Bab.11 Jebakan

Aini pun geram melihat kedatangan Arne, begitu pula ibunya Martha karena melihat Arne sangat glamor malam itu. Ditambah lagi Arne mendapat dukungan dari kakeknya.

Dan Jakson meminta Anderson menemani cucunya selama dirinya bicara pada Richard dan beberapa kliennya.

"Kau sangat keterlaluan sebagai seorang ayah Richard." ucap Jakson.

"Itu karena Arne lebih memilih ibunya.. bukan aku." ucap Richard.

"Ya.. kau memang sejak dulu egois.. " ucap Jakson.

"Ayah, sekarang cucumu bukan hanya Arne, tapi juga ada Aini." ucap Richard.

"Ya itu benar, tapi bagiku Arne adalah cucu kesayanganku." ucap Jakson.

"Ayah itu tak adil." ucap Richard.

"Kau juga tak adil pada Arne, kau mengusirnya dari rumah, dan tak memberinya apapun. Dan lebih menyayangi Aini putrimu dari wanita murahan itu." ucap Jakson.

"Ayah, ayahlah yg keterlaluan.." ucap Richard.

"Terserah, kau urus saja putrimu itu aku akan mengurus Arne." ucap Jakson.

Ayah dan anak itupun sama-sama egois, dan tak mau mengalah. Richard yg tetap pada pendiriannya kalau Arne harus bersamanya jika ingin diperhatikan, sementara Jakson yg sampai matipun takkan mengakui selingkuhan Richard beserta anaknya.

Jakson pun meninggalkan Richard, dan menatap pada Aini cucunya dari wanita murahan tersebut. Nampak, Aini terlihat begitu angkuh dan menatap tajam pada Arne. Jakson pun hanya mengucapkan selamat lalu pergi tanpa basa-basi.

Lalu Jakson pun menemui Arne dan melihat Anderson menemaninya sesuai permintaannya.

"Terimakasih Anderson sudah menjaga cucuku." ucap Jakson.

"Sama-sama tuan." ucap Anderson.

"Arne kudengar gaunmu sobek.. apa benar?" tanya Jakson.

"Ya sedikit, tapi bukan masalah besar." ucap Arne.

"Ya.. rasanya anak selingkuhan itu sudah mulai berani padamu." ucap Jakson.

"Kakek jangan bicara begitu." ucap Arne.

"Itu fakta Arne, sebentar lagi kita akan pulang." ucap Jakson.

"Baik kek." ucap Arne.

Sementara Arne dan Anderson pun agak canggung, Arne merasa sungkan bicara dengannya. Apalagi jika dilihat-lihat Anderson lebih dewasa secara usia. Sementara Anderson, dirinya adalah pria dingin yg tak suka banyak bicara.

Hingga Arne pun diantarkan minuman oleh pelayan. Minuman yg merupakan jus buah yg dicampur sedikit alkohol. Tapi Arne yg tak pernah minum tak menyadarinya. Arne pun meminumnya, dan terus menunggu kakeknya selesai bicara dengan kliennya.

Tapi lama kelamaan kepalanya pusing dan berat, dan rasanya semuanya seperti berputar-putar. Anderson pun melihatnya dan langsung menanyakan kabarnya.

"Apa kau sakit?" tanya Anderson.

"Kepalaku pusing sekali." ucap Arne.

"Kau habis minum apa?" tanya Anderson.

"Minuman buah.." ucap Arne lalu menunjukkan gelasnya.

Anderson pun mencicipinya dan merasakan ada alkohol di minuman tersebut.

"Ini minuman yg diberikan pelayan tadi?" tanya Anderson.

"Benar." ucap Arne.

"Ini alkohol.. " ucap Anderson.

"Pantas saja, kepalaku langsung pusing." ucap Arne.

"Ayo aku antar pulang." ucap Anderson.

Anderson pun meminta kunci mobil Arne dan menaruh Arne di mobilnya. Lalu Anderson keluar dan bicara pada Jakson kalau Arne sakit dan ingin mengantarkannya pulang. Serta meminta pengawal Jakson untuk membawa mobil Arne.

"Cucuku sakit apa?" tanya Jakson.

