Bab.17 Keributan di Rumah Sakit

Martha pun membuat keributan karena tak percaya pada Arne, disamping itu wanita tersebut juga ingin menghancurkan reputasi Arne karena tak menyukainya. Arne pun dengan tenang mengatasinya, hingga perawat memanggil Anderson karena keluarga pasien ingin mengganti dokter putri mereka.

"Kami minta ganti dokternya.. pokoknya aku tak mau kalau sampai putriku kenapa-kenapa.!!" ucap Martha ngotot.

"Baiklah, akan aku coba tanyakan pada dokter senior atau profesor yg sedang available.." ucap Arne lalu meminta perawat mengecek dokter senior yg tersedia.

Hingga dipanggil-lah Anderson keruangan tersebut. Dan Arne meminta tolong pada Anderson untuk mengatasi mereka.

"Maaf prof, mereka ingin mengganti dokternya karena tak percaya padaku." ucap Arne.

"Baiklah, kau cek pasien di ruangan 115." ucap Anderson.

"Baik prof." ucap Arne.

Anderson pun masuk ke ruangan pasien dan mengenali siapa yg ada di dalam. Martha dan Richard pun terkejut melihat Anderson yg datang.

"Maaf atas ketidaknyamanan kalian pada juniorku.. biar kuperiksa pasiennya." ucap Anderson.

Anderson pun memeriksa Aini, dan nampak Aini sudah sadar tapi berpura-pura pingsan. Dan Anderson, berniat mengerjainya dengan ingin menyuntikkan obat padanya.

"Pasien, baik-baik saja dan hanya pingsan.. tapi sepertinya pasien butuh vitamin dan kami akan memberikan suntikan vitamin padanya." ucap Anderson.

"Kau yakin putriku baik-baik saja? hanya butuh suntikan?" tanya Martha.

"Tolong upayakan yg terbaik bagi putriku." ucap Richard.

"Tentu, kami akan memberi suntikan setiap jam jika putri anda belum sadar juga." ucap Anderson.

Seketika Aini yg mendengar pun langsung berusaha pura-pura sadar. Padahal Aini sengaja berakting agar mamanya menjatuhkan harga diri Arne sebagai dokter bahkan kalau bisa dipecat.

"Akh.. dimana aku." ucapnya pura-pura.

"Sayang kau sudah sadar.." ucap Martha.

"Nak, apa yg kau rasakan.?" tanya Richard.

"Aku hanya sedikit pusing.." jawab Aini.

"Kau akan baik-baik saja sayang.. kau sekarang di rumah sakit." ucap Martha.

"Bagaimana dengan Boy?" tanya Aini yg teringat kalau Boy berdarah.

"Dia ada di ruangan sebelah, sudah ditangani oleh juniorku." ucap Anderson.

"Syukurlah." ucap Aini.

"Dok sampai berapa lama Aini kami disini?" tanya Martha.

"Jika dilihat dari pemeriksaan, dirinya baik-baik saja. Tapi jika masih lemah kami akan memberikannya suntikan setiap harinya." ucap Anderson.

Mendengar kata suntikan pun Aini langsung takut dan berkata kalau dirinya sudah baik-baik saja. Dan Aini langsung meminta segera pulang pada orangtuanya.

Anderson pun tersenyum, dan berkata kalau Aini hanya perlu menghabiskan infusnya saja baru boleh pulang. Semua karena Aini memang hanya pingsan, dan Martha melebih-lebihkannya demi menjatuhkan Arne. Dan Anderson membalasnya agar wanita itu tak berani berbohong dan menjatuhkan reputasi seorang dokter.

Anderson hanya menakut-nakuti Aini dengan suntikan agar Aini sadar dan segera pergi terlebih keluarganya yg seperti itu biasanya merepotkan. Apalagi ibunya yg tak menyukai Arne, hal itu bisa merusak reputasi rumah sakit jika dibiarkan.

Setelah jarum infusnya dilepas, Aini pun mengunjungi Boy sebelum pulang. Kemudian, dirinya berserta orangtuanya berpapasan dengan Arne. Arne pun hanya tersenyum menyapanya, sedangkan Martha tak menyukainya dan memasang tampang kesal.

