Flashback

Naina langsung memimpin langkah mereka di depan dengan menyanyikan lagu riang. Pria itu hanya diam memperhatikan dengan senyuman tipis di bibirnya. Entah kenapa, ia malah mengikuti Naina dari belakang.

Kini mereka sudah berada di taman.

"Oke, kalian boleh main di sini. Tapi jangan jauh-jauh, dan harus main barengan, ya. Tidak boleh...?"

"Bertengkar!" jawab anak-anak serentak dengan nada yang riang.

"Bobi, jaga adik-adik ya. Kak Nai akan mengawasi kalian dari sana," ucap Naina seraya menunjuk pada salah satu kursi yang ada di taman. Bobi yang berusia 8 tahun mengangguk semangat, sedangkan si Pria melihat Naina dari jarak yang tidak terlalu jauh. Pria itu pun ikut duduk di salah satu bangku kosong yang ada di taman.

Naina melangkah ke arah bangku, ia duduk di sana dan mengeluarkan buku yang ada di tasnya. Pria itu memperhatikan buku yang di pegang oleh Naina.

"Buku Manajemen Bisnis? Kalau dilihat dari wajahnya, usianya masih sekolah. Mengagumkan...," gumam pria itu tersenyum.

Naina yang sedang fokus membaca tidak sadar bila ada yang duduk di sebelahnya.

"Hai," Naina yang sudah hapal suara itu, tak ingin menghiraukan pria di sampingnya. Pria itu adalah pria yang sejak ia menginjak kelas 1 SMA selalu mengejar-ngejarnya padahal sudah berkali-kali ia tolak. Dari menolak dengan cara halus sampai dengan cara kasar, ia sangat bebal.

"Kok judes banget sih, Nai, ini coklat buat kamu," ucap pria itu lagi, namun Nai masih enggan meladeninya. Bukan menolak rejeki, tapi ia benar-benar sudah muak dengan pria yang ada di sampingnya ini.

"Lo jual mahal banget sih jadi cewek, mestinya lo bersyukur ada cowo ganteng dan kaya yang mau sama lo! Lo cuma anak panti asuhan, anak yang ga jelas asal usulnya!" ucap pria itu kesal karena tak dianggap sama sekali.

Nai masih diam dan bersabar. Apa yang diucapkannya memang benarkan? Kenapa harus marah? Nai masih melanjutkan baca bukunya tanpa mau menjawab ucapan pria itu.

Pria yang mengikuti Nai benar-benar terkejut dengan ucapan pria yang ada di sampingnya. Menurutnya itu sudah merupakan pelecehan secara verbal. Tanpa sadar pria itu mengepalkan kedua tangannya sampai kaleng soda yang ia pegang penyok tak berbentuk.

Nai hanya menghela nafasnya, inilah yang membuatnya benar-benar tak mau menanggapi pria di sampingnya. Anak orang kaya yang selalu menganggap rendah orang-orang dari kaumnya. Hanya karena paras Naina yang cantik membuat pria ini terus mengejarnya. Ia mengejar karena penasaran dengan Naina, satu-satunya wanita yang tak mau menatap pria itu.

Pria yang baru saja datang dan melihat Nai tak bergeming sama sekali langsung berdiri dari duduknya. Ia hendak menarik tangan Nai, namun sebelum tangan pria itu sampai Naina langsung menangkap tangan itu dan menggenggam pergelangan tangan pria itu dengan sangat keras. Ia pun mendongak dan menatap pria itu dengan tatapan dingin yang menusuk.

Pria yang mengikuti Naina itu menghentikan niatnya yang akan menghampiri Naina.

"Apa kamu sudah kekurangan wanita, sehingga terus-menerus mengganggu pemandangan ku? Bukankah sudah berkali-kali aku menolakmu, kenapa masih mengejar ku? Bukankah kamu bilang, bila kamu adalah anak dari seorang pengusaha yang di gilai banyak gadis? Tapi kenapa kamu masih menggangguku? Kenapa? Penasaran dengan gadis panti asuhan sepertiku, gadis miskin yang menolakmu mentah-mentah? Merasa harga dirimu jatuh, karena mendapat penolakan dari gadis panti ini?" tanya Naina beruntun, tanpa melepas genggaman tangannya. Si pria meringis kesakitan dan berusaha melepaskan genggaman tangan Naina.

"Aw.. aw! Lepas... lepaskan tanganku! Ini sangat sakit!" ucapnya mengaduh.

