Kuntilanak, Genderuwo

Arash bukannya tak pandai berkelahi atau melawan musuhnya, namun keadaan dirinya sehabis minum minuman beralkohol membuat pria itu agak kesusahan saat melawan musuhnya, sebenarnya pria itu juga habis kecelakaan tunggal karena mengendarai motornya dalam pengaruh minuman alkohol, dan hal itu menjadi kesempatan geng motor yang dipimpin Heri untuk mengeroyok Arash, karena mereka telah mengikuti Arash dari klub.

Motor balap milik Arash tampaknya bagian depan sudah hancur karena menabrak tiang listrik, Almira hanya bisa menggelengkan kepalanya.

Gadis itu sejenak meninggalkan pria yang masih terduduk di atas aspal, untuk menghampiri Siti.

“Siti tolong pesankan taxi online ya, aku mau bawa orang itu ke rumah sakit terdekat. Terus minta ayah kamu ke sini buat ngurusin motor orang itu?” pinta Almira, sembari mengambil tas bahunya yang dicantolkan di motor.

Siti hanya bisa manggut-manggut mengerti, kemudian melakukan apa yang diminta Almira, namun sorot matanya menelisik keadaan Almira.

“Kamu tidak ada yang terluka kan?”

“Tenang Siti, aku baik-baik saja kok,” balas Almira, gadis itu pun kembali ke tempat kejadian perkara.

Sebelum Almira mendekati pria itu, gadis itu nampak menghela napas panjangnya, dan kembali merapikan selendangnya di kepala.

“Badan aja yang gede, motor si oke punya. Tapi otaknya gak dipake, ngelawan orang aja masa gak bisa sih!" celetuk Almira, setelah menghajar beberapa orang yang membuat celaka Arash, pria berusia 22 tahun.

Arash yang masih limbung karena habis minum minuman beralkohol hanya bisa terduduk diam di sebelah motornya yang telah terjatuh dan terlihat hancur, kemudian matanya menatap gadis yang sedang merapikan baju gamisnya. "Gak usah ngomelin gue deh!" sahut Arash, kesal.

Gadis itu mencondongkan dirinya lalu menatap bulat-bulat wajah tampan pria itu walau sudah kelihatan babak belur, tapi tak lama gadis itu menutup hidungnya. "Eh si kakak ini ... udah mulut bau minuman masih aja ngedumel. Masih untung aku tolongi, coba kalau gak ada aku udah mati tuh kakak di habisin sama preman-preman itu!" balas Almira kesal.

Bagaimana tidak kesal ternyata pria yang ditolongnya habis minum-minum.

Arash menatap motornya yang sudah hancur, lalu kembali menatap gadis yang kepalanya tertutup dengan selendang putih.

"Eeh kamu kuntilanak ya!! Kok pakai bajunya putih-putih begini ... tinggal menclok di atas pohon aja!" celetuk Arash agak mabok.

Ingin rasanya Almira menoyor wajah tuh cowok, tapi kasihan, lihat keningnya tuh cowok udah keluar darah gara-gara dihajar.

"Kakak agamanya apa sih? Kakak orang Indonesia kan? Emangnya gak tahu kalau aku ini pakai baju gamis. Susah emang kalau ngomong sama orang mabok. Kita ngomong A ... eh malah dia bilang Z," gerutu Almira sambil tepok jidat.

Almira menarik lengan Arash agar pria itu bangkit dari duduknya di atas aspal. "Ayo Kak bangun, aku antar ke rumah sakit biar kepalanya diobatin," ajak Almira.

Pria itu akhirnya bangkit dengan keadaan terhuyung-huyung, lalu tanpa sengaja memeluk Almira dari belakang.

Nih cewek wangi amat ya!

BUGH!

"AAAWWW!" ringis Arash kesakitan burungnya kena senggolan Almira.

"Gak usah macam-macam ya Kak, aku bisa bikin Kakak tambah babak belur lagi nih!" ancam Almira gak main-main.

Arash langsung mengangkat kedua tangannya dari tubuh Almira, dan tergidik takut melihat kegarangan Almira, apalagi dia melihat perkelahian gadis itu dengan musuhnya.

