BAB 17

"Arsen kemana ya? Sampai jam 12 kenapa belum pulang." Naya tidak bisa tidur karena sampai tengah malam Arsen belum juga pulang. Bahkan dia sudah menghubungi nomor Arsen berulang kali tapi nomornya tidak aktif. Naya takut terjadi apa-apa dengan Arsen. Bagaimana kalau Arsen ikut balapan lagi dan celaka?

Naya kini turun dari ranjang dan keluar dari kamarnya. Dia menunggu Arsen di ruang tamu dengan gelisah.

Beberapa saat kemudian terdengar suara motor Arsen berhenti di depan rumah. Naya segera membuka pintu rumahnya. Dia melihat Arsen turun dari motornya dengan sempoyongan. Saat Arsen mendekat tercium bau alkohol yang sangat pekat.

"Arsen kenapa lo mabuk lagi?"

"Peduli apa lo sama gue." Arsen masuk ke dalam rumah dengan langkahnya yang gontai. Dia kini masuk ke dalam kamar dan melepas jaketnya.

"Arsen, gue gak suka lo mabuk gini. Lo jangan tidur di kamar. Lo bau alkohol." Naya menarik tubuh Arsen tapi Arsen justru mendorong Naya dengan kasar hingga dia terjatuh.

"Lo aja yang keluar dari sini!" bentak Arsen dengan keras. "Buat apa lo bertahan sama gue! Lo sekarang udah punya penghasilan. Lo udah bisa hidup sendiri!"

Mendapat bentakan dari Arsen seketika Naya menangis. Baru kali ini Arsen berkata kasar padanya. Bahkan Arsen sudah berani mendorongnya.

"Lo ingin gue pergi dari sini?" Naya berdiri sambil menghapus asal air matanya.

"Iya! Lo pergi aja sana! Jangan kembali lagi sama gue!"

Seketika Naya mengambil kopernya dan memasukkan beberapa pakaiannya. "Oke, gue akan pergi sekarang juga!" Meski dia sendiri tidak tahu harus pergi kemana di tengah malam itu.

Arsen kini menghempaskan tubuhnya di atas ranjang sambil memijat kepalanya yang terasa sangat pusing.

Sedangkan Naya memakai jaketnya lalu keluar dari rumah sambil membawa tas dan kopernya. Dia tidak tahu harus kemana malam itu?

Naya kini berjalan di pinggir jalan sendirian. Sebenarnya dia takut, tapi mau bagaimana lagi. Dia tidak suka dengan sikap Arsen yang kasar seperti itu. Meskipun dia tahu Arsen dalam pengaruh minuman keras tapi tetap saja dia sakit hati mendengar bentakan dan usiran dari Arsen.

"Gue kira lo udah berubah. Ternyata lo masih sama seperti dulu." Naya kembali mengusap air matanya dan berjalan pelan.

"Apa untuk sementara gue ke rumah Rani aja baru gue cari kos besok."

Naya mengambil ponselnya dan mencoba memesan ojek online tapi tidak ada driver yang menerimanya. "Trus ini gimana?"

Naya melihat sekitar tempat itu. Jalanan sangat gelap, dia semakin takut. Dia melangkahkan kakinya menuju ke arah rumah Rani meski sangat jauh dari tempat itu.

Tiba-tiba ada tiga orang preman yang mendekat dengan senyum menyeringainya.

"Tengah malam kenapa jalan sendiri?"

"Open B.O?"

"Atau mau sama kita secara gratis?"

Tiga preman itu semakin mendekati Naya bahkan sudah berani menyentuhnya.

Naya memundurkan langkahnya. Dia dalam bahaya. Kemudian Naya mengangkat koper itu dan melempar koper itu hingga menimpa mereka bertiga lalu dia berlari sekuat tenaganya tanpa arah karena preman-preman itu tetap mengejarnya.

"Hai, jangan kabur!"

***

Arsen kini membuka matanya, kemudian dia duduk di tepi ranjang. Kepalanya masih terasa sangat berat.

"Apa yang udah gue katakan sama Naya? Harusnya gue gak usir Naya."

