Ceroboh?

🍷🍷🍷

Suara menggelegar dari Pintu Utama yang mengumumkan kedatangan King dan Queen ke Ruang Makan membuat Rose otomatis berdiri untuk menunjukkan rasa hormatnya, berbeda dengan Sam yang masih duduk santai dengan tangan terlipat.

"Sam, kenapa tidak berdiri?"

"Untuk apa?"

Rose memutar bola matanya jengah, "Ayo berdiri, Sam. Etikamu terlihat buruk."

Sam tidak mendengarkan ucapan Rose, Ia bersiul untuk menutupi ucapan bawel Istri kecilnya. Rose yang menyadari kalau Sam tidak memperhatikan ucapannya pun mendengus kesal. Percuma rasanya, menceramahi Pria keras kepala seperti Sam.

Langkah kaki terdengar semakin mendekat membuat Rose menoleh ke sumber suara. Matanya dibuat melebar kala Wanita cantik yang malam itu memberinya penawaran ada di sini bersama sosok Pria bersurai putih.

"Sam, mereka siapa?" Sam mengerutkan keningnya, Ia pun mengikuti arah pandang Rose.

"Mereka King dan Queen."

Rahangnya hampir saja jatuh mendengar sahutan santai dari Sam. "J-jadi, mereka Orang Tuamu?"

Sam mengangguk, "Memang kenapa? Kau tak nyaman? Ayo, kita pulang saja."

"Kenapa terburu-buru?" Ucapan Queen Delucia menghentikan pergerakan Sam yang ingin menarik pergi Istri kecilnya, "Duduklah, menantuku."

Rose mengangguk, "Terima kasih." Ia kembali mendudukkan diri di kursinya yang bersebelahan langsung dengan Sam.

Dua penguasa Klan Vampir itu duduk di kursi yang dikhususkan untuk mereka. Sam mengawasi pasangan itu dengan tatapan tajam yang menghunus, tak ingin terjadi sesuatu pada Gadis kesayangannya.

Koki kerajaan yang dibantu para Maid lekas menyiapkan hidangan, Rose yang diperlakukan seperti itu hanya bisa termangu. Ini bahkan lebih mewah dari pelayanan restoran bintang lima.

Hidangan yang tersaji juga bukan sekedar makanan biasa, semua yang ada di meja terlihat sekali memiliki kualitas premium. Ia dibuat ragu untuk mencicipi nya.

"Ayo makan, Menantuku. Aku tidak tau apa yang kau suka. Jadi, aku sengaja menyiapkan ini semua untuk menyambut kedatangan mu." Ucap Queen Delucia dengan senyuman ramah.

"T-terima kasih." Gugup Rose, entahlah Ia masih tidak percaya kalau Wanita Cantik yang menerobos ke kamarnya ternyata Ibu dari Sam.

Bagaimana bisa percaya kalau wajahnya saja tidak memiliki kerutan sama sekali, Wanita itu lebih pantas menjadi Kakak Sam. Tapi, sekali lagi ingatkan Rose kalau Suaminya ini Vampir. Makhluk Immortal yang menolak tua.

"Tidak perlu sungkan, kau ini Menantuku. Sudah seharusnya aku memperlakukanmu seperti ini," Queen Delucia menatap Rose dengan sendu, "Yang semestinya aku lakukan sejak dulu." Lanjutnya dengan suara pelan.

Hanya King Chaiden saja yang dapat mendengarnya, Pria bersurai putih itu mengambil nafas panjang. Tanpa Sam dan Rose sadari, tangan keduanya sejak tadi terus bertaut.

King Chaiden mengelus punggung tangan Queen Delucia, menguatkan Istrinya itu agar tidak lepas kendali dan menangis di hadapan Anak serta Menantunya.

"I-iya, Saya sangat menghargainya."

"Kalau begitu, ayo makan. Tak usah sungkan pada kami." Queen Delucia memerintahkan salah satu Maid yang berdiri tak jauh darinya untuk menyiapkan peralatan makan Rose.

Tidak tau ingin merespon apa lagi, Rose mulai mengambil garpu dan pisau yang disiapkan berniat memulai makannya.

Tapi begitu satu suapan steak hampir datang ke mulutnya, Sam langsung menyambar nya.

Ingin rasanya Rose mencakar wajah datar Suaminya itu, namun karena di sini ada King Chaiden juga Queen Delucia, Rose harus menelan kekesalannya mentah-mentah.

Sam terdiam beberapa saat seperti sedang meresapi potongan kecil steak itu lalu kepalanya mengangguk. "Enak, suapi lagi."

Ngelunjak ya?!

Rose tersenyum meski batinnya terus memaki Pria di sebelahnya itu.

...🍷💋🍷...

"Gunakanlah kamar mandinya dulu."

