana kembali.

" Lili benar, Rin. Memang tidak harus secepat ini, tapi bukan berarti kamu menutup hati rapat-rapat pada pria yang berusaha mendekati kamu." Ambar menambahkan.

" Oh ya, Rin. Mas Eko bilang, ada teman kantornya yang berstatus duda karena istrinya meninggal satu tahun lalu. Usianya tiga puluh lima tahun, belum punya anak. Tadinya Mas Eko mau kenalkan dia ke kamu. Gimana? Mau tidak aku kenalkan dia?" Suami Liliana bahkan berniat mengenalkan Airin pada teman kantornya.

" Hmmm, nanti saja, Li. Jangan sekarang," tolak Airin. Dikenalkan dengan Gagah saja dirinya sudah pusing takut Gagah tertarik padanya, ditambah lagi ingin dikenalkan dengan teman suaminya Liliana.

Ddrrtt ddrrtt

Suara ponsel Ambar tiba-tiba berbunyi saat mereka asyik berbincang.

" Halo, kenapa Pa?" Tatapan mata Ambar mengarah ke arah Kidz Zone. " Oh, iya, iya, Pa." Ambar mengakhir sambungan teleponnya dengan suaminya.

" Rin, Luna nangis katanya." Ambar menyampaikan apa yang dikatakan suaminya lewat telepon.

" Luna nangis?" Airin seketika bangkit lalu berlari ke arah Kidz Zone.

" Mbak, saya mau ambil anak saya. Dia nangis di dalam." Airin meminta ijin kepada penjaga area permainan anak agar diijinkan masuk ke dalam mengambil Luna.

" Oh, silahkan, Bu." Penjaga permainan itu mempersilahkan Airin masuk.

" Luna, kenapa nangis, Sayang?" tanya Airin pada Luna yang sedang dalam gendongan Sonny, suami Ambar. Dia pun lalu mengambil Luna dari tangan Sonny.

" Luna berebut mainan sama anak lain, Rin." Sonny menjelaskan.

" Makasih, Mas." Airin perlu mengucapkan rasa terima kasih pada Sonny yang sudah menjaga Luna bersama Eko.

" Mama, olang itu nakalin Luna ..." Luna lalu menunjuk pada seorang bocah sebaya Luna yang sedang menatapnya.

Airin mengerutkan keningnya saat melihat bocah itu tak lain adalah Clarissa.

" Ateu Ailin ..." sapa Clarissa saat melihat Airin.

" Ica?" Airin mendekati Clarissa. Namun pandangannya mengedar mencari Ayuning di area itu. " Ica sama siapa ke sini?" tanya Airin pada Clarissa.

" Cama Om Gagah, Ateu ..." Clarissa lalu menunjuk ke arah seorang pria yang terlihat serius menelepon berjarak sekitar lima belas meter dari tempat mereka saat ini. Seketika itu juga mata Airin terbelalak mendapati sosok Gagah di tempat yang sama dengannya saat ini.

*

*

*

Bersambung ...

Maaf, kalo update nya telat, soalnya lagi menyelesaikan novel on going lainnya bulan ini. Insya Allah awal Juni update rutin dan lebih panjang isi bab nya, makasih 🙏