"Cantik-cantik kok galak bener," gumam Arash.

"Gak usah ngedumel, cepetan masuk ke mobil!" perintah Almira, melihat taxi online yang dipesan oleh Siti sudah menghampiri mereka.

Arash hanya bisa manggut-manggut kemudian masuk kedalam mobil. “Eeh bentar dulu, motor gue siapa yang ngurusin!”

Almira berdecak kesal. “Ck ... Motor rusak begitu aja masih dipikirin, mau sayang nyawa atau motor!” balas Almira.

“Kalau gak mau diobati ya udah turun dari mobil, sono urus aja motornya sendiri. Masih untung diurusin, ditolong!” sewot Almira sambil meraih lengan Arash agar keluar dari mobil.

Arash tertegun melihat gadis itu berani berulang kali memarahi dirinya, pria itu menatap motor balapan kesayangan yang sudah hancur.

“Jadi gak turun!” sentak Almira.

Auto kicep Arash lalu menggelengkan kepalanya, dan tetap bertahan di dalam mobil, karena dia merasa badannya juga sangat sakit.

Melihat Arash sudah terdiam, gadis itu menyusul masuk kedalam mobil. “Pak ke rumah sakit terdekat ya,” pinta Almira pada sopir.

“Baik Neng.”

Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, ujung ekor mata Arash melirik gadis yang duduk disampingnya, walau mabok masih bisa engeh kalau gadis itu sangat cantik tapi menyeramkan.

Sesampainya di rumah sakit, Almira bergegas ke bagian administrasi dan meminta untuk menangani pria yang dibawanya.

“Oh iya aku kan gak tahu nah tuh orang,” gumam Almira baru teringat, kemudian minta izin masuk ke ruang IGD.

“AAWW ... AAWW!” jerit kesakitan Arash ketika keningnya dijahit, lalu wajahnya sedang diobati oleh Dokter.

“Ck ...ck ... ck ternyata badan aja yang besar, tapi ngiliran di obati pakai teriak teriak segala!” ejek Almira.

“Apaan sih lo, sakit tahu!” seru Arash meringis kesakitan. Untuk sesaat Almira membiarkan dokter mengerjakan tugasnya sampai selesai. Alhasil kepala Arash diperban, wajah mulai terlihat memar, kaki kirinya juga diperban karena terkilir, dan tangan kanannya sudah diinfus.

Almira hanya menyeringai tipis. “Minta KTP kakak dong?” pinta Almira, tangannya sudah menengadah.

“Buat apa?”

“Ya buat ngurusin administrasinya lah, sekalian minta nomor telepon keluarga yang bisa dihubungi?”

Daddy sama Mommy tidak boleh tahu kejadian gue hari ini, bisa kena hukuman nanti ... batin Arash.

“Ayo Kak, mana KTP sama nomor teleponnya. Aku juga mau pulang ini!”

“Dompet gue ada disaku jaket, ambil aja sendiri, kalau ponsel gue jangan diambil,” jawab Arash.

Almira mengambil jaket berwarna hitam yang ada di sisi brankar, kemudian mengambil dompet pria itu, lalu lanjut mencari ponsel Arash. “Eeh ... eeh ponsel gue jangan diambil, gue aja yang hubungi keluarga gue,” pinta Arash, melihat Almira sudah mengambil ponsel miliknya, namun sayangnya dia tidak bisa meraihnya karena geraknya terbatas gara-gara infus ditangannya, dan kakinya yang terkilir.

Almira agak menjauh dari brankar Arash agar tidak diganggu pria itu. “Arash Azhar Pratama,” kata Almira ketika membaca KTP milik pria itu. Tak lama gadis itu mengutak-ngatik ponsel milik pria itu.

“Hey Kuntilanak ... jangan telepon siapa pun!” teriak Arash kesal.

“Apa Genderuwo!” balas Ayasha tersenyum smirk, gadis itu berselancar di ponsel Arash.

“Mommy Alya,” gumam Almira sendiri ketika menemukan kontak tersebut.

“Matilah gue, ketahuan deh ama mommy!” kesal Arash sendiri, mau nyentak kedua kakinya tidak bisa karena sakit.

