Bab 17. Perubahan

Meskipun Erzan sudah ditampar oleh beberapa fakta tentang Aina. Namun, entah kenapa dia tidak bisa menerimanya. Dia selalu memungkiri semua itu dengan bersikap seolah membenci Aina.

Padahal dia tak bisa menampik, kalau dirinya mulai tertarik pada gadis cantik ini. Diam-diam gairah Erzan terpancing.

"Tuan, ada apa?" tanya Aina memberanikan diri membuka suara ketika Erzan sudah berada tepat di depannya.

Dia ingin sekali mundur, tetapi kakinya seperti tak dapat digerakkan. Dia sangat gugup sekarang, melihat tatapan Erzan yang sulit diartikan.

Hingga dengan tiba-tiba Erzan meraih pergelangan tangan Aina. Dia terdiam sesaat seraya memandang gelang yang melingkar di tangan kiri istrinya. Gelang yang tidak pernah dia lihat sebelumnya.

Namun, karena tak mau ambil pusing, Erzan mengabaikan benda itu.

"Dari mana saja kamu seharian ini?" tanya Erzan dengan nada dingin. Sebab saat dia menghubungi Naumi dan menanyakan keberadaan Aina, ternyata gadis ini belum ada di rumah.

"Aku, aku ...." Aina nampak tergagap dalam menjawab, hingga membuat Erzan naik pitam.

"Aku menyuruhmu untuk pergi berbelanja, bukan untuk keluyuran! Apakah kamu tidak paham dengan ucapanku?!" sentak Erzan dengan keras, bahkan kelima jarinya mencengkram erat lengan Aina, hingga gadis itu meringis.

"JAWAB, KE MANA KAMU PERGI!"

Pria paruh baya itu semakin menuntut, membuat Aina kian tertekan.

Mau tak mau akhirnya Aina menjawab dengan jujur, "Aku menemui kedua orang tuaku. Karena ayah masuk rumah sakit, Tuan. Apakah itu salah?"

Mendengar itu, Erzan terdiam dengan otaknya yang berjalan. Lagi-lagi dia sadar, bahwa selama ini dia telah mengurung Aina di rumahnya. Gadis itu tak bisa pergi ke mana-mana, bahkan menemui orang tuanya saja susah.

Akan tetapi karena Erzan adalah orang yang pantang untuk disalahkan. Dia tidak mau mendengarkan alasan Aina.

Rasa gengsi Erzan benar-benar mengalahkan segalanya.

"Tapi kamu bisa menghubungiku terlebih dahulu. Ingatlah, bahwa aku yang memegang kendali atas rumah ini dan isinya, termasuk kamu!" tunjuk Erzan dengan mata yang menyalak tajam.

Lantas detik selanjutnya ia melepaskan tangan Aina dengan begitu kasar. Sampai-sampai tubuh Aina jatuh ke lantai.

Beruntung Aina memegang handuknya dengan kuat. Jadi, Erzan tidak bisa melihat semuanya.

"Jangan pernah lakukan hal itu lagi, atau kamu akan tahu akibatnya! Kamu sudah kenal aku 'kan? Aku adalah orang yang kejam!" cetus Erzan sebelum akhirnya dia pergi dari kamar Aina, dengan membanting pintu.

Sementara Aina langsung menutup matanya rapat-rapat. Tidak, dia tidak boleh marah. Justru dia harus bersyukur karena ternyata Erzan tidak berubah.

*

*

*

Hari demi hari berganti, dan selama itu Erzan merasakan perubahan Aina. Gadis itu jadi terlihat lebih ceria, meski Erzan masih sering memarahinya.

Dan kalian pasti sudah tahu apa alasannya. Ya, Gavin adalah satu-satunya sosok yang membuat Aina masih betah berada di rumah utama.

Erzan tak mengerti kenapa dia jadi kerap memikirkan Aina. Bahkan tak ada lagi gairah untuk bercinta dengan wanita-wanita panggilannya.

Ada sesuatu yang membuatnya penasaran. Hingga dia tidak akan pernah puas, sebelum mendapatkannya secara utuh.

"Cih, apakah dia memakai keluguannya untuk menggodaku?" gumam Erzan, mulai menjilat ludahnya sendiri.

Kini dia sedang dalam perjalanan pulang. Namun, setibanya di rumah Erzan tidak sedikit pun keluar dari kamar.

