Sore, Bida sedang membantu ibu menyiapkan makanan di dapur. Pandawa lima, sedang berkumpul di ruang tengah. Mereka membicarakan tentang desain bangunan yang sedang trendi.
"Sayangnya kita tidak bisa langsung praktek membuat desain seperti ini." Miki menunjukkan gambar rumah di laptopnya.
"Mengapa ndak bisa, buat saja rumah untukmu sendiri dengan desain seperti itu."
Deni berpendapat.
"Bangun rumahku sendiri ? kamu akan minjami aku uang untuk bangun rumah spt ini. Boleh juga." Miki tersenyum sengaja dibuat semanis gula karena ia hanya bercanda dengan ucapannya.
"Ok. Ndak usah pinjam. Aku yang akan biayai semua. Tapi sabar ya say, doakan aku jadi Konglomerat. Jangan lalai sholat tahajud dan duha, doakan aku sepenuh jiwa." Deni memasang wajah serius. Namun kemudian terkekeh disambut kikikan teman-temannya.
"Menurutmu, desain ini bagus kan Vi?" Miki menunggu tanggapan Levi.
"Bagus." Levi hanya menjawab singkat. Keluarga Levi memiliki beberapa hotel berbintang. Bahkan Levi sudah iku berperan mendesain rumah kos dan apartemennya di Malang. Levi bertanggung jawab menyeleksi desain interior hotel milik keluarganya. Meski Levi masih kuliah namun sejak kecil, Papanya sering melibatkannya dalam bisnis propertinya. Levi bisa menjelaskan dengan detail kualitas bahan propertinya. Sayangnya Papa Levi mengalami serangan jantung ketika Levi baru kuliah semester 2. Papanya Levi tidak sadar memiliki penyakit jantung akibat pola makan yang salah. Aktivitasnya yang sering ke luar kota hingga ke luar negeri, membuatnya sering makan di luar tanpa memperhatikan kandungan dalam makanannya yang kebanyakan cepat saji.
Sejak itu, Levi semakin giat belajar Ia sudah berjanji kepada kakaknya di depan jasad papanya. Kak... Levi berjanji tidak akan mengecewakan papa. Levi akan mengembangkan bisnis keluarga kita. Levi akan menjaga mama sebaik-baiknya. Levi adalah anak kedua. Kakaknya perempuan, jarak usianya 7 tahun dengan Levi. Kakaknya sudah menjadi seorang dokter, dan sedang menempuh pendidikan spesialis kandungan di Amerika karena mengikuti suaminya yang warga negara Amerika. Kakak Levi baru menikah sebulan yang lalu.
Roni ikut tertawa dengan perlakuan teman-temannya. Namun Roni tidak ikut komentar. Roni merasa Levi tidak tertarik dengan desain yang ditanyakan Miki. Levi punya standart sendiri dalam menilai desain bangunan.
Maka Roni tidak mau ikut berkomentar, apalagi dirinya sendiri juga tidak tertarik dengan desain tersebut. Levi hanya mengatakan bagus untuk menghargai pendapat Miki sebagai temannya bukan rekan bisnis.
Meski Levi sangat baik, namun Roni tetap menjaga jarak antara dirinya. Mamanya Levi adalah pekerja keras yang sangat disiplin. Mamanya Levi pernah menemuinya untuk memperingatkannya sebagai orang kepercayaan Levi ketika bertemu di apartemen Levi.
#Di apartemen Levi
"Roni, aku tahu kamu kepercayaan Levi. Bekerjalah amanah. Jangan salah gunakan kepercayaan Levi kepadamu. Aku tahu bahwa Levi mempercayakan keuangan rumah kos. Jika sekali saja aku menemukan kecurangan, jangan harap kau lolos dariku. Levi memang diam tapi bukan orang bodoh. Jaga kepercayaan Levi kepadamu. Kau juga jangan seenaknya memanggil nama Levi seenakmu sendiri."
"Ma..., tolong ma, jangan terlalu keras. Roni temanku." Levi berusaha menengahi.
"Levi, sejak kapan kamu berani memotong perkataan mama."
Levi hanya terdiam, sebenarnya Levi sangat mengenal mamanya. Mamanya wanita tangguh yang sangat baik. Levi hanya kuatir jika Roni salah tanggap dengan ketegasan mamanya.
"Maaf ma."
"Ya bu. Saya akan bekerja sebaik mungkin. Saya juga sangat menghargai Levi... maaf saya harus memanggil apa?"
"Levi menggajimu tiap bulan, bagaimana mungkin kamu seenaknya manggil Levi saja. Di hotel semua manggil mas Levi dari masih kecil dan hanya ikut papanya ke hotel. Sampai saat ini, sebagian masih memanggil mas namun sebagian besar sudah memanggil dengan nama Tuan menggantikan panggilan papanya. Minimal kamu manggil mas karena kalian seumuran."
"Ya bu." Roni menganggukan kepalanya. Bagi Roni panggilan tidak menjadi masalah. Bahkan Roni sudah sering memanggil sebutan Bos kepada Levi. Meski Levi sering menyatakan tidak suka dengan panggilan itu.
