BSC 11

Kata orang, cinta pertama anak perempuan itu adalah ayahnya sendiri. Ya, begitu pula Shenina dahulu. Namun semua berubah seiring waktu dan rasa sakit serta kecewa yang ayahnya torehkan dalam hatinya. Kenangan indah saat bersama ayahnya pun perlahan terkikik seiring kenangan-kenangan buruk yang terpatri dalam jiwa dan raganya.

Shenina yang tidak memiliki seorang pelindung hanya bisa memendam segala rasa sakitnya. Kesedihan, kekecewaan, luka, dan sakit hati pada sang ayah terlalu mendominasi. Entah akankah ia bisa memaafkan sikap sang ayah kelak?

Ah, tapi apa mungkin juga ayahnya akan menyesali perbuatannya? Apalagi selagi ia belum menemukan keterlibatan Ambar dalam kejadian masa lalu yang membuat ayahnya begitu membenci sang ibu.

Dengan langkah gontai, Shenina masuk ke perusahaan tempat ia bekerja selama beberapa tahun ini. Pipinya sedikit memar akibat tamparan keras dari sang ayah sebagai hukuman karena telah menyebabkan kaki Jessica terkilir. Untung saja Jessica hanya mengalami gegar otak ringan katanya. Kalau sampai parah, Harold akan benar-benar menghabisinya.

Shenina merasa miris dengan hidupnya. Sudahlah ditinggal sang ibu sejak masih kecil, tak dianggap ayahnya sendiri, ayahnya lebih sayang pada anak tirinya yang dianggapnya lebih baik dari pada dirinya. Lalu kehilangan kehormatan dengan cara yang menyedihkan, entah apalagi nanti masalah yang akan singgah di hidupnya. Mungkinkah ia akan sanggup bertahan menghadapi semua?

Shenina mendudukkan bokongnya di kursi kerjanya. Bersamaan itu pintu lift eksekutif terbuka, muncullah Rainero dari baliknya, tapi Shenina tidak menyadari itu.

Rainero memicing saat melihat memar di pipi Shenina. Rainero sebenarnya penasaran, tapi rasa gengsinya yang terlalu tinggi membuatnya memilih bungkam.

"Wajahnya kenapa memar begitu? Apa ada yang sudah melakukan kekerasan padanya? Dia juga tumben melamun sampai tidak sadar aku sudah datang," gumamnya, tapi hanya di dalam hati.

Wajah Shenina terlihat sekali seakan memiliki beban berat. Ada rasa bersalah bercokol di benak Rainero, tapi ia tidak tahu harus melakukan apa. Tidak mungkin kan tiba-tiba ia mengajaknya menikah untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Lagipula, Rainero tidak memiliki perasaan apapun pada Shenina, mana mungkin ia mau menikahi perempuan itu.

"Antarkan berkas dari Eternal King sekarang juga," ucap Rainero tiba-tiba membuat lamunan Shenina seketika buyar.

"A-apa, Pak? A-Anda sudah datang, Pak? Baik, Pak. Akan segera saya antarkan," ucap Shenina gelagapan.

Diam-diam Rainero mengulum senyum saat melihat wajah polos Shenina yang gelagapan.

"Ah, lagi-lagi aroma itu!"

Rainero menghempaskan bokongnya di kursi kebesarannya. Rainero memijat pelipisnya yang seketika pening. Pening karena kepala bawahnya tiba-tiba bangun. Semua terjadi hanya karena ia mencium aroma Shenina. Sungguh aneh. Setelah beberapa waktu ini miliknya tak mau bangun meskipun tangan dan mulut wanita bayarannya bekerja, tapi bila di dekat Shenina, bahkan hanya mencium aroma tubuhnya saja ia sudah seperti terang sang. Benar-benar gila.

...***...

Hari-hari berlalu begitu cepat, tak terasa sudah satu bulan berlalu semenjak kejadian tak terduga itu. Wajah Shenina makin tirus. Bibirnya pun tampak pucat dengan kantung mata yang menghitam. Diam-diam Rainero sering memperhatikan perubahan pada diri Shenina. Entah mengapa hatinya terusik kala melihat Shenina tampak tidak baik-baik saja.