Happy reading❤️

Terpopuler

Comments

gia nasgia

gia nasgia

jangan menutup hati mama Airin 🥺cieee Gagah pasti senang ketemu aute cantik 😊

2024-12-11

0

ciru

ciru

cakeep

2023-10-31

0

Aidah Djafar

Aidah Djafar

ketemu lagi Airin vs gagah

2023-10-10

0

lihat semua
Episodes
1 Terbebas
2 Melabrak Rey
3 Jangan Ikut Campur Masalah Rumah Tangga Kami
4 Kasihan Luna
5 Pertunangan Yang Gagal
6 Kelakuan Nakal Adinda
7 Cipratan Air
8 Terpikat
9 Tidak Akan Tertarik
10 Luna Yang Merengek
11 Ingin Istri Perawan
12 Playing Victim
13 Merasa Familiar
14 Harus Move On
15 Sanggup Memikat Hati
16 Cantiknya Parah Banget
17 Masih Ingin Menyendiri
18 Di Tempat Yang Sama
19 Kamu Ingin Menertawakan Saya?
20 Mengawasi Keponakan
21 Life Must Go On
22 Jangan Caper
23 Mendapatkan Ide
24 Sebuah Modus
25 Ingin Mengenal Lebih Dekat
26 Siap Mengantar
27 Awas Saja Kamu, Airin!
28 Tambal Ban
29 Rileks Saja
30 Wanita Yang Sama
31 Sengaja Menyembunyikan
32 Terlalu Lebay
33 Menolak Dijodohkan
34 Mengenal Lebih Dekat
35 Wanita Pilihan Sendiri
36 Nasabah Bank Yang Naksir
37 Boneka Untuk Luna
38 Siap Menjadi Papa Sambung
39 Saya Antar Kamu Pulang
40 Suka-Suka Dia Mau Dijemput Sama Siapa
41 Dekati Anaknya
42 Pancingan Mendapatkan Hati Airin
43 Buka Hati Dulu
44 Tak Berkutik
45 Masa Lalu Versus Calon Masa Depan
46 Nikmatnya Bercinta
47 Calonnya Airin
48 Akan Menunggu Sampai Kamu Siap
49 Dia Itu Orang Gila
50 Berharap Rujuk Kembali
51 Punya Papa Dua
52 Luna Mau Om Gagah Jadi Papa Baru Luna?
53 Calon Menantu
54 Membuat Luna Menjadi Ceria
55 Kurang Elok Dilihat Orang
56 Memancing Ikan
57 Malioboro
58 Jatuh Hati Pada Gagah
59 Aku Menurut Saja
60 Keasyikan Mesra-Mesraan
61 Sudah Pernah Bertemu
62 Ada Hubungan Spesial
63 Kamu Mengusir Saya?
64 Pandai Melayani Suami
65 Minum Jamu Kuat Agar Tidak Cepat Loyo
66 Pemanasan Bercinta
67 Membuat Adik Bayi
68 Kekasih Gelap
69 Siap Menemani Luna bermain
70 Cukup Duduk Manis Sebagai Istri Saya
71 Kamar Untuk Luna
72 Untung Mas Gagah Cepat Sadar
73 Biarkan Airin Merajut Kebahagiaannya
74 Berhenti Bekerja
75 Noda Lipstik
76 Usaha Baru
77 Apa Salahnya Dengan Status Janda?
78 Memfitnah Airin
79 Tanggung Jawab
80 Suara-Suara Aneh
81 Menjemput Nenek Luna
82 Punya Banyak Nenek
83 Seperti Keluarga Sendiri
84 Mencari Simpati
85 Menemani Luna Bermain
86 Pinjam Kamar Luna
87 Minta Sarapan
88 Rela Melepas Jabatan
89 Hal Yang Tak Diharapkan Gagah
90 Saudara Tiri
91 Penyebab Bintang Meninggal
92 Rencana licik
93 Jatuh Ke Tangan Yang Salah
94 Persetujuan Bersama