"Roni, kamu bisa panggil aku dengan sebutan bu. Selalu ada hal-hal yang harus sesuai porsinya. Jika idealismu tinggi, kamu akan susah meraih kesuksesan. Aku tidak memaksamu. Jika kamu tidak bisa menghargai bosmu maka jangan bekerja bersamanya."
"Ya bu. Terima kasih nasehat ibu."
Roni mengatakannya dengan tulus. Bagaimanapun Levi adalah bos nya. Gaji yang diberikan Levi kepadanya bukan jumlah yang sedikit. Gajinya lebih dari cukup untuknya. Jika dihitung-hitung bahkan harusnya Levi tidak menggajinya sebanyak itu. Gaji yang diperolehnya tidak sebanding dengan pekerjaannya. Harusnya Levi menggajinya jauh dibawah jumlah tersebut.
"Levi mama mau kembali ke Surabaya. Jaga diri baik-baik."
"Ya ma." Levi memeluk dan mencium mamanya lalu mengantar mamanya ke parkiran tempat Pak Man supir mamanya sudah menunggu. Meninggalkan Roni yang harus melanjutkan kegiatannya membersihkan apartemen Levi.
Sejak saat itu, Roni membiasakan memanggil nama Mas Levi. Levi agak canggung di awalnya namun menjadi kemudian terbiasa.
Masih ingat reaksi teman-temannya ketika Roni memanggil Levi.
#Di kantin kampus
"Mas Levi, ini jusnya." Roni menyerahkan jus jeruk yang baru di antar oleh pramusaji kantin.
"Mas ? Sejak kapan Levi jadi kakakmu." Miki menatap Roni.
"Kamu ini selalu bersikap seolah Levi ini majikanmu saja. Memangnya kamu digaji Levi?" Deni tidak kalah sengit
"Levi kan terlihat lebih tua di antara kita, makanya Roni memanggil mas. Aku juga akan manggil mas juga ah." Komentar Miki langsung disambut gelak tawa teman-temannya.
Levi mulai kesal atas sikap teman-temannya.
"Begini, mas Levi memang lebih senior daripada aku. Dari segi ilmu, juga usianya meski pun selisih 2 bulan lebih tua. Jadi aku lebih nyaman memanggilnya mas. Mas Levi selalu membantu dan membimbingku jika aku punya kesulitan. Aku sering ke apartemen mas Levi untuk konsultasi."
Roni berusaha menjelaskan, sebenarnya Roni ingin mengakui kebenaran tentang hubungannya dengan Levi sebagai bos dan bawahan. Namun Levi sendiri yang melarangnya dan ingin merahasiakannya.
"Sial... kamu memang beruntung Vi. Di antara kita, Levi memang yang paling cerdas di mata kuliah. Kamu juga memiliki tinggi badan paling tinggi, cewek-cewek banyak yang melirikmu. Anehnya mengapa kamu justru selalu ditempeli Roni terus. Memangnya kamu ada sesuatu dengan Roni? Jangan-jangan kamu jeruk makan jeruk." Jodi yang biasanya pendiam jadi ngawur bicaranya.
Levi diam saja. Cewek ? Banyak cewek di sekitarku. Kata orang sekitarku, mereka cantik semua tapi aku sama sekali tidak tertarik. Pegawai hotelku semua menjaga penampilan mereka dan menurutku mereka lebih cantik dari pada mahasiswa di sini. Aku sudah bertekad akan fokus kuliah. Soal Jodoh akan ada saatnya nanti. Levi hanya bisa membatin.
"Jangan sembarangan jika ngomong. Kamu itu irit ngomong, sekali ngomong kok ngawur."
Deni menjitak kepala Jodi. Jodi kaget namun tidak berani mengeluh. Sial si Deni, kepalaku sakit tapi aku tidak akan mengeluh apalagi banyak cewek di sini. Bisa turun derajat aku, jika aku mengaduh kesakitan hanya karena dijitak. Owh lumayan sakit juga.
Roni mau berbicara tapi, Levi memberi isyarat agar Roni diam dengan tatapannya.
"Levi, kamu tinggal di apartemen? Kok Roni yang sering ke apartemenmu. Memangnya kami ndk boleh mengunjungimu? Wah semakin mencurigakan nih." Miki kembali melancarkan aksinya.
"Levi kamu jangan emosi. Sebenarnya Miki hanya ingin usul agar kita semua kamu undang ke apartemen tempatmu tinggal. Sekalian siapkan makanan dan minuman. Seumur-umur aku belum pernah masuk apartemen. Kapan kami bisa mengunjungimu?" Jodi berusaha mengendurkan ketegangan di antar temannya karena tampaknya Levi sudah mengeraskan rahangnya. Sedangkan Roni hanya diam saja.
"Boleh tapi hanya sekali ini, karena aku tidak suka keributan. Lagi pula aku sering bolak balik Surabaya - Malang. Nanti malam, aku tunggu kalian. Ingat hanya malam ini saja aku mengundang kalian." Levi berkata dengan wajah