Tring ...

Telepon di meja kerja Shenina berbunyi. Shenina pun gegas mengangkatnya saat tahu itu merupakan panggilan dari atasannya.

"Iya, pak."

"Pesan makan siang untuk dua orang."

"Apa Anda punya pesanan khusus?"

"Tidak. Terserah pesan apa."

"Baik, pak."

Setelah panggilan ditutup, Shenina lantas segera memesan makan siang Rainero di restoran langganan miliknya. Setelah memesan, Shenina kembali melakukan pekerjaannya. Saat sedang fokus dengan layar komputernya, tiba-tiba saja Axton telah duduk di hadapannya.

"Hai Shen," panggil Axton membuat Shenina sedikit terlonjak kaget.

"Eh, pak Axton. Apa ada yang bisa saya bantu?"

Axton menggeleng, "sebentar lagi jam makan siang, mau makan siang denganku?"

"Hah?"

"Ck ... pokoknya siang ini temani aku makan siang."

"Tapi aku ... "

"Sebentar lagi aku ke sini."

Tanpa sempat menolak, Axton sudah lebih dahulu beranjak dari sana meninggalkan Shenina yang mematung.

Shenina memijat pelipisnya. Entah Mengapa akhir-akhir ini kepalanya sering pusing. Belum lagi selera makannya hilang dan tiba-tiba saja mual bila mencium aroma makanan yang sedikit menyengat. Oleh sebab itu, ia jadi makin malas makan akhir-akhir ini. Ia khawatir, bagaimana kalau ia tiba-tiba mual saat makan siang dengan Axton nanti. Bisa-bisa Axton merasa jijik saat melihat dirinya mual secara tiba-tiba.

Tak lama kemudian, makan siang pesanan Rainero pun datang. Karena sudah masuk jam makan siang, Shenina pun segera mengantarkan makan siang itu pada Rainero.

"Pak, ini makan siang Anda," ujar Shenina seraya menyiapkan makan siang itu. Namun ia bingung, makan siang itu ada dua porsi, lantas untuk siapa satu porsinya, sedangkan Rainero hanya seorang diri di sana. Tidak mungkin kan Rainero hendak menghabiskan makanan itu seorang diri sebab ia hafal betul kalau Rainero makannya tidak begitu banyak. Dan tidak mungkin pula Rainero akan mengajak Axton makan bersama sebab Axton saja mengajak dirinya untuk makan berdua.

"Oh ya Shen, makan siang satunya un---"

"Shen, kau sudah siap?" tiba-tiba saja Axton masuk ke ruangan Rainero dan mengajak Shenina makan. Rainero yang ingin melanjutkan kalimatnya lantas terdiam.

"Ah, pak Axton, sebentar lagi, Pak," sahut Shenina dengan tangan sibuk menyiapkan makan siang Rainero.

"Kalian mau kemana?" tanya Rainero penasaran.

"Kami akan makan siang bersama," jawab Axton sambil tersenyum lebar.

Wajah Rainero seketika masam. Padahal ia membeli makan siang dia porsi agar bisa memberikannya pada Shenina. Bukan tanpa alasan, akhir-akhir ini ia perhatikan, Shenina jarang keluar makan siang. Setiap makan siang, Shenina selalu saja menyibukkan dirinya dengan pekerjaan. Ada rasa menggelitik hatinya, tapi rasa apa itu, Rainero pun tidak mengerti.

Mendengar Axton ingin makan siang dengan Shenina, seketika membuat mood Rainero anjlok. Bahkan untuk menyantap makan siangnya sendiri pun, Rainero merasa enggan. Entah ada apa dengan dirinya, dirinya pun tak tahu.

Sementara itu, di sebuah cafe yang ada di seberang kantor, Axton meminta Shenina untuk memesan makanan, tapi Shenina justru hanya memesan jus buah.

"Kau tidak makan?" tanya Axton heran. "Jangan bilang kau sedang diet!" imbuh Axton mencibir.

Shenina tersenyum kecil, lalu ia menggeleng, "tidak. Udah kurus kayak gini, mau dikurusin kayak gimana lagi?" Elak Shenina sambil terkekeh kecil.