Dia terus mengurung diri, bahkan melewatkan makan malam. Naumi sudah beberapa kali mengingatkannya, tetapi Erzan tetap tak mau dengar.

Sementara Gavin masih ada di bengkel, karena masih mengerjakan beberapa pekerjaan.

Hingga saat waktu menunjukkan pukul 9 malam. Erzan meminta Naumi untuk memanggil Aina agar menemuinya di kamar.

Patuh, Naumi pun menjalankan perintah tuannya. Sedangkan Aina terus bertanya-tanya, untuk apa Erzan memangilnya malam-malam begini?

Apakah ada sesuatu yang penting?

"Bibi benar-benar tidak tahu?" tanya Aina sebelum menaiki tangga.

Naumi menganggukkan kepala.

"Benar, Nona, Tuan tidak bicara apa-apa."

Aina menghela nafas panjang, akhirnya dia melangkah gontai untuk sampai di kamar Erzan. Ketika dia hendak mengetuk pintu, gerakan tangannya terlihat ragu.

Akan tetapi jika dia membuat Erzan menunggu, sudah tentu dia akan dimarahi oleh pria paruh baya itu.

Tok Tok Tok ...

Selesai ketukan terakhir, Aina langsung mendengar suara suaminya.

"Masuk!"

Lagi, Aina menarik nafas dalam-dalam lalu membuangnya secara perlahan. Kenop pintu mulai berputar, hingga detik selanjutnya benda persegi panjang itu terbuka.

Aina masuk dan melihat Erzan yang membelakanginya.

Sebelum gadis itu bertanya, Erzan lebih dulu angkat bicara. "Persiapkan dirimu. Aku akan meminta hakku malam ini."

Deg.

***

Aina harus gimana gaes menurut kalian 🥺🥺🥺

Terpopuler

Comments

IbuNaGara

IbuNaGara

waduhhh

2024-04-03

0

Anonim

Anonim

wuuuaaadddoooooohhhhh.....dapat perawan neehhh bandot tua wkwkwk

2024-02-24

0

Pia Palinrungi

Pia Palinrungi

aduhhh givan cepet pulang nolongin aina, daddy sdh kerasukan setan walaupun haknya tp awalnya jahat, gak pantas u aina

2024-01-13

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Menjadi Tumbal
2 Bab 2. Rumah Utama
3 Bab 3. Mendapati Kenyataan
4 Bab 4. Gavin Robinson
5 Bab 5. Penolakan
6 Bab 6. Alasan
7 Bab 7. Tidak Pantas
8 Bab 8. Kepercayaan Yang Terkoyak
9 Bab 9. Runtuh
10 Bab 10. Terasa Sangat Rumit
11 Bab 11. Canggung
12 Bab 12. Tidur Bersama
13 Bab 13. Ruang Kerja Erzan
14 Bab 14. Couple
15 Bab 15. Kambuh
16 Bab 16. Baru Sadar
17 Bab 17. Perubahan
18 Bab 18. Tidak Adil
19 Bab 19. Jadikan Aku Milikmu
20 Bab 20. Surat Perjanjian
21 Bab 21. Tidak Akan Mengalah
22 Bab 22. Beri Aku Waktu
23 Bab 23. Curiga
24 Bab 24. Hubungan Terlarang
25 Bab 25. Kejanggalan
26 Bab 26. Ujian Baru
27 Bab 27. Penyebab Utama
28 Bab 28. Menjenguk Gavin
29 Bab 29. Nomor Tak Dikenal
30 Bab 30. Negoisasi
31 Bab 31. Bekerja Sama
32 Bab 32. Terlalu Meremehkan
33 Bab 33. Menerima Tawaran
34 Bab 34. Merindukanmu
35 Bab 35. Keadaan Berbalik
36 Bab 36. Berusaha Kabur
37 Bab 37. Kebenaran Pasti Akan Terungkap
38 Bab 38. Fakta Baru
39 Bab 39. Selesaikan Hubungan Ini
40 Bab 40. Tunggu Aku
41 Bab 41. Pindah
42 Bab 42. Aku Adalah Yang Pertama
43 Bab 43. Aku Mohon
44 Bab 44. Masih Tentang Aina
45 Bab 45. Mengaku Salah
46 Bab 46. Restu
47 Bab 47. Menjenguk Danesh
48 Bab 48. Pernikahan
49 Bab 49. Bahagianya Ada Padamu
50 Bab 50. Touch Me Slowly
51 Bab 51. Semakin Berani
52 Bab 52. Di Luar
53 Bab 53. Berjanjilah Padaku
54 Bab 54. Sidang
55 Bab 55. Kembali Ke Rumah Utama
56 Bab 56. Memimpin Perusahaan
57 Bab 57. Guzelim Davira Robinson
58 Bab 58. Agenda Tiap Minggu
59 Bab 59. Aku Akan Buktikan
60 Bab 60. Membahas Adik
61 Bab 61. Menepati Ucapan
62 Bab 62. Permintaan Guzel
63 Bab 63. Bagaimana Menurutmu?
64 Bab 64. Siapa Pria Itu?
65 Bab 65. Pertengkaran Anak dan Ibu
66 Bab 66. Menyesal
67 Bab 67. Menahan Emosi
68 Bab 68. Keputusan
69 Bab 69. Makan Malam Keluarga
70 Bab 70. Takdir
71 New Novel
72 New Novel
Episodes