"Ada yg menaruh alkohol di minumannya." bisik Anderson.

"Cih.. mereka ingin mempermalukan Arne terus-menerus." ucap Jakson.

"Aku akan mengantarkannya sesuai arahan pengawal anda." ucap Anderson.

"Baiklah, jaga cucuku baik-baik." ucap Jakson.

Anderson pun mengantarkan Arne pulang bersama dengan pengawal Jakson yg membawa mobilnya. Setelah sampai di apartemen, Anderson pun menggendong Arne yg sudah tak sadarkan diri. Dan Jeny yg melihatnya pun terkejut.

"Apa yg terjadi pada putriku?" tanya Jeny.

"Ada yg menaruh alkohol di minumannya." ucap Anderson.

"Cih, mereka memang kurang ajar. Ayo bawa ke kamarnya." ucap Jeny lalu menunjukkan kamar Arne.

Jeny dan Anderson pun mengecek kondisi Arne, mereka yg sama-sama seorang dokter pun paham kondisi Arne. Lalu meninggalkannya karena Arne hanya tertidur.

"Ngomong-ngomong, kau siapa?" tanya Jeny.

"Aku Anderson, kenalan tuan Jakson." ucapnya.

"Baiklah, tuan Anderson terimakasih sudah membawa putriku pulang." ucap Jeny.

"Sama-sama nyonya.. saya permisi." ucap Anderson.

Setelah itu, Jeny pun kembali ke kamar putrinya dan melihat gaun yg dikenakannya robek di bagian ekor. Nampak sekali ada yg sengaja menginjaknya sampai sobek begitu. Jeny pun semakin geram karena ini pasti ulah selingkuhan Richard dan putrinya yg tak menyukai Arne.

Jeny pun membantu Arne mengganti pakaiannya karena pasti tak nyaman tidur menggunakan gaun. Lalu dirinya memastikan sekali lagi kalau Arne baik-baik saja sebelum pergi ke kamarnya.

.

.

Sementara itu, Aini pun puas sekali mengerjai Arne dengan Martha ibunya. Mereka pun berniat mempermalukan Arne agar terlihat mabuk dan patah hati karena Boy bertunangan dengannya. Tapi ada pria yg ada disamping Arne yg menyelamatkannya lagi, dan membawanya pulang. Meski rencananya gagal, tapi mereka berhasil mengusir Arne dari acara tersebut.

Aini pun tersenyum karena Arne sudah pergi, dan wanita itu pun senang karena Boy tak lagi memandang ke arah Arne. Begitu pula Martha yg senang bisa mengusir Arne dari pesta Aini.

Tapi semua tak semulus harapan mereka, karena Jakson marah besar terhadap pelayan yg memberi Arne minuman tadi. Jakson pun memarahi para pelayan yg bekerja, jika sampai terjadi sesuatu pada Arne maka mereka semua akan berakhir di penjara.

"Berani sekali kalian memberi cucuku minuman alkohol..! jika sampai Arne kenapa-kenapa aku akan menuntut kalian semua.. Paham..!" ancam Jakson kesal.

Dan Richard pun mendengarnya, lalu bertanya pada pelayan yg lain. Mereka pun tak tahu apa-apa, dan Richard menemui ayahnya.

"Ayah, apa yg terjadi pada Arne?" tanya Richard.

"Kau masih peduli padanya? atau kau pura-pura peduli.?" balas Jakson.

"Ayah jelaskan ada apa?" tanya Richard.

"Ada alkohol di gelas Arne, kau tahu kan apa artinya.. mungkin Arne memang tak diharapkan untuk hadir." ucap Jakson lalu pergi dari acara tersebut.

"Tidak mungkin, siapa yg berani memberinya alkohol?" tanya Richard.

"Jangan tanya aku, tapi tanya pada orang-orang yg bekerja padamu." balas Jakson kesal.

Seketika Richard pun tardiam dan tak percaya apa kata ayahnya. Dirinya mengira kalau Arne sengaja melakukan ini karena ingin mendapatkan perhatian darinya. Bahkan sampai menipu kakeknya, hal itu membuat Richard pun enggan menanyakan kabarnya.

.

.

