Rutinitas sehari-hari

Esok hari

P. University

Pagi pagi sekali Arash sudah meninggalkan mansion demi menghindari Mommy Alya dan Daddy Erick, yang hampir setiap pagi memberikan kultum untuknya, apalagi semenjak kejadian beberapa hari yang lalu, kultumnya jadi panjang sepanjang jalan tol.

“Hai, Arash,” sapa Sherina ketika mereka berpapasan masuk ke dalam lobby university.

“Hai juga Sherina,” balas sapa pria itu dengan tatapan datarnya.

“Arash, sorry ya waktu kamu dirawat di rumah sakit ... aku belum sempat jenguk kamu,” kata Sherina, sembari menyejajarkan langkah kakinya dengan Arash.

“Iya gak pa-pa kok, lagian gue juga gak perlu di jenguk.”

Sherina memindai sosok Arash yang baru saja mengalami pengeroyokan, namun sudah terlihat baik-baik saja. Namun yang ditatap terlihat biasa saja, karena buat Arash sudah terbiasa ditatap oleh para wanita, maklumlah dia pria populer di kampus, walau punya kelakuan yang kurang baik.

Sherina memberanikan menggamit lengan Arash. “Kamu sudah sarapan belum? Kita sarapan di kantin dulu ya, mumpung masih ada waktu sebelum perkuliahan dimulai,” ajak Sherina.

“Boleh,” jawab singkat Arash, yang memang kebetulan belum sarapan.

Dari kejauhan Heri dan Tio baru saja tiba di university dan tak sengaja melihat Arash bersama Sherina jalan berdampingan. Heri dan Tio sama seperti Arash, setelah dihajar oleh Almira, mereka tidak masuk kuliah karena sakit.

“Kalau gak ada tuh cewek, pasti Arash sampai detik ini tidak akan masuk kuliah!” geram Heri.

“Bener Bro, gara-gara tuh cewek kepala gue sampai dapat dua jahitan, kaki gue juga rasanya kayak mau patah,” sahut Tio.

“Gue rasanya pengen nyewa orang buat beri pelajaran sih Arash,” kata Heri.

Tio menepuk bahu Heri. “Bagaimana kalau kita panasin geng motor sebelah, biar bisa serang geng motornya si Arash. Jadi kita tidak perlu ikut campur.” Tio memberikan idenya dengan senyum sinis nya.

Heri menoleh ke samping lalu menatap temannya itu. “Ide yang cemerlang, nanti pulang kuliah kita kongkow sama meraka.”

Sementara itu di kantin, Arash dan Sherina yang baru saja duduk, dan baru saja memesankan makanan, beberapa teman se geng motornya menghampiri mereka berdua.

“Hai, Bro udah masuk kuliah nih, udah sehat,” kata Doni, mereka berdua salam tos.

“Kalau gue udah masuk, ya berarti udah sehat lah,” jawab Arash.

Doni, Matt dan Anthony bergabung duduk di meja yang sama, hal itu membuat Sherina cemberut, karena waktu berdua dengan cowok yang ditaksirnya jadi gagal.

“Jadi anak geng motor mana yang berani keroyok lo malam-malam?” tanya Matt.

“Wajah mereka sih ditutupi, tapi motor yang mereka bawa gak bisa ditutupi ... mereka geng motornya Heri. Sudah pasti Heri and the geng yang punya kerjaan,” jawab Arash berdecak kesal.

“Lo bakal balas mereka gak, Bro?” tanya Anthony.

Arash menunjukkan senyum devil. “Jangan panggil gue Arash, kalau gue gak bakal balas mereka. Lo lo semua pada siap-siap ya ... kita habisi mereka semua kali ini!” ucap Arash menggebu-gebu.

Hal yang menyenangkan rasanya jika ada lawan yang akan dibasminya, darah panasnya mulai mendidih dan butuh untuk disalurkan. Pria tampan itu menyugar rambut tebalnya, lalu menyeringai tipis dengan teman segengnya.

...----------------...

Siang hari

SMU International.

Wajah Almira mulai merah padam, tubuhnya sudah basah kuyup gara-gara membuka pintu kamar mandi, rupanya ada ember kecil berisi air.

“Kerjaan siapa ini!” teriak Almira, sangat menggema.

Di luar kamar mandi, terdengar suara beberapa orang tertawa, dan hal itu terdengar jelas oleh Almira, hingga mau tidak mau gadis itu keluar dari kamat mandi dalam keadaan basah kuyup.

Melihat Almira tiba-tiba keluar, beberapa siswi yang menertawainya langsung bungkam kemudian buru-buru menjauh dari kamar mandi, tapi apa yang terjadi.

“AAWWW!” jerit beberapa orang, sembari menahan rambutnya yang sudah ditarik oleh Almira.

“Mau kemana kalian ... huh! Mau coba kabur setelah mengerjaiku ... huh!” sentak Almira, langsung menuduh kepada dua orang tersebut.

“Apa apaan lo Mira, lepasin rambut gue!” balik bentak Siska.