Updated 72 Episodes

1
Bab 1. Menjadi Tumbal
2
Bab 2. Rumah Utama
3
Bab 3. Mendapati Kenyataan
4
Bab 4. Gavin Robinson
5
Bab 5. Penolakan
6
Bab 6. Alasan
7
Bab 7. Tidak Pantas
8
Bab 8. Kepercayaan Yang Terkoyak
9
Bab 9. Runtuh
10
Bab 10. Terasa Sangat Rumit
11
Bab 11. Canggung
12
Bab 12. Tidur Bersama
13
Bab 13. Ruang Kerja Erzan
14
Bab 14. Couple
15
Bab 15. Kambuh
16
Bab 16. Baru Sadar
17
Bab 17. Perubahan
18
Bab 18. Tidak Adil
19
Bab 19. Jadikan Aku Milikmu
20
Bab 20. Surat Perjanjian
21
Bab 21. Tidak Akan Mengalah
22
Bab 22. Beri Aku Waktu
23
Bab 23. Curiga
24
Bab 24. Hubungan Terlarang
25
Bab 25. Kejanggalan
26
Bab 26. Ujian Baru
27
Bab 27. Penyebab Utama
28
Bab 28. Menjenguk Gavin
29
Bab 29. Nomor Tak Dikenal
30
Bab 30. Negoisasi
31
Bab 31. Bekerja Sama
32
Bab 32. Terlalu Meremehkan
33
Bab 33. Menerima Tawaran
34
Bab 34. Merindukanmu
35
Bab 35. Keadaan Berbalik
36
Bab 36. Berusaha Kabur
37
Bab 37. Kebenaran Pasti Akan Terungkap
38
Bab 38. Fakta Baru
39
Bab 39. Selesaikan Hubungan Ini
40
Bab 40. Tunggu Aku
41
Bab 41. Pindah
42
Bab 42. Aku Adalah Yang Pertama
43
Bab 43. Aku Mohon
44
Bab 44. Masih Tentang Aina
45
Bab 45. Mengaku Salah
46
Bab 46. Restu
47
Bab 47. Menjenguk Danesh
48
Bab 48. Pernikahan
49
Bab 49. Bahagianya Ada Padamu
50
Bab 50. Touch Me Slowly
51
Bab 51. Semakin Berani
52
Bab 52. Di Luar
53
Bab 53. Berjanjilah Padaku
54
Bab 54. Sidang
55
Bab 55. Kembali Ke Rumah Utama
56
Bab 56. Memimpin Perusahaan
57
Bab 57. Guzelim Davira Robinson
58
Bab 58. Agenda Tiap Minggu
59
Bab 59. Aku Akan Buktikan
60
Bab 60. Membahas Adik
61
Bab 61. Menepati Ucapan
62
Bab 62. Permintaan Guzel
63
Bab 63. Bagaimana Menurutmu?
64
Bab 64. Siapa Pria Itu?
65
Bab 65. Pertengkaran Anak dan Ibu
66
Bab 66. Menyesal
67
Bab 67. Menahan Emosi
68
Bab 68. Keputusan
69
Bab 69. Makan Malam Keluarga
70
Bab 70. Takdir
71
New Novel
72
New Novel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!