Episode 6

Tok

Tok

Tok

"Siapa pagi-pagi ke sini?"

Zara segera mematikan kompornya dan segera menuju ke pintu untuk melihat siapa tamu yang pagi-pagi sudah datang ke rumah kontrakannya.

Ceklek!

"Siapa ya?" tanya Zara saat melihat sosok pria yang tidak dia kenal.

"Selamat pagi mbak Zara, saya Dion, saya asisten pribadi dari mas Aven. Saya datang untuk menjemput mbak berangkat ke kantor bersama mas Aven," ucap lelaki itu dengan sopan.

Hah?

Ucapan lelaki yang mengenalkan dirinya bernama Dion itu membuat Zara terperangah.

Menjemput?

Sepagi ini?

Zara tidak percaya bahkan dirinya saja belum sarapan. Kenapa juga harus menjemput segala. Padahal juga di kantor tidak ada acara yang berlebihan. Nanti juga hanya perkenalan biasa saja. Lagian ini masih jam enam pagi. Astaga....

"Tapi saya masih memasak untuk sarapan. Apakah tidak bisa..."

"Kamu masak apa?" pertanyaan itu bukan berasal dari asisten Dion melainkan dari seseorang yang sudah membuat Zara cukup banyak menghela napasnya sejak pertemuan pertama.

"Bang Aven kenapa sepagi ini... eh...." Zara mundur seketika saat lelaki bernama Aven itu tidak berminat mendengar omelannya. Namun justru langsung masuk ke dalam rumah kontrakannya.

"Rumahmu kecil begini. Lebih baik tinggal di apartemen milikku saja. Di sana kosong tidak ada penghuninya," ujar Aven sambil melihat sekitar yang ada di kontrakan Zara.

Zara tidak menggubris ucapan Aven. Dia justru mempersilakan asisten Dion untuk masuk. Karena Zara tidak mau hanya berduaan saja dengan Aven di rumah kontrakan.

"Bang, saya masih memasak, lagian ini masih pagi sekali, saya ijin meneruskan memasak dulu ya," pamit Zara dengan sopan karena dia tidak mau bersikap aneh di depan orang yang baru dia kenal, seperti Dion.

"Masak apa sih? Kamu bisa memasak sekarang?" tanya Aven yang melangkah menuju ke dapur mini yang ada di rumah kontrakan.

"Bisa lah, jangan meremehkan aku ya," sahut Zara kemudian dia memakai kembali apron yang tadi sempat dia lepaskan.

"Lumayan juga tampaknya. Aku ikut sarapan di sini ya," kata Aven kemudian langsung pergi meninggalkan Zara yang belum sempat membalas perkataannya barusan.

"Eh, apa-apaan sih dia, main perintah seenaknya saja. Astaga belum jadi CEO udah berasa mau naik darah aja diriku," gerutu Zara setelah melihat kelakuan Aven barusan.

......................

Lima belas menit kemudian.

Zara meletakkan nasi dan juga sayur sop yang dia buat. Ada juga tempe goreng, ayam goreng dan juga sambal yang dia buat untuk melengkapi sarapan pagi ini. Sebenarnya dia tidak akan memasak sebanyak ini. Hanya saja permintaan mendadak dari Aven membuat dia memasak berlebih.

"Silakan dinikmati makanannya," ujar Zara mempersilakan Aven dan juga asisten Dion untuk menikmati sarapan hasil masakannya.

"Terimakasih mbak Zara," sahut Dion.

"Zara saja panggilnya," ucap Zara meralat ucapan asisten Dion.

"Oh baiklah Zara," ucap Dion.

"Iya asisten Dion," balas Zara.

"Dion saja, tidak perlu..."

Ekheeeemmm!

Suara deheman membuat perkenalan keduanya terhenti. Dion seketika menggaruk tengkuknya yang tidak gatal saat Aven memberi tatapan tajam kepadanya.

"Kita ini mau sarapan bukan ajang perkenalan," ucap Aven sambil menyodorkan piring kosongnya kepada Zara.

Melihat perlakuan Aven membuat Zara menghela napasnya pelan. Kenapa juga sosok Aven yang sekarang lebih mengenalkan daripada Aven yang dia kenal dulu.

"Pakai sambel kah bang?" tanya Zara saat akan menyendok sambal.

"Iya, yang agak banyak nggak apa-apa," sahut Aven.

Asisten Dion hanya terdiam dan menikmati masakan dari Zara. Ternyata enak juga masakan sekretaris Zara tersebut.

"Bagaimana masakannya?" tanya Zara meminta pendapat.

"Sangat enak Zara..."

Ekheeeemm!

Sikap asisten Dion yang menggebu-gebu seketika menciut saat terdengar kembali peringatan dari Aven.

"Enak," jawab Aven singkat.

Zara tersenyum mendengar jawaban dua orang yang sedang menikmati masakannya tersebut.

Tidak sia-sia dia belajar memasak selama ini. Akhirnya masakannya dipuji juga oleh orang lain.

......................

"Perkenalkan CEO yang baru di perusahaan MH. Dia adalah Mas Aven Maheswara. Beliau lulusan luar negeri dan juga memiliki banyak pengalaman di bidangnya. Selain itu namanya juga sudah masuk ke jajaran pebisnis muda berbakat tahun ini," perkenalan singkat itu membawa kesan tersendiri bagi semua karyawan yang ada di perusahaan MH.

"Selamat pagi semuanya. Saya Aven Maheswara. Mari bersama-sama bekerja untuk membuat MH semakin berjaya, terimakasih."