"Cih, dokter gadungan.." gerutu Martha dan Richard tetap diam sama sekali tak membela Arne.

Arne pun juga tak berharap banyak hal pada Richard, apalagi sudah jelas dirinya kalah oleh istri barunya dan putri kesayangannya.

Aini pun menghampiri Arne dan bicara padanya dengan nada mengancam.

"Arne kau jangan macam-macam pada Boy, atau kau akan menyesal.." ucapnya.

Tapi Arne hanya tersenyum.

"Ini rumah sakit, dan aku masih ada banyak pasien yg harus diperiksa. Terlebih lagi, bukan aku dokter yg bertanggungjawab atas tunanganmu.." ucap Arne.

"Ck.. awas saja kau kalau berani mendekatinya." ucap Aini.

"Baiklah.. aku juga sudah cukup sibuk dengan tugasku." ucap Arne santai.

"Jika kau sampai memperingatiku begitu kenapa kau tidak menjaganya saja?" balas Arne dan Aini pun hanya terdiam.

"Cukup Aini, ayo kita pulang.. Boy akan baik-baik saja dengan dokternya." ucap Richard dan Arne hanya menyapanya dengan senyuman sebelum pergi.

Arne pun menanggapinya dengan santai karena ini rumah sakit tempatnya bekerja. Dan lagi melawan Aini dan Martha hanya buang-buang tenaga dan waktunya. Dan mereka berdua cuma ingin menjatuhkan Arne karena tidak menyukainya.

Dan lagi, jika dilawan mereka akan mulai berulah dan berakting layaknya seorang korban. Arne pun tak mau repot berurusan dengan pihak rumah sakit.

Sementara itu, Nino yg menyaksikan kejadian itupun hanya bisa melihatnya dari kejauhan. Sungguh keluarga Arne sangatlah menyebalkan terutama ibu tirinya yg berlebihan. Bahkan perawat pun tak nyaman dengannya karena sikapnya yg berlebihan tersebut.

Anderson pun menghampiri Arne dan bicara dengannya.

"Nampaknya ibu tirimu suka mencari masalah." ucap Anderson.

"Sepertinya begitu prof, lebih baik tak usah diladeni daripada nama baikku hancur." ucap Arne.

"Ya.. kau harus menahan emosimu jika ingin bertahan disini." ucap Anderson.

"Baik prof aku mengerti, terimakasih atas bantuannya." ucap Arne.

"Kalau begitu belikan aku makanan." ucap Anderson.

"Baiklah, prof suka apa?" tanya Arne langsung.

"Roti lapis juga boleh." ucap Anderson.

"Baiklah, nanti aku pesankan lewat online." ucap Arne.

"Ya kau harus mengantarkannya ke ruanganku." ucap Anderson.

"Baik prof." balas Arne.

Arne pun memesan roti lapis dan mengantarkannya di ruangan Anderson. Lalu Arne langsung pergi dari sana dan melakukan tugasnya yg lain.

"Kau sungguh membelikanku roti lapis." ucap Anderson.

"Sesuai permintaanmu prof." ucap Arne.

"Aku tak lapar, kau makan saja." ucap Anderson.

"Baiklah kalau begitu." ucap Arne membawa kembali roti lapis tersebut kemudian kembali bekerja.

Malam pun semakin larut dan jam pun terus berganti, hingga waktu bekerja Arne telah usai. Dirinya pun memilih langsung pulang karena malas berpapasan dengan Aini ataupun keluarga Boy.

Dan saat Arne hendak ke parkiran mobil, dirinya pun justru berpapasan dengan keluarga Boy. Arne pun hanya menyapanya dan memberikan senyum lalu pergi ke mobilnya.

"Arne kau sudah bekerja disini rupanya." ucap Leni ibu Boy.

"Iya tante, aku juga belum lama bekerja disini." ucap Arne.

"Tante titip Boy ya, bilang sama temanmu yg menangani Boy." ucap Leni.