Almira makin menarik rambut Siska dan Venny. “Kalian minta dilepasi setelah mengguyur aku begitu saja! Enak saja! Gak bisa ... Kalian berdua juga harus sama kayak aku!” jawab Almira kesal, dengan teman gengnya si Meggi kaldu ayam.

“Enak aja lo nuduh kita, emangnya kita gak boleh tertawa!” balas Siska.

“Rupanya kalian berdua lupa, jika diujung sana ada cctv, dan aku bisa mengeceknya. Siapa yang masuk kedalam kamar mandi sebelum aku!” balas Almira dengan tegasnya. Siska dan Venny saling bersitatap, namun tak lama Almira menarik kembali rambut Siska dan Venny yang sudah digenggamnya, hingga kedua gadis itu turut masuk ke kamar mandi.

BYUR ...

BYUR ...

Siska dan Venny akhirnya turut basah karena disemprot oleh Almira memakai selang closet.

“Bilang sama ketua geng kalian, jangan coba-coba balas dendam denganku, memangnya aku tidak tahu kalau kalian berdua pasti disuruh sama si Meggi kaldu ayam kan!” bentak Almira, menunjukkan kedua taringnya.

Siska dan Venny hanya mendengus kesal, dan mengusap wajahnya yang basah serta tubuhnya yang kuyup seperti habis nyemplung di kolam renang.

Almira yang sama keadaannya dengan mereka berdua keluar dari kamar mandi dan meninggalkan mereka berdua.

“Gue kan udah bilang sama lo, jangan bikin ulah deh sama Almira. Si Meggi aja kena getahnya, sekarang kita berdua juga kena getahnya,” ucap kesal Venny.

“Iye ... iye sorry deh, habisnya Meggi maksa gue banget suruh ngerjaiin si Almira,” jawab  Siska ikutan kesal juga.

Untung saja kejadiannya saat jam pelajaran terakhir, tapi tetap saja baju Almira sudah kuyup saat kembali ke kelasnya. Teman sekelasnya bersama gurunya sampai kaget melihat Almira.

“Al ... kok bisa basah semua badannya?” tanya Siti heran.

Almira mengubek-ubek tasnya mencari cardigan yang sempat dia pakai tadi pagi. “Biasa gengnya si Meggi bikin tingkah aja,” balas Almira.

“Astaga ... untung saja sudah mau bel pulang,” kata Siti.

“Heeumm ...,” gumamnya, sembari memakai cardigan berwarna abu-abunya.

Tiga puluh menit kemudian ...

Motor sport merah sudah terparkir di sisi samping gerbang SMU International. Sang pengendara motor tampak masih bertengger di atas motornya dengan menyugar rambut pendek berwarna coklatnya itu.

Iris mata yang berwarna biru itu nampak sedang mencari seseorang, semua siswa yang dilihat oleh pria itu jadi tersenyum malu-malu dan kegirangan ditatap sama cowok ganteng itu.

“Al ... kamu dijemput sopir atau pulang pakai ojol, baju kamu masih basah loh?” tanya Siti, ketika mereka sama-sama menuju gerbang sekolah.

“Aku udah pesan ojol nih,” kata Almira menunjukkan ponselnya.

Mereka pun kembali melanjutkan langkah kakinya keluar gerbang, namun tiba-tiba Siti menahan lengan Almira.

“Al ... bukannya itu cowok yang kemarin kan?” tanya Siti, menunjuk ke arah motor sport berwarna merah itu.

Almira membulatkan kedua netranya. “Ngapaiin dia ke sini?”

 

bersambung ....

Ngapaiin tuh cowok ke sekolahan Almira 🤧🤧🤧 jangan bilang mau ngajak ngelut ya!

 

 

 

 

