Katanya mau pergi! Malah gak jadi

Sherina yang merasa capek berdiri terlalu lama, mengajak Arash untuk duduk di sofa yang jaraknya tak jauh dari ranjang Almira, sedangkan Jack turut mengikuti mereka berdua. Almira tidak menggubris mereka bertiga, malah membiarkan saja, lagi pula gadis itu tahu jika yang ingin ditemuinya adalah Arash bukan dirinya.

“Jadi lo dikeroyok lagi?” tanya Jack masih penasaran saat sudah mendaratkan bokongnya di atas sofa.

“Iya, sepertinya mereka sudah memantau gue ... Oh iya motor lo ada di kantor polisi, Daddy gue lagi ngurusin tadi pagi. Sorry ya Jack, tapi motor lo aman tidak ada yang lecet,” ucap Arash dengan santainya.

Sherina yang duduk di samping Arash masih saja menggamit lengan pria itu. “Sher, lo mau nyebrang dijalan, tangan loe dari tadi masih aja pegang tangan Arash,” sindir Jack, jengah lihat kelakuan Sherina.

“Bilang aja kamu sirik Jack, maklumin dongudah beberapa hari gak ketemu sama pacar, aku kan kangen. Makanya kamu cari pacar sana, biar tahu rasanya digelayuti, dikangeni,” sahut Sherina, dengan memutar malas bola matanya.

Sebenarnya sangat lucu hubungan Sherina dan Arash, semenjak awal kuliah Sherina begitu gigih untuk mendekati Arash pria yang sok cool kayak lemari pendingin dua pintu itu di kampusnya, sampai-sampai dia memilih jurusan yang sama agar bisa satu kelas. Lama kelamaan akhirnya Arash menerima cinta Sherina, tapi ya begitu ... ogah ogahan ... antara beneran suka atau tidak.

Ya kayak sekarang ini, bukannya perhatian sama Sherina, malah matanya masih tertuju ke arah ranjang, namun semenjak dia dengan Sherina paling tidak cewek-cewek yang tergila-gila dan suka mengganggunya langsung terhempaskan oleh sikap Sherina yang terlalu posesif.

Jack melirik Almira yang mulai membaringkan dirinya perlahan-lahan. “Kayaknya gue mau pendekatan sama Almira, kalau dilihat-lihat dia cantik loh apalagi jago bela dirikan,” kata Jack penuh percaya diri.

Sontak Arash menatap pria berwajah oriental itu dengan tatapan tidak sukanya.

Ck ... gak boleh cari yang lain aja! Cantik dari mana tuh si Kunti!

“Cari yang lain aja Jack, lo masa mau sama bocah bau kencur itu. Di kampus kita banyak cewek yang lebih cantik kok,” sewot Arash tanpa disadarinya sendiri, hingga Jack memalingkan wajahnya dari arah ranjang ke wajah temannya.

“Bro, lo kok kayak gak suka begitu sih. Lagian Almira semakin bertambah usia, dia akan semakin cantik kok. Masih SMU aja udah cantiknya kebangetan apalagi kalau dia kuliah nanti, wah bisa jadi rebutan cowok!” celetuk Jack, bicara apa adanya.

Sherina yang berada diantara mereka bertiga, menepuk bahu Arash. “Arash, biarkan saja ... lagian itu hak Jack mau dekat sama siapa saja. Kamu jangan menghalanginya,” sambung Sherina membela Arash.

“Tuh dengerin kata cewek lo!” sahut Jack kembali.

Arash hanya bisa berdecak kesal, lalu menarik lengannya dari tangan Sherina. Wajah Sherina langsung cemberut, kemudian menelisik setiap sudut ruangan. “Arash, tuh anak gak ada yang jagain atau keluarganya? Kok aku lihat gak ada siapa-siapa selain kamu waktu kita baru datang?” tanya Sherina.

“Tadi ada Budenya, sekarang gak tahu kemana.” Matanya ikutan mencari Bu Mimi, namun tidak ada keberadaannya.

“Oh ada Budenya, kalau begitu nanti kalau sudah datang, kita cabut yuk ... kita jalan-jalan,” pinta Sherina merayu Arash.