95 Mengambil Alih Jabatan
96 Agar Lebih Bersemangat
97 Jangan Biarkan Wanita Lain Berada Di Sekitar Suami
98 Tidak Mungkin Menduakan Dengan Wanita Lain
99 Baunya Harum
100 Jangan Dekat-Dekat Aku
101 Makin Manja
102 Bukan Bos Lagi
103 Adik Bayi Di Perut Mama
104 Beruntung Mendapatkan Gagah
105 Kirimkan Pangeran Yang Baik Hati
106 Bukan Dunia Dongeng
107 Menyebar Fitnah
108 Ancaman Gagah
109 Rencana Terselubung
110 Sedang Ingin Bercinta
111 Hanya Menginginkan Uangmu
112 Mimpi Buruk
113 Ingin Telepon Papa
114 Amnesia
115 Jangan Sampai Merasa Iba
116 Seketika Sirna
117 Kecewa
118 Ancaman Gadis
119 Beruntung Menjadi Menantu
120 Tebar Pesona
121 Salah Paham
122 Ay
123 Asisten Pribadi
124 Rahasia Gadis
125 Dibungkus Saja
126 Tidak Harus Jauh-Jauh Ke Luar Negeri
127 Fokus Bekerja
128 Aman Terkendali
129 Siap Jadi Supir
130 Kamu Adalah Bidadari
131 Takut Nyasar
132 Mungkin Masih Hidup Bahagia
133 Setia Pada Wanita Yang Dicintai
134 Jangan Sebut Nama Kakakku!
135 Om Ikal Cama Kak Adis Pacalan, Ya?
136 Berkunjung Ke Rumah Ayuning
137 Untuk Papa Nanti Saja
138 Pakaian Dalam
139 Bilangnya Mau Kerja, Ternyata ...
140 Jam Tangan
141 Dekati Keluarganya
142 Tamu Tak Dikenal
143 Percikan Cemburu
144 Aku Belum Mau Tidur, Kok!
145 Bakpia Patok
146 Ikut Ke Jogya
147 Tidak Akan Ngidam Yang Aneh-Aneh
148 Anggap Saja Rumah Sendiri
149 Pegangan Yang Kencang
150 Tak Bisa Jauh
151 Lumpia
152 Kelalaian Haikal
153 Agar Cepat Sampai
154 Jangan Sentuh Aku, Ay!
155 Semoga Tidak Ikut Menyalahkan Haikal
156 Lupakan Keinginan Kamu Untuk Dekat Dengan Haikal
157 Tidak Pernah Mau Berjauhan
158 Jangan Sampai Menyesal
159 Akan Menemanimu Dari Sini
160 Tak Ada Kebencian
161 Babymoon
162 Selamat Ulang Tahun
163 Buket Mawar
164 Pertanda Berjodoh
165 Minta Traktir
166 Hampir Langka Dijumpai
167 Sekali-Kali Malan Di Restoran Mewah
168 Kapan Jadian?
169 Seperti Telenovela
170 Kondisi Aman Tidak?
171 Biar Makin Kenal Dan Dekat
172 Ulah Feby
173 Kenapa Hanya Beli Satu?
174 Jangan Terlalu Lama Menggantung Perasaan
175 Foto
176 Pacalan Telus
177 Ajak Aku Ke Suatu Tempat
178 Kamu Mau Jadi Pacar Saya, Gitu?
179 Banyak Anak
180 Siapa Yang Menjaga Luna?
181 Proses Persalinan
182 Baby Arfan
183 Tawaran Widya
184 Kasih Adik Bayi Lagi
185 Tidak Ingin Punya Anak Lagi?
186 Katakan Pada Temanmu
187 INFO NOVEL BARU
188 Apa Dia Akan Membelot?
189 Aku Berangkat Sekarang
190 Jadi Tukang Ojek
191 Lapor Pada Kak Gagah Dan Kak Airin (TAMAT)
192 INFO NOVEL BARU
193 Kepoin novel baru, yuk!
Episodes

