BSC 13

Hati Shenina begitu hancur akibat penolakan Rainero terhadap bayi yang ada di dalam kandungannya. Tapi yang lebih membuatnya hancur, pernyataan Rainero yang menyatakan kalau dirinya mandul. Bagaimana mungkin laki-laki itu mandul, sedangkan di perutnya saja telah tumbuh janin yang merupakan hasil perbuatan laki-laki itu. Tapi di dalam surat itu memang ia dinyatakan sulit untuk memiliki keturunan alias tidak subur akibat suatu kondisi yang disebut oligospermia. Hal ini juga yang membuat batinnya berkecamuk. Kalau benar laki-laki itu mandul, lantas bagaimana mungkin dirinya hamil. Dirinya tak pernah sekalipun tidur dengan laki-laki lain. Hanya Rainero, hanya laki-laki itu saja, pertama dan satu-satunya yang pernah menyentuhnya. Bahkan dengan Theo pun ia hanya sekedar berciuman, tak lebih.

Shenina kalut. Membayangkan dirinya hamil seorang diri, tanpa ada seseorang di sampingnya membuatnya kian nelangsa. Meskipun di negaranya banyak single parent yang membesarkan anak seorang diri tanpa masalah, tanpa cemoohan apapun, tapi entah dirinya sanggup atau tidak.

Dengan hati yang hancur berkeping-keping, Shenina membawa box berisi barang-barangnya keluar dari gedung bertingkat itu. Air matanya masih saja terus mengalir, meski tidak berderai, hanya titik-titik saja sebab sebisa mungkin ia menahan derai itu, tapi tetap saja, bulir itu memaksa meringsek. Bulir itu menjadi saksi kalau batin wanita itu sedang tidak baik-baik saja. Dia benar-benar terpukul dengan apa yang ia alami kini.

Beberapa pasang mata tampak memperhatikan Shenina yang melangkah gontai dengan mata memerah. Semua karyawan di perusahaan Rainero tentu saja mengetahui siapa itu Shenina. Apalagi hanya Shenina sekretaris yang sanggup bertahan lama di perusahaan itu, tidak seperti sebelum-sebelumnya yang hanya mampu bertahan dalam hitungan bulan saja.

Kasak-kusuk mulai terdengar. Meskipun dahulu pemandangan seorang sekretaris dipecat begitu saja sudah sering terjadi, tapi tidak dengan Shenina. Shenina memecah rekor sebagai sekretaris yang mampu bertahan lama. Oleh sebab itu, mereka pun jadi penasaran apa yang sebenarnya terjadi? Dan kenapa Shenina sampai keluar dari perusahaan itu? Ia dipecat atau mengundurkan diri? Kalau dipecat, apa permasalahannya?

"Aku harus apa? Aku harus bagaimana? Tidak mungkin aku menggugurkan kandungan ini? Tapi apa kata Daddy? Entah apa yang akan ia lakukan kali ini saat tahu aku hamil. Pasti dia akan makin mengejekku jalaang," batin Shenina berkecamuk. Kepalanya yang makin terasa berat membuat jalannya sedikit terhuyung hingga box yang ia bawa jatuh dan barangnya pun berserakan.

"Aakh ... " desis Shenina sambil memegang kepalanya yang berdenyut nyeri.

"Shen, kau kenapa?" panik Axton saat melihat Shenina menjatuhkan barang-barangnya lalu memegang kepala.

"Eh, Pak ah maksudku Axton," lirih Shenina. "Aku ... aku tidak apa-apa," kilah Shenina.

"Kau sakit? Kenapa kau membawa barang-barang mu?" cecar Axton penasaran.

"Ah, maaf, aku harus segera pergi!" tak ingin menjawab pertanyaan Axton, sambil menahan sakit di kepalanya, Shenina segera memunguti barang-barangnya yang jatuh berserakan dan memasukkannya kembali ke dalam box. Lalu dengan langkah panjang, ia pergi dari hadapan Axton yang masih mematung dengan pikiran bertanya-tanya.

Penasaran, Axton pun gegas naik ke lantai 13 dimana Rainero berada.

"Rain ... what the hell? Apa yang terjadi? Kenapa ruangan mu begitu kacau seperti ini?" pekik Axton terkejut. Padahal ia ingin menanyakan apa yang terjadi pada Shenina, tapi ia justru dikejutkan dengan keadaan ruangan Rainero yang tampak benar-benar kacau. Cangkir kopi pecah dengan beling berserakan, pun berkas, vas bunga, bahkan laptop pun jadi sasaran amukan laki-laki tersebut.

