Bab Enam

Sepertinya untuk saat ini para detektif tidak bisa menyentuh Odel apalagi untuk kasih hilangnya Diatmika.

Namun behitu, dalam kasus hilangnya seseorang tiap menit begitu berarti. Begitu juga dalam kasus ini. Bukan hanya bu Alana namun juga detektif Keiko masih diliputi perasaan cemas tentang dimana keberadaan Diatmika saat ini.

“Kita akan terus mencarinya,” ujar detektif Egan sambil meremas halus pundak detektif Keiko yang sedang termenung melihat keluar jendela besar ruangan mereka sambil memegang gelas kopi kesayangannya.

“Kita harus menemukannya. Demi bu Alana dan demi memori masa kecil gue yang tertata rapi dan menyenangkan.“

“Jika Diatmika adalah adik lo, maka dia juga bagian dari keluarga gue. Percayalah gue ngga hanya akan duduk manis menunggu untuk kasus ini.“

“Terima kasih banyak, gan.“

Pak Brox melintasi ruangan mereka untuk menuju ke ruangan miliknya sendiri yang berada di salah satubpojok ruangan besar itu.

Langkah pak Brox berhenti di dekat mereka dan bertanya, “Bagaimana perkembangan kasus kalian?“

“Kami belum menemukan titik terang pak,” jawab detektif Egan.

“Kalian masih bekerjasama dengan detektif di divisi orang hilang?“

“Masih pak. Kami sebisa mungkin saling membantu.“

Ditengah obrolan mereka ponsel detektif Egan berbunyi, memberi notifikasi adanya sebuah panggilan telepon.

“Hallo.“

“Detektif Egan, kayaknya anda dan detektif Keiko perlu ke ruangan kami,” ujar orang yang berada di sebrang sana.

“Ada apa?“ tanya detektif Egan.

“Odel. Odel Arian ada sini.“

“Dia menyerahkan diri?“

“Tidak. Tapi dia tertangkap pagi ini tengah melakukan transaksi ilegal.“

“Bagaimana dia bisa ada di tempat kalian? Bukankah harusnya ada di divisi lain?“

“Kami sudah melakukan negosiasi dengan divisi lain agar Odel bisa dibawa ke sini. Jika kalian ingin mencari informasi, silahkan ke sini.“

“Baik, saya dan detektif Keiko segera ke sana,”

Pak Brox yang sedari tadi masih berdiri di sana pun bertanya, “Siapa yang barusan menelponmu?“

“Detektif Bima, pak.“

“Apa yang kalian biacarakan?“ Kini deyektif Keiko yang penasaran.

“Kita diminta untuk datang ke divisi mereka karena di ruang interogasi mareka ada Odel.“

“Apa dia menyerahkan diri?“ tanya detektif Keiko lagi.

“Bukan. Dia di sana karena pagi ini tertangkap melakukan sebuah transaksi ilegal.“

“Transaksi ilegal apa?“

“Gue sendiri belum tahu. Lebih baik kita ke sana berdua,” ujar detektif Egan.

“Pergilah ke sana dan selesaikan kasus ini,” ujar pak Brox memberi ijin.

Begitu mendapatkan ijin oelha pak Brox, detektif Egan dan Keiko langsung pergi menuju ruangan divisi orang hilang yang berada dua lantai di atas lantai mereka.

Langkah mereka semakin dipercepat saat lift yang mereka tumpangi pintunya terbuka di lantai divisi orang hilang.

Tak jauh dari lift, mereka disambut oleh detektif Mustafa yang ternyata memang sudah menunggu kehadiran kedua detektif divisi pembunuhan itu.

“Ikuti saya!“ ujar detektif Mustafa.

“Bagaimana keadaanya?“ tanya detektif Egan.

“Dia bersikap sangat tenang sejak ditangkap. Apalagi kini dia di dampingi seorang pengacara, membuat dirinya jauh lebih percaya diri.“

“Transaksi ilegal apa yang tadi dia lakukan?“ tanya detektif Keiko.

Detektif Mustafa menghentikan langkahnya dan memutar badannya lalu menatap mata detektif Keiko.

“Perdagangan organ tubun manusia.“

Kedua mata detektif Keiko membelalak, terbuka sempurna. Jantungny berdebar sangat cepat hingga membuah tenggorokannya terasa amat kering, susah payah detektif Keiko menelan ludahnya sendiri.

“Kalian sudah tahu siapa korbannya?“ tanya detektif Keiko dengan perasaan cemes.

“Belum bisa kami pastikan. Namun korban sepertinya seorang wanita.“

“Bagaimana kalian belum bisa memastikan?“ tanya detektif Keiko.

“Kami baru menemukan organ-organ tubuhnya di dalam kotak penyimpanan khusus tapi belum menemukan jasadnya.“

Mendadak detektif Keiko merasa mual dan lemas. Dia langsung diserangrasa taku yang teramat dan dalam pikirannya ada Diatmika.

Detektif Egna dan Mustafa langsung menangkan detektif Keiko yang hampir terjatuh di lantai.