"Lantas, kenapa kau hanya memesan jus buah? Kau tak perlu takut, aku yang akan membayarnya. Jadi pesan saja apa yang kau mau, tak perlu ragu."

"Nggak. Aku lagi nggak mood makan. Minum jus buah justru rasanya lebih menyegarkan."

"Aneh," ejek Axton sambil tersenyum kecil. "Ya sudah, terserah kau saja. Tapi kalau kau ingin sesuatu, pesan saja."

"Terima kasih, Pak."

"Ck ... bisa tidak, kalau di luar, panggil nama saja, tak perlu pak, pak, pak," protes Axton.

"Eh ... "

"Kenapa?"

"Emm ... nggak sih. Cuma ... apa tidak apa-apa?"

"Memangnya kenapa?"

"Bukannya terdengar tak sopan memanggil Anda dengan nama saja?"

Axton kembali berdecak, "santai aja, Shen."

"Baiklah ... Axton."

"Good," seru Axton sambil tersenyum lebar.

Mereka lantas menikmati makan siang mereka berdua sambil berbincang. Namun, Axton menangkap ekspresi tak biasa di wajah Shenina. Wajahnya memerah, seakan menahan sesuatu membuat Axton khawatir.

"Shen, kau ... "

"Pak eh maksudnya Axton, saya pamit ke toilet dulu sebentar," ujar Shenina dengan wajah yang telah memucat.

"Si-silahkan. Apa perlu ku bantu?"

Shenina menggeleng, "ti- ... " Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, Shenina pun gegas berlari menuju toilet yang ada di cafe tersebut.

Di dalam toilet, Shenina tak henti-hentinya memuntahkan isi perutnya. Awalnya jus yang ia minum yang keluar, tapi lama-lama hanya cairan saja yang keluar. Kepala Shenina berdentum nyeri, ia bingung kenapa akhir-akhir ini ia sering sakit kepala disertai mual.

Setelah berkumur dan mengelap wajahnya dengan tisu, Shenina pun segera membalikkan badannya untuk segera kembali ke meja mereka tadi. Tapi baru saja membalikkan badan, tiba-tiba ada seseorang yang menanyakan sesuatu yang seketika membuat otak Shenina berputar ke kejadian sebulan yang lalu.

"Miss, maaf, apa Anda punya pembalut?" tanya seorang perempuan yang seketika membuat Shenina terhenyak.

"Pem-pembalut?" beo Shenina.

"Iya, Miss. Saya mendadak kedatangan tamu. Mana saya lupa membawa pembalut. Apa Anda punya?"

Shenina yang memang selalu menyimpan dua buah pembalut di dalam tasnya untuk berjaga-jaga pun memberikan satu pada perempuan itu. Setelah mengucapkan terima kasih, perempuan itu pun bergegas masuk ke dalam salah satu bilik meninggalkan Shenina yang masih mematung sebab jadwal menstruasinya telah lewat 2 Minggu.

"Apa mungkin? Ah, tidak. Semoga saja tidak. Tapi ... bagaimana kalau ... " Shenina gelisah sendiri. Bahkan sampai di meja mereka tadi pun, Shenina jadi seperti orang linglung. Axton sampai khawatir apalagi saat melihat raut wajah Shenina yang makin pucat dari sebelumnya. Axton telah bertanya apa yang terjadi, tapi Shenina bungkam. Setibanya di kantor lantas Axton pun meminta Shenina pulang lebih awal.

"Kau tidak jadi makan?" tanya Axton saat memasuki ruangan Rainero dan ternyata makan siang yang tadi Shenina siapkan tidak disantap Rainero sama sekali.

Rainero mendelik sebal. Entah kenapa ia kesal karena Shenina justru makan siang dengan Axton.

Rainero enggan menjawab. Ia lantas melanjutkan pekerjaannya.

"Minta dia bereskan makanan itu. Aku sudah keburu mual melihatnya," ketus Rainero.

"Maksudmu ... Shenina?"

"Kau pikir siapa?"

"Yah, bisa saja OB atau OG kan?"

Rainero berdecak, "panggil dia, cepat!"