"Dengarkan, kamu Reksa Adhitama, anak dari seorang pengusaha textile yang cukup ternama. Satu-satunya anak lelaki dari 3 bersaudara, dari pasangan tuan Burhan Adhitama dan nyonya Mariam Adhitama. Pria yang pernah menghamili teman perempuannya saat SMP dan meminta wanita itu untuk menggugurkannya, dan hal itu pun terulang lagi dengan wanita lain di kelas 2 SMA. Lagi-lagi dengan mudah kamu membuat gadis itu menggugurkannya dan ia hampir meregang nyawa. Dengan uang dan kekuasaan, semua selesai dengan cepat, sifat yang menurun dari sang ayah, yang kini mempunyai 2 istri di luar sana. Aku heran, apa salah dan dosa ibumu sampai melahirkan mu dan mendapatkan suami b*jingan sepertinya? Wanita yang memilih menjadi ibu rumah tangga, demi mengurus suami dan anak-anaknya namun ternyata, pengabdiannya selama ini hanya di bayar dengan pengkhianatan. Ck, ck, ck.... miris bukan? Yang lebih miris lagi adalah kakak perempuan pertamamu yang di jadikan ******** oleh suaminya demi mendapatkan sebuah kontrak kerja sama." jelas Naina panjang lebar, dengan tatapan yang masih sama

Glek!

"Da-darimana kamu tau semua itu?!" tanya Reksa, ia terkejut ternyata aibnya diketahui oleh Naina dan yang lebih membuatnya terkejut adalah... bila sang ayah mempunyai istri lain, bukan hanya 1 melainkan 2. Dan... dan ditambah lagi kakak perempuannya di jadikan j*lang oleh kakak iparnya.

Bukan hanya Reksa, namun pria yang sedari tadi memperhatikannya juga ikut terkejut bukan main. Burhan Adhitama merupakan salah satu teman mendiang ayahnya yang kini menjadi rekan kerja di perusahaan.

"Tidak mungkin, jangan asal menuduh tanpa bukti kamu, Nai!" ucapnya lagi tak terima, kini wajah Reksa sudah sangat merah karena mendengar apa yang di ucapkan Naina. Naina hanya tersenyum mengejek, ia melepas genggaman tangannya dengan kasar. Naina pun menutup bukunya dan berdiri. Ia melangkah mendekati Reksa.

Tanpa sadar, Reksa memundurkan tubuhnya di saat Naina maju. Tatapan Naina sangat mengintimidasi.

"Ck, ck... bagaimana kalo kita taruhan? Bila semua ucapanku terbukti kebenarannya, kau harus menuruti semua perintahku seumur hidupmu. Tapi bila sebaliknya, aku yang akan menuruti semua keinginanmu. Bagaimana?" tawar Naina, namun Reksa diam tak ingin menjawabnya. Reksa bisa melihat dari mata Naina, bila apa yang diucapkannya adalah sebuah kejujuran.

"Reksa, Reksa... Kamu pernah mendengar kata-kata 'Hukum Tabur Tuai'? Apa yang kamu tabur, maka itulah yang akan kamu tuai. Bila kamu menabur kebaikan, maka kebaikan pula yang akan kamu tuai. Tapi bila keburukan yang kamu tabur, tentu saja keburukan lah yang akan kamu tuai. Dan kini kamu serta kakak pertamamu sedang menuai apa yang sedang ayahmu tabur," lanjut Naina dengan penuh penekanan di setiap katanya.

"A-apa maksudmu?!" tanya Reksa tergagap, susah payah ia menelan salivanya.

Gadis di hadapannya benar-benar memiliki aura kepemimpinan yang sangat kuat, aura mengintimidasinya sangat terasa.

"Kamu memanen sifat buruk ayahmu, yaitu tak cukup dengan 1 wanita. Sedangkan kakak perempuanmu, kini ia juga tengah menuai hasil dari yang ayahmu tabur. Ia menerima perlakuan tak baik dari suaminya," Naina melipat kedua tangan di depan dadanya.

"Apa kamu tak takut dengan apa yang kamu tabur, akan dituai oleh keturunanmu kelak?" tanya Naina.

Deg!

Reksa yang sejak tadi merasa lemas karena keterkejutannya, kini semakin lemas mendengar pertanyaan Naina. Ia pun jatuh terduduk di atas tanah, sembari memegang dadanya yang kini terasa sesak.

