Ruang Rawat Eksekutif
Serangkaian pemeriksaan Almira sudah dilakukan oleh para Dokter yang menangani Almira, alhasil tulang rusuk gadis itu ternyata ada yang bergeser, hingga harus segera cepat mendapatkan pengobatan. Area punggung gadis itu terpaksa di sanggah dengan korset penyanggah agar tulang rusuknya tidak bergeser sebelum melakukan fisioterapi.
Suasana ruang rawat inap terasa mencekam, bagaikan kamar angker rasanya. Bulu kuduk Arash saja sampai hinggap di jendela, eh salah maksudnya sampai merinding dibuatnya.
Bagaimana dia tidak merinding sekarang di hadapannya sudah ada dua pria paruh baya yang memiliki tubuh besar tinggi sedang menatap tajam ke arahnya. Sedangkan para wanita paruh paya duduk di sofa yang tak jauh dari ranjang Almira.
Berulang kali Arash menelan salivanya sembari menahan rasa sakit di tubuhnya. Sedangkan Almira yang berbaring di atas ranjang hanya bisa menatapnya, walau jantungnya juga mulai jedag jedug bak lampu diskotek.
Kasihan muka Kak Arash udah begep kayak kue cucur ... batin Almira.
Ngapaiin lihat-lihat wajah gue!
Iih siapa juga yang lihat wajah Kak Arash!
Ck ... ini gara-gara lo muka ganteng gue jadi bengkak semua, lagian dibilangin ngeyel. Udah gue bilang menjauh malah nekat ... batin Arash kesal, ketika mereka sama sama tak sengaja bersitatap.
Gak usah kesel begitu dong, kalau Kak Arash gak aku tolongi ... Kak Arash yang berbaring di atas ranjang ini!
Ck ... gue sebel ketemu sama lo!
Ck ... emangnya Kak Arash yang sebal, aku juga sebel sama Kak Arash! Dasar gak tahu berterima kasih!
Arash dan Almira sama mencebik tanpa berkata, membuat Daddy Erick dan Papa Albert saling bolak balik melirik mereka berdua.
“Jangan bilang kalian berdua lagi bicara lewat batin ya!” celetuk Daddy Erick, asal tebak sebenarnya.
Sontak secara bersamaan tatapan Arash dan Almira terputus kemudian membuang wajahnya ke arah yang berlawanan, mereka pun jadi kikuk sendiri.
Daddy Erick menarik napasnya dalam-dalam lalu melipat kedua tangannya ke depan dadanya. “Sekarang katakan sama Daddy! kapan kamu mau berhenti dari geng motor, dan insaf dari hal-hal seperti itu. Setelah kamu mencelakakan anak teman Daddy!” tanya Daddy Erick, tatapannya serius tidak main-main.
Arash tertunduk, ingin rasanya dia menyalahkan Almira yang ikut terlibat.
“Pak Erick, maafkan Mira, semuanya sebenarnya tidak murni kesalahan Kak Arash. Andaikan Mira patuh sama Kak Arash, Mira pasti gak akan terluka. Mira hanya ingin membantu Kak Arash, tapi ternyata dapat celaka seperti ini,” ucap Almira begitu pelannya.
Papa Albert langsung menaikkan salah satu alisnya yang tebal itu, kemudian menatap putri kesayangannya, sepertinya tatapan pria paruh baya itu tersirat penuh kecurigaan karena dia tahu anaknya tak bisa diam kalau melihat perkelahian. Reflek dapat tatapan curiga itu, Almira menundukkan kepalanya, lalu jemarinya memainkan ujung selimutnya.
“Pak Erick, tadi saya sempat terkejut kita Pak Erick menyebut nama anak saya, apakah sebelumnya Pak Erick sudah bertemu dengan Almira?” tanya Papa Albert.
Mommy Alya menatap Daddy Erick sebelum suaminya menjawab. “Begini Pak Albert, sebenarnya beberapa hari yang lalu Arash dikeroyok oleh beberapa orang, dan kebetulan ada yang melihat dan menolongnya menghajar orang yang mengeroyok itu. Dan ... yang menolong itu Almira,” jawab Mommy Alya dengan rasa kehati-hatian.
Kedua netra Papa Albert dan Mama Tania membulat seketika. “Almira!” sentak mereka berdua. Mama Tania langsung ngurut dada, sedangkan Papa Albert meraup wajahnya dengan kasar kemudian beringsut dari duduknya untuk menghampiri ranjang Almira.
Almira langsung menutup wajahnya dengan selimut. Papa Albert menarik napasnya dalam-dalam sebelum menegur putrinya. “Jangan bilang kamu masih suka berkelahi Almira,” tegur Papa Albert dengan menunjukkan suara tegasnya.
Mama Tania sudah menggenggam tangan suaminya biar tidak terlalu marah dengan putri mereka.
Gadis yang ditanya, hanya menggelengkan kepalanya dari balik selimutnya, takut kalau lihat papanya marah-marah. “Papa sudah bilang sama Almira, jangan suka berkelahi. Papa tahu kamu jago taekwondo, tapi jangan dipergunakan sembarangan, sayang,” kata Papa Albert, nada suaranya mulai melembut.