Itulah sambutan singkat dari seorang CEO baru yang ada di perusahaan MH.

Banyak karyawati yang kepincut akan pesona seorang Aven Maheswara. Selain tampan, pintar dan juga kaya raya. Pesona sang duda itu membuat wanita lajang maupun janda ketar ketir dibuatnya. Penampilannya begitu sempurna. Ketampanan yang luar biasa. Bak seorang pangeran meski dari luar tampak dingin dan datar. Justru pesona itulah yang membuat para wanita jatuh hati dibuatnya.

"Eh, denger-dengar bos seorang duda lho, boleh dong daftar jadi calon istrinya."

"Wah pesona duda emang kagak main-main ya. Ganteng bener."

"Kata raya lagi. Siapa juga yang tidak mau diperistri meski statusnya duda nggak masalah. Apalagi nggak ada anaknya."

Suara-suara mulai terdengar dan membuat Zara yang sejak tadi mendengar mereka menyanjung Aven hanya bisa mencibir. Belum tahu aja mereka gimana mengesalkannya sosok Aven Maheswara.

Setelah acara perkenalan CEO baru selesai. Zara pun berniat akan melangkah ke ruangannya. Namun tanpa sengaja dia melihat Widia yang hari itu bekerja dengan menggunakan syal di lehernya. Tumben banget padahal hari sedang seterik ini kenapa justru pakai syal setebal itu?

"Wid, kamu lagi sakit?"

"Eh..." Widia spontan menoleh saat mendengar suara familiar Zara.

"Ah.... i...iya hanya kurang enak badan saja. Uhuk. uhuk...uhuk," sahut Widia sambil batuk di depan Zara.

"Kenapa kamu nekat masuk kalau emang lagi sakit sih?" tanya Zara merasa kasihan dengan kondisi sahabatnya.

"Aku cuma kecapekan aja kok semalaman harus menjaga saudaraku yang sedang sakit di rumah sakit," kilah Widia dengan tampang sedihnya.

"Kalau kamu memang nggak kuat berkerja. Kamu ijin aja Wid daripada nanti kamu kenapa-napa," ujar Zara tidak tega.

"Ah, nggak apa-apa kok Ra, cuma kecapekan biasa. Besok juga bakalan membaik," balas Widia dengan tersenyum.

"Beneran?" tanya Zara ulang merasa khawatir.

"Bener. Udahlah yuk bekerja lagi. Inget tuh atasan kamu baru. Jangan buat ulah dengan banyak mengobrol. Nanti kita kena SP dari atasan," kata Widia membuat Zara langsung menuju ke ruangannya di atas.

Dia harus segera menemui Aven melaporkan apa yang akan dia lakukan selama satu hari ini.

Setelah kepergian Zara,Widia tampak bernapas lega. Karena Zara tidak curiga sedikitpun kepadanya.

"Yes, aku selamat kali ini."

❤️❤️❤️

TBC

Terpopuler

Comments

🐼《Ⓣử Ⓗàⓝ ⒷăⓝⒼ》°|子寒冰|°🐼

🐼《Ⓣử Ⓗàⓝ ⒷăⓝⒼ》°|子寒冰|°🐼

...

2023-09-11

0

susi 2020

susi 2020

😘😘

2023-09-09

0

susi 2020

susi 2020

🥰🥰

2023-09-09

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Crazy but She's Mine
56 Episode 55
57 Episode 56
58 Episode 57
59 Episode 58
60 Episode 59
61 Crazy but She's Mine
62 curcol author
63 Episode 60
64 Episode 61
65 Episode 62
66 Episode 63
67 Episode 64
68 Episode 65
69 Episode 66
70 Episode 67
71 Episode 68
72 Episode 69
73 Episode 70
74 Episode 71
75 Episode 72
76 Episode 73
77 Episode 74
78 Episode 75
79 Episode 76
80 Episode 77
81 Episode 78
82 Episode 79
83 Episode 80
84 Episode 81
85 Episode 82
86 Episode 83
87 Episode 84
88 Milyarder Jatuh Miskin
89 Episode 85
90 Episode 86
91 Episode 87
92 Episode 88
93 Episode 89
94 Episode 90
95 Episode 91
96 Episode 92
97 Episode 93
98 Episode 94
99 Episode 95
100 Episode 96
101 Episode 97
102 Episode 98
103 Episode 99
104 Episode 100
105 Extra Part 1
106 Extra Part 2
107 Extra Part 3
Episodes

Updated 107 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Crazy but She's Mine
56
Episode 55
57
Episode 56
58
Episode 57
59
Episode 58
60
Episode 59
61
Crazy but She's Mine
62
curcol author
63
Episode 60
64
Episode 61
65
Episode 62
66
Episode 63
67
Episode 64
68
Episode 65
69
Episode 66
70
Episode 67
71
Episode 68
72
Episode 69
73
Episode 70
74
Episode 71
75
Episode 72
76
Episode 73
77
Episode 74
78
Episode 75
79
Episode 76
80
Episode 77
81
Episode 78
82
Episode 79
83
Episode 80
84
Episode 81
85
Episode 82
86
Episode 83
87
Episode 84
88
Milyarder Jatuh Miskin
89
Episode 85
90
Episode 86
91
Episode 87
92
Episode 88
93
Episode 89
94
Episode 90
95
Episode 91
96
Episode 92
97
Episode 93
98
Episode 94
99
Episode 95
100
Episode 96
101
Episode 97
102
Episode 98
103
Episode 99
104
Episode 100
105
Extra Part 1
106
Extra Part 2
107
Extra Part 3

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!