Nasib si burung genderuwo

Apa yang terjadi ketika para siswi SMU melihat cowok ganteng ditambah penampilannya bagaikan anak motor, yang identik dengan celana jeans agak belel ditambah jaket kulitnya ... ooh sudah pasti buat para siswa terpesona.

Itulah yang terjadi ketika Arash dan Jack melepaskan helm full facenya dari kepala mereka masing-masing.

“Ya ampun ... ganteng banget!” beberapa siswi terlonjak kaget bak lagi lihat artis idol Korea.

Berbeda hal dengan Almira dan Arasah.

“Kuntilanak!”

“Genderuwo!”

Mereka berdua sama sama terkejut sambil saling menunjuk ke arah mereka berdua.

Jack yang ikutan melihat Almira karena dipanggil kuntilanak sama Arash, mulutnya menganga hampir saja lalat abang bakso masuk ke mulut Jack. Bagaimana tidak menganga mulut Jack, gadis yang dipanggil kuntilanak memiliki paras wajah yang cantik walau dia pakai seragam SMU, rok sepanjang mata kaki, lalu kemeja putih lengan panjang, kemudian rambut panjang berwarna coklatnya dikuncir kuda.

GLEK!

Ada air gak? Kasihan tenggorokan Jack sampai tercekat banget, gara-gara memandang wajah Almira.

“Cantiknya, imut banget si Kunti,” puji Jack tanpa berkedip, dan lupa jika dengkul kakinya mulai cenat cenut habis ciuman sama aspal panas.

PUG!

Arash langsung menoyor kening Jack biar sadar diri dengan kalimatnya barusan. “Cantik dari Hongkong!” gerutu Arash kesal, lalu kembali menatap Almira.

“Ck ... ternyata orang mabuk lagi yang bawa motor, masih gak kapok aja tuh orang ... Memangnya sudah sembuh!” balas gerutu Almira, sama-sama tidak senang melihatnya.

Pak Satpam memberikan botol minum untuk Arash dan Jack. “Diminum dulu Mas, biar agak tenang,” pinta Pak Satpam.

Arash dan Jack pun menerimanya, dan langsung meneguknya hingga habis satu botol ukuran 600 ml. Haus Bang Arash? Bukannya haus tapi lagi menahan emosi sama Almira.

Almira menggamit lengan Siti, “Yuk Siti, kita jalan ... orangnya selamat masih hidup,” celetuk Almira, kemudian keluar dari kerumunan orang banyak itu.

“Al ... dia cowok yang kemarin kamu tolongkan?” tanya Siti mengingat-ingat.

“Iya ... ternyata masih gak kapok, sekarang berulah pakai ngebut di jalan raya, sudah tahu banyak orang mau menyeberang!”

Baru beberapa langkah Almira dan Siti menjauh dari kerumunan ....

“Eeeeehhhh ...” pekik Almira, kerah kemejanya dari belakang ada yang menariknya.

“Mau kemana lo, mau lari dari tanggung jawab ya!” sentak Arash, yang sudah berdiri di belakangnya dengan menarik kemeja seragam Almira.

“Astagfirullah, dasar setan ... genderuwo,” seru Almira terkejut melihat Arash begitu dekat dengannya.

Wajahnya si sangat ganteng, tapi ya begitu Almira eneq lihat pria itu. “Lepasin gak bajuku!” pinta Almira sembari menggoyangkan badannya biar bisa lepas dari tangan Arash.

“Lo harus tanggung jawab dulu, lo yang bikin gue jatuh dari motor gara-gara batu yang lo lempar barusan!” bentak Arash.

“Ooh begitu ya! Ok ... kalau kakak tadi bawa motornya tidak ngebut di siang bolong, aku tidak akan menimpuk Kakak, lagi pula tadi hampir saja motor Kakak menabrak temanku! Apa salah kalau aku melindungi temanku dan kakak sendiri ... hem! Kalau aku tidak timpuk kakak dengan batu, bisa saja di jalan sana Kakak dan beberapa orang akan tertimpa musibah yang lebih parah lagi!” balas Almira.

Beberapa siswa menganggukkan kepalanya seakan setuju dengan maksud dari Almira.