“Mira gak sembarangan Papa, Mira cuma mau nolongin orang aja kok,” sahut gadis itu dari balik selimutnya.
Beginilah resiko punya putri tapi mentalnya putra seperti Almira, jago taekwondo dan memang tidak bisa diam kalau lihat orang diperlakukan tidak adil, pasti ada aja yang dia lakukan. Dan sebenarnya Papa Albert juga tahu jika anaknya juga suka berkelahi di sekolah, tapi ada sebabnya.
Papa Albert membuka selimut yang menutupi wajah putri cantiknya, lalu menatap sendu wajah Almira. “Almira tahu kenapa Papa melarang Almira ikut campur jika melihat orang berkelahi?”
Almira hanya menunduk dan terdiam sambil menggelengkan kepalanya.
“Papa khawatir kalau Almira terluka seperti ini, sedih Papa melihatnya,” lanjut kata Papa Albert.
“Maafin Almira, Papa,” jawabnya begitu pelan hampir tak terdengar.
Papa Albert mengusap lembut wajah putri kecilnya itu. “Jangan diulangi lagi ya, ini untuk terakhir kalinya,” pinta Papa Albert. Gadis itu menganggukkan kepalanya, walau entah ke depannya seperti apa.
Daddy Erick menepuk bahu temannya ketika turut menghampiri ranjang Almira. “Pak Albert, tolong jangan dimarahi Almira, dia gadis yang hebat, saya salut Pak Albert punya anak gadis yang bertutur kata yang sopan pada orang tua dan punya kelebihan menolong sesama manusia, tidak seperti anak saya yang satu ini, susah dibilangi. Andaikan anak saya tidak senakal ini, ingin rasanya punya menantu seperti Almira,” imbuh Daddy Erick.
“GAK MAU!” teriak serempak Arash dan Almira sambil menegakkan punggungnya masing-masing.
Papa Albert dan Daddy Erick sontak terjingkat kaget, sedangkan Mommy Alya tersenyum tipis sedangkan Mama Tania wajahnya bingung.
Arash dan Almira kembali membuang mukanya walau tadi sempat bertatapan.
Cih ... ogah banget punya istri masih sekolah ... batin Arash kesal.
Duh amit-amit punya suami kayak Kak Arash yang ikutan geng motor, suka minum-minuman. Pokoknya suamiku Ustadz Ridwan ... batin Almira ikutan kesal.
“Sepertinya anak kita berdua sudah menolaknya, Pak Erick,” balas Papa Albert, dengan menaikkan salah satu bahunya.
“Tapi kok aneh ya, menolaknya bisa serempak begitu ya,” kata Daddy Erick sembari mengusap tengkuknya.
“Daddy, Pak Albert ... Biarkan mereka saling mengenal lebih dekat dulu, lagi pula mereka berdua baru bertemu dan tidak saling mengenal. Siapa tahu nanti berubah tidak menolak lagi. Jadi sebagai tanggung jawab Arash, karena telah membuat celaka Almira, jadi dia harus bantu mengurus Almira sampai sembuh,” pinta Mommy Alya.
“What, Mommy!” seru Arash.
“OH My God!” seru Almira.
“Bagaimana Tania, kamu setuju gak?” tanya Mommy Alya.
Wanita paruh baya itu menatap Almira lalu menatap rekan bisnis butiknya. “Sebenarnya saya dengan suami tidak pernah ada keinginan untuk menjodohkan anak-anak dengan siapapun, karena setiap hubungan menyangkut dua hati yang saling bertautan dan tak bisa dipaksakan. Tapi sebagai seorang ibu pasti menginginkan yang terbaik buat anak-anaknya. Jadi kalau untuk masalah anak kita berdua, biarkan mengalir seperti air saja. Biarkan mereka saling mengenal dulu, dan jangan dipaksa untuk ke jenjang selanjutnya,” saran Mama Tania.
Mommy Alya sepertinya menyetujui saran Mama Tania, walau dia berharap besar punya menantunya Almira. “Kalau begitu izinkan Arash untuk bertanggung jawab sampai Almira sembuh, dan ini sebagai bentuk hukuman anak saya selain dilarang membawa motor sportnya lagi,” pinta Mommy Alya.
“Baiklah kami sebagai orang tua Almira menyetujuinya,” jawab Mama Tania.
Arash dan Almira dari tempatnya masing-masing, wajahnya mulai cemberut. Kenapa jadi begini pikir mereka berdua?!
bersambung ....
Kakak Readers jangan lupa tinggalkan jejaknya. makasih sebelumnya.
Lope lope sekebon 🌻🌻🌻🍊🍊🍊🌹🌹🌹
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments
EsTefaYe
waaah seru nic....
2024-07-11
2
Novano Asih
para kembarannya nggak pernah muncul y terutama Arshal blm pernah muncul kalau Alvan Alvin udah pernah walau hanya sekali
2024-04-08
2
murniati cls
dia udah ada rasa tp blom nyadar aja,mknya dia kesel wkt dblg udh ada calon suami
2024-04-04
0