Bab.6 Awal Penderitaan

Arne pun kembali ke apartemennya dengan semua luka dihatinya. Meskipun mobilnya sudah kembali ke tangannya, tapi tetap saja tak mampu mengobati luka di hatinya. Sementara di apartemen tersebut hanya dirinya seorang diri dan mamanya sudah pergi bekerja di rumah sakit.

Arne pun merasa benar-benar sendirian saat mamanya tak ada. Tapi dirinya harus segera sadar dan menghadapi kenyataan. Ini baru awalnya, tidak tahu apakah masih ada badai lagi yg akan menerpanya dan mamanya di depan.

Arne pun berusaha menyadarkan dirinya dan mulai menata hidupnya. Dirinya pun melanjutkan rencana hidupnya untuk bekerja di rumah sakit dan memiliki ijin praktik.

Meski jalannya tak mudah karena Arne harus berusaha ditengah hatinya yg hancur berkeping-keping ditambah keluarganya juga ikutan hancur karena ulah papanya. Arne terus berupaya keras mencapai keinginannya. Apalagi saat ini dirinya sudah tak dibiayai oleh papanya lagi dan mamanya harus bekerja keras untuk hidup mereka berdua.

Arne pun memutuskan untuk belajar dan mengikuti berbagai tes agar bisa bekerja di rumah sakit. Arne pun belajar mati-matian, tanpa mengenal lelah. Arne sudah lelah menangis setiap hari untuk hal-hal yg menyakitkan. Ayahnya bahkan sudah tak peduli lagi padanya dan tak pernah sekalipun menghubunginya setelah Arne dan ibunya keluar dari rumah.

Kadang saat sedang bosan Arne pun pergi ke cafe atau perpustakaan untuk membaca buku dan belajar. Disana Arne bertemu dengan temannya di universitas bernama Nino dan Kenzi. Mereka juga sama seperti Arne yg sedang belajar untuk mengikuti tes.

"Arne.. kau juga belajar disini?" tanya Kenzi.

"Iya.. kalian juga.." ucap Arne.

"Harusnya kau itu jangan menutup diri, kita kan teman bisa belajar bersama." ucap Nino.

"Iya, maaf ya.. nanti aku akan kabari saat ingin belajar diluar." ucap Arne.

Dan mereka pun berbagi buku bacaan untuk membantu satu sama lain. Dan Arne jadi terbantu karena keduanya memberitahu Arne banyak hal. Maklum, Arne memang memiliki keterbatasan dalam bersosialisasi. Bukan tanpa alasan tapi karena banyak yg iri padanya saat di sekolah menengah jadi Arne terlalu berhati-hati dalam bicara dan terbawa sampai di kampusnya.

Nino dan Kenzi pun menemani Arne yg sedang kesepian tersebut. Dan Arne menyadari betapa bodohnya dirinya yg dulu mendengarkan kata-kata Aini yg sering menyesatkannya dan berkata kalau banyak orang yg membenci Arne. Padahal kenyataannya yg membencinya adalah Aini sendiri. Dan teman-temannya, justru ingin dekat pada Arne karena Arne pintar tapi Aini memonopolinya karena tak ingin teman yg lain mendapat nilai lebih bagus dari dirinya.

Arne pun belajar banyak hal dari tragedi yg terjadi di hidupnya, kalau tak semua orang terdekatnya baik, dan tak semua orang yg tak dikenalnya akan berbuat jahat padanya. Contohnya Nino dan Kenzi, mereka justru banyak membantu dan menemani Arne hari ini.

Arne pun ingin berterimakasih pada mereka dengan mentraktir mereka makan di sebuah cafe. Mereka pun senang karena ternyata Arne orang yg ramah dan menerima mereka.

"Arne kukira kau orang yg sombong dan kaku." ucap Nino.

"Maaf ya aku terlalu tertutup selama ini." ucap Arne.

"Ya.. harusnya kita jangan sungkan untuk saling menyapa sejak dulu." ucap Kenzi.