Ucapan Sam membuat Rose mengalihkan pandangnya dari sekeliling kamar mereka. Ya, setelah melalui perdebatan kecil dengan Orang Tuanya, Sam akhirnya menurut untuk menginap beberapa hari di Istana.

Rose juga sebetulnya bingung dengan hubungan Sam dan Orang Tuanya yang terlihat renggang ini, mereka seperti terlibat suatu masalah yang tidak berkesudahan.

"Aku tidak membawa pakaian ganti."

"Maid akan mengantarkannya."

Rose mengangguk pelan. "Kalau begitu, aku pakai kamar mandinya."

"Hm.. Aku akan kembali nanti."

Sam keluar dari kamar sedangkan Rose memasuki kamar mandi yang lebih mirip seperti tempat pemandian itu. Tak ada bathtub atau Shower Box yang biasanya digunakan untuk membersihkan diri, yang ada hanya tampungan air berbentuk kolam.

Dengan sedikit ragu Rose mencelupkan kakinya ke dalam air yang di taburi banyak kelopak mawar, rasa hangat langsung menyapa kulitnya.

Rose tersenyum, Ia melepas Gaun yang melekat di tubuhnya lalu mulai mencelupkan tubuhnya sepenuhnya. Riak air yang mengenai lilin-lilin di sekitar tanpa diduga membuat nyala apinya.

Meski terkejut, Rose tak memusingkan itu. Matanya terpejam karena air hangat dan lilin aroma terapi membuat saraf-saraf otaknya rileks.

Tiba-tiba saja pintu terbuka. Rose melebarkan matanya, Ia dengan sigap menyilangkan tangannya di depan dada melindungi aset berharganya.

"Maaf, Nona. Kami hanya mengantarkan Gaun-gaun untuk Nona." Dua Gadis berpakaian khas Maid itu menundukkan kepalanya merasa segan, mereka tidak tau kalau Nona-nya tidak suka acara mandinya dibantu layaknya seorang bangsawan pada umumnya.

"A-ah, tidak apa. Letakan saja Gaunnya di sana. Terima kasih sudah mengantarkan." Ucap Rose, Ia sudah menenggelamkan dirinya ke dalam air.

"Baik, Nona. Kami permisi."

Begitu mereka keluar, Rose cepat-cepat keluar dari air menyambar sehelai kain merah yang berada di sisi kolam, sebelum ada yang masuk lagi.

Ia berjalan ke tempat dua Maid itu meletakkan Gaun-gaun, manik hazel nya meneliti model dari Gaun-gaun itu.

"Kenapa terlihat simple ya?" Rose mengerutkan keningnya merasa ini tidak sesuai ekspetasi, Ia kira dirinya akan memakai Gaun seperti putri-putri yang ada di Film Disney.

Rose menggeleng samar, bukannya ini bagus ya?

Ia mulai memakai salah satu dari Gaun itu, ukurannya pas sekali di tubuhnya. Rose merapihkan rambutnya yang sedikit lepek karena air sembari melangkahkan kaki keluar dari kamar mandi.

"Sudah selesai?"

Rose tersentak kaget, Ia kira Sam belum kembali. Ah, sepertinya Ia berendam terlalu lama.

"Iya,"

Sam beranjak dari sisi ranjang, Rose yang melihat itu mengerutkan keningnya. "Kau ingin kemana?"

"Kamar mandi,"

Begitu Sam melewatinya, Rose langsung teringat dengan Gaun merah yang sebelumnya Ia kenakan.

"Sam, tunggu!" Rose melangkah terburu mencegah Sam untuk masuk ke dalam.

Sam berbalik, "Ada apa?"

"Tetap disini." Perintah Rose, Gadis itu menghiraukan tatapan bingung yang dilayangkan Suaminya, melangkah terburu memasuki kamar mandi.

Dengan tersipu, Rose membawa Gaun merah lengkap bersama Underwear ke dalam pelukannya menyembunyikan barang pribadinya itu dari Sam.

Namun karena ceroboh, kakinya terpeleset pembatas antara kamar mandi dan kamarnya sendiri. Sam dengan sigap melesat cepat, merengkuh pinggang Istri kecilnya agar tidak terjatuh ke lantai.

Reflek Rose melempar semua yang ada di pelukannya beralih mengalungkan lengannya ke leher Sam.

Secara dramatis, Underwear beserta Gaun merahnya berterbangan menimpa mereka yang dalam posisi Sam menggendong Rose ala bridal style.

Pipi Rose merona malu. Tangannya langsung terangkat, menutupi kedua mata Suaminya itu.

"Jangan lihat!!"

Sam terkekeh serak. "Sedikit saja, Sweetie.."

"BIG NO!"

🍷🍷🍷

Note: Tempat Pemandian.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!