Mendengar ajakkan Sherina membuat Arash ingin mengikutinya, padahal dia sudah di wanti wanti oleh Daddy Erick untuk bertanggung jawab atas Almira selama di rumah sakit.

Tak selang berapa lama Bu Mimi kembali ke ruang rawat dengan membawa beberapa cup minuman.

“Eh ... ada tamu rupanya,” ucap Bu Mimi saat melihat Sherina dan Jack.

“Mereka teman saya berdua,” ucap Arash, sembari bangkit dari duduknya.

“Berhubung Bude sudah kembali, saya sama teman-teman mau keluar, saya tinggal ngak pa-pa kan?” lanjut kata Arash.

Bu Mimi menganggukkan kepalanya. “Silahkan Den Arash, gak pa-pa kok. Lagi pula Ustadz Ridwan berpesan nanti agak siangan  mau mampir ke sini lagi sama beberapa temannya yang mau jenguk Non Almira.”

Langsung saja Arash menatap Almira dari kejauhan lalu kembali menatap Sherina dan Jack.

“Sorry Sherina, gue gak bisa ikut jalan. Gue takut Daddy sama Mommy tiba-tiba datang ke sini,” kata dusta Arash, langsung berubah rencana.

Sherina beranjak dari duduknya. “Loh kok begitu Rash, tadi kamu udah oke mau jalan sama aku, kalau Budenya Almira sudah datang. Sekarang malah kamu bilang Daddy sama Mommymu datang ke sini, memangnya ada hubungan apa dengan kalian berdua sih ... Kok orang tua kamu mau ke sini?” cecar Sherina mulai agak curiga.

Almira masih terlihat tenang di ranjangnya, walau telinganya bisa mendengar semua percakapan sejak tadi, cuma dia pura-pura tidak mendengarnya.

Arash menyugar rambut tebalnya. “Almira anak rekan bisnis Daddy gue, dan gara-gara gue tuh anaknya terluka seperti ini. Dan gue disuruh bertanggung jawab buat jagaiin selama di rawat di rumah sakit ini,” jawab Arash apa adanya.

Sherina menyibak rambut panjangnya, lalu melangkahkan kakinya mendekati ranjang Almira.

“Almira, kamu tidak ada niatan untuk mendekati cowokku kan dengan alasan kamu terluka karena Arash?” tegur Sherina, mulai menunjukkan keposesifannya.

Almira mengulas senyum tipisnya. “Sepertinya Kak Sherina salah bertanya denganku. Aku tidak berniat untuk mendekati cowok Kakak. Dan jika Kakak ingin mengajak pacar Kakak untuk jalan-jalan silahkan, aku tidak berhak melarang. Lagi pula kalian juga bukan teman aku, jadi silahkan meninggalkan kamar ini! Aku butuh istirahat!” balas Almira dengan tenang dan santai.

Arash yang berdiri tak jauh dari ranjang Almira, terdiam sejenak setelah mendengar kata-kata Almira.

“Oh iya Kak Arash, aku tidak butuh ditemani atau pertanggung jawaban Kak Arash, jadi silahkan tinggalkan ruangan ini!” pinta Almira, sekilas menatap Arash lalu membuang mukanya.

Batin Arash mengeram. “Jack, bawa Sherina dari sini. Dan tinggalkan kamar ini sekarang juga. Gue akan menghubungi lo lagi masalah motor lo!” ucap Arash dengan suara meninggi, serta tatapan tajamnya ke Almira.

Jack sudah mulai merasakan keadaan yang kurang nyaman antara Arash dan Almira, buru-buru dia mengajak Sherina untuk keluar dari ruangan.

“Arash, kamu kok malah ngusir aku dari sini. Aku ini pacar kamu loh bukan dia!” sentak Sherina, tidak terima.

“Keluar lah Sherina dari kamar ini, gue gak mau cari masalah dulu dengan kedua orang tua gue. Loe harusnya pahami itu!” kata Arash masih meninggi suaranya.