Almira langsung mendial kontak tersebut melalui ponsel tersebut.

“Halo, assallammualaikum apa benar ini keluarga Arash?” sapa Almira saat panggilannya tersambung.

“Waalaikumsalam, iya betul saya dengan mommynya, maaf ini siapa ya ... ini ponsel anak saya Arash,” tanya Mommy Alya heran, kenapa yang menelepon suara wanita.

“Maaf tante kalau mengganggu malam-malam, saya Almira kebetulan tadi saya ketemu Kak Arash dikeroyok orang di jalan, dan sekarang sudah saya bawa ke rumah sakit. Mungkin Tante bisa ke rumah sakit H,” kata Almira.

Mommy Alya yang ada di atas ranjang, langsung terduduk dan memukul badan Daddy Erick.

“A-anak saya dikeroyok orang, Ya Allah. Baik Tante akan segera ke rumah sakit H. Kalau bisa kamu jangan pergi dulu ya, tunggu Tante datang,” pinta Mommy Alya.

“Baik Tante, saya tunggu ... sekarang Kak Arash masih ditangani di ruang IGD.”

“Makasih Almira,” jawab Mommy Alya. Wanita yang masih terlihat cantik itu kembali membangun suaminya yang sudah tertidur pulas.

“Daddy, bangun ... Arash ada di rumah sakit,” ucap Mommy Alya.

Kedua mata Daddy Erick langsung terbelalak.  “Ya ampun ada apalagi ini!” gumam Daddy Erick, sembari bangkit dari pembaringan dan menyusul istrinya untuk berganti pakaian.

bersambung ....

Kakak readers jangan lupa tinggalkan jejaknya ya, terima kasih sebelumnya 🙏🙏🙏 .