"Bagaimana? Apa kamu mau bukti dari semua ucapanku? Dan menerima taruhanku?" tanya Naina.

...****************...

......Happy Reading all💞💞💞......

Terpopuler

Comments

Lina Suwanti

Lina Suwanti

wow..... karakter tokoh wanita yg Mak tulis pasti wanita tangguh n istimewa,,suka karakter Naina

2024-04-20

1

Fifid Dwi Ariyani

Fifid Dwi Ariyani

trusceria

2024-03-30

1

Nur Hayati

Nur Hayati

satu kata.... kereen

2024-03-24

1

lihat semua
Episodes
1 Mencari Pekerjaan
2 Interview
3 Flashback
4 Preman Pasar
5 UZZA
6 Anak Asuh Nai
7 SATRIA
8 Lina
9 Keramaian di Pagi Hari
10 Hah?! Asisten Pribadi?
11 Cewek B*kasan
12 Novia
13 YURA
14 Tentang Naina
15 MAYA
16 Rencana Pindah ke Indonesia
17 Masih tentang Maya
18 Kebahagiaan Rania
19 Kecemburuan Ken
20 Kelebihan Yura
21 Mulut Ember Sintya
22 Wajah Naina yang Tersebar
23 Ken Membawa Naina
24 Di Kadalin Buaya?
25 Menyusul ke Indonesia
26 Keterkejutan Mama Kinan
27 Restu Kinan
28 Rencana Melamar
29 Penyerangan
30 Part 31
31 Ketakutan Bunda Ros
32 Hukuman dan Hadiah Sintya
33 Hampir
34 Meminta Restu
35 Kebenaran yang Terungkap
36 Kaharuan di malam itu
37 Restu Reinhard
38 Undangan?
39 Belinda
40 Masih tentang Belinda
41 Ulang Tahun Nicholas
42 Terasa Hangat
43 Part 44
44 Ternyata Rania...
45 Reksa dan Linda
46 Lagi-lagi Penyerangan
47 Luapan Amarah Sintya
48 Reksa, Linda dan Nicholas
49 Mantan Suami Ros
50 Part 51
51 Kegaduhan di Kelas
52 Endah....
53 Kekecewaan Rudolf
54 Hukuman untuk Novia
55 Alasan Nurul
56 Permohonan maaf Miftah
57 Maafkan aku
58 Keterkejutan Steven dan Barbara
59 Endah vs Nurul
60 Pernyataan
61 Pernyataan 2
62 Kekesalan Naina
63 Pram
64 Serangan
65 Pertarungan
66 Meminta Restu
67 Penyataan Dadakan
68 Mini Market
69 Mini Market 2
70 Rumah Dus
71 Membantu Ari
72 Rumah Sakit
73 Pulang ke Mansion
74 Ternyata
75 Rencana
76 Ema dan Fajar
77 Tertembak
78 Ricuh
79 Kondisi Ken dan Ari
80 ICU
81 Memulai penyembuhan Ari
82 Siuman
83 Part 84
84 Part 85
85 Trauma Ari
86 Kekhawatiran semua orang
87 Gerak Cepat
88 Terbawa Mimpi
89 Melamar
90 Alhamdulillah
91 Tentang Sari
92 Masih tentang Sari
93 Tragedi
94 Markas Tersembunyi
95 Cerita saat Kejadian
96 Fakta lain Nai
97 O oowww... Ketahuan
98 Akhirnya
99 Ke uwuan Ken dan Naina
100 Penantian Berbuah Manis
101 Merestui dan Penyerangan
