Orang tua Arash dan Almira

Rumah Sakit H.

Setibanya di rumah sakit, Almira dilarikan ke ruang IGD dan langsung ditangani oleh Dokter jaga. Sedangkan Arash yang menunggu di luar ruang IGD mulai diinterogasi oleh salah satu petugas polisi, Arash menjawab apa adanya mulai dari dipepet hingga dia berhenti di halaman gedung kosong sampai terjadilah perkelahian hingga Almira terlibat, namun segala keterangan sementara itu tetap pihak polisi meminta Arash untuk ke kantor polisi untuk memenuhi BAP(Berita Acara Pemeriksaan).

Selanjutnya pihak kepolisian menanyakan hubungan Arash dengan Almira karena melihat seragam yang dikenakan gadis itu, saudarakah, adik kah atau pacar. Ini yang membuat pria itu bingung sendiri, alhasil polisi memeriksa tas gadis itu untuk mencari kartu identitas Almira serta menanyakan ponsel milik gadis itu, karena pihak polisi mempunyai kewajiban untuk menghubungi wali dari Almira.

Dengan rasa enggan pria itu mengeluarkan ponsel milik Almira lalu memberikan ke petugas polisi. Lalu petugas polisi tersebut juga minta nomor telepon orang tua Arash.

Arash mendesah panjang, lalu mengusak rambutnya sendiri ... pikirannya mulai kalut. Apa yang akan terjadi jika kedua orang tuanya dan kedua orang tuanya Almira datang ke rumah sakit pikir Arash.

Ah bagaimana ini ... batin Arash, mulai ketar ketir.

Pihak polisi sudah berhasil menghubungi salah satu orang tua Arash dan Almira. Alhasil 45 menit kemudian ...

Mama Tania, Papa Albert, Mommy Alya dan Daddy Erick datang serempak di rumah sakit yang sama, padahal mereka tidak janjian.

“Pak Albert.”

“Pak Erick.”

Kedua pria yang sama-sama berwajah tampan walau sudah tak muda lagi, saling terkejut di lobby rumah sakit.

“Mbak Alya.”

“Tania.”

Begitu juga para istrinya saling menyapa dan saling terkejut juga karena berada di tempat yang sama.

“Pak Albert, mau mengunjungi siapa?” tanya Daddy Erick.

“Anak kembar saya masuk IGD,” jawab Papa Albert dengan wajah cemasnya.

“Kalau Pak Erick sendiri?” balik bertanya Papa Albert.

“Anak saya ada di IGD juga,” balas Daddy Erick.

“Kalau begitu kita sama-sama ke sana,” pinta Papa Albert, kebetulan rumah sakit yang didatanginya milik Papa Albert jadi staf rumah sakit sigap melayani Papa Albert.

Mereka berempat langsung ke ruang IGD, dan ternyata mereka berempat di sambut oleh petugas polisi yang tampak menunggu kehadiran perwakilan Almira dan Arash di luar ruang IGD, sedangkan Arash wajahnya mulai ketakutan saat melihat kedua orang tuanya tiba.

Pak Polisi langsung konfirmasi kepada Papa Albert dan Daddy Erick.

“Apa yang terjadi dengan anak saya?” tanya Papa Albert namun sebelum dijawab oleh pihak polisi, pria itu sudah langsung masuk ke ruang IGD dan mencari keberadaan putri kesayangannya.

Almira tampak berbaring lemah di atas brankarnya dengan posisi  miring, tangannya pun sudah di infus.

“Almira, kamu kenapa nak? Kenapa bisa begini?” tanya Papa Albert dengan wajah paniknya, sedangkan Mama Tania yang berada di belakang Papa Albert langsung menyentuh badan Almira.

Sedangkan di luar ruang IGD, Daddy Erick memberikan bogeman mental ke wajah Arash, untung saja petugas polisi cepat meleraikannya. “Dasar bocah berandalan, sudah Daddy bilang berhenti ikutan geng motor! Dan sekarang kamu lihat anak teman Daddy jadi korban gara-gara kamu! Mikir kamu pakai otak,  kenapa kamu libatkannya dalam perkelahian kamu ... huh!” meradang Daddy Erick, emosinya membuncah dengan anaknya sendiri, setelah petugas polisi menceritakan kejadian yang menimpa Arash dan Almira anak rekan bisnisnya.

Mommy Alya menahan lengan Daddy Erick agar tidak melampiaskan emosinya dengan kekerasan lagi. “Pak, mending bawa anak saya ke kantor polisi! Penjarakan saja sekalian!” maki Daddy Erick terlanjur kepalang dia marah-marah.

Arash bergeming, kali ini tidak melawan maupun membantah Daddy Erick ...

Papa Albert yang baru saja keluar dari ruang IGD, dan sedikit mendengar penjelasan Pak Polisi, wajahnya terlihat garang, lalu pria itu menarik jaket Arash.

BUG

BUG

Dua bogeman mentah melayang di wajah tampan Arash, yang tak sempat menghindarinya.

“Pah, tahan Pah ... jangan emosi,” pinta Mama Tania, langsung memeluk suaminya agar tidak menghajar pria berjaket kulit itu.