“Betul itu, tadi Kakak tuh bawa motornya ngebut!” salah satu orang ada yang menimpali.

Namun sayangnya Arash masih belum melepaskan tangannya dari kerah kemeja Almira. “Arash, udah lepasin aja tuh si Kunti, yang salah juga lo bawa motornya ngebut! Lagi pula kita hanya terjatuh dan lecet tidak ada tulang yang patahkan,” kata Jack sambil mengecek badannya dan badan Arash, dia tidak mau memperpanjang masalah lagi, karena banyak mata yang memandang mereka berdua, takut malah jadi di amuk oleh orang banyak.

“Gak bisa si Kunti ini harus bertanggung jawab sama gue, lihat celana gue sampai robek begini!”

Almira mendengus kesal lalu memutar malas bola matanya. “Eh Kak Genderuwo, namaku bukan kunti tapi Almira, catat ya. Dan lepaskan tangannya!” mulai geram Almira.

“Enak aja minta dilepas, yang ada lo bakal kabur dari gue!” seru Arash.

“Oke kalau begitu jika tidak mau dilepas secara baik-baik.” Almira menarik sudut bibirnya, kemudian alis matanya naik, lalu kaki kanannya sudah mengambil ancang-ancang.

Jack menepuk bahu Arash. “Udah Bro, lepasin tuh cewek daripada,—“

“AAAWWW!” tersungkurlah Arash di atas aspal panas, baru saja dibilangin sama Jack, kejadian deh.

Burung Arash terima sikutan maut dari Almira. “Sakit ... Kuntilanak!” jerit Arash, meringis kesakitan.

Yang lihat hanya bisa berekspresi ngilu, apa daya Jack memapah Arash yang kesakitan untuk duduk di pos satpam.

“Sialan tuh bocah, awas gue bakal balas lo!” ancam Arash.

Almira hanya bisa menjulurkan lidahnya lalu melambaikan salah satu tangannya, “selamat menikmati rasa sakitnya!” teriak Almira dari kejauhan.

Jack hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat Arash dan Almira, tak menyangka ada gadis terlihat tidak terpesona dengan ketampanan temannya ini padahal banyak gadis yang berebutan mencari perhatian si Arash, namun tetap saja susah buat menaklukkannya.

...----------------...

Biarlah Almira dibilang tidak bertanggung jawab telah membuat Arash dan Jack terjatuh dari motornya, lagi pula semuanya juga berawal dari Arash saat mengendarai motor sport milik Jack.

Keadaan motor sport Jack terlihat tidak terlalu parah, hanya bagian lampu depannya yang pecah dan kaca spion sebelah kanannya juga pecah.

“Bro, kita mampir makan siang dulu ya, perut gue lapar,” keluh Jack.

“Gue ngikut lo aja, lagi nahan sakit burung gue,” jawab Arash meringis, jalan aja dia harus melebarkan kedua pahanya.

“Mending lo nanti ke dokter aja, takut burung lo kenapa-napa, gak bisa berdiri ... bisa bahaya,” celetuk Jack.

“Sialan lo ngatain burung gue gak bisa berdiri ... amit-amit. Ini gara-gara si Kunti, awas aja kalau ketemu ... Gue bakal benyek-benyek tuh bocah,” geram Arash, penuh rasa kebencian dengan Almira.

“Hati-hati loh, nanti bukan dia yang benyek sama elo, malah lo yang jadi rempeyek sama tuh cewek,” balas Jack asal.

“Ah ... susah emang ngomong sama lo, ayo cabut katanya lapar,” titah Arash sudah memasang kembali helmnya.

Setelah cukup lama Arash menenangkan diri di pos satpam, pria itu bersama Jack melanjutkan perjalanan, namun kali ini Jack yang membawa motornya sendiri. Sebelum meninggalkan sekolah SMU International, Arash menatap tajam gerbang sekolahan itu, entah apa yang dia pikirkan.

Sementara itu Almira dan Siti sudah sampai di salah satu mall, menuju toko buku yang ada di dalam mall tersebut.