Updated 193 Episodes

1
Terbebas
2
Melabrak Rey
3
Jangan Ikut Campur Masalah Rumah Tangga Kami
4
Kasihan Luna
5
Pertunangan Yang Gagal
6
Kelakuan Nakal Adinda
7
Cipratan Air
8
Terpikat
9
Tidak Akan Tertarik
10
Luna Yang Merengek
11
Ingin Istri Perawan
12
Playing Victim
13
Merasa Familiar
14
Harus Move On
15
Sanggup Memikat Hati
16
Cantiknya Parah Banget
17
Masih Ingin Menyendiri
18
Di Tempat Yang Sama
19
Kamu Ingin Menertawakan Saya?
20
Mengawasi Keponakan
21
Life Must Go On
22
Jangan Caper
23
Mendapatkan Ide
24
Sebuah Modus
25
Ingin Mengenal Lebih Dekat
26
Siap Mengantar
27
Awas Saja Kamu, Airin!
28
Tambal Ban
29
Rileks Saja
30
Wanita Yang Sama
31
Sengaja Menyembunyikan
32
Terlalu Lebay
33
Menolak Dijodohkan
34
Mengenal Lebih Dekat
35
Wanita Pilihan Sendiri
36
Nasabah Bank Yang Naksir
37
Boneka Untuk Luna
38
Siap Menjadi Papa Sambung
39
Saya Antar Kamu Pulang
40
Suka-Suka Dia Mau Dijemput Sama Siapa
41
Dekati Anaknya
42
Pancingan Mendapatkan Hati Airin
43
Buka Hati Dulu
44
Tak Berkutik
45
Masa Lalu Versus Calon Masa Depan
46
Nikmatnya Bercinta
47
Calonnya Airin
48
Akan Menunggu Sampai Kamu Siap
49
Dia Itu Orang Gila
50
Berharap Rujuk Kembali
51
Punya Papa Dua
52
Luna Mau Om Gagah Jadi Papa Baru Luna?
53
Calon Menantu
54
Membuat Luna Menjadi Ceria
55
Kurang Elok Dilihat Orang
56
Memancing Ikan
57
Malioboro
58
Jatuh Hati Pada Gagah
59
Aku Menurut Saja
60
Keasyikan Mesra-Mesraan
61
Sudah Pernah Bertemu
62
Ada Hubungan Spesial
63
Kamu Mengusir Saya?
64
Pandai Melayani Suami
65
Minum Jamu Kuat Agar Tidak Cepat Loyo
66
Pemanasan Bercinta
67
Membuat Adik Bayi
68
Kekasih Gelap
69
Siap Menemani Luna bermain
70
Cukup Duduk Manis Sebagai Istri Saya
71
Kamar Untuk Luna
72
Untung Mas Gagah Cepat Sadar
73
Biarkan Airin Merajut Kebahagiaannya
74
Berhenti Bekerja
75
Noda Lipstik
76
Usaha Baru
77
Apa Salahnya Dengan Status Janda?
78
Memfitnah Airin
79
Tanggung Jawab
80
Suara-Suara Aneh
81
Menjemput Nenek Luna
82
Punya Banyak Nenek
83
Seperti Keluarga Sendiri
84
Mencari Simpati
85
Menemani Luna Bermain
86
Pinjam Kamar Luna
87
Minta Sarapan
88
Rela Melepas Jabatan
89
Hal Yang Tak Diharapkan Gagah
90
Saudara Tiri
91
Penyebab Bintang Meninggal
92
Rencana licik
93
Jatuh Ke Tangan Yang Salah
94
Persetujuan Bersama
95
Mengambil Alih Jabatan
96
Agar Lebih Bersemangat
97
Jangan Biarkan Wanita Lain Berada Di Sekitar Suami
98
Tidak Mungkin Menduakan Dengan Wanita Lain
99
Baunya Harum
100
Jangan Dekat-Dekat Aku
101
Makin Manja
102
Bukan Bos Lagi
103
Adik Bayi Di Perut Mama
104
Beruntung Mendapatkan Gagah
105
Kirimkan Pangeran Yang Baik Hati
106
Bukan Dunia Dongeng
107
Menyebar Fitnah
108
Ancaman Gagah
109
Rencana Terselubung
110
Sedang Ingin Bercinta
111
Hanya Menginginkan Uangmu
112
Mimpi Buruk
113
Ingin Telepon Papa
114
Amnesia
115
Jangan Sampai Merasa Iba
116
Seketika Sirna
117
Kecewa
118
Ancaman Gadis
119
Beruntung Menjadi Menantu
120
Tebar Pesona
121
Salah Paham
122
Ay
123
Asisten Pribadi
124
Rahasia Gadis
125
Dibungkus Saja
126
Tidak Harus Jauh-Jauh Ke Luar Negeri
127
Fokus Bekerja
128
Aman Terkendali
129
Siap Jadi Supir
130
Kamu Adalah Bidadari
131
Takut Nyasar
132
Mungkin Masih Hidup Bahagia
133
Setia Pada Wanita Yang Dicintai
134
Jangan Sebut Nama Kakakku!
135
Om Ikal Cama Kak Adis Pacalan, Ya?
136
Berkunjung Ke Rumah Ayuning
137
Untuk Papa Nanti Saja
138
Pakaian Dalam
139
Bilangnya Mau Kerja, Ternyata ...
140
Jam Tangan
141
Dekati Keluarganya
142
Tamu Tak Dikenal
143
Percikan Cemburu
144
Aku Belum Mau Tidur, Kok!
145
Bakpia Patok
146
Ikut Ke Jogya
147
Tidak Akan Ngidam Yang Aneh-Aneh
148
Anggap Saja Rumah Sendiri
149
Pegangan Yang Kencang
150
Tak Bisa Jauh
151
Lumpia
152
Kelalaian Haikal
153
Agar Cepat Sampai
154
Jangan Sentuh Aku, Ay!
155
Semoga Tidak Ikut Menyalahkan Haikal
156
Lupakan Keinginan Kamu Untuk Dekat Dengan Haikal
157
Tidak Pernah Mau Berjauhan
158
Jangan Sampai Menyesal
159
Akan Menemanimu Dari Sini
160
Tak Ada Kebencian
161
Babymoon
162
Selamat Ulang Tahun
163
Buket Mawar
164
Pertanda Berjodoh
165
Minta Traktir
166
Hampir Langka Dijumpai
167
Sekali-Kali Malan Di Restoran Mewah
168
Kapan Jadian?
169
Seperti Telenovela
170
Kondisi Aman Tidak?
171
Biar Makin Kenal Dan Dekat
172
Ulah Feby
173
Kenapa Hanya Beli Satu?
174
Jangan Terlalu Lama Menggantung Perasaan
175
Foto
176
Pacalan Telus
177
Ajak Aku Ke Suatu Tempat
178
Kamu Mau Jadi Pacar Saya, Gitu?
179
Banyak Anak
180
Siapa Yang Menjaga Luna?
181
Proses Persalinan
182
Baby Arfan
183
Tawaran Widya
184
Kasih Adik Bayi Lagi
185
Tidak Ingin Punya Anak Lagi?
186
Katakan Pada Temanmu
187
INFO NOVEL BARU
188
Apa Dia Akan Membelot?
189
Aku Berangkat Sekarang
190
Jadi Tukang Ojek
191
Lapor Pada Kak Gagah Dan Kak Airin (TAMAT)
192
INFO NOVEL BARU
193
Kepoin novel baru, yuk!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!