"Biar OG saja yang membersihkannya. Shenina sudah pulang."

"Hah? Tapi ini masih jam kerja."

"Shenina sepertinya sedang tidak enak badan. Kita paksakan dia bekerja pun hasilnya tak akan maksimal," sela Axton sambil berkacak pinggang. Ia kesal sendiri dengan respon Rainero yang seakan tidak memiliki perasaan.

Rainero menghembuskan nafas panjang membenarkan perkataan Axton. Ia pun sebenarnya sedikit khawatir dengan kondisi Shenina. Tapi tak mungkin ia menunjukkan kepeduliannya, bukan. Ingat, Rainero memiliki rasa gengsi yang tinggi. Jadi mana mungkin ia tiba-tiba menunjukkan kepeduliannya. Bisa-bisa perempuan itu merasa tinggi hati, itu pikirnya.

...***...

...HAPPY READING 🥰🥰🥰...

Terpopuler

Comments

Astrid Nandistya Hayoto

Astrid Nandistya Hayoto

Siapa yg tinggi hati Rai,, tu Shen hamil anak mu.
semoga Shen bisa jalani ini semuanya.

2025-02-05

0

Wirda Wati

Wirda Wati

harod sadarlah...itu darah dagingmu satu satunya.
sebelum nasi jadi bubur sadarlah