Pagi harinya, Arne pun terbangun dari tidurnya dan sudah berada di kamarnya lengkap dengan piyamanya. Arne pun tak ingat apa-apa dan hanya ingat sedang berada di mobil Anderson menuju ke apartemennya.

Jeny pun masuk ke kamarnya dan melihat kondisi Arne yg masih merasa sedikit pusing.

"Mama.. bagaimana aku bisa pulang.?" tanya Arne.

"Kau diantar oleh tuan Anderson, kau sudah tidak sadar saat sudah sampai." jawab Jeny.

"Oh begitu, dan mama sampai mengganti pakaianku." ucap Arne.

"Sudahlah, pasti tak nyaman tidur dengan sebuah gaun." ucap Jeny.

"Iya ma, terimakasih ma." ucap Arne.

"Sayang minumlah ini, " ucap Jeny memberikan Arne minuman hangat untuk meredakan mabuknya.

Jeny pun menceritakam apa yg terjadi tadi malam pada Arne. Jeny juga menceritakan apa yg diceritakan oleh Anderson. Dan mobil Arne dibawa oleh pengawal dari kakeknya tadi malam.

"Pada akhirnya aku terkena jebakan mereka juga." gumam Arne dalam hati.

Terpopuler

Comments

Helen Nirawan

Helen Nirawan

mending gk usah py bpk , amit2 , tobat gw

2025-01-27

0

Fatma Kodja

Fatma Kodja

ibu dan anak sama" murahan dan licik, orang miskin yang mau hidup enak hingga menghalalkan segala cara, dan untuk tuan Richard yang lebih memilih wanita murahan dan dengan teganya mengusir istri sahnya demi selingkuhannya ntar juga akan menyesal setelah bangkrut karena sesungguhnya selingkuhan dan anak dari hasil selingkuhanmu hanya akan mengeruk hartamu hingga kamu kehilangan hartamu, dan saat itulah istri sahmu dan anakmu agne akan berjaya