Arsen berdiri lalu dia berjalan menuju dapur untuk mengambil air putih.

Setelah meminum air putih sampai dua gelas, Arsen masuk ke dalam kamar mandi dan mengguyur kepalanya dengan air agar kesadarannya pulih.

Kemudian dia mengambil ponselnya dan menghubungi Naya tapi tidak juga diangkat Naya sampai beberapa kali panggilan. Perasaan Arsen semakin tidak tenang. Dia melihat jam yang hampir menunjukkan pukul satu.

"Naya kemana jam segini? Tega banget gue usir dia tengah malam." Arsen membuang napas kasar lalu dia keluar dari rumahnya.

Setelah menutup pintu dan menguncinya, dia segera mengendarai motornya dan mencari Naya.

Dia hanya melaju pelan sambil melihat ke kanan dan ke kiri.

"Maafin gue, Nay. Semoga lo gak kenapa-napa." Perasaan Arsen semakin tidak tenang. Dia terus mencari Naya dan menyusuri jalanan yang gelap itu.

Dia kini menghentikan motornya saat melihat koper Naya ada di tengah jalan.

"Itu koper Naya." Arsen turun dan mengambil koper itu. Dia melihat sekeliling tempat itu yang sangat gelap dan sepi karena tidak ada satupun rumah warga. Hanya ada gudang dan beberapa pabrik.

"Naya!" panggil Arsen dengan keras. "Nay, lo dimana?"

Arsen mengacak rambutnya karena kesal dengan kebodohannya mengusir Naya. "Shits! Kalau sampai terjadi apa-apa sama Naya, ini semua salah gue!"

Kemudian Arsen kembali menaiki motornya sambil membawa koper Naya. Dia mencari Naya dan terus menelusuri jalanan itu dengan hati yang tidak tenang.

***

Naya terus berlari tak tahu arah tujuannya karena tiga preman itu terus mengejarnya dan semakin dekat.

Dia kini menyeberang jalan tanpa melihat ada sebuah motor yang sudah sangat dekat dan nyaris menabraknya.

Naya menutup kedua matanya saat ban motor itu berhenti tepat di samping kakinya.

"Sorry, kamu gak papa kan?" tanya pria itu.

Seketika Naya membuka matanya. Dia melihat ketiga preman itu semakin dekat. Dengan cepat Naya naik ke boncengan pria itu.

"Tolong aku, aku dikejar mereka."

Pria itu kembali melajukan motornya dengan kencang hingga membuat ketiga preman itu akhirnya menepi.

Naya menghela napas panjang, dengan begini preman-preman itu tidak mungkin mengejarnya. Tapi apakah orang yang menolongnya itu adalah orang baik atau dia sama saja dengan mereka?

"Kamu mau kemana?" tanya pria itu.

Naya tak menjawabnya. Sebenarnya dia ingin ke rumah Rani tapi jalan yang dilalui pria itu semakin berlawanan arah dengan rumah Rani.

"Kok diam? Jangan takut sama aku. Rumah kamu dimana? Ayo, aku antar."

"Aku pergi dari rumah. Aku mau cari tempat kos. Kamu tahu tempt kos daerah sini."

"Oke. Di dekat rumah aku ada tempat kos. Kita ke sana saja sekarang."

Naya menganggukkan kepalanya. Sepertinya pria yang menolongnya itu memang baik. Ya, semoga saja memang benar-benar baik.

Beberapa saat kemudian, motor itu berhenti di depan sebuah kos-kosan yang berjajar dan lumayan banyak.

"Kebetulan ini kos putri. Sebentar aku ambilkan kuncinya."

Naya menatap pria itu, sepertinya dia pemilik tenmpat kos itu.

"Koper gue hilang. Untunglah dompet dan hp gue ada dalam tas ini."

Beberapa saat kemudian pria itu datang dan membuka kamar kos yang di dalamnya sudah lengkap dengan tempat tidur dan lemari.

"Ini berapa sebulannya?"

"Kamu istirahat saja dulu. Besok saja kita bahas. Oiya, kenalkan nama aku Virza." kata Virza sambil mengulurkan tangannya.