2025-01-25

0

Sweet Girl

Sweet Girl

Sombong kali kau leee

2025-03-13

0

lihat semua
Episodes
1 BSC 1.
2 BSC 2
3 BSC 3
4 BSC 4
5 BSC 5
6 BSC 6
7 BSC 7
8 BSC 8
9 BSC 9
10 BSC 10
11 BSC 11
12 BSC 12
13 BSC 13
14 BSC 14
15 BSC 15
16 BSC 16
17 BSC 17
18 BSC 18
19 BSC 19
20 BSC 20
21 BSC 21
22 BSC 22
23 BSC 23
24 BSC 24
25 BSC 25
26 BSC 26
27 BSC 27
28 BSC 28
29 BSC 29
30 BSC 30
31 BSC 31
32 BSC 32
33 BSC 33
34 BSC 34
35 BSC 35
36 BSC 36
37 BSC 37
38 BSC 38
39 BSC 39
40 BSC 40
41 BSC 41
42 BSC 42
43 BSC 43
44 BSC 44
45 BSC 45
46 BSC 46
47 BSC 47
48 BSC 48
49 BSC 49
50 BSC 50
51 BSC 51
52 BSC 52
53 BSC 53
54 BSC 54
55 BSC 55
56 BSC 56
57 BSC 57
58 BSC 58
59 BSC 59
60 BSC 60
61 BSC 61
62 BSC 62
63 BSC 63
64 BSC 64
65 BSC 65
66 BSC 66
67 BSC 67
68 BSC 68
69 BSC 69
70 BSC 70
71 BSC 71
72 BSC 72
73 BSC 73
74 BSC 74
75 BSC 75
76 BCS 76
77 BCS 77
78 BSC 78
79 BSC 79
80 BSC 80
81 BSC 81
82 BSC 82
83 BSC 83
84 BSC 84
85 BSC 85
86 BSC 86
87 BSC 87
88 BSC 88
89 BSC 89
90 BSC 90
91 BSC 91
92 BSC 92
93 BSC 93
94 BSC 94
95 BSC 95
96 Mau share bacaan aja.
97 BSC 96
98 BSC 97
99 BSC 98
100 BSC 99
101 BSC 100
102 BSC 101
103 BSC 102
104 BSC 103
105 BSC 104
106 BSC 105
107 BSC 106
108 BSC 107
109 BSC 108
110 BSC 109
111 BSC 110
112 BSC 111
113 BSC 112
114 BSC 113
115 BSC 114
116 BSC 115
117 BSC 116
118 BSC 117
119 BSC 118
120 BSC 119
121 BSC 120
122 BSC 121
123 BSC 122
124 BSC 123
125 BSC 124
126 BSC 125
127 BSC 126
128 BSC 127
129 BSC 128
130 BSC 129
131 BSC 130
132 BSC 131
133 BSC 132 (S2 part 1)
134 BSC 133 (S2 part 2)
135 BSC 134 (S2 Part 3)
136 BSC 135 (S2 Part 4)
137 BSC 136 (S2 Part 5)
138 BSC 137 (S2 Part 6)
139 BSC 138 (S2 Part 7)
140 BSC 139 (S2 Part 8)
141 BSC 140 (S2 Part 9)
142 BSC 141 (S2 Part 10)
143 BSC 142 (S2 Part 11)
144 BSC 143 (S2 Part 12)
145 BSC 144 (S2 Part 13)
146 BSC 145 (S2 Part 14)
147 BSC 146 (S2 Part 15)
148 BSC 147 (S2 Part 16)
149 BSC 148 (S2 Part 17)
150 BSC 149 (S2 Part 18)
151 BSC 150 (S2 Part 19)
152 BSC 151 (S2 Part 20)
153 BSC 152 (S2 Part 21)
154 BSC 153 (S2 Part 22)
155 BSC 154 (S2 Part 23)
156 BSC 155 (S2 Part 24)