“Dia yang membuat anak kita terluka Mah, gara-gara anak nakal ini ... anak kita sakit!” bentak Papa Albert, dengan tatapan menyalak menatap Arash.

Daddy Erick bergegas mendekati Papa Albert. “Pak Albert, atas nama anak saya ... saya minta maaf atas kejadian yang menimpa anak Pak Albert. Saya akan bertanggung jawab, dan akan memberikan sanksi tegas atas kesalahan anak saya,” ucap Daddy Erick sedikit membungkukkan punggungnya dengan rasa penuh penyesalan.

Mommy Alya ada rasa sedikit ingin tahu siapa anak dari rekan bisnis suaminya dan rekan bisnis butiknya. “Tania, maaf kalau boleh ... bisa saya dan suami menjenguk anaknya?” pinta Mommy Alya, penasaran.

“Boleh Mbak Alya,” jawab Mama Tania, kemudian mereka berempat bersama-sama masuk ke ruang IGD. Sebenarnya Papa Albert masih emosi dengan Arash, tapi tidak menyangka jika pria muda itu anak rekan bisnisnya, yang ada kini Papa Albert menghunuskan tatapan bak burung elang ketika menatap Arash kembali.

Haduh kenapa cewek itu anak teman Daddy sih!

Di saat Mommy Alya dan Daddy Erick masuk ke dalam ruang IGD, kedua netra Mommy Alya langsung terbelalak begitu juga dengan Daddy Erick. “Almira!” panggil serempak Mommy Alya dan Daddy Erick.

Mama Tania dan Papa Albert ikutan terkejut melihat rekan bisnisnya tahu nama putrinya padahal belum pernah bertemu. “ARASH!” teriak Daddy Erick geram setelah mengetahui siapa anak temannya.

Arash yang masih diluar, tubuhnya mulai menegang kembali. Daddy Erick dengan wajah yang memerah keluar dari ruang IGD, Mommy Alya mengikutinya karena punya feeling yang tak enak. Ternyata kejadianlah, Daddy Erick kembali menghajar anaknya sendiri.

“STOP, Daddy.” Mommy Alya berusaha meleraikannya di bantu oleh polisi.

“Gila kamu Arash! Dasar anak berandalan ... Kamu biarkan wanita yang pernah menolong kamu, terluka dihajar sama orang!” teriak Daddy Erick penuh emosi.

Arash tertunduk sembari menahan rasa sakit di wajah dan badannya. “Maaf, Daddy ... Mommy,” kata Arash pelan.

Mommy Alya juga merasa bersalah dan tak menyangka jika gadis itu adalah Almira, semuanya pasti terjadi karena permintaan Mommy Alya pada Arash untuk membawa Almira ke mansion.

“Maaf Pak Erick jangan emosi dulu, kasus ini sedang kami selidiki. Tapi  untuk penyelidikan sementara anak bapak beserta wanita yang ada di dalam, mereka memang sudah dibuntuti di jalanan, tapi sayangnya anak bapak malah berhenti di tempat sepi maka terjadilah pengeroyokan. Sedangkan keempat orang tersebut sedang kami interogasi dikantor polisi, jadi secara tak langsung anak bapak juga salah satu korban,” kata Polisi memberikan penjelasan.

Daddy Erick mendengus kesal saat menatap wajah anaknya. “Tolong anak saya kasih ganjaran juga jika dia memang melakukan kesalahan juga!” pinta Daddy Erick, yang sudah sangat kesal dengan Arash.

Wajah Arash tampak pasrah, apalagi Daddy Erick wajahnya sudah memperlihatkan amarah besarnya, dan hal ini untuk pertama kali dia melihatnya.