Jack menarik lengan Sherina. “Ayo Sherina, kita keluar dari sini ... Jangan cari ribut di rumah sakit, malu sama orang,” sambung Jack, yang sangat tahu jika pacar temannya itu pencemburu sekali.

Sherina menoleh ke Almira lalu menatap sini, kemudian mendengus kesal pada Arash sebelum dia keluar dari ruangan.

Bu Mimi hanya bisa menontonnya saja dari tempatnya duduk, sambil menyesap macha lattenya.

Dasar anak muda yang masih labil, tadi udah pamitan mau jalan sama temannya, lah sekarang tiba-tiba berubah ... Apa karena tadi bilang Ustadz Ridwan mau ke sini lagi ya ... Den Arash jadi rubah rencana ... Batin Bu Mimi.

Akhirnya Jack dan Sherina dengan terpaksa keluar dari ruang rawat Almira. Arash pun menarik kursi dan menaruhnya di samping sisi ranjang gadis itu kemudian mendudukinya. Wajah ganteng Arash sudah tampak tak enak dipandang, sedangkan wajah Almira terlihat amat tenang.

Bang Wowo mau ngapain lagi Bang??? Jangan bilang mau marahin Neng Kunti ya ... Awas aja nanti Bang Wowo bisa dibikin peyek sama emak-emak readers loh.

“Gak peduli!” jawab Arash ketus.

bersambung ...

Kakak Readers jangan lupa tinggalkan jejaknya ya, like, komen, vote, kembang kopi, nonton iklan ... biar tambah semangat. Makasih sebelumnya 🙏🤗

Terpopuler

Comments

Ahmad Zaenuri

Ahmad Zaenuri

bang Wowo takut ya ustadz Ridwan DTG lagi /Grin//Grin/

2025-03-02

0

yoongi kocheng

yoongi kocheng

loe kenapa sih rash?
Jack yg suka sama Almira dan Almira aja gak tau, kenapa loe yg sewot bang wowo.

2024-09-24

0

yoongi kocheng

yoongi kocheng

dingin bener thor 2 pintu.