2023-07-12

1

lihat semua
Episodes
1 Bab.1 Arnetha Julia Richardo
2 Bab.2 Awal Kecurigaan
3 Bab.3 Pengkhianatan
4 Bab.4 Kenyataan Pahit
5 Bab.5 Maaf ini Milikku..
6 Bab.6 Awal Penderitaan
7 Bab.7 Sebuah Lamaran menyakitkan
8 Bab.8 Tegar
9 Bab.9 Invitation
10 Bab.10 Pertunangan
11 Bab.11 Jebakan
12 Bab.12 Iri hati
13 Bab.13 Kontrol diri
14 Bab.14 Resmi Bercerai
15 Bab.15 Prof. Anderson
16 EP.16 Hari yg Berat
17 Bab.17 Keributan di Rumah Sakit
18 EP.18 Fitnah
19 Bab.19 Sebuah Kebaikan
20 Bab.20 Sebuah makan malam
21 Bab.21 Kunjungan Rahasia
22 Bab.22 Kunjungan Resmi
23 Bab.23 Kehamilan diluar pernikahan
24 Bab.24 Mempermalukan diri sendiri
25 Bab.25 Situasi yg memanas
26 Bab.26 Pesta Pernikahan
27 Bab.27 Fakta kejahatan Rafli
28 Bab.28 Bertemu cinta lama
29 Bab.29 Tangisan Bulan Madu
30 Bab.30 Dendam dua pria
31 Bab.31 Makan malam
32 Bab.32 Permainan Kotor
33 Bab.33 Diet menyiksa
34 Bab.34 Ketahuan
35 Bab.35 Serangan Mental
36 Bab.36 Saksi
37 Bab.37 Pelaporan
38 Bab.38 Terungkap
39 Bab.39 Sebuah Keadilan
40 Bab.40 Sindiran
41 Bab.41 Pembelaan
42 Bab.42 Circle
43 Bab.43 Bosan??
44 Bab.44 Pertengkaran
45 Bab.45 Kebodohan
46 Bab.46 Renggang
47 Bab.47 Reuni
48 Bab.48 Drama
49 Bab.49 Perjodohan
50 Bab.50 Perjodohan Kedua
51 Bab.51 Konflik
52 Bab.52 Kencan Pertama
53 Bab.53 Mengantarkan pulang
54 Bab.54 Mata-mata
55 Bab.55 Penangkapan
56 Bab.56 Rencana Jakson
57 Bab.57 Kata maaf
58 Bab.58 Jadwal kencan kedua
59 Bab.59 Kebakaran
60 Bab.60 Keguguran
61 Bab.61 Taktik
62 Bab.62 Hukuman tanpa ampun
63 Bab.63 Menerima Takdir
64 Bab.64 Karma buruk
65 Bab.65 Ulang Tahun Jeny
66 Bab.66 Nasihat
67 Bab.67 Sebuah Upaya
68 Bab.68 Kisah cinta yg rumit
69 Bab.69 Peringatan kecil
70 Bab.70 Sang penggoda
71 Bab.71 Kencan Ketiga
72 Bab.72 Dansa
73 Bab.73 Kekuatan istri Sah
74 Bab.74 Pergerakan Tony
75 Bab.75 Pertarungan dimulai
76 Bab.76 Hadiah
77 Bab.77 Kesempatan
78 Bab.78 Kesungguhan
79 Bab.79 Manfaat
80 Bab.80 Kencan dan Informasi
81 Bab.81 Pecundang
82 Bab.82 Drop
83 Bab.83 Kesalahan
84 Bab.84 Petunjuk
85 Bab.85 Risau
86 Bab.86 Hasil
87 EP.87 Nasib Buruk
88 EP.88 Lemah tak berdaya
89 Bab.89 Akhir Ketidakjelasan
90 Bab.90 Masalah Nino
91 Bab.91 Karma Boy
92 Bab.92 Sebuah Pilihan