Sedangkan Rainero tampak duduk di kursi kebesarannya dengan kaki berada di atas meja. Matanya terpejam sambil menenggak bir langsung dari botolnya.

Penampilan laki-laki itu benar-benar kacau. Hal ini mengingatkan Axton pada Rainero setahun yang lalu. Dimana laki-laki itu benar-benar hancur dan kacau balau karena ditinggalkan Delianza begitu saja setelah mengetahui hasil pemeriksaan kesuburannya.

"Rain, kenapa? Ada apa ini? Apa yang terjadi?" Axton masih berusaha bertanya. Ia yakin, ada sesuatu yang sangat serius yang Rainero alami.

Rainero lantas membuka matanya. Matanya merah, sangat merah. Axton sampai tertegun di tempat saat melihat sorot mata itu.

"Rain ... "

Bukannya menjawab, Rainero justru melemparkan botol bir yang telah kosong ke lantai. Kemudian ia mengambil lagi minuman yang lain.

"Rain, kau kenapa? Apa ini ada hubungannya dengan Shenina? Apa yang telah ia lakukan? Apa yang telah terjadi? Apa kau memecatnya? Cepat cerita, Rain! Jangan hanya diam! Kau apakan Shenina, hah?" sentak Axton tak sabar. Ia yakin telah terjadi sesuatu diantara keduanya.

Tiba-tiba Rainero tergelak kencang. Dari sudut matanya mengalir setetes embun bening membuat Axton tertegun.

Rainero menangis?

Kenapa?

Ada apa?

Apa yang sebenarnya terjadi?

"Kau tahu, aku telah memecat sekretaris tak tahu diri itu," ucapnya tiba-tiba.

Axton terhenyak, "kenapa? Apa salah Shenina sampai kau memecatnya?" desis Axton tak terima.

Rainero tersenyum sinis, "kau tanya kenapa? Karena dia telah mencoba menipuku. Dia ingin menipuku. Dia ingin mengambil keuntungan dariku. Kau tahu, dia itu penipu."

Brakkk ...

Amarah Rainero kembali memuncak. Namun ada sudut hatinya yang merasa sakit saat mengingat Shenina.

"Menipu apa? Jangan bertele-tele, katakan menipu apa? Aku yakin, ini hanya kesalahpahaman. Shenina gadis yang baik, ia tidak mungkin melakukan apa yang kau tuduhkan." Axton tetap kekeh berpihak pada Shenina.

Tiba-tiba Rainero maju dan meringsek Axton, membuat laki-laki itu tertegun untuk kesekian kali. Lalu Rainero mencengkeram kerah baju Axton sehingga laki-laki itu sedikit tercekik.

"Jujur padaku, apa kau yang telah meniduri Shenina?"

Mata Axton seketika membulat saat Rainero menuduhnya tanpa alasan seperti itu.

Bugh ...

Axton mendorong tubuh Rainero sampai terjungkal ke belakang. Kemudian kini berbalik, Axton yang berjongkok dan mencengkeram kerah kemeja Rainero.

"Jangan samakan Shenina dengan jalaang yang suka kau tiduri, sialan!" Pekik Axton kesal.

"Lantas, dengan siapa dia hamil, hah? Kau tahu, dia tadi mengatakan kalau dia hamil anakku. Kau dengar, anakku. Bagaimana bisa? Sedangkan aku baru satu kali menidurinya dan jangan lupakan fakta kalau aku tidak bisa memberikan keturunan. Lantas, bagaimana mungkin dia bisa hamil anakku? Apa namanya kalau bukan dia mencoba menipuku?" pekik Rainero sambil mendorong tubuh Axton hingga kini ia yang terhuyung ke belakang dan terduduk dengan sorot mata yang sulit diartikan.

"Apa katamu? Dia hamil? Kalian ... kalian ... jangan bilang malam itu kau ... "

"Ya, malam itu aku tanpa sadar telah menidurinya. Aku pikir ... dia Anza," aku Rainero pada akhirnya membuat nafas Axton tercekat.

Lalu dengan emosi ia mendekati Rainero dan memukul wajahnya.

Bugh ...

"Kurang ajar. Dasar bajingaan!" teriak Axton murka.