“Kita belim memastikan, detektif Keiko. Masih ada kemungkinan yang amat besar kalau korban itu bukan Diatmika,” ujar detektif Mustafa.

Detektif Keiko memegangi dahinya dan berusaha untuk bangkit berdiri tegak diatas kakihya sendiri.

“Iya, saya tahu. Tapi saya butuh informasi yang valid agar perasaan saya nisa jauh lebih tenang.“

“Lo harus tenang kei. Kita perlu fokus,” detektif Egan menambahkan.

Mereka bertiga kembali melanjutkan langkah kaki mereka menuju ruang interogasi dimana Odel berada bersama detektif Bima serta pengacara Odel.

Ketiga detektif itu berdiri di balik cermin dua arah dimana mereka bisa melihat proses interogasi di dalam ruangan sebelah.

“Informasi apalagi yang sudah kalian dapatkan dari odel?“ tanya detektif Egan.

“Sejauh ini belum ada lagi yang kami dapatkan,” jawab detektif Mustafa.

“Aku memiliki firasat bahwa Odel memang ada sangkutnpautnya dengan kematian Diatmika,” ujar detektif Keiko.

“Mungkin saja.“

“Apakah saya boleh masuk ke dalam ruang introgasi itu?“ tanya detektif Keiko.

Detektif Mustafa yang ikut menangani kasus ini terdiam dan berpikir sejenak lalu memberikan ijin kepada detektif Keiko.

“Terima kasih banyak detektif Mustafa,” ujar detektif Keiko dan segera berpindah ke ruangan sebelah dimana proses interogasi terhadap Odel masih berjalan.

Detektif Keiko membuka ruang interogasi itu dan langsung duduk di sebelah detektif Bima. Kini mereka duduk berhadapan langsung dengan Odel beserta pengacaranya.

“Kalian tidak bisa menuntun klien saya dengan pasal yang tadi anda sebutkan. Lagi pula kenapa klien saya harus ada di ruang interogasi divisi orang hilang?“ ujar pengacara Odel.

“Lantas apa harapan anda terhadap klien anda? Tuntutan mati karena memperjual belikan organ tubuh manusia?“ desak detektif Bima.

“Klien saya hanya membantu mereka yang membutuhkan organ tubuh itu bagi mereka yang menginginkan kehidupan yang lebih baik. Bukankah seharusnya klien saya mendapatkan pujian?“

“Pujian? Kalau begitu, dari mana klien anda mendapatkan organ tubuh manusia itu? Membunuh orang?“

“Kalian gila!“ sentak Odel namun pengacaranya berusaha menenangkannya.

“Anda tahu, anda menjual organ tubuh itu di pasar gelap. Itu adalah perbuatan ilegal,” lanjut detektif Bima.

“Maaf, tapi sungguh ini bukan urusan kalian dari divisi orang hilang,” sambung pengacara Odel.

“Tentu saja ini berhubungan dengan kami. Kami sedang mencari seseorang yang hingga kini tak diketahui keberadaannya.“ detektif Bima menerangkan.

“Bisa saja orang itu anda bunuh untuk mendapatkan organ tuhuhnya untuk anda jual,” timpal detektif Keiko dengan mata tajam.

“Perempuan itu lagi?“ ujar Odel.

“Perempuan itu memiliki nama, Diatmika.“

“Siapa pun namanya, sudah sayak katakan saya tak mengenalnya,” Odel bersikeras.

“Katakan dimana Diatmika!“ bentak detektif Keiko.

Tiba-tiba saja Odel terbatuk tanpa henti membuatnya seakan kehabisan nafas. Dia menutup mulutnya dengan kedua tangannya dan saat tangannya dibuka, seluruh tangan Odel berlumuran darah.

Sontak saja seisi ruangan menjadi sangat panik, tetutama pengacara Odel yang terus berteriak kepada kedua detektif di dalam ruangan interogasi itu, “PANGGILKAN AMBULAN!“

Dengan cepat detektif Mustafa yang berada di ruagan sebelah menghubungi paramedis dan ambulan yang memang biasa berjaga di gedung kantor mereka.

Detektif Keiko masih terus mendesak Odel tentang keberadaan Diatmika disaat Odel masih terbatuk, “Dimana Diatmika?“

Hanya perlu beberapa menit hingga akhirnya seorang paramedis datang sambil membawa brankar dan sekotak peralatan medis serta obat-obatan.

Detektif Bima dan paramedis membantu Odel untuk naik ke atas brankar. Odel masih terus terbatuk dengan cukup kencang dan paramedis langsung membawanya turun dengan lift.

“Bagaimana mendadak Odel muntah darah seperti itu? Apa dia memiliki riwayat sakit?“ tanya detektif Bima.

“Atau jangan-jangan dia sedang berusaha melarikan diri?“ ujar detektif Keiko.

Tanpa aba-aba kedua detektif itu berlari keluar ruang interogasi untuk mengejar Odel dan paramedis yang sudah masuk ke dalam lift.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!