93 Bab.93 Mengulang Kenangan
94 Bab.94 Tua-tua Keladi
95 Bab.95 Aib memalukan
96 Bab.96 Pertemuan
97 Bab.97 Double Date
98 Bab.98 Dendam dan Karma
99 Bab.99 Kabur
100 Bab.100 Pencarian
101 Bab.101 Korban kedua
102 Bab.102 Kematian Richard
103 Bab.103 Badai telah berlalu
104 Bab.104 Lamaran
105 Bab.105 Pernikahan Jeny dan Sammy
106 Bab.106 Pertunangan
107 Bab.107 Pengganggu
108 Bab.108 Memanfaatkan situasi
109 Bab.109 Waktu
110 Bab.110 Happy Ending
111 Bab.111 Season ke-2 : Kehidupan setelah menikah
112 Bab.112 : Berbelanja
113 Bab.113 : Cinta sepihak
114 Bab.114 : Club malam
115 Bab.115 : Penolakan
116 Bab.116 : Awal yg manis
117 Bab.117 : Strategi pengusiran pelakor
118 Bab.118 : Harus Liburan
119 Bab.119 : Rencana yg gagal
120 Bab.120 : Tembok besar
121 Bab.121 : Romantic
122 Bab.122 : Menikmati waktu
123 Bab.123 : Bentuk perhatian
124 Bab.124 : Sejenis Kuntilanak berambut pirang
125 Bab.125 : Aku tidak takut
126 Bab.126 : Tertangkap
127 Bab.127 : Rencana Honeymoon
128 Bab.128 : Drama Honeymoon
129 Bab.129 : Honeymoon
130 Bab.130 : Badai
131 Bab.131 : Honeymoon part.2
132 Bab.132 : Strategi Pengusiran Pelakor
133 Bab.133 : Bencana alam
134 Bab.134 : Bertemu
135 Bab.135 : Kerja Sukarela
136 Bab.136 : Nilai Kemanusiaan
137 Bab.137 : Penyelamatan
138 Bab.138 : Dibenci
139 Bab.139 : Rumah Baru
140 Bab.140 : Asisten Rumah Tangga
141 Bab.141 : Kembali bekerja
142 Bab.142 : Hangout
143 Bab.143 : Mual di pagi hari
144 Bab.144 : Kabar Bahagia
145 Bab.145 : Memperoleh banyak perhatian
146 Bab.146 : Kesialan Angel
147 Bab.147 : Senjata Makan Tuan
148 Bab.148 : Curiga
149 Bab.149 : Pencurian
150 Bab.150 : Demi kebahagiaan istri
151 Bab.151 : Hadiah yg membuatnya tersenyum
152 Bab.152 : Pasangan Menjijikan
153 Bab.153 : Sebuah Solusi
154 Bab.154 : Takkan bisa lolos lagi
155 Bab.155 : Awal hidup baru Kenzi
156 Bab.156 : Pesta Pernikahan Mantan
157 Bab.157 : Sebuah Hadiah
158 Bab.158 : Kesal
159 Bab.159 : Sebuah Tanggungjawab
160 Bab.160 : Penyelamatan
161 Bab.161 : Angel kau sudah Tamat !!
162 Bab.162 : Mulai Menuai Karma
163 Bab.163 : Kebohongan
164 Bab.164 : Karma
165 Bab.165 : Pendekatan
166 Bab.166 : To the point !!
167 Bab.167 : Happiness -End
168 PENGUMUMAN
Episodes