Terpopuler

Comments

febby fadila

febby fadila

itu ojol yg dipesan kamu al ojol ganteng/Facepalm/

2025-01-09

0

Ahmad Zaenuri

Ahmad Zaenuri

abaikan aja Al...biar kesel tubuh cowok

2025-03-02

0

Ita rahmawati

Ita rahmawati

mungkin dia ojol yg dipesen almira 🤣🤣

2024-10-13

1

lihat semua
Episodes
1 Arash Zahra Pratama dan Almira Kiyan Al Yusuf
2 Dua sisi yang berbeda
3 Cowok berkedok cewek atau wonder women?
4 Kuntilanak, Genderuwo
5 Bertemu dengan Orang tua Arash
6 Siapa Kunti?
7 Nasib si burung genderuwo
8 Bertengkar
9 Keluarga Albert
10 Rutinitas sehari-hari
11 Permintaan Mommy Alya
12 Perkelahian
13 Orang tua Arash dan Almira
14 Ide menjodohkan Arash dan Almira
15 Ustadz Ridwan
16 Ada yang kesal atau cemburu ya?
17 Gak bisa tidur.
18 Ada yang kepanasan
19 Katanya mau pergi! Malah gak jadi
20 Siapa yang cemburu!
21 Arash tiba-tiba perhatian
22 Mencarinya
23 Undangan Almira
24 Berhasil mendapatkannya
25 Menghubungi Almira
26 Triple A berkelahi
27 Salah paham
28 Shalat Maqrib berjamaah
29 Makan Malam
30 Hari Sabtu yang ditunggu
31 Acara lamaran siapa?
32 Tangan yang digenggam
33 Wanita si berkebaya merah
34 Amarah Mommy Alya
35 Teguran untuk Arash
36 Putus hubungan!?
37 Mengejarmu
38 ingin bicara denganmu
39 Hanya terobsesi bukan cinta!
40 Patah hati
41 Tetangga sebelah
42 Mommy Alya sakit
43 Nasihat Tante Vio
44 Menjenguk
45 Arash tak dianggap!
46 Perdebatan saat makan siang
47 Lima detik!
48 Disidang
49 Berhenti balapan motor
50 Meggi si kaldu ayam
51 Makan siang bersama
52 Keributan di Mall
53 Menyelesaikan masalah di mall
54 Berkata jujur
55 PR Bang Wowo bertambah
56 Membujuk Almira
57 Kesambet setan
58 Ancaman Arash
59 Lumpia Basah
60 Ada yang berubah
61 Perjalanan
62 Acara tadabbur alam - 1
63 Acara tadabbur alam - 2
64 Acara tadabbur alam - 3
65 Pengakuan
66 Akhirilah semuanya sekarang!
67 Sholat malam
68 Saran Siti
69 Jangan mengambil keputusan apapun!
70 Calon istri saya!
71 Terluka
72 Ketahuan
73 Keadaan Almira
74 Ana dan Sherina
75 Penangkapan Prima
76 Kembali ke Jakarta
77 Hati yang terharu
78 Izin dari Papa Albert
79 Ampun sayang!
80 Keputusan!
81 Dua minggu lagi
82 Divisi marketing
83 Lita Oh Lita
84 Menemui Papa Albert
85 Wedding Day
86 Acara resepsi
87 Masalah mandi!
88 Pacaran dulu
89 Sakit Kak Arash!
90 Cie pengantin baru
91 Rencana bulan madu
92 Arash sakit
93 Kabar bahagia
94 Keluarga bahagia
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Arash Zahra Pratama dan Almira Kiyan Al Yusuf
2
Dua sisi yang berbeda
3
Cowok berkedok cewek atau wonder women?
4
Kuntilanak, Genderuwo
5
Bertemu dengan Orang tua Arash
6
Siapa Kunti?
7
Nasib si burung genderuwo
8
Bertengkar
9
Keluarga Albert
10
Rutinitas sehari-hari
11
Permintaan Mommy Alya
12
Perkelahian
13
Orang tua Arash dan Almira
14
Ide menjodohkan Arash dan Almira
15
Ustadz Ridwan
16
Ada yang kesal atau cemburu ya?
17
Gak bisa tidur.
18
Ada yang kepanasan
19
Katanya mau pergi! Malah gak jadi
20
Siapa yang cemburu!
21
Arash tiba-tiba perhatian
22
Mencarinya
23
Undangan Almira
24
Berhasil mendapatkannya
25
Menghubungi Almira
26
Triple A berkelahi
27
Salah paham
28
Shalat Maqrib berjamaah
29
Makan Malam
30
Hari Sabtu yang ditunggu
31
Acara lamaran siapa?
32
Tangan yang digenggam
33
Wanita si berkebaya merah
34
Amarah Mommy Alya
35
Teguran untuk Arash
36
Putus hubungan!?
37
Mengejarmu
38
ingin bicara denganmu
39
Hanya terobsesi bukan cinta!
40
Patah hati
41
Tetangga sebelah
42
Mommy Alya sakit
43
Nasihat Tante Vio
44
Menjenguk
45
Arash tak dianggap!
46
Perdebatan saat makan siang
47
Lima detik!
48
Disidang
49
Berhenti balapan motor
50
Meggi si kaldu ayam
51
Makan siang bersama
52
Keributan di Mall
53
Menyelesaikan masalah di mall
54
Berkata jujur
55
PR Bang Wowo bertambah
56
Membujuk Almira
57
Kesambet setan
58
Ancaman Arash
59
Lumpia Basah
60
Ada yang berubah
61
Perjalanan
62
Acara tadabbur alam - 1
63
Acara tadabbur alam - 2
64
Acara tadabbur alam - 3
65
Pengakuan
66
Akhirilah semuanya sekarang!
67
Sholat malam
68
Saran Siti
69
Jangan mengambil keputusan apapun!
70
Calon istri saya!
71
Terluka
72
Ketahuan
73
Keadaan Almira
74
Ana dan Sherina
75
Penangkapan Prima
76
Kembali ke Jakarta
77
Hati yang terharu
78
Izin dari Papa Albert
79
Ampun sayang!
80
Keputusan!
81
Dua minggu lagi
82
Divisi marketing
83
Lita Oh Lita
84
Menemui Papa Albert
85
Wedding Day
86
Acara resepsi
87
Masalah mandi!
88
Pacaran dulu
89
Sakit Kak Arash!
90
Cie pengantin baru
91
Rencana bulan madu
92
Arash sakit
93
Kabar bahagia
94
Keluarga bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!