"Yang kurang ajar itu dia. Dia yang mencoba menipuku."

"Tapi kenapa kau langsung mengusirnya? Seharusnya kau buktikan dahulu, siapa tahu anak yang dia kandung benar-benar anakmu, brengsekk!"

"Jangan gila kau! Apa kau lupa hasil pemeriksaanku tempo hari? Bagaimana aku bisa menghamilinya?"

"Dokter juga manusia. Bisa melakukan kesalahan. Bagaimana kalau Shenina benar-benar mengandung anakmu? Apa kau tak menyesal telah membuang darah dagingmu sendiri?"

"Aku mandul, brengsek. Dia menipuku, tapi kenapa kau lebih memihak dia daripada aku, sahabatmu?"

"Aku tidak memihak siapa-siapa, sialan. Tapi aku tidak ingin kau salah langkah. Meskipun aku belum lama mengenal Shenina, tapi aku tahu, dia bukan perempuan seperti yang kau pikirkan."

"Aaargh ... ," Rainero memekik sambil meremas rambutnya kasar. Lalu ia mengalihkan pandangannya pada Axton, "jangan-jangan kalian bersekongkol ingin menjebakku?"

Bugh ...

Axton kembali melayangkan tangannya ke pipi Rainero hingga laki-laki itu terjerembab ke belakang.

"Sepertinya otakmu benar-benar sudah rusak. Aku?" tunjuk Axton pada dirinya sendiri, "ingin menjebakmu? Untuk apa? Sudahlah. Terserah kau saja. Aku harap kau tak menyesali keputusanmu hari ini."

Usai mengucapkan itu, Axton pun segera keluar dari ruangan Rainero meninggalkan laki-laki itu yang masih terkapar dengan pikiran berkecamuk.

"Menyesal? Akankah aku menyesali keputusanku hari ini?" lirihnya kemudian matanya pun terpejam.

...***...

...HAPPY READING 🥰🥰🥰...

Terpopuler

Comments

Astrid Nandistya Hayoto

Astrid Nandistya Hayoto

Iya bener dokter hanya manusia bisa,,, jadi kamu jangan bodoh,,
jangan sampai menyesal dp saat Rai

2025-02-05

0

Wirda Wati

Wirda Wati

dokter juga manusia biasa.
jangan bodoh.
penyelan memang datang terakhir .

2025-01-25

0

Sweet Girl

Sweet Girl

Sulit, bukan berarti tidak bisa, Rain...