"Dan terimakasih ya untuk traktirannya." ucap Nino.

"Iya.. ternyata kau sebaik ini.." ucap Kenzi.

"Tak apa, lagipula aku sedang kesepian dan kalian menemaniku." ucap Arne.

"Lain kali kau hubungi kami saja, tak perlu sungkan apalagi mentraktir segala." ucap Nino.

"Benar, kami bukan teman yg hadir kalau ada butuhnya saja.." ucap Kenzi.

"Iya aku akan mengabari kalian kalau butuh sesuatu." ucap Arne.

Mereka pun makan di cafe tersebut sambil membahas beberapa materi. Dan ternyata ketiganya cukup nyambung sebagai teman belajar serta bicara. Mereka mulai agak terbuka setelah lama bicara bersama. Dan Arne bersyukur masih ada orang yg mau berteman dengannya.

Arne pun pergi ke toilet bersama Kenzi setelah makan. Dan tanpa sadar, Arne melihat Boy dan Aini sedang makan bersama di cafe itu juga. Kenzi pun menyadari kalau Boy sering bersama Arne walau tak tahu tentang hubungan keduanya.

"Arne dia sering bersamamu kan dulu.?" tanya Kenzi.

"Iya.. bisa dibilang dia mantan kekasihku, dan kekasihnya adalah mantan sahabat dekatku." ucap Arne.

"Wow.. gadis itu jahat sekali padamu." ucap Kenzi.

"Sudahlah, mari kita pergi aku malas bertatapan dengan mereka." ucap Arne.

"Oke." ucap Kenzi.

Kenzi pun memberi kode pada Nino untuk segera pergi, tapi Nino juga mau ke toilet dan mau tak mau mereka menunggu Nino.

Boy pun melihat Arne dan temannya di cafe tersebut. Dirinya berpikir kalau Arne membuntuti dirinya dan Aini.

"Itu Arne kan?" tanya Boy.

"Benar, apa dia membuntuti kita?" tanya Aini.

"Aku juga berpikir begitu." ucap Boy.

Lalu setelah Nino dari toilet mereka pun keluar dari cafe dan Boy mengikutinya.

"Arne.." panggil Boy.

"Ck.. mau apalagi si bre**k ini." gumam Arne yg didengar oleh kedua temannya.

Nino pun tak mengerti padahal Kenzi sudah memberinya kode untuk diam.

"Siapa dia? apa dia kurang ajar padamu Arne?" tanya Nino.

"Nino, mundur." ucap Arne.

"Arne, apa begini caramu membalas Aini dan aku?" tanya Boy.

"Tak usah basa-basi, apa maksud tujuanmu bicara denganku?" tanya Arne.

"Kau membuntuti kami kan?" tanya Boy.

"Cih, kau terlalu percaya diri Boy.. aku bahkan tak peduli kalian mau ke neraka sekalipun." ucap Arne.

"Benarkah? kau yakin tak peduli? lalu kenapa kemari?" tanya Boy.

"Apa hakmu melarangku kemari? aku kemari ingin makan dengan temanku, dan tak ada larangan untukku kemari." ucap Arne.

"Sudahlah Boy, Arne takkan mengaku." ucap Aini.

"Jika ingin bicara omong kosong lagi aku akan pergi." ucap Arne lalu mengajak Nino dan Kenzi.

"Dasar tak tahu malu." ucap Aini.

Arne pun langsung pergi dengan kedua temannya tersebut.

"Arne kau sepertinya salah memilih teman." ucap Kenzi.

"Benar, gadis itu sombong sekali dan mantanmu itu belagu." ucap Nino.

"Kalian benar, harusnya dari dulu aku meninggalkan mereka." ucap Arne.

Kenzi pun melihat tangan Arne gemetaran.

"Arne kau baik-baik saja?" tanya Kenzi.

"Tidak, aku tidak baik-baik saja.. ada masalah besar antara aku dan gadis itu. Mungkin nanti aku akan menceritakannya pada kalian." ucap Arne.

"Sudah kau minum dulu." ucap Nino.

"Terimakasih Nino."

"Kau pulang naik apa?" tanya Kenzi.

"Mungkin naik taksi." ucap Arne.

"Yasudah, nanti kami temani cari taksi." ucap Kenzi.

Kenzi dan Nino pun mencarikan taksi untuk Arne. Mereka memastikan Arne pulang dengan selamat dengan menemaninya. Dan keduanya mengkhawatirkan Arne karena sampai gemetaran saat berhadapan dengan Boy dan Aini.

.

.

Sementara itu, Boy dan Aini pun masih berpikir kalau Arne iri pada mereka sampai mengikuti mereka. Dan Aini melihat penampilan Arne yg begitu santai pasca meninggalkan rumah. Bahkan Arne tak lagi memakai mobil kemana-mana.

"Arne pasti sudah bankrut.. atau mobil yg kemarin sudah ia jual makanya dia kemana-mana tak bawa kendaraan." gumam Aini dalam hati.

"Aini jika Arne mengganggumu lagi kau harus kabari aku." ucap Boy.

"Iya Boy.. aku pasti bisa menjaga diri." ucap Aini tersenyum saat Boy mengantarkan Aini sampai di depan rumahnya.

Terpopuler

Comments

Andi Fitri

Andi Fitri

boy sama Aini cocok tong sama sampahnya..

2023-05-22

1

lihat semua
Episodes
1 Bab.1 Arnetha Julia Richardo
2 Bab.2 Awal Kecurigaan
3 Bab.3 Pengkhianatan
4 Bab.4 Kenyataan Pahit
5 Bab.5 Maaf ini Milikku..
6 Bab.6 Awal Penderitaan
7 Bab.7 Sebuah Lamaran menyakitkan
8 Bab.8 Tegar
9 Bab.9 Invitation
10 Bab.10 Pertunangan
11 Bab.11 Jebakan
12 Bab.12 Iri hati
13 Bab.13 Kontrol diri
14 Bab.14 Resmi Bercerai
15 Bab.15 Prof. Anderson
16 EP.16 Hari yg Berat
17 Bab.17 Keributan di Rumah Sakit
18 EP.18 Fitnah
19 Bab.19 Sebuah Kebaikan
20 Bab.20 Sebuah makan malam
21 Bab.21 Kunjungan Rahasia
22 Bab.22 Kunjungan Resmi
23 Bab.23 Kehamilan diluar pernikahan
24 Bab.24 Mempermalukan diri sendiri
25 Bab.25 Situasi yg memanas
26 Bab.26 Pesta Pernikahan
27 Bab.27 Fakta kejahatan Rafli
28 Bab.28 Bertemu cinta lama
29 Bab.29 Tangisan Bulan Madu
30 Bab.30 Dendam dua pria
31 Bab.31 Makan malam
32 Bab.32 Permainan Kotor
33 Bab.33 Diet menyiksa
34 Bab.34 Ketahuan
35 Bab.35 Serangan Mental
36 Bab.36 Saksi
37 Bab.37 Pelaporan
38 Bab.38 Terungkap
39 Bab.39 Sebuah Keadilan
40 Bab.40 Sindiran
41 Bab.41 Pembelaan
42 Bab.42 Circle
43 Bab.43 Bosan??
44 Bab.44 Pertengkaran
45 Bab.45 Kebodohan
46 Bab.46 Renggang
47 Bab.47 Reuni
48 Bab.48 Drama
49 Bab.49 Perjodohan
50 Bab.50 Perjodohan Kedua
51 Bab.51 Konflik
52 Bab.52 Kencan Pertama
53 Bab.53 Mengantarkan pulang
54 Bab.54 Mata-mata
55 Bab.55 Penangkapan
56 Bab.56 Rencana Jakson
57 Bab.57 Kata maaf
58 Bab.58 Jadwal kencan kedua
59 Bab.59 Kebakaran
60 Bab.60 Keguguran
61 Bab.61 Taktik
62 Bab.62 Hukuman tanpa ampun
63 Bab.63 Menerima Takdir
64 Bab.64 Karma buruk
65 Bab.65 Ulang Tahun Jeny
66 Bab.66 Nasihat
67 Bab.67 Sebuah Upaya
68 Bab.68 Kisah cinta yg rumit
69 Bab.69 Peringatan kecil
70 Bab.70 Sang penggoda
71 Bab.71 Kencan Ketiga
72 Bab.72 Dansa
73 Bab.73 Kekuatan istri Sah
74 Bab.74 Pergerakan Tony
75 Bab.75 Pertarungan dimulai
76 Bab.76 Hadiah
77 Bab.77 Kesempatan
78 Bab.78 Kesungguhan
79 Bab.79 Manfaat
80 Bab.80 Kencan dan Informasi
81 Bab.81 Pecundang
82 Bab.82 Drop
83 Bab.83 Kesalahan
84 Bab.84 Petunjuk
85 Bab.85 Risau
86 Bab.86 Hasil
87 EP.87 Nasib Buruk
88 EP.88 Lemah tak berdaya
89 Bab.89 Akhir Ketidakjelasan
90 Bab.90 Masalah Nino
91 Bab.91 Karma Boy
92 Bab.92 Sebuah Pilihan
93 Bab.93 Mengulang Kenangan
94 Bab.94 Tua-tua Keladi
95 Bab.95 Aib memalukan
96 Bab.96 Pertemuan
97 Bab.97 Double Date
98 Bab.98 Dendam dan Karma
99 Bab.99 Kabur
100 Bab.100 Pencarian
101 Bab.101 Korban kedua
102 Bab.102 Kematian Richard
103 Bab.103 Badai telah berlalu
104 Bab.104 Lamaran
105 Bab.105 Pernikahan Jeny dan Sammy
106 Bab.106 Pertunangan
107 Bab.107 Pengganggu
108 Bab.108 Memanfaatkan situasi
109 Bab.109 Waktu
110 Bab.110 Happy Ending
111 Bab.111 Season ke-2 : Kehidupan setelah menikah
112 Bab.112 : Berbelanja
113 Bab.113 : Cinta sepihak
114 Bab.114 : Club malam
115 Bab.115 : Penolakan
116 Bab.116 : Awal yg manis
117 Bab.117 : Strategi pengusiran pelakor
118 Bab.118 : Harus Liburan
119 Bab.119 : Rencana yg gagal
120 Bab.120 : Tembok besar
121 Bab.121 : Romantic
122 Bab.122 : Menikmati waktu
123 Bab.123 : Bentuk perhatian
124 Bab.124 : Sejenis Kuntilanak berambut pirang
125 Bab.125 : Aku tidak takut
126 Bab.126 : Tertangkap
127 Bab.127 : Rencana Honeymoon
128 Bab.128 : Drama Honeymoon
129 Bab.129 : Honeymoon
130 Bab.130 : Badai
131 Bab.131 : Honeymoon part.2
132 Bab.132 : Strategi Pengusiran Pelakor
133 Bab.133 : Bencana alam
134 Bab.134 : Bertemu
135 Bab.135 : Kerja Sukarela
136 Bab.136 : Nilai Kemanusiaan
137 Bab.137 : Penyelamatan
138 Bab.138 : Dibenci
139 Bab.139 : Rumah Baru
140 Bab.140 : Asisten Rumah Tangga
141 Bab.141 : Kembali bekerja
142 Bab.142 : Hangout
143 Bab.143 : Mual di pagi hari
144 Bab.144 : Kabar Bahagia
145 Bab.145 : Memperoleh banyak perhatian
146 Bab.146 : Kesialan Angel
147 Bab.147 : Senjata Makan Tuan
148 Bab.148 : Curiga
149 Bab.149 : Pencurian
150 Bab.150 : Demi kebahagiaan istri
151 Bab.151 : Hadiah yg membuatnya tersenyum
152 Bab.152 : Pasangan Menjijikan
153 Bab.153 : Sebuah Solusi
154 Bab.154 : Takkan bisa lolos lagi
155 Bab.155 : Awal hidup baru Kenzi
156 Bab.156 : Pesta Pernikahan Mantan
157 Bab.157 : Sebuah Hadiah
158 Bab.158 : Kesal
159 Bab.159 : Sebuah Tanggungjawab
160 Bab.160 : Penyelamatan
161 Bab.161 : Angel kau sudah Tamat !!
162 Bab.162 : Mulai Menuai Karma
163 Bab.163 : Kebohongan
164 Bab.164 : Karma
165 Bab.165 : Pendekatan
166 Bab.166 : To the point !!
167 Bab.167 : Happiness -End
168 PENGUMUMAN
Episodes

Updated 168 Episodes

1
Bab.1 Arnetha Julia Richardo
2
Bab.2 Awal Kecurigaan
3
Bab.3 Pengkhianatan
4
Bab.4 Kenyataan Pahit
5
Bab.5 Maaf ini Milikku..
6
Bab.6 Awal Penderitaan
7
Bab.7 Sebuah Lamaran menyakitkan
8
Bab.8 Tegar
9
Bab.9 Invitation
10
Bab.10 Pertunangan
11
Bab.11 Jebakan
12
Bab.12 Iri hati
13
Bab.13 Kontrol diri
14
Bab.14 Resmi Bercerai
15
Bab.15 Prof. Anderson
16
EP.16 Hari yg Berat
17
Bab.17 Keributan di Rumah Sakit
18
EP.18 Fitnah
19
Bab.19 Sebuah Kebaikan
20
Bab.20 Sebuah makan malam
21
Bab.21 Kunjungan Rahasia
22
Bab.22 Kunjungan Resmi
23
Bab.23 Kehamilan diluar pernikahan
24
Bab.24 Mempermalukan diri sendiri
25
Bab.25 Situasi yg memanas
26
Bab.26 Pesta Pernikahan
27
Bab.27 Fakta kejahatan Rafli
28
Bab.28 Bertemu cinta lama
29
Bab.29 Tangisan Bulan Madu
30
Bab.30 Dendam dua pria
31
Bab.31 Makan malam
32
Bab.32 Permainan Kotor
33
Bab.33 Diet menyiksa
34
Bab.34 Ketahuan
35
Bab.35 Serangan Mental
36
Bab.36 Saksi
37
Bab.37 Pelaporan
38
Bab.38 Terungkap
39
Bab.39 Sebuah Keadilan
40
Bab.40 Sindiran
41
Bab.41 Pembelaan
42
Bab.42 Circle
43
Bab.43 Bosan??
44
Bab.44 Pertengkaran
45
Bab.45 Kebodohan
46
Bab.46 Renggang
47
Bab.47 Reuni
48
Bab.48 Drama
49
Bab.49 Perjodohan
50
Bab.50 Perjodohan Kedua
51
Bab.51 Konflik
52
Bab.52 Kencan Pertama
53
Bab.53 Mengantarkan pulang
54
Bab.54 Mata-mata
55
Bab.55 Penangkapan
56
Bab.56 Rencana Jakson
57
Bab.57 Kata maaf
58
Bab.58 Jadwal kencan kedua
59
Bab.59 Kebakaran
60
Bab.60 Keguguran
61
Bab.61 Taktik
62
Bab.62 Hukuman tanpa ampun
63
Bab.63 Menerima Takdir
64
Bab.64 Karma buruk
65
Bab.65 Ulang Tahun Jeny
66
Bab.66 Nasihat
67
Bab.67 Sebuah Upaya
68
Bab.68 Kisah cinta yg rumit
69
Bab.69 Peringatan kecil
70
Bab.70 Sang penggoda
71
Bab.71 Kencan Ketiga
72
Bab.72 Dansa
73
Bab.73 Kekuatan istri Sah
74
Bab.74 Pergerakan Tony
75
Bab.75 Pertarungan dimulai
76
Bab.76 Hadiah
77
Bab.77 Kesempatan
78
Bab.78 Kesungguhan
79
Bab.79 Manfaat
80
Bab.80 Kencan dan Informasi
81
Bab.81 Pecundang
82
Bab.82 Drop
83
Bab.83 Kesalahan
84
Bab.84 Petunjuk
85
Bab.85 Risau
86
Bab.86 Hasil
87
EP.87 Nasib Buruk
88
EP.88 Lemah tak berdaya
89
Bab.89 Akhir Ketidakjelasan
90
Bab.90 Masalah Nino
91
Bab.91 Karma Boy
92
Bab.92 Sebuah Pilihan
93
Bab.93 Mengulang Kenangan
94
Bab.94 Tua-tua Keladi
95
Bab.95 Aib memalukan
96
Bab.96 Pertemuan
97
Bab.97 Double Date
98
Bab.98 Dendam dan Karma
99
Bab.99 Kabur
100
Bab.100 Pencarian
101
Bab.101 Korban kedua
102
Bab.102 Kematian Richard
103
Bab.103 Badai telah berlalu
104
Bab.104 Lamaran
105
Bab.105 Pernikahan Jeny dan Sammy
106
Bab.106 Pertunangan
107
Bab.107 Pengganggu
108
Bab.108 Memanfaatkan situasi
109
Bab.109 Waktu
110
Bab.110 Happy Ending
111
Bab.111 Season ke-2 : Kehidupan setelah menikah
112
Bab.112 : Berbelanja
113
Bab.113 : Cinta sepihak
114
Bab.114 : Club malam
115
Bab.115 : Penolakan
116
Bab.116 : Awal yg manis
117
Bab.117 : Strategi pengusiran pelakor
118
Bab.118 : Harus Liburan
119
Bab.119 : Rencana yg gagal
120
Bab.120 : Tembok besar
121
Bab.121 : Romantic
122
Bab.122 : Menikmati waktu
123
Bab.123 : Bentuk perhatian
124
Bab.124 : Sejenis Kuntilanak berambut pirang
125
Bab.125 : Aku tidak takut
126
Bab.126 : Tertangkap
127
Bab.127 : Rencana Honeymoon
128
Bab.128 : Drama Honeymoon
129
Bab.129 : Honeymoon
130
Bab.130 : Badai
131
Bab.131 : Honeymoon part.2
132
Bab.132 : Strategi Pengusiran Pelakor
133
Bab.133 : Bencana alam
134
Bab.134 : Bertemu
135
Bab.135 : Kerja Sukarela
136
Bab.136 : Nilai Kemanusiaan
137
Bab.137 : Penyelamatan
138
Bab.138 : Dibenci
139
Bab.139 : Rumah Baru
140
Bab.140 : Asisten Rumah Tangga
141
Bab.141 : Kembali bekerja
142
Bab.142 : Hangout
143
Bab.143 : Mual di pagi hari
144
Bab.144 : Kabar Bahagia
145
Bab.145 : Memperoleh banyak perhatian
146
Bab.146 : Kesialan Angel
147
Bab.147 : Senjata Makan Tuan
148
Bab.148 : Curiga
149
Bab.149 : Pencurian
150
Bab.150 : Demi kebahagiaan istri
151
Bab.151 : Hadiah yg membuatnya tersenyum
152
Bab.152 : Pasangan Menjijikan
153
Bab.153 : Sebuah Solusi
154
Bab.154 : Takkan bisa lolos lagi
155
Bab.155 : Awal hidup baru Kenzi
156
Bab.156 : Pesta Pernikahan Mantan
157
Bab.157 : Sebuah Hadiah
158
Bab.158 : Kesal
159
Bab.159 : Sebuah Tanggungjawab
160
Bab.160 : Penyelamatan
161
Bab.161 : Angel kau sudah Tamat !!
162
Bab.162 : Mulai Menuai Karma
163
Bab.163 : Kebohongan
164
Bab.164 : Karma
165
Bab.165 : Pendekatan
166
Bab.166 : To the point !!
167
Bab.167 : Happiness -End
168
PENGUMUMAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!