"Iya Tante, kami semua sebagai dokter selalu berusaha maksimal." ucap Arne kemudian pamit undur diri.

Sementara Arne pun langsung meninggalkan rumah sakit karena malas berhubungan dengan mereka. Baginya semuanya sudah berakhir, baik hubungannya dengan Boy ataupun dengan Aini. Dan Arne tak ingin tahu atau mau tahu urusan mereka berdua.

Dan Arne beruntung Nino cepat tanggap langsung menangani Boy. Nampaknya Nino sangat peka dan tak ingin Arne menangani Boy yg akan membuat masalah kedepannya dengan Aini.

Serta prof.Anderson yg entah bagaimana bisa mengusir Aini yg memang baik-baik saja. Padahal Martha sudah heboh meminta dokter senior untuk menangani putrinya yg hanya pingsan dan sampai meminta ruangan vvip untuk putrinya.

"Kuharap, nanti malam aku tak bertemu mereka." gumam Arne dalam hati.

Terpopuler

Comments

Noby Kurniawan

Noby Kurniawan

lnjut dong thor..... buat richard bangkrut, dan buat martha dan ainin jdi gila krna kebangkrutan perusahaannya richard thor, biar gk terlalu smbong sich martha sma ainin, dan klau bsa buat jga richard menesal krna sdh menyia" kan arne thor