2025-03-13

0

lihat semua
Episodes
1 BSC 1.
2 BSC 2
3 BSC 3
4 BSC 4
5 BSC 5
6 BSC 6
7 BSC 7
8 BSC 8
9 BSC 9
10 BSC 10
11 BSC 11
12 BSC 12
13 BSC 13
14 BSC 14
15 BSC 15
16 BSC 16
17 BSC 17
18 BSC 18
19 BSC 19
20 BSC 20
21 BSC 21
22 BSC 22
23 BSC 23
24 BSC 24
25 BSC 25
26 BSC 26
27 BSC 27
28 BSC 28
29 BSC 29
30 BSC 30
31 BSC 31
32 BSC 32
33 BSC 33
34 BSC 34
35 BSC 35
36 BSC 36
37 BSC 37
38 BSC 38
39 BSC 39
40 BSC 40
41 BSC 41
42 BSC 42
43 BSC 43
44 BSC 44
45 BSC 45
46 BSC 46
47 BSC 47
48 BSC 48
49 BSC 49
50 BSC 50
51 BSC 51
52 BSC 52
53 BSC 53
54 BSC 54
55 BSC 55
56 BSC 56
57 BSC 57
58 BSC 58
59 BSC 59
60 BSC 60
61 BSC 61
62 BSC 62
63 BSC 63
64 BSC 64
65 BSC 65
66 BSC 66
67 BSC 67
68 BSC 68
69 BSC 69
70 BSC 70
71 BSC 71
72 BSC 72
73 BSC 73
74 BSC 74
75 BSC 75
76 BCS 76
77 BCS 77
78 BSC 78
79 BSC 79
80 BSC 80
81 BSC 81
82 BSC 82
83 BSC 83
84 BSC 84
85 BSC 85
86 BSC 86
87 BSC 87
88 BSC 88
89 BSC 89
90 BSC 90
91 BSC 91
92 BSC 92
93 BSC 93
94 BSC 94
95 BSC 95
96 Mau share bacaan aja.
97 BSC 96
98 BSC 97
99 BSC 98
100 BSC 99
101 BSC 100
102 BSC 101
103 BSC 102
104 BSC 103
105 BSC 104
106 BSC 105
107 BSC 106
108 BSC 107
109 BSC 108
110 BSC 109
111 BSC 110
112 BSC 111
113 BSC 112
114 BSC 113
115 BSC 114
116 BSC 115
117 BSC 116
118 BSC 117
119 BSC 118
120 BSC 119
121 BSC 120
122 BSC 121
123 BSC 122
124 BSC 123
125 BSC 124
126 BSC 125
127 BSC 126
128 BSC 127
129 BSC 128
130 BSC 129
131 BSC 130
132 BSC 131
133 BSC 132 (S2 part 1)
134 BSC 133 (S2 part 2)
135 BSC 134 (S2 Part 3)
136 BSC 135 (S2 Part 4)
137 BSC 136 (S2 Part 5)
138 BSC 137 (S2 Part 6)
139 BSC 138 (S2 Part 7)
140 BSC 139 (S2 Part 8)
141 BSC 140 (S2 Part 9)
142 BSC 141 (S2 Part 10)
143 BSC 142 (S2 Part 11)
144 BSC 143 (S2 Part 12)
145 BSC 144 (S2 Part 13)
146 BSC 145 (S2 Part 14)
147 BSC 146 (S2 Part 15)
148 BSC 147 (S2 Part 16)
149 BSC 148 (S2 Part 17)
150 BSC 149 (S2 Part 18)
151 BSC 150 (S2 Part 19)
152 BSC 151 (S2 Part 20)
153 BSC 152 (S2 Part 21)
154 BSC 153 (S2 Part 22)
155 BSC 154 (S2 Part 23)
156 BSC 155 (S2 Part 24)
157 BSC 156 (S2 Part 25)