Updated 168 Episodes

1
Bab.1 Arnetha Julia Richardo
2
Bab.2 Awal Kecurigaan
3
Bab.3 Pengkhianatan
4
Bab.4 Kenyataan Pahit
5
Bab.5 Maaf ini Milikku..
6
Bab.6 Awal Penderitaan
7
Bab.7 Sebuah Lamaran menyakitkan
8
Bab.8 Tegar
9
Bab.9 Invitation
10
Bab.10 Pertunangan
11
Bab.11 Jebakan
12
Bab.12 Iri hati
13
Bab.13 Kontrol diri
14
Bab.14 Resmi Bercerai
15
Bab.15 Prof. Anderson
16
EP.16 Hari yg Berat
17
Bab.17 Keributan di Rumah Sakit
18
EP.18 Fitnah
19
Bab.19 Sebuah Kebaikan
20
Bab.20 Sebuah makan malam
21
Bab.21 Kunjungan Rahasia
22
Bab.22 Kunjungan Resmi
23
Bab.23 Kehamilan diluar pernikahan
24
Bab.24 Mempermalukan diri sendiri
25
Bab.25 Situasi yg memanas
26
Bab.26 Pesta Pernikahan
27
Bab.27 Fakta kejahatan Rafli
28
Bab.28 Bertemu cinta lama
29
Bab.29 Tangisan Bulan Madu
30
Bab.30 Dendam dua pria
31
Bab.31 Makan malam
32
Bab.32 Permainan Kotor
33
Bab.33 Diet menyiksa
34
Bab.34 Ketahuan
35
Bab.35 Serangan Mental
36
Bab.36 Saksi
37
Bab.37 Pelaporan
38
Bab.38 Terungkap
39
Bab.39 Sebuah Keadilan
40
Bab.40 Sindiran
41
Bab.41 Pembelaan
42
Bab.42 Circle
43
Bab.43 Bosan??
44
Bab.44 Pertengkaran
45
Bab.45 Kebodohan
46
Bab.46 Renggang
47
Bab.47 Reuni
48
Bab.48 Drama
49
Bab.49 Perjodohan
50
Bab.50 Perjodohan Kedua
51
Bab.51 Konflik
52
Bab.52 Kencan Pertama
53
Bab.53 Mengantarkan pulang
54
Bab.54 Mata-mata
55
Bab.55 Penangkapan
56
Bab.56 Rencana Jakson
57
Bab.57 Kata maaf
58
Bab.58 Jadwal kencan kedua
59
Bab.59 Kebakaran
60
Bab.60 Keguguran
61
Bab.61 Taktik
62
Bab.62 Hukuman tanpa ampun
63
Bab.63 Menerima Takdir
64
Bab.64 Karma buruk
65
Bab.65 Ulang Tahun Jeny
66
Bab.66 Nasihat
67
Bab.67 Sebuah Upaya
68
Bab.68 Kisah cinta yg rumit
69
Bab.69 Peringatan kecil
70
Bab.70 Sang penggoda
71
Bab.71 Kencan Ketiga
72
Bab.72 Dansa
73
Bab.73 Kekuatan istri Sah
74
Bab.74 Pergerakan Tony
75
Bab.75 Pertarungan dimulai
76
Bab.76 Hadiah
77
Bab.77 Kesempatan
78
Bab.78 Kesungguhan
79
Bab.79 Manfaat
80
Bab.80 Kencan dan Informasi
81
Bab.81 Pecundang
82
Bab.82 Drop
83
Bab.83 Kesalahan
84
Bab.84 Petunjuk
85
Bab.85 Risau
86
Bab.86 Hasil
87
EP.87 Nasib Buruk
88
EP.88 Lemah tak berdaya
89
Bab.89 Akhir Ketidakjelasan
90
Bab.90 Masalah Nino
91
Bab.91 Karma Boy
92
Bab.92 Sebuah Pilihan
93
Bab.93 Mengulang Kenangan
94
Bab.94 Tua-tua Keladi
95
Bab.95 Aib memalukan
96
Bab.96 Pertemuan
97
Bab.97 Double Date
98
Bab.98 Dendam dan Karma
99
Bab.99 Kabur
100
Bab.100 Pencarian
101
Bab.101 Korban kedua
102
Bab.102 Kematian Richard
103
Bab.103 Badai telah berlalu
104
Bab.104 Lamaran
105
Bab.105 Pernikahan Jeny dan Sammy
106
Bab.106 Pertunangan
107
Bab.107 Pengganggu
108
Bab.108 Memanfaatkan situasi
109
Bab.109 Waktu
110
Bab.110 Happy Ending
111
Bab.111 Season ke-2 : Kehidupan setelah menikah
112
Bab.112 : Berbelanja
113
Bab.113 : Cinta sepihak
114
Bab.114 : Club malam
115
Bab.115 : Penolakan
116
Bab.116 : Awal yg manis
117
Bab.117 : Strategi pengusiran pelakor
118
Bab.118 : Harus Liburan
119
Bab.119 : Rencana yg gagal
120
Bab.120 : Tembok besar
121
Bab.121 : Romantic
122
Bab.122 : Menikmati waktu
123
Bab.123 : Bentuk perhatian
124
Bab.124 : Sejenis Kuntilanak berambut pirang
125
Bab.125 : Aku tidak takut
126
Bab.126 : Tertangkap
127
Bab.127 : Rencana Honeymoon
128
Bab.128 : Drama Honeymoon
129
Bab.129 : Honeymoon
130
Bab.130 : Badai
131
Bab.131 : Honeymoon part.2
132
Bab.132 : Strategi Pengusiran Pelakor
133
Bab.133 : Bencana alam
134
Bab.134 : Bertemu
135
Bab.135 : Kerja Sukarela
136
Bab.136 : Nilai Kemanusiaan
137
Bab.137 : Penyelamatan
138
Bab.138 : Dibenci
139
Bab.139 : Rumah Baru
140
Bab.140 : Asisten Rumah Tangga
141
Bab.141 : Kembali bekerja
142
Bab.142 : Hangout
143
Bab.143 : Mual di pagi hari
144
Bab.144 : Kabar Bahagia
145
Bab.145 : Memperoleh banyak perhatian
146
Bab.146 : Kesialan Angel
147
Bab.147 : Senjata Makan Tuan
148
Bab.148 : Curiga
149
Bab.149 : Pencurian
150
Bab.150 : Demi kebahagiaan istri
151
Bab.151 : Hadiah yg membuatnya tersenyum
152
Bab.152 : Pasangan Menjijikan
153
Bab.153 : Sebuah Solusi
154
Bab.154 : Takkan bisa lolos lagi
155
Bab.155 : Awal hidup baru Kenzi
156
Bab.156 : Pesta Pernikahan Mantan
157
Bab.157 : Sebuah Hadiah
158
Bab.158 : Kesal
159
Bab.159 : Sebuah Tanggungjawab
160
Bab.160 : Penyelamatan
161
Bab.161 : Angel kau sudah Tamat !!
162
Bab.162 : Mulai Menuai Karma
163
Bab.163 : Kebohongan
164
Bab.164 : Karma
165
Bab.165 : Pendekatan
166
Bab.166 : To the point !!
167
Bab.167 : Happiness -End
168
PENGUMUMAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!