“Al ... ternyata cowok yang tempo hari kamu tolong ganteng juga ya,” ucap Siti, sembari menemani Almira yang sedang memilih buku komik.

“Percuma juga kalau ganteng, tapi tidak punya kepribadian yang baik. Yang ganteng itu kayak Ustadz Ridwan wajahnya bersih karena sering kena air wudhu lalu memiliki hati yang bersih, kalau sudah mengaji suaranya merdu banget, belum lagi tutur katanya begitu menentramkan siapapun yang mendengarnya,” imbuh Almira, sembari membayangkan kelak punya suami kayak Ustadz Ridwan.

“Cie – cie yang ngefans sama Ustadz Ridwan,” goda Siti.

Gadis itu tersenyum tipis. “Boleh dong Siti, aku mengkhayal punya suami kayak Ustadz Ridwan.”

“Bolehlah, siapa tahu jodoh masa depan, Ustadz Ridwan kan belum menikah ini.”

“Aamiin ... semoga berjodoh,” sahut Almira.

“Al ... habis beli buku, kita makan dulu ya, perutku kok tiba-tiba lapar,” ucap Siti.

“Oke aku juga agak lapar.”

Gadis itu bergegas mencari buku yang diincarnya lalu segera membayarnya, selanjutnya mereka berdua kesalahan satu restoran siap saji yang dipilih oleh Almira.

 bersambung .... kira-kira si kunti sama si wowo ketemu lagi gak ya? mereka kan sama sama mau makan?

Masya Allah, alhamdulillah baru rilis 6 bab sudah masuk rangking karya baru TOP 200. Yuk Kakak Readers temenin kisahnya si kunti sama si wowo ya 😁 sampai tamat.

 