2023-05-08

3

Dian Susilawati

Dian Susilawati

up

2023-05-08

1

lihat semua
Episodes
1 Bab.1 Arnetha Julia Richardo
2 Bab.2 Awal Kecurigaan
3 Bab.3 Pengkhianatan
4 Bab.4 Kenyataan Pahit
5 Bab.5 Maaf ini Milikku..
6 Bab.6 Awal Penderitaan
7 Bab.7 Sebuah Lamaran menyakitkan
8 Bab.8 Tegar
9 Bab.9 Invitation
10 Bab.10 Pertunangan
11 Bab.11 Jebakan
12 Bab.12 Iri hati
13 Bab.13 Kontrol diri
14 Bab.14 Resmi Bercerai
15 Bab.15 Prof. Anderson
16 EP.16 Hari yg Berat
17 Bab.17 Keributan di Rumah Sakit
18 EP.18 Fitnah
19 Bab.19 Sebuah Kebaikan
20 Bab.20 Sebuah makan malam
21 Bab.21 Kunjungan Rahasia
22 Bab.22 Kunjungan Resmi
23 Bab.23 Kehamilan diluar pernikahan
24 Bab.24 Mempermalukan diri sendiri
25 Bab.25 Situasi yg memanas
26 Bab.26 Pesta Pernikahan
27 Bab.27 Fakta kejahatan Rafli
28 Bab.28 Bertemu cinta lama
29 Bab.29 Tangisan Bulan Madu
30 Bab.30 Dendam dua pria
31 Bab.31 Makan malam
32 Bab.32 Permainan Kotor
33 Bab.33 Diet menyiksa
34 Bab.34 Ketahuan
35 Bab.35 Serangan Mental
36 Bab.36 Saksi
37 Bab.37 Pelaporan
38 Bab.38 Terungkap
39 Bab.39 Sebuah Keadilan
40 Bab.40 Sindiran
41 Bab.41 Pembelaan
42 Bab.42 Circle
43 Bab.43 Bosan??
44 Bab.44 Pertengkaran
45 Bab.45 Kebodohan
46 Bab.46 Renggang
47 Bab.47 Reuni
48 Bab.48 Drama
49 Bab.49 Perjodohan
50 Bab.50 Perjodohan Kedua
51 Bab.51 Konflik
52 Bab.52 Kencan Pertama
53 Bab.53 Mengantarkan pulang
54 Bab.54 Mata-mata
55 Bab.55 Penangkapan
56 Bab.56 Rencana Jakson
57 Bab.57 Kata maaf
58 Bab.58 Jadwal kencan kedua
59 Bab.59 Kebakaran
60 Bab.60 Keguguran
61 Bab.61 Taktik
62 Bab.62 Hukuman tanpa ampun
63 Bab.63 Menerima Takdir
64 Bab.64 Karma buruk
65 Bab.65 Ulang Tahun Jeny
66 Bab.66 Nasihat
67 Bab.67 Sebuah Upaya
68 Bab.68 Kisah cinta yg rumit
69 Bab.69 Peringatan kecil
70 Bab.70 Sang penggoda
71 Bab.71 Kencan Ketiga
72 Bab.72 Dansa
73 Bab.73 Kekuatan istri Sah
74 Bab.74 Pergerakan Tony
75 Bab.75 Pertarungan dimulai
76 Bab.76 Hadiah
77 Bab.77 Kesempatan
78 Bab.78 Kesungguhan
79 Bab.79 Manfaat
80 Bab.80 Kencan dan Informasi
81 Bab.81 Pecundang
82 Bab.82 Drop
83 Bab.83 Kesalahan
84 Bab.84 Petunjuk
85 Bab.85 Risau
86 Bab.86 Hasil
87 EP.87 Nasib Buruk
88 EP.88 Lemah tak berdaya
89 Bab.89 Akhir Ketidakjelasan
90 Bab.90 Masalah Nino
91 Bab.91 Karma Boy