102 Kenyataan yang Mengejutkan
103 Mentari
104 Mentari 2
105 Mentari 3
106 Ketakutan Sinar
107 Detik-detik Terkuaknya Rahasia Besar
108 Flashback 1
109 Flashback 2
110 Kencan
111 COPET ga tau waktu
112 Bertemu Ayah Ezra dan Ayah Calvin
113 Part 114
114 Fitting
115 Perlawanan Cici
116 Rencana Naina dan Ken
117 Lagi-lagi bertemu
118 Kumpul Riweh
119 Masalah Bulan
120 Pertolongan Naina
121 Kemarahan Naina
122 Amukan Naina
123 Penyelesaian
124 Penyelesaian 2
125 Part 126
126 Ikatan Bathin Naina dan Yura
127 The Day
128 Sungkeman
129 Rencana Honeymoon
130 Malam Pertama
131 Mulai Magang
132 Oo.. Ternyata begitu
133 Rencana Naina
134 Show time
135 Akhir dari para Pengkhianat
136 Pengakuan
137 Hahhh... masalah baru
138 Apa?!
139 Merasa Di Abaikan
140 Aryo Wiguna
141 Masa Lalu Sofia dan Satria
142 Masih FLASHBACK
143 Keterkejutan Satria
144 Part 145
145 Hamil??????
146 Rencana kejutan untuk Ken
147 Kejutan
148 Pertemuan
149 Terbongkarnya Rahasia Besar Kiara
150 Part 151
151 Hukuman untuk Kiara dan Aryo
152 Part 153
153 Ken yang Berubah
154 Dunia Selebar Daun-Daunan
155 Seperti itu....
156 Salah satu kebaikan Nai
157 Awal Pendekatan
158 Menerima Tantangan
159 Keluarga Niken
160 Duel
161 Lamaran
162 Alhamdulillah
163 Dua Pernyataan
164 Ngidam
165 Angkringan
166 Baku Hantam
167 Perubahan Hormon
168 Kegesrekan para Orang Tua
169 Meminta Ijin
170 KUA
171 Rencana Resepsi
172 Lamaran di Luar Rencana
173 3 Pelaminan
174 Sedikit masa lalu Damian
175 Kebahagiaan
176 Ngidam Naina
177 Naina Pingsan
178 Drama
179 Flashback
180 Hadiah Mobil
181 Kehancuran Atmadja
182 Hukuman Felicia
183 Rencana ke Rusia
184 Langit dan Senja
185 Langit dan Senja 2
186 Rusia
187 Segerombolan Penjahat
188 Cici & Sam
189 Rencana Melamar Cici
190 Luapan Hati Cici
191 Pernyataan Cinta
192 Yura yang Dewasa
193 Hari Penuh Senyuman
194 Alasan Sakit Bunda Ros
195 Kekhawatiran Naina
196 Akhirnya Naina Tahu
197 Kedatangan Tio
198 Akhir dari Tio
199 Kesedihan Yura
200 Pertemuan Yura dan sang Ibu
201 Mendadak melamar
202 Kedatangan Biang Rusuh
203 Rencana 7 bulanan
204 Tujuh Bulanan
205 Banci Kaleng
206 Mood Ken Anjlok
207 Lamaran Tak Terduga
208 Lamaran lagi??
209 Pertanyaan Sari yang di luar Nurul
210 Detik-detik Kesayangan Lahir
211 End
212 Bewaraaaaaaa
213 Pengumuman karya Baru
Episodes