 bersambung .... Arash disidang 🤧

Terpopuler

Comments

Ahmad Zaenuri

Ahmad Zaenuri

atutt....😣😣😣

2025-03-02

0

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

jedeeerrr

2024-05-28

1

Kimo Miko

Kimo Miko

hadeuh nasibmu arash..... kasihan kena amukan daddy padahal kamu gak salah

2024-02-03

1

lihat semua
Episodes
1 Arash Zahra Pratama dan Almira Kiyan Al Yusuf
2 Dua sisi yang berbeda
3 Cowok berkedok cewek atau wonder women?
4 Kuntilanak, Genderuwo
5 Bertemu dengan Orang tua Arash
6 Siapa Kunti?
7 Nasib si burung genderuwo
8 Bertengkar
9 Keluarga Albert
10 Rutinitas sehari-hari
11 Permintaan Mommy Alya
12 Perkelahian
13 Orang tua Arash dan Almira
14 Ide menjodohkan Arash dan Almira
15 Ustadz Ridwan
16 Ada yang kesal atau cemburu ya?
17 Gak bisa tidur.
18 Ada yang kepanasan
19 Katanya mau pergi! Malah gak jadi
20 Siapa yang cemburu!
21 Arash tiba-tiba perhatian
22 Mencarinya
23 Undangan Almira
24 Berhasil mendapatkannya
25 Menghubungi Almira
26 Triple A berkelahi
27 Salah paham
28 Shalat Maqrib berjamaah
29 Makan Malam
30 Hari Sabtu yang ditunggu
31 Acara lamaran siapa?
32 Tangan yang digenggam
33 Wanita si berkebaya merah
34 Amarah Mommy Alya
35 Teguran untuk Arash
36 Putus hubungan!?
37 Mengejarmu
38 ingin bicara denganmu
39 Hanya terobsesi bukan cinta!
40 Patah hati
41 Tetangga sebelah
42 Mommy Alya sakit
43 Nasihat Tante Vio
44 Menjenguk
45 Arash tak dianggap!
46 Perdebatan saat makan siang
47 Lima detik!
48 Disidang
49 Berhenti balapan motor
50 Meggi si kaldu ayam
51 Makan siang bersama
52 Keributan di Mall
53 Menyelesaikan masalah di mall
54 Berkata jujur
55 PR Bang Wowo bertambah
56 Membujuk Almira
57 Kesambet setan
58 Ancaman Arash
59 Lumpia Basah
60 Ada yang berubah
61 Perjalanan
62 Acara tadabbur alam - 1
63 Acara tadabbur alam - 2
64 Acara tadabbur alam - 3
65 Pengakuan
66 Akhirilah semuanya sekarang!
67 Sholat malam
68 Saran Siti
69 Jangan mengambil keputusan apapun!
70 Calon istri saya!
71 Terluka
72 Ketahuan
73 Keadaan Almira
74 Ana dan Sherina
75 Penangkapan Prima
76 Kembali ke Jakarta
77 Hati yang terharu
78 Izin dari Papa Albert
79 Ampun sayang!
80 Keputusan!
81 Dua minggu lagi
82 Divisi marketing
83 Lita Oh Lita
84 Menemui Papa Albert
85 Wedding Day
86 Acara resepsi
87 Masalah mandi!
88 Pacaran dulu
89 Sakit Kak Arash!
90 Cie pengantin baru
91 Rencana bulan madu
92 Arash sakit
93 Kabar bahagia
94 Keluarga bahagia
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Arash Zahra Pratama dan Almira Kiyan Al Yusuf
2
Dua sisi yang berbeda
3
Cowok berkedok cewek atau wonder women?
4
Kuntilanak, Genderuwo
5
Bertemu dengan Orang tua Arash
6
Siapa Kunti?
7
Nasib si burung genderuwo
8
Bertengkar
9
Keluarga Albert
10
Rutinitas sehari-hari
11
Permintaan Mommy Alya
12
Perkelahian
13
Orang tua Arash dan Almira
14
Ide menjodohkan Arash dan Almira
15
Ustadz Ridwan
16
Ada yang kesal atau cemburu ya?
17
Gak bisa tidur.
18
Ada yang kepanasan
19
Katanya mau pergi! Malah gak jadi
20
Siapa yang cemburu!
21
Arash tiba-tiba perhatian
22
Mencarinya
23
Undangan Almira
24
Berhasil mendapatkannya
25
Menghubungi Almira
26
Triple A berkelahi
27
Salah paham
28
Shalat Maqrib berjamaah
29
Makan Malam
30
Hari Sabtu yang ditunggu
31
Acara lamaran siapa?
32
Tangan yang digenggam
33
Wanita si berkebaya merah
34
Amarah Mommy Alya
35
Teguran untuk Arash
36
Putus hubungan!?
37
Mengejarmu
38
ingin bicara denganmu
39
Hanya terobsesi bukan cinta!
40
Patah hati
41
Tetangga sebelah
42
Mommy Alya sakit
43
Nasihat Tante Vio
44
Menjenguk
45
Arash tak dianggap!
46
Perdebatan saat makan siang
47
Lima detik!
48
Disidang
49
Berhenti balapan motor
50
Meggi si kaldu ayam
51
Makan siang bersama
52
Keributan di Mall
53
Menyelesaikan masalah di mall
54
Berkata jujur
55
PR Bang Wowo bertambah
56
Membujuk Almira
57
Kesambet setan
58
Ancaman Arash
59
Lumpia Basah
60
Ada yang berubah
61
Perjalanan
62
Acara tadabbur alam - 1
63
Acara tadabbur alam - 2
64
Acara tadabbur alam - 3
65
Pengakuan
66
Akhirilah semuanya sekarang!
67
Sholat malam
68
Saran Siti
69
Jangan mengambil keputusan apapun!
70
Calon istri saya!
71
Terluka
72
Ketahuan
73
Keadaan Almira
74
Ana dan Sherina
75
Penangkapan Prima
76
Kembali ke Jakarta
77
Hati yang terharu
78
Izin dari Papa Albert
79
Ampun sayang!
80
Keputusan!
81
Dua minggu lagi
82
Divisi marketing
83
Lita Oh Lita
84
Menemui Papa Albert
85
Wedding Day
86
Acara resepsi
87
Masalah mandi!
88
Pacaran dulu
89
Sakit Kak Arash!
90
Cie pengantin baru
91
Rencana bulan madu
92
Arash sakit
93
Kabar bahagia
94
Keluarga bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!