92 Bab.92 Sebuah Pilihan
93 Bab.93 Mengulang Kenangan
94 Bab.94 Tua-tua Keladi
95 Bab.95 Aib memalukan
96 Bab.96 Pertemuan
97 Bab.97 Double Date
98 Bab.98 Dendam dan Karma
99 Bab.99 Kabur
100 Bab.100 Pencarian
101 Bab.101 Korban kedua
102 Bab.102 Kematian Richard
103 Bab.103 Badai telah berlalu
104 Bab.104 Lamaran
105 Bab.105 Pernikahan Jeny dan Sammy
106 Bab.106 Pertunangan
107 Bab.107 Pengganggu
108 Bab.108 Memanfaatkan situasi
109 Bab.109 Waktu
110 Bab.110 Happy Ending
111 Bab.111 Season ke-2 : Kehidupan setelah menikah
112 Bab.112 : Berbelanja
113 Bab.113 : Cinta sepihak
114 Bab.114 : Club malam
115 Bab.115 : Penolakan
116 Bab.116 : Awal yg manis
117 Bab.117 : Strategi pengusiran pelakor
118 Bab.118 : Harus Liburan
119 Bab.119 : Rencana yg gagal
120 Bab.120 : Tembok besar
121 Bab.121 : Romantic
122 Bab.122 : Menikmati waktu
123 Bab.123 : Bentuk perhatian
124 Bab.124 : Sejenis Kuntilanak berambut pirang
125 Bab.125 : Aku tidak takut
126 Bab.126 : Tertangkap
127 Bab.127 : Rencana Honeymoon
128 Bab.128 : Drama Honeymoon
129 Bab.129 : Honeymoon
130 Bab.130 : Badai
131 Bab.131 : Honeymoon part.2
132 Bab.132 : Strategi Pengusiran Pelakor
133 Bab.133 : Bencana alam
134 Bab.134 : Bertemu
135 Bab.135 : Kerja Sukarela
136 Bab.136 : Nilai Kemanusiaan
137 Bab.137 : Penyelamatan
138 Bab.138 : Dibenci
139 Bab.139 : Rumah Baru
140 Bab.140 : Asisten Rumah Tangga
141 Bab.141 : Kembali bekerja
142 Bab.142 : Hangout
143 Bab.143 : Mual di pagi hari
144 Bab.144 : Kabar Bahagia
145 Bab.145 : Memperoleh banyak perhatian
146 Bab.146 : Kesialan Angel
147 Bab.147 : Senjata Makan Tuan
148 Bab.148 : Curiga
149 Bab.149 : Pencurian
150 Bab.150 : Demi kebahagiaan istri
151 Bab.151 : Hadiah yg membuatnya tersenyum
152 Bab.152 : Pasangan Menjijikan
153 Bab.153 : Sebuah Solusi
154 Bab.154 : Takkan bisa lolos lagi
155 Bab.155 : Awal hidup baru Kenzi
156 Bab.156 : Pesta Pernikahan Mantan
157 Bab.157 : Sebuah Hadiah
158 Bab.158 : Kesal
159 Bab.159 : Sebuah Tanggungjawab
160 Bab.160 : Penyelamatan
161 Bab.161 : Angel kau sudah Tamat !!
162 Bab.162 : Mulai Menuai Karma
163 Bab.163 : Kebohongan
164 Bab.164 : Karma
165 Bab.165 : Pendekatan
166 Bab.166 : To the point !!
167 Bab.167 : Happiness -End
168 PENGUMUMAN
Episodes