Terpopuler

Comments

Rahmawaty❣️

Rahmawaty❣️

Et kocak , gw curiga nih yg nulis novelnya tukang ngelawak🤣

2025-01-27

0

Ahmad Zaenuri

Ahmad Zaenuri

Kunti dan Wowo /Joyful//Joyful//Joyful/

2025-03-02

0

febby fadila

febby fadila

pasti bakalan ketemu lagi.. tom and jerry

2025-01-09

0

lihat semua
Episodes
1 Arash Zahra Pratama dan Almira Kiyan Al Yusuf
2 Dua sisi yang berbeda
3 Cowok berkedok cewek atau wonder women?
4 Kuntilanak, Genderuwo
5 Bertemu dengan Orang tua Arash
6 Siapa Kunti?
7 Nasib si burung genderuwo
8 Bertengkar
9 Keluarga Albert
10 Rutinitas sehari-hari
11 Permintaan Mommy Alya
12 Perkelahian
13 Orang tua Arash dan Almira
14 Ide menjodohkan Arash dan Almira
15 Ustadz Ridwan
16 Ada yang kesal atau cemburu ya?
17 Gak bisa tidur.
18 Ada yang kepanasan
19 Katanya mau pergi! Malah gak jadi
20 Siapa yang cemburu!
21 Arash tiba-tiba perhatian
22 Mencarinya
23 Undangan Almira
24 Berhasil mendapatkannya
25 Menghubungi Almira
26 Triple A berkelahi
27 Salah paham
28 Shalat Maqrib berjamaah
29 Makan Malam
30 Hari Sabtu yang ditunggu
31 Acara lamaran siapa?
32 Tangan yang digenggam
33 Wanita si berkebaya merah
34 Amarah Mommy Alya
35 Teguran untuk Arash
36 Putus hubungan!?
37 Mengejarmu
38 ingin bicara denganmu
39 Hanya terobsesi bukan cinta!
40 Patah hati
41 Tetangga sebelah
42 Mommy Alya sakit
43 Nasihat Tante Vio
44 Menjenguk
45 Arash tak dianggap!
46 Perdebatan saat makan siang
47 Lima detik!
48 Disidang
49 Berhenti balapan motor
50 Meggi si kaldu ayam
51 Makan siang bersama
52 Keributan di Mall
53 Menyelesaikan masalah di mall
54 Berkata jujur
55 PR Bang Wowo bertambah
56 Membujuk Almira
57 Kesambet setan
58 Ancaman Arash
59 Lumpia Basah
60 Ada yang berubah
61 Perjalanan
62 Acara tadabbur alam - 1
63 Acara tadabbur alam - 2
64 Acara tadabbur alam - 3
65 Pengakuan
66 Akhirilah semuanya sekarang!
67 Sholat malam
68 Saran Siti
69 Jangan mengambil keputusan apapun!
70 Calon istri saya!
71 Terluka
72 Ketahuan
73 Keadaan Almira
74 Ana dan Sherina
75 Penangkapan Prima
76 Kembali ke Jakarta
77 Hati yang terharu
78 Izin dari Papa Albert
79 Ampun sayang!
80 Keputusan!
81 Dua minggu lagi
82 Divisi marketing
83 Lita Oh Lita
84 Menemui Papa Albert
85 Wedding Day
86 Acara resepsi
87 Masalah mandi!
88 Pacaran dulu
89 Sakit Kak Arash!
90 Cie pengantin baru
91 Rencana bulan madu
92 Arash sakit
93 Kabar bahagia
94 Keluarga bahagia
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Arash Zahra Pratama dan Almira Kiyan Al Yusuf
2
Dua sisi yang berbeda
3
Cowok berkedok cewek atau wonder women?
4
Kuntilanak, Genderuwo
5
Bertemu dengan Orang tua Arash
6
Siapa Kunti?
7
Nasib si burung genderuwo
8
Bertengkar
9
Keluarga Albert
10
Rutinitas sehari-hari
11
Permintaan Mommy Alya
12
Perkelahian
13
Orang tua Arash dan Almira
14
Ide menjodohkan Arash dan Almira
15
Ustadz Ridwan
16
Ada yang kesal atau cemburu ya?
17
Gak bisa tidur.
18
Ada yang kepanasan
19
Katanya mau pergi! Malah gak jadi
20
Siapa yang cemburu!
21
Arash tiba-tiba perhatian
22
Mencarinya
23
Undangan Almira
24
Berhasil mendapatkannya
25
Menghubungi Almira
26
Triple A berkelahi
27
Salah paham
28
Shalat Maqrib berjamaah
29
Makan Malam
30
Hari Sabtu yang ditunggu
31
Acara lamaran siapa?
32
Tangan yang digenggam
33
Wanita si berkebaya merah
34
Amarah Mommy Alya
35
Teguran untuk Arash
36
Putus hubungan!?
37
Mengejarmu
38
ingin bicara denganmu
39
Hanya terobsesi bukan cinta!
40
Patah hati
41
Tetangga sebelah
42
Mommy Alya sakit
43
Nasihat Tante Vio
44
Menjenguk
45
Arash tak dianggap!
46
Perdebatan saat makan siang
47
Lima detik!
48
Disidang
49
Berhenti balapan motor
50
Meggi si kaldu ayam
51
Makan siang bersama
52
Keributan di Mall
53
Menyelesaikan masalah di mall
54
Berkata jujur
55
PR Bang Wowo bertambah
56
Membujuk Almira
57
Kesambet setan
58
Ancaman Arash
59
Lumpia Basah
60
Ada yang berubah
61
Perjalanan
62
Acara tadabbur alam - 1
63
Acara tadabbur alam - 2
64
Acara tadabbur alam - 3
65
Pengakuan
66
Akhirilah semuanya sekarang!
67
Sholat malam
68
Saran Siti
69
Jangan mengambil keputusan apapun!
70
Calon istri saya!
71
Terluka
72
Ketahuan
73
Keadaan Almira
74
Ana dan Sherina
75
Penangkapan Prima
76
Kembali ke Jakarta
77
Hati yang terharu
78
Izin dari Papa Albert
79
Ampun sayang!
80
Keputusan!
81
Dua minggu lagi
82
Divisi marketing
83
Lita Oh Lita
84
Menemui Papa Albert
85
Wedding Day
86
Acara resepsi
87
Masalah mandi!
88
Pacaran dulu
89
Sakit Kak Arash!
90
Cie pengantin baru
91
Rencana bulan madu
92
Arash sakit
93
Kabar bahagia
94
Keluarga bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!