Terpopuler

Comments

0mezell

0mezell

Yang tau judul novel ny Daddy Erick sm Momy Alya ksih tau dong Thank

2025-02-13

1

Rahmawaty❣️

Rahmawaty❣️

Namain nomot emak nya sgala pake nama . Knp ga mommy aja🤭

2025-01-27

0

Rahmawaty❣️

Rahmawaty❣️

Sembarangan bae lu manggil ank cwek org , kuntilanak🤣

2025-01-27

0

lihat semua
Episodes
1 Arash Zahra Pratama dan Almira Kiyan Al Yusuf
2 Dua sisi yang berbeda
3 Cowok berkedok cewek atau wonder women?
4 Kuntilanak, Genderuwo
5 Bertemu dengan Orang tua Arash
6 Siapa Kunti?
7 Nasib si burung genderuwo
8 Bertengkar
9 Keluarga Albert
10 Rutinitas sehari-hari
11 Permintaan Mommy Alya
12 Perkelahian
13 Orang tua Arash dan Almira
14 Ide menjodohkan Arash dan Almira
15 Ustadz Ridwan
16 Ada yang kesal atau cemburu ya?
17 Gak bisa tidur.
18 Ada yang kepanasan
19 Katanya mau pergi! Malah gak jadi
20 Siapa yang cemburu!
21 Arash tiba-tiba perhatian
22 Mencarinya
23 Undangan Almira
24 Berhasil mendapatkannya
25 Menghubungi Almira
26 Triple A berkelahi
27 Salah paham
28 Shalat Maqrib berjamaah
29 Makan Malam
30 Hari Sabtu yang ditunggu
31 Acara lamaran siapa?
32 Tangan yang digenggam
33 Wanita si berkebaya merah
34 Amarah Mommy Alya
35 Teguran untuk Arash
36 Putus hubungan!?
37 Mengejarmu
38 ingin bicara denganmu
39 Hanya terobsesi bukan cinta!
40 Patah hati
41 Tetangga sebelah
42 Mommy Alya sakit
43 Nasihat Tante Vio
44 Menjenguk
45 Arash tak dianggap!
46 Perdebatan saat makan siang
47 Lima detik!
48 Disidang
49 Berhenti balapan motor
50 Meggi si kaldu ayam
51 Makan siang bersama
52 Keributan di Mall
53 Menyelesaikan masalah di mall
54 Berkata jujur
55 PR Bang Wowo bertambah
56 Membujuk Almira
57 Kesambet setan
58 Ancaman Arash
59 Lumpia Basah
60 Ada yang berubah
61 Perjalanan
62 Acara tadabbur alam - 1
63 Acara tadabbur alam - 2
64 Acara tadabbur alam - 3
65 Pengakuan
66 Akhirilah semuanya sekarang!
67 Sholat malam
68 Saran Siti
69 Jangan mengambil keputusan apapun!
70 Calon istri saya!
71 Terluka
72 Ketahuan
73 Keadaan Almira
74 Ana dan Sherina
75 Penangkapan Prima
76 Kembali ke Jakarta
77 Hati yang terharu
78 Izin dari Papa Albert
79 Ampun sayang!
80 Keputusan!
81 Dua minggu lagi
82 Divisi marketing
83 Lita Oh Lita
84 Menemui Papa Albert
85 Wedding Day
86 Acara resepsi
87 Masalah mandi!
88 Pacaran dulu
89 Sakit Kak Arash!
90 Cie pengantin baru
91 Rencana bulan madu
92 Arash sakit
93 Kabar bahagia
94 Keluarga bahagia
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Arash Zahra Pratama dan Almira Kiyan Al Yusuf
2
Dua sisi yang berbeda
3
Cowok berkedok cewek atau wonder women?
4
Kuntilanak, Genderuwo
5
Bertemu dengan Orang tua Arash
6
Siapa Kunti?
7
Nasib si burung genderuwo
8
Bertengkar
9
Keluarga Albert
10
Rutinitas sehari-hari
11
Permintaan Mommy Alya
12
Perkelahian
13
Orang tua Arash dan Almira
14
Ide menjodohkan Arash dan Almira
15
Ustadz Ridwan
16
Ada yang kesal atau cemburu ya?
17
Gak bisa tidur.
18
Ada yang kepanasan
19
Katanya mau pergi! Malah gak jadi
20
Siapa yang cemburu!
21
Arash tiba-tiba perhatian
22
Mencarinya
23
Undangan Almira
24
Berhasil mendapatkannya
25
Menghubungi Almira
26
Triple A berkelahi
27
Salah paham
28
Shalat Maqrib berjamaah
29
Makan Malam
30
Hari Sabtu yang ditunggu
31
Acara lamaran siapa?
32
Tangan yang digenggam
33
Wanita si berkebaya merah
34
Amarah Mommy Alya
35
Teguran untuk Arash
36
Putus hubungan!?
37
Mengejarmu
38
ingin bicara denganmu
39
Hanya terobsesi bukan cinta!
40
Patah hati
41
Tetangga sebelah
42
Mommy Alya sakit
43
Nasihat Tante Vio
44
Menjenguk
45
Arash tak dianggap!
46
Perdebatan saat makan siang
47
Lima detik!
48
Disidang
49
Berhenti balapan motor
50
Meggi si kaldu ayam
51
Makan siang bersama
52
Keributan di Mall
53
Menyelesaikan masalah di mall
54
Berkata jujur
55
PR Bang Wowo bertambah
56
Membujuk Almira
57
Kesambet setan
58
Ancaman Arash
59
Lumpia Basah
60
Ada yang berubah
61
Perjalanan
62
Acara tadabbur alam - 1
63
Acara tadabbur alam - 2
64
Acara tadabbur alam - 3
65
Pengakuan
66
Akhirilah semuanya sekarang!
67
Sholat malam
68
Saran Siti
69
Jangan mengambil keputusan apapun!
70
Calon istri saya!
71
Terluka
72
Ketahuan
73
Keadaan Almira
74
Ana dan Sherina
75
Penangkapan Prima
76
Kembali ke Jakarta
77
Hati yang terharu
78
Izin dari Papa Albert
79
Ampun sayang!
80
Keputusan!
81
Dua minggu lagi
82
Divisi marketing
83
Lita Oh Lita
84
Menemui Papa Albert
85
Wedding Day
86
Acara resepsi
87
Masalah mandi!
88
Pacaran dulu
89
Sakit Kak Arash!
90
Cie pengantin baru
91
Rencana bulan madu
92
Arash sakit
93
Kabar bahagia
94
Keluarga bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!