157 BSC 156 (S2 Part 25)
158 BSC 157 (S2 Part 26)
159 BSC 158 (S3 Part 1)
160 BSC 159 (S3 Part 2)
161 BSC 160 (S3 Part 3)
162 BSC 161 (S3 Part 4)
163 BSC 162 (S3 Part 5)
164 BSC 163 (S3 Part 6)
165 BSC 164 (S3 Part 7)
166 BSC 165 (S3 Part 8)
167 BSC 166 (S3 Part 9)
168 BSC 167 (S3 Part 10)
169 BSC 168 (S3 Part 11)
170 BSC 169 (S3 Part 12)
171 BSC 170 (S3 Part 13)
172 BSC 171 (S3 Part 14)
173 BSC 172 (S3 Part 15)
174 BSC 173 (S3 Part 16)
175 BSC 174 (S3 Part 17)
176 BSC 175 (S3 Part 18)
177 BSC 176 (S3 Part 19)
178 BSC 177 (S3 Part 20)
179 BSC 178 (S3 Part 21)
180 BSC 179 (S3 Part 22)
181 BSC 180 (S3 Part 23)
182 BSC 181 (S3 Part 24)
183 BSC 182 (S3 Part 25)
184 BSC 183 (S3 Part 26)
185 BSC 184 (S3 Part 27)
186 BSC 185 (S3 Part 28)
187 BSC 186 (S3 Part 29)
188 BSC 187 (S3 Part 30)
189 BSC 188 (S3 Part 31)
190 BSC 189 (S3 Part 32)
191 BAC 190 (S3 Part 32)
192 BSC 191 (S3 Part 33)
193 BSC 192 (S3 Part 34)
194 BSC 193 (S3 Part 35)
195 BSC 194 (S3 Part 36)
196 BSC 195 (S3 Part 37)
197 BSC 196 (S3 Part 38)
198 BSC 197 (S3 Part 39)
199 BSC 198 (S3 Part 40)
200 BSC 199 (S3 Part 41)
201 BSC 200 (S3 Part 42)
202 BSC 201 (S3 Part 43)
203 BSC 202 (S3 Part 44)
204 BSC 203 (S3 Part 45)
205 BSC 204 (S3 Part 46)
206 BSC 205 (S3 Part 47)
207 BSC 206 (S3 Part 48)
208 BSC 207 (S3 Part 49)
209 BSC 208 (S3 Part 50)
210 BSC 209 (S3 Part 51)
211 BSC 210 (S3 Part 52)
212 BSC 211 (S3 Part 53)
213 BSC 212 (S3 Part 54)
214 BSC 213 (S3 Part 55)
215 BSC 214 (S3 Part 56)
216 BSC 215 (S3 Part 57)
217 BSC 216 (S3 Part 58)
218 BSC 217 (S3 Part 59)
219 BSC 218 (S3 Part 60)
220 BSC 219 (S3 Part 61)
221 BSC 220 (S3 Part 62)
222 BSC 221 (S3 Part 63)
223 BSC 222 (S3 Part 64)
224 BSC 223 (S3 Part 65)
225 BSC 224 (S3 Part 66)
226 BSC 225 (S3 Part 67)
227 BSC 226 (S3 Part 68)
228 BSC 227 (S3 Part 69)
229 BSC 228 (S3 Part 70)
230 BSC 229 (S3 Part 71)
231 BSC 230 (S3 Part 72)
232 BSC 231 (S3 Part 73)
233 BSC 232 (S3 Part 74)
234 BSC 233 (S3 Part 75)
235 BSC 234 (S3 Part 76)
236 BSC 235 (S3 Part 77)
237 BONCHAP 1
238 BONCHAP 2
239 Info cerita anak-anak Rainero cs dibuat dibuku baru
Episodes