Updated 168 Episodes

1
Bab.1 Arnetha Julia Richardo
2
Bab.2 Awal Kecurigaan
3
Bab.3 Pengkhianatan
4
Bab.4 Kenyataan Pahit
5
Bab.5 Maaf ini Milikku..
6
Bab.6 Awal Penderitaan
7
Bab.7 Sebuah Lamaran menyakitkan
8
Bab.8 Tegar
9
Bab.9 Invitation
10
Bab.10 Pertunangan
11
Bab.11 Jebakan
12
Bab.12 Iri hati
13
Bab.13 Kontrol diri
14
Bab.14 Resmi Bercerai
15
Bab.15 Prof. Anderson
16
EP.16 Hari yg Berat
17
Bab.17 Keributan di Rumah Sakit
18
EP.18 Fitnah
19
Bab.19 Sebuah Kebaikan
20
Bab.20 Sebuah makan malam
21
Bab.21 Kunjungan Rahasia
22
Bab.22 Kunjungan Resmi
23
Bab.23 Kehamilan diluar pernikahan
24
Bab.24 Mempermalukan diri sendiri
25
Bab.25 Situasi yg memanas
26
Bab.26 Pesta Pernikahan
27
Bab.27 Fakta kejahatan Rafli
28
Bab.28 Bertemu cinta lama
29
Bab.29 Tangisan Bulan Madu
30
Bab.30 Dendam dua pria
31
Bab.31 Makan malam
32
Bab.32 Permainan Kotor
33
Bab.33 Diet menyiksa
34
Bab.34 Ketahuan
35
Bab.35 Serangan Mental
36
Bab.36 Saksi
37
Bab.37 Pelaporan
38
Bab.38 Terungkap
39
Bab.39 Sebuah Keadilan
40
Bab.40 Sindiran
41
Bab.41 Pembelaan
42
Bab.42 Circle
43
Bab.43 Bosan??
44
Bab.44 Pertengkaran
45
Bab.45 Kebodohan
46
Bab.46 Renggang
47
Bab.47 Reuni
48
Bab.48 Drama
49
Bab.49 Perjodohan
50
Bab.50 Perjodohan Kedua
51
Bab.51 Konflik
52
Bab.52 Kencan Pertama
53
Bab.53 Mengantarkan pulang
54
Bab.54 Mata-mata
55
Bab.55 Penangkapan
56
Bab.56 Rencana Jakson
57
Bab.57 Kata maaf
58
Bab.58 Jadwal kencan kedua
59
Bab.59 Kebakaran
60
Bab.60 Keguguran
61
Bab.61 Taktik
62
Bab.62 Hukuman tanpa ampun
63
Bab.63 Menerima Takdir
64
Bab.64 Karma buruk
65
Bab.65 Ulang Tahun Jeny
66
Bab.66 Nasihat
67
Bab.67 Sebuah Upaya
68
Bab.68 Kisah cinta yg rumit
69
Bab.69 Peringatan kecil
70
Bab.70 Sang penggoda
71
Bab.71 Kencan Ketiga
72
Bab.72 Dansa
73
Bab.73 Kekuatan istri Sah
74
Bab.74 Pergerakan Tony
75
Bab.75 Pertarungan dimulai
76
Bab.76 Hadiah
77
Bab.77 Kesempatan
78
Bab.78 Kesungguhan
79
Bab.79 Manfaat
80
Bab.80 Kencan dan Informasi
81
Bab.81 Pecundang
82
Bab.82 Drop
83
Bab.83 Kesalahan
84
Bab.84 Petunjuk
85
Bab.85 Risau
86
Bab.86 Hasil
87
EP.87 Nasib Buruk
88
EP.88 Lemah tak berdaya
89
Bab.89 Akhir Ketidakjelasan
90
Bab.90 Masalah Nino
91
Bab.91 Karma Boy
92
Bab.92 Sebuah Pilihan
93
Bab.93 Mengulang Kenangan
94
Bab.94 Tua-tua Keladi
95
Bab.95 Aib memalukan
96
Bab.96 Pertemuan
97
Bab.97 Double Date
98
Bab.98 Dendam dan Karma
99
Bab.99 Kabur
100
Bab.100 Pencarian
101
Bab.101 Korban kedua
102
Bab.102 Kematian Richard
103
Bab.103 Badai telah berlalu
104
Bab.104 Lamaran
105
Bab.105 Pernikahan Jeny dan Sammy
106
Bab.106 Pertunangan
107
Bab.107 Pengganggu
108
Bab.108 Memanfaatkan situasi
109
Bab.109 Waktu
110
Bab.110 Happy Ending
111
Bab.111 Season ke-2 : Kehidupan setelah menikah
112
Bab.112 : Berbelanja
113
Bab.113 : Cinta sepihak
114
Bab.114 : Club malam
115
Bab.115 : Penolakan
116
Bab.116 : Awal yg manis
117
Bab.117 : Strategi pengusiran pelakor
118
Bab.118 : Harus Liburan
119
Bab.119 : Rencana yg gagal
120
Bab.120 : Tembok besar
121
Bab.121 : Romantic
122
Bab.122 : Menikmati waktu
123
Bab.123 : Bentuk perhatian
124
Bab.124 : Sejenis Kuntilanak berambut pirang
125
Bab.125 : Aku tidak takut
126
Bab.126 : Tertangkap
127
Bab.127 : Rencana Honeymoon
128
Bab.128 : Drama Honeymoon
129
Bab.129 : Honeymoon
130
Bab.130 : Badai
131
Bab.131 : Honeymoon part.2
132
Bab.132 : Strategi Pengusiran Pelakor
133
Bab.133 : Bencana alam
134
Bab.134 : Bertemu
135
Bab.135 : Kerja Sukarela
136
Bab.136 : Nilai Kemanusiaan
137
Bab.137 : Penyelamatan
138
Bab.138 : Dibenci
139
Bab.139 : Rumah Baru
140
Bab.140 : Asisten Rumah Tangga
141
Bab.141 : Kembali bekerja
142
Bab.142 : Hangout
143
Bab.143 : Mual di pagi hari
144
Bab.144 : Kabar Bahagia
145
Bab.145 : Memperoleh banyak perhatian
146
Bab.146 : Kesialan Angel
147
Bab.147 : Senjata Makan Tuan
148
Bab.148 : Curiga
149
Bab.149 : Pencurian
150
Bab.150 : Demi kebahagiaan istri
151
Bab.151 : Hadiah yg membuatnya tersenyum
152
Bab.152 : Pasangan Menjijikan
153
Bab.153 : Sebuah Solusi
154
Bab.154 : Takkan bisa lolos lagi
155
Bab.155 : Awal hidup baru Kenzi
156
Bab.156 : Pesta Pernikahan Mantan
157
Bab.157 : Sebuah Hadiah
158
Bab.158 : Kesal
159
Bab.159 : Sebuah Tanggungjawab
160
Bab.160 : Penyelamatan
161
Bab.161 : Angel kau sudah Tamat !!
162
Bab.162 : Mulai Menuai Karma
163
Bab.163 : Kebohongan
164
Bab.164 : Karma
165
Bab.165 : Pendekatan
166
Bab.166 : To the point !!
167
Bab.167 : Happiness -End
168
PENGUMUMAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!