Updated 213 Episodes

1
Mencari Pekerjaan
2
Interview
3
Flashback
4
Preman Pasar
5
UZZA
6
Anak Asuh Nai
7
SATRIA
8
Lina
9
Keramaian di Pagi Hari
10
Hah?! Asisten Pribadi?
11
Cewek B*kasan
12
Novia
13
YURA
14
Tentang Naina
15
MAYA
16
Rencana Pindah ke Indonesia
17
Masih tentang Maya
18
Kebahagiaan Rania
19
Kecemburuan Ken
20
Kelebihan Yura
21
Mulut Ember Sintya
22
Wajah Naina yang Tersebar
23
Ken Membawa Naina
24
Di Kadalin Buaya?
25
Menyusul ke Indonesia
26
Keterkejutan Mama Kinan
27
Restu Kinan
28
Rencana Melamar
29
Penyerangan
30
Part 31
31
Ketakutan Bunda Ros
32
Hukuman dan Hadiah Sintya
33
Hampir
34
Meminta Restu
35
Kebenaran yang Terungkap
36
Kaharuan di malam itu
37
Restu Reinhard
38
Undangan?
39
Belinda
40
Masih tentang Belinda
41
Ulang Tahun Nicholas
42
Terasa Hangat
43
Part 44
44
Ternyata Rania...
45
Reksa dan Linda
46
Lagi-lagi Penyerangan
47
Luapan Amarah Sintya
48
Reksa, Linda dan Nicholas
49
Mantan Suami Ros
50
Part 51
51
Kegaduhan di Kelas
52
Endah....
53
Kekecewaan Rudolf
54
Hukuman untuk Novia
55
Alasan Nurul
56
Permohonan maaf Miftah
57
Maafkan aku
58
Keterkejutan Steven dan Barbara
59
Endah vs Nurul
60
Pernyataan
61
Pernyataan 2
62
Kekesalan Naina
63
Pram
64
Serangan
65
Pertarungan
66
Meminta Restu
67
Penyataan Dadakan
68
Mini Market
69
Mini Market 2
70
Rumah Dus
71
Membantu Ari
72
Rumah Sakit
73
Pulang ke Mansion
74
Ternyata
75
Rencana
76
Ema dan Fajar
77
Tertembak
78
Ricuh
79
Kondisi Ken dan Ari
80
ICU
81
Memulai penyembuhan Ari
82
Siuman
83
Part 84
84
Part 85
85
Trauma Ari
86
Kekhawatiran semua orang
87
Gerak Cepat
88
Terbawa Mimpi
89
Melamar
90
Alhamdulillah
91
Tentang Sari
92
Masih tentang Sari
93
Tragedi
94
Markas Tersembunyi
95
Cerita saat Kejadian
96
Fakta lain Nai
97
O oowww... Ketahuan
98
Akhirnya
99
Ke uwuan Ken dan Naina
100
Penantian Berbuah Manis
101
Merestui dan Penyerangan
102
Kenyataan yang Mengejutkan
103
Mentari
104
Mentari 2
105
Mentari 3
106
Ketakutan Sinar
107
Detik-detik Terkuaknya Rahasia Besar
108
Flashback 1
109
Flashback 2
110
Kencan
111
COPET ga tau waktu
112
Bertemu Ayah Ezra dan Ayah Calvin
113
Part 114
114
Fitting
115
Perlawanan Cici
116
Rencana Naina dan Ken
117
Lagi-lagi bertemu
118
Kumpul Riweh
119
Masalah Bulan
120
Pertolongan Naina
121
Kemarahan Naina
122
Amukan Naina
123
Penyelesaian
124
Penyelesaian 2
125
Part 126
126
Ikatan Bathin Naina dan Yura
127
The Day
128
Sungkeman
129
Rencana Honeymoon
130
Malam Pertama
131
Mulai Magang
132
Oo.. Ternyata begitu
133
Rencana Naina
134
Show time
135
Akhir dari para Pengkhianat
136
Pengakuan
137
Hahhh... masalah baru
138
Apa?!
139
Merasa Di Abaikan
140
Aryo Wiguna
141
Masa Lalu Sofia dan Satria
142
Masih FLASHBACK
143
Keterkejutan Satria
144
Part 145
145
Hamil??????
146
Rencana kejutan untuk Ken
147
Kejutan
148
Pertemuan
149
Terbongkarnya Rahasia Besar Kiara
150
Part 151
151
Hukuman untuk Kiara dan Aryo
152
Part 153
153
Ken yang Berubah
154
Dunia Selebar Daun-Daunan
155
Seperti itu....
156
Salah satu kebaikan Nai
157
Awal Pendekatan
158
Menerima Tantangan
159
Keluarga Niken
160
Duel
161
Lamaran
162
Alhamdulillah
163
Dua Pernyataan
164
Ngidam
165
Angkringan
166
Baku Hantam
167
Perubahan Hormon
168
Kegesrekan para Orang Tua
169
Meminta Ijin
170
KUA
171
Rencana Resepsi
172
Lamaran di Luar Rencana
173
3 Pelaminan
174
Sedikit masa lalu Damian
175
Kebahagiaan
176
Ngidam Naina
177
Naina Pingsan
178
Drama
179
Flashback
180
Hadiah Mobil
181
Kehancuran Atmadja
182
Hukuman Felicia
183
Rencana ke Rusia
184
Langit dan Senja
185
Langit dan Senja 2
186
Rusia
187
Segerombolan Penjahat
188
Cici & Sam
189
Rencana Melamar Cici
190
Luapan Hati Cici
191
Pernyataan Cinta
192
Yura yang Dewasa
193
Hari Penuh Senyuman
194
Alasan Sakit Bunda Ros
195
Kekhawatiran Naina
196
Akhirnya Naina Tahu
197
Kedatangan Tio
198
Akhir dari Tio
199
Kesedihan Yura
200
Pertemuan Yura dan sang Ibu
201
Mendadak melamar
202
Kedatangan Biang Rusuh
203
Rencana 7 bulanan
204
Tujuh Bulanan
205
Banci Kaleng
206
Mood Ken Anjlok
207
Lamaran Tak Terduga
208
Lamaran lagi??
209
Pertanyaan Sari yang di luar Nurul
210
Detik-detik Kesayangan Lahir
211
End
212
Bewaraaaaaaa
213
Pengumuman karya Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!