Updated 239 Episodes

1
BSC 1.
2
BSC 2
3
BSC 3
4
BSC 4
5
BSC 5
6
BSC 6
7
BSC 7
8
BSC 8
9
BSC 9
10
BSC 10
11
BSC 11
12
BSC 12
13
BSC 13
14
BSC 14
15
BSC 15
16
BSC 16
17
BSC 17
18
BSC 18
19
BSC 19
20
BSC 20
21
BSC 21
22
BSC 22
23
BSC 23
24
BSC 24
25
BSC 25
26
BSC 26
27
BSC 27
28
BSC 28
29
BSC 29
30
BSC 30
31
BSC 31
32
BSC 32
33
BSC 33
34
BSC 34
35
BSC 35
36
BSC 36
37
BSC 37
38
BSC 38
39
BSC 39
40
BSC 40
41
BSC 41
42
BSC 42
43
BSC 43
44
BSC 44
45
BSC 45
46
BSC 46
47
BSC 47
48
BSC 48
49
BSC 49
50
BSC 50
51
BSC 51
52
BSC 52
53
BSC 53
54
BSC 54
55
BSC 55
56
BSC 56
57
BSC 57
58
BSC 58
59
BSC 59
60
BSC 60
61
BSC 61
62
BSC 62
63
BSC 63
64
BSC 64
65
BSC 65
66
BSC 66
67
BSC 67
68
BSC 68
69
BSC 69
70
BSC 70
71
BSC 71
72
BSC 72
73
BSC 73
74
BSC 74
75
BSC 75
76
BCS 76
77
BCS 77
78
BSC 78
79
BSC 79
80
BSC 80
81
BSC 81
82
BSC 82
83
BSC 83
84
BSC 84
85
BSC 85
86
BSC 86
87
BSC 87
88
BSC 88
89
BSC 89
90
BSC 90
91
BSC 91
92
BSC 92
93
BSC 93
94
BSC 94
95
BSC 95
96
Mau share bacaan aja.
97
BSC 96
98
BSC 97
99
BSC 98
100
BSC 99
101
BSC 100
102
BSC 101
103
BSC 102
104
BSC 103
105
BSC 104
106
BSC 105
107
BSC 106
108
BSC 107
109
BSC 108
110
BSC 109
111
BSC 110
112
BSC 111
113
BSC 112
114
BSC 113
115
BSC 114
116
BSC 115
117
BSC 116
118
BSC 117
119
BSC 118
120
BSC 119
121
BSC 120
122
BSC 121
123
BSC 122
124
BSC 123
125
BSC 124
126
BSC 125
127
BSC 126
128
BSC 127
129
BSC 128
130
BSC 129
131
BSC 130
132
BSC 131
133
BSC 132 (S2 part 1)
134
BSC 133 (S2 part 2)
135
BSC 134 (S2 Part 3)
136
BSC 135 (S2 Part 4)
137
BSC 136 (S2 Part 5)
138
BSC 137 (S2 Part 6)
139
BSC 138 (S2 Part 7)
140
BSC 139 (S2 Part 8)
141
BSC 140 (S2 Part 9)
142
BSC 141 (S2 Part 10)
143
BSC 142 (S2 Part 11)
144
BSC 143 (S2 Part 12)
145
BSC 144 (S2 Part 13)
146
BSC 145 (S2 Part 14)
147
BSC 146 (S2 Part 15)
148
BSC 147 (S2 Part 16)
149
BSC 148 (S2 Part 17)
150
BSC 149 (S2 Part 18)
151
BSC 150 (S2 Part 19)
152
BSC 151 (S2 Part 20)
153
BSC 152 (S2 Part 21)
154
BSC 153 (S2 Part 22)
155
BSC 154 (S2 Part 23)
156
BSC 155 (S2 Part 24)
157
BSC 156 (S2 Part 25)
158
BSC 157 (S2 Part 26)
159
BSC 158 (S3 Part 1)
160
BSC 159 (S3 Part 2)
161
BSC 160 (S3 Part 3)
162
BSC 161 (S3 Part 4)
163
BSC 162 (S3 Part 5)
164
BSC 163 (S3 Part 6)
165
BSC 164 (S3 Part 7)
166
BSC 165 (S3 Part 8)
167
BSC 166 (S3 Part 9)
168
BSC 167 (S3 Part 10)
169
BSC 168 (S3 Part 11)
170
BSC 169 (S3 Part 12)
171
BSC 170 (S3 Part 13)
172
BSC 171 (S3 Part 14)
173
BSC 172 (S3 Part 15)
174
BSC 173 (S3 Part 16)
175
BSC 174 (S3 Part 17)
176
BSC 175 (S3 Part 18)
177
BSC 176 (S3 Part 19)
178
BSC 177 (S3 Part 20)
179
BSC 178 (S3 Part 21)
180
BSC 179 (S3 Part 22)
181
BSC 180 (S3 Part 23)
182
BSC 181 (S3 Part 24)
183
BSC 182 (S3 Part 25)
184
BSC 183 (S3 Part 26)
185
BSC 184 (S3 Part 27)
186
BSC 185 (S3 Part 28)
187
BSC 186 (S3 Part 29)
188
BSC 187 (S3 Part 30)
189
BSC 188 (S3 Part 31)
190
BSC 189 (S3 Part 32)
191
BAC 190 (S3 Part 32)
192
BSC 191 (S3 Part 33)
193
BSC 192 (S3 Part 34)
194
BSC 193 (S3 Part 35)
195
BSC 194 (S3 Part 36)
196
BSC 195 (S3 Part 37)
197
BSC 196 (S3 Part 38)
198
BSC 197 (S3 Part 39)
199
BSC 198 (S3 Part 40)
200
BSC 199 (S3 Part 41)
201
BSC 200 (S3 Part 42)
202
BSC 201 (S3 Part 43)
203
BSC 202 (S3 Part 44)
204
BSC 203 (S3 Part 45)
205
BSC 204 (S3 Part 46)
206
BSC 205 (S3 Part 47)
207
BSC 206 (S3 Part 48)
208
BSC 207 (S3 Part 49)
209
BSC 208 (S3 Part 50)
210
BSC 209 (S3 Part 51)
211
BSC 210 (S3 Part 52)
212
BSC 211 (S3 Part 53)
213
BSC 212 (S3 Part 54)
214
BSC 213 (S3 Part 55)
215
BSC 214 (S3 Part 56)
216
BSC 215 (S3 Part 57)
217
BSC 216 (S3 Part 58)
218
BSC 217 (S3 Part 59)
219
BSC 218 (S3 Part 60)
220
BSC 219 (S3 Part 61)
221
BSC 220 (S3 Part 62)
222
BSC 221 (S3 Part 63)
223
BSC 222 (S3 Part 64)
224
BSC 223 (S3 Part 65)
225
BSC 224 (S3 Part 66)
226
BSC 225 (S3 Part 67)
227
BSC 226 (S3 Part 68)
228
BSC 227 (S3 Part 69)
229
BSC 228 (S3 Part 70)
230
BSC 229 (S3 Part 71)
231
BSC 230 (S3 Part 72)
232
BSC 231 (S3 Part 73)
233
BSC 232 (S3 Part 74)
234
BSC 233 (S3 Part 75)
235
BSC 234 (S3 Part 76)
236
BSC 235 (S3 Part 77)
237
BONCHAP 1
238
BONCHAP 2
239
Info cerita anak-anak Rainero cs dibuat dibuku baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!