158 BSC 157 (S2 Part 26)
159 BSC 158 (S3 Part 1)
160 BSC 159 (S3 Part 2)
161 BSC 160 (S3 Part 3)
162 BSC 161 (S3 Part 4)
163 BSC 162 (S3 Part 5)
164 BSC 163 (S3 Part 6)
165 BSC 164 (S3 Part 7)
166 BSC 165 (S3 Part 8)
167 BSC 166 (S3 Part 9)
168 BSC 167 (S3 Part 10)
169 BSC 168 (S3 Part 11)
170 BSC 169 (S3 Part 12)
171 BSC 170 (S3 Part 13)
172 BSC 171 (S3 Part 14)
173 BSC 172 (S3 Part 15)
174 BSC 173 (S3 Part 16)
175 BSC 174 (S3 Part 17)
176 BSC 175 (S3 Part 18)
177 BSC 176 (S3 Part 19)
178 BSC 177 (S3 Part 20)
179 BSC 178 (S3 Part 21)
180 BSC 179 (S3 Part 22)
181 BSC 180 (S3 Part 23)
182 BSC 181 (S3 Part 24)
183 BSC 182 (S3 Part 25)
184 BSC 183 (S3 Part 26)
185 BSC 184 (S3 Part 27)
186 BSC 185 (S3 Part 28)
187 BSC 186 (S3 Part 29)
188 BSC 187 (S3 Part 30)
189 BSC 188 (S3 Part 31)
190 BSC 189 (S3 Part 32)
191 BAC 190 (S3 Part 32)
192 BSC 191 (S3 Part 33)
193 BSC 192 (S3 Part 34)
194 BSC 193 (S3 Part 35)
195 BSC 194 (S3 Part 36)
196 BSC 195 (S3 Part 37)
197 BSC 196 (S3 Part 38)
198 BSC 197 (S3 Part 39)
199 BSC 198 (S3 Part 40)
200 BSC 199 (S3 Part 41)
201 BSC 200 (S3 Part 42)
202 BSC 201 (S3 Part 43)
203 BSC 202 (S3 Part 44)
204 BSC 203 (S3 Part 45)
205 BSC 204 (S3 Part 46)
206 BSC 205 (S3 Part 47)
207 BSC 206 (S3 Part 48)
208 BSC 207 (S3 Part 49)
209 BSC 208 (S3 Part 50)
210 BSC 209 (S3 Part 51)
211 BSC 210 (S3 Part 52)
212 BSC 211 (S3 Part 53)
213 BSC 212 (S3 Part 54)
214 BSC 213 (S3 Part 55)
215 BSC 214 (S3 Part 56)
216 BSC 215 (S3 Part 57)
217 BSC 216 (S3 Part 58)
218 BSC 217 (S3 Part 59)
219 BSC 218 (S3 Part 60)
220 BSC 219 (S3 Part 61)
221 BSC 220 (S3 Part 62)
222 BSC 221 (S3 Part 63)
223 BSC 222 (S3 Part 64)
224 BSC 223 (S3 Part 65)
225 BSC 224 (S3 Part 66)
226 BSC 225 (S3 Part 67)
227 BSC 226 (S3 Part 68)
228 BSC 227 (S3 Part 69)
229 BSC 228 (S3 Part 70)
230 BSC 229 (S3 Part 71)
231 BSC 230 (S3 Part 72)
232 BSC 231 (S3 Part 73)
233 BSC 232 (S3 Part 74)
234 BSC 233 (S3 Part 75)
235 BSC 234 (S3 Part 76)
236 BSC 235 (S3 Part 77)
237 BONCHAP 1
238 BONCHAP 2
239 Info cerita anak-anak Rainero cs dibuat dibuku baru
Episodes