2024-09-24

0

lihat semua
Episodes
1 Arash Zahra Pratama dan Almira Kiyan Al Yusuf
2 Dua sisi yang berbeda
3 Cowok berkedok cewek atau wonder women?
4 Kuntilanak, Genderuwo
5 Bertemu dengan Orang tua Arash
6 Siapa Kunti?
7 Nasib si burung genderuwo
8 Bertengkar
9 Keluarga Albert
10 Rutinitas sehari-hari
11 Permintaan Mommy Alya
12 Perkelahian
13 Orang tua Arash dan Almira
14 Ide menjodohkan Arash dan Almira
15 Ustadz Ridwan
16 Ada yang kesal atau cemburu ya?
17 Gak bisa tidur.
18 Ada yang kepanasan
19 Katanya mau pergi! Malah gak jadi
20 Siapa yang cemburu!
21 Arash tiba-tiba perhatian
22 Mencarinya
23 Undangan Almira
24 Berhasil mendapatkannya
25 Menghubungi Almira
26 Triple A berkelahi
27 Salah paham
28 Shalat Maqrib berjamaah
29 Makan Malam
30 Hari Sabtu yang ditunggu
31 Acara lamaran siapa?
32 Tangan yang digenggam
33 Wanita si berkebaya merah
34 Amarah Mommy Alya
35 Teguran untuk Arash
36 Putus hubungan!?
37 Mengejarmu
38 ingin bicara denganmu
39 Hanya terobsesi bukan cinta!
40 Patah hati
41 Tetangga sebelah
42 Mommy Alya sakit
43 Nasihat Tante Vio
44 Menjenguk
45 Arash tak dianggap!
46 Perdebatan saat makan siang
47 Lima detik!
48 Disidang
49 Berhenti balapan motor
50 Meggi si kaldu ayam
51 Makan siang bersama
52 Keributan di Mall
53 Menyelesaikan masalah di mall
54 Berkata jujur
55 PR Bang Wowo bertambah
56 Membujuk Almira
57 Kesambet setan
58 Ancaman Arash
59 Lumpia Basah
60 Ada yang berubah
61 Perjalanan
62 Acara tadabbur alam - 1
63 Acara tadabbur alam - 2
64 Acara tadabbur alam - 3
65 Pengakuan
66 Akhirilah semuanya sekarang!
67 Sholat malam
68 Saran Siti
69 Jangan mengambil keputusan apapun!
70 Calon istri saya!
71 Terluka
72 Ketahuan
73 Keadaan Almira
74 Ana dan Sherina
75 Penangkapan Prima
76 Kembali ke Jakarta
77 Hati yang terharu
78 Izin dari Papa Albert
79 Ampun sayang!
80 Keputusan!
81 Dua minggu lagi
82 Divisi marketing
83 Lita Oh Lita
84 Menemui Papa Albert
85 Wedding Day
86 Acara resepsi
87 Masalah mandi!
88 Pacaran dulu
89 Sakit Kak Arash!
90 Cie pengantin baru
91 Rencana bulan madu
92 Arash sakit
93 Kabar bahagia
94 Keluarga bahagia
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Arash Zahra Pratama dan Almira Kiyan Al Yusuf
2
Dua sisi yang berbeda
3
Cowok berkedok cewek atau wonder women?
4
Kuntilanak, Genderuwo
5
Bertemu dengan Orang tua Arash
6
Siapa Kunti?
7
Nasib si burung genderuwo
8
Bertengkar
9
Keluarga Albert
10
Rutinitas sehari-hari
11
Permintaan Mommy Alya
12
Perkelahian
13
Orang tua Arash dan Almira
14
Ide menjodohkan Arash dan Almira
15
Ustadz Ridwan
16
Ada yang kesal atau cemburu ya?
17
Gak bisa tidur.
18
Ada yang kepanasan
19
Katanya mau pergi! Malah gak jadi
20
Siapa yang cemburu!
21
Arash tiba-tiba perhatian
22
Mencarinya
23
Undangan Almira
24
Berhasil mendapatkannya
25
Menghubungi Almira
26
Triple A berkelahi
27
Salah paham
28
Shalat Maqrib berjamaah
29
Makan Malam
30
Hari Sabtu yang ditunggu
31
Acara lamaran siapa?
32
Tangan yang digenggam
33
Wanita si berkebaya merah
34
Amarah Mommy Alya
35
Teguran untuk Arash
36
Putus hubungan!?
37
Mengejarmu
38
ingin bicara denganmu
39
Hanya terobsesi bukan cinta!
40
Patah hati
41
Tetangga sebelah
42
Mommy Alya sakit
43
Nasihat Tante Vio
44
Menjenguk
45
Arash tak dianggap!
46
Perdebatan saat makan siang
47
Lima detik!
48
Disidang
49
Berhenti balapan motor
50
Meggi si kaldu ayam
51
Makan siang bersama
52
Keributan di Mall
53
Menyelesaikan masalah di mall
54
Berkata jujur
55
PR Bang Wowo bertambah
56
Membujuk Almira
57
Kesambet setan
58
Ancaman Arash
59
Lumpia Basah
60
Ada yang berubah
61
Perjalanan
62
Acara tadabbur alam - 1
63
Acara tadabbur alam - 2
64
Acara tadabbur alam - 3
65
Pengakuan
66
Akhirilah semuanya sekarang!
67
Sholat malam
68
Saran Siti
69
Jangan mengambil keputusan apapun!
70
Calon istri saya!
71
Terluka
72
Ketahuan
73
Keadaan Almira
74
Ana dan Sherina
75
Penangkapan Prima
76
Kembali ke Jakarta
77
Hati yang terharu
78
Izin dari Papa Albert
79
Ampun sayang!
80
Keputusan!
81
Dua minggu lagi
82
Divisi marketing
83
Lita Oh Lita
84
Menemui Papa Albert
85
Wedding Day
86
Acara resepsi
87
Masalah mandi!
88
Pacaran dulu
89
Sakit Kak Arash!
90
Cie pengantin baru
91
Rencana bulan madu
92
Arash sakit
93
Kabar bahagia
94
Keluarga bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!