Naya membalas jabatan tangan Virza hanya sesaat. "Aku Naya."

"Ya sudah, besok kalau ada perlu langsung ke bengkel yang ada di seberang jalan ya. Kalau siang aku stay di sana."

Naya menganggukkan kepalanya. "Makasih, Kak."

"Sama-sama."

Setelah Virza pergi, Naya kini masuk ke dalam kamar kos itu. Setelah menutup pintu dan menguncinya. dia kini merebahkan dirinya di atas kasur busa itu.

"Untunglah masih ada orang baik yang nolong gue. Arsen, mulai sekarang gue gak akan hidup sama lo lagi."

💕💕💕

.

Like dan komen ya....

Terpopuler

Comments

Lono Susilo

Lono Susilo

besok jg dh ktemu Arsen Nay,,, 😀

2024-12-04

1

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Alhamdulillah ternyata Virza..Duh lega,Jangan sampai Pria lain yg nolongin Naya terus suka lagi sama Naya,Tambah kusut aja kepala ku bacanya 😃

2024-10-11

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Duuhh Naya jangan mengambil keputusan terburu-buru deh..bicara baik2 Arsen itu cuman salah paham doang..

2024-10-11

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1
2 BAB 2
3 BAB 3
4 BAB 4
5 BAB 5
6 BAB 6
7 BAB 7
8 BAB 8
9 BAB 9
10 BAB 10
11 BAB 11
12 BAB 12
13 BAB 13
14 BAB 14
15 BAB 15
16 BAB 16
17 BAB 17
18 BAB 18
19 BAB 19
20 BAB 20
21 BAB 21
22 BAB 22
23 BAB 23
24 BAB 24
25 BAB 25
26 BAB 26
27 BAB 27
28 BAB 28
29 BAB 29
30 BAB 30
31 BAB 31
32 BAB 32
33 BAB 33
34 BAB 34
35 BAB 35
36 BAB 36
37 BAB 37
38 BAB 38
39 BAB 39
40 BAB 40
41 BAB 41
42 BAB 42
43 BAB 43
44 BAB 44
45 BAB 45
46 BAB 46
47 BAB 47
48 BAB 48
49 BAB 49
50 BAB 5 0
51 BAB 51
52 BAB 52
53 BAB 53
54 BAB 54
55 BAB 55
56 BAB 56
57 BAB 57
58 BAB 58
59 BAB 59
60 BAB 60
61 BAB 61
62 BAB 62
63 BAB 63
64 BAB 64
65 BAB 65
66 BAB 66
67 BAB 67
68 BAB 68
69 BAB 69
70 BAB 70
71 BAB 71
72 BAB 72
73 BAB 73
74 BAB 74
75 BAB 75
76 BAB 76
77 BAB 77
78 BAB 78
79 BAB 79
80 BAB 80
81 BAB 81
82 BAB 82
83 BAB 83
84 BAB 84
85 BAB 85
86 BAB 86
87 BAB 87
88 BAB 88
89 BAB 89
90 BAB 90
91 BAB 91
92 BAB 92
93 BAB 93
94 BAB 94
95 BAB 95
96 BAB 96
97 BAB 97
98 BAB 98
99 BAB 99
100 BAB 100
101 BAB 101
102 BAB 102
103 BAB 103
104 BAB 104
105 BAB 105
106 BAB 106
107 BAB 107
108 BAB 108
109 BAB 109
110 BAB 110
111 BAB 111
112 BAB 112
113 BAB 113
114 BAB 114
115 BAB 115
116 BAB 116
117 BAB 117
118 BAB 118
119 BAB 119
120 BAB 120
121 BAB 121
122 BAB 122
123 BAB 123
124 BAB 124
125 BAB 125
126 BAB 126
127 BAB 127
128 BAB 128
129 BAB 129
130 BAB 130
131 BAB 131
132 BAB 132
133 BAB 133
134 BAB 134
135 BAB 135
136 BAB 136
137 BAB 137
138 BAB 138
139 Love From The Sky (Karya Baru)
140 Detak Cinta (Karya Baru)
141 Hantu Kapten Basket (Karya Baru)
142 My Lovely Secretary
143 Azka terbaru sudah rilis
144 Menikahi Nona Muda Manja
145 Misi Cinta Sri (Karya Baru)
146 Taruhan Cinta Bad Boy Tampan
147 Jangan Tuduh Aku Selingkuh
148 Naik Ranjang Yuk!
149 Kisah Kita Belum Usai
150 I Like Your Kiss
151 My Bad Boy May Boss
152 Hot Duda VS Penulis 21 Plus
153 KARYA BARU
Episodes