Updated 239 Episodes

1
BSC 1.
2
BSC 2
3
BSC 3
4
BSC 4
5
BSC 5
6
BSC 6
7
BSC 7
8
BSC 8
9
BSC 9
10
BSC 10
11
BSC 11
12
BSC 12
13
BSC 13
14
BSC 14
15
BSC 15
16
BSC 16
17
BSC 17
18
BSC 18
19
BSC 19
20
BSC 20
21
BSC 21
22
BSC 22
23
BSC 23
24
BSC 24
25
BSC 25
26
BSC 26
27
BSC 27
28
BSC 28
29
BSC 29
30
BSC 30
31
BSC 31
32
BSC 32
33
BSC 33
34
BSC 34
35
BSC 35
36
BSC 36
37
BSC 37
38
BSC 38
39
BSC 39
40
BSC 40
41
BSC 41
42
BSC 42
43
BSC 43
44
BSC 44
45
BSC 45
46
BSC 46
47
BSC 47
48
BSC 48
49
BSC 49
50
BSC 50
51
BSC 51
52
BSC 52
53
BSC 53
54
BSC 54
55
BSC 55
56
BSC 56
57
BSC 57
58
BSC 58
59
BSC 59
60
BSC 60
61
BSC 61
62
BSC 62
63
BSC 63
64
BSC 64
65
BSC 65
66
BSC 66
67
BSC 67
68
BSC 68
69
BSC 69
70
BSC 70
71
BSC 71
72
BSC 72
73
BSC 73
74
BSC 74
75
BSC 75
76
BCS 76
77
BCS 77
78
BSC 78
79
BSC 79
80
BSC 80
81
BSC 81
82
BSC 82
83
BSC 83
84
BSC 84
85
BSC 85
86
BSC 86
87
BSC 87
88
BSC 88
89
BSC 89
90
BSC 90
91
BSC 91
92
BSC 92
93
BSC 93
94
BSC 94
95
BSC 95
96
Mau share bacaan aja.
97
BSC 96
98
BSC 97
99
BSC 98
100
BSC 99
101
BSC 100
102
BSC 101
103
BSC 102
104
BSC 103
105
BSC 104
106
BSC 105
107
BSC 106
108
BSC 107
109
BSC 108
110
BSC 109
111
BSC 110
112
BSC 111
113
BSC 112
114
BSC 113
115
BSC 114
116
BSC 115
117
BSC 116
118
BSC 117
119
BSC 118
120
BSC 119
121
BSC 120
122
BSC 121
123
BSC 122
124
BSC 123
125
BSC 124
126
BSC 125
127
BSC 126
128
BSC 127
129
BSC 128
130
BSC 129
131
BSC 130
132
BSC 131
133
BSC 132 (S2 part 1)
134
BSC 133 (S2 part 2)
135
BSC 134 (S2 Part 3)
136
BSC 135 (S2 Part 4)
137
BSC 136 (S2 Part 5)
138
BSC 137 (S2 Part 6)
139
BSC 138 (S2 Part 7)
140
BSC 139 (S2 Part 8)
141
BSC 140 (S2 Part 9)
142
BSC 141 (S2 Part 10)
143
BSC 142 (S2 Part 11)
144
BSC 143 (S2 Part 12)
145
BSC 144 (S2 Part 13)
146
BSC 145 (S2 Part 14)
147
BSC 146 (S2 Part 15)
148
BSC 147 (S2 Part 16)
149
BSC 148 (S2 Part 17)
150
BSC 149 (S2 Part 18)
151
BSC 150 (S2 Part 19)
152
BSC 151 (S2 Part 20)
153
BSC 152 (S2 Part 21)
154
BSC 153 (S2 Part 22)
155
BSC 154 (S2 Part 23)
156
BSC 155 (S2 Part 24)
157
BSC 156 (S2 Part 25)
158
BSC 157 (S2 Part 26)
159
BSC 158 (S3 Part 1)
160
BSC 159 (S3 Part 2)
161
BSC 160 (S3 Part 3)
162
BSC 161 (S3 Part 4)
163
BSC 162 (S3 Part 5)
164
BSC 163 (S3 Part 6)
165
BSC 164 (S3 Part 7)
166
BSC 165 (S3 Part 8)
167
BSC 166 (S3 Part 9)
168
BSC 167 (S3 Part 10)
169
BSC 168 (S3 Part 11)
170
BSC 169 (S3 Part 12)
171
BSC 170 (S3 Part 13)
172
BSC 171 (S3 Part 14)
173
BSC 172 (S3 Part 15)
174
BSC 173 (S3 Part 16)
175
BSC 174 (S3 Part 17)
176
BSC 175 (S3 Part 18)
177
BSC 176 (S3 Part 19)
178
BSC 177 (S3 Part 20)
179
BSC 178 (S3 Part 21)
180
BSC 179 (S3 Part 22)
181
BSC 180 (S3 Part 23)
182
BSC 181 (S3 Part 24)
183
BSC 182 (S3 Part 25)
184
BSC 183 (S3 Part 26)
185
BSC 184 (S3 Part 27)
186
BSC 185 (S3 Part 28)
187
BSC 186 (S3 Part 29)
188
BSC 187 (S3 Part 30)
189
BSC 188 (S3 Part 31)
190
BSC 189 (S3 Part 32)
191
BAC 190 (S3 Part 32)
192
BSC 191 (S3 Part 33)
193
BSC 192 (S3 Part 34)
194
BSC 193 (S3 Part 35)
195
BSC 194 (S3 Part 36)
196
BSC 195 (S3 Part 37)
197
BSC 196 (S3 Part 38)
198
BSC 197 (S3 Part 39)
199
BSC 198 (S3 Part 40)
200
BSC 199 (S3 Part 41)
201
BSC 200 (S3 Part 42)
202
BSC 201 (S3 Part 43)
203
BSC 202 (S3 Part 44)
204
BSC 203 (S3 Part 45)
205
BSC 204 (S3 Part 46)
206
BSC 205 (S3 Part 47)
207
BSC 206 (S3 Part 48)
208
BSC 207 (S3 Part 49)
209
BSC 208 (S3 Part 50)
210
BSC 209 (S3 Part 51)
211
BSC 210 (S3 Part 52)
212
BSC 211 (S3 Part 53)
213
BSC 212 (S3 Part 54)
214
BSC 213 (S3 Part 55)
215
BSC 214 (S3 Part 56)
216
BSC 215 (S3 Part 57)
217
BSC 216 (S3 Part 58)
218
BSC 217 (S3 Part 59)
219
BSC 218 (S3 Part 60)
220
BSC 219 (S3 Part 61)
221
BSC 220 (S3 Part 62)
222
BSC 221 (S3 Part 63)
223
BSC 222 (S3 Part 64)
224
BSC 223 (S3 Part 65)
225
BSC 224 (S3 Part 66)
226
BSC 225 (S3 Part 67)
227
BSC 226 (S3 Part 68)
228
BSC 227 (S3 Part 69)
229
BSC 228 (S3 Part 70)
230
BSC 229 (S3 Part 71)
231
BSC 230 (S3 Part 72)
232
BSC 231 (S3 Part 73)
233
BSC 232 (S3 Part 74)
234
BSC 233 (S3 Part 75)
235
BSC 234 (S3 Part 76)
236
BSC 235 (S3 Part 77)
237
BONCHAP 1
238
BONCHAP 2
239
Info cerita anak-anak Rainero cs dibuat dibuku baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!