Updated 153 Episodes

1
BAB 1
2
BAB 2
3
BAB 3
4
BAB 4
5
BAB 5
6
BAB 6
7
BAB 7
8
BAB 8
9
BAB 9
10
BAB 10
11
BAB 11
12
BAB 12
13
BAB 13
14
BAB 14
15
BAB 15
16
BAB 16
17
BAB 17
18
BAB 18
19
BAB 19
20
BAB 20
21
BAB 21
22
BAB 22
23
BAB 23
24
BAB 24
25
BAB 25
26
BAB 26
27
BAB 27
28
BAB 28
29
BAB 29
30
BAB 30
31
BAB 31
32
BAB 32
33
BAB 33
34
BAB 34
35
BAB 35
36
BAB 36
37
BAB 37
38
BAB 38
39
BAB 39
40
BAB 40
41
BAB 41
42
BAB 42
43
BAB 43
44
BAB 44
45
BAB 45
46
BAB 46
47
BAB 47
48
BAB 48
49
BAB 49
50
BAB 5 0
51
BAB 51
52
BAB 52
53
BAB 53
54
BAB 54
55
BAB 55
56
BAB 56
57
BAB 57
58
BAB 58
59
BAB 59
60
BAB 60
61
BAB 61
62
BAB 62
63
BAB 63
64
BAB 64
65
BAB 65
66
BAB 66
67
BAB 67
68
BAB 68
69
BAB 69
70
BAB 70
71
BAB 71
72
BAB 72
73
BAB 73
74
BAB 74
75
BAB 75
76
BAB 76
77
BAB 77
78
BAB 78
79
BAB 79
80
BAB 80
81
BAB 81
82
BAB 82
83
BAB 83
84
BAB 84
85
BAB 85
86
BAB 86
87
BAB 87
88
BAB 88
89
BAB 89
90
BAB 90
91
BAB 91
92
BAB 92
93
BAB 93
94
BAB 94
95
BAB 95
96
BAB 96
97
BAB 97
98
BAB 98
99
BAB 99
100
BAB 100
101
BAB 101
102
BAB 102
103
BAB 103
104
BAB 104
105
BAB 105
106
BAB 106
107
BAB 107
108
BAB 108
109
BAB 109
110
BAB 110
111
BAB 111
112
BAB 112
113
BAB 113
114
BAB 114
115
BAB 115
116
BAB 116
117
BAB 117
118
BAB 118
119
BAB 119
120
BAB 120
121
BAB 121
122
BAB 122
123
BAB 123
124
BAB 124
125
BAB 125
126
BAB 126
127
BAB 127
128
BAB 128
129
BAB 129
130
BAB 130
131
BAB 131
132
BAB 132
133
BAB 133
134
BAB 134
135
BAB 135
136
BAB 136
137
BAB 137
138
BAB 138
139
Love From The Sky (Karya Baru)
140
Detak Cinta (Karya Baru)
141
Hantu Kapten Basket (Karya Baru)
142
My Lovely Secretary
143
Azka terbaru sudah rilis
144
Menikahi Nona Muda Manja
145
Misi Cinta Sri (Karya Baru)
146
Taruhan Cinta Bad Boy Tampan
147
Jangan Tuduh Aku Selingkuh
148
Naik Ranjang Yuk!
149
Kisah Kita Belum Usai
150
I Like Your Kiss
151
My Bad Boy May Boss
152
Hot Duda VS Penulis 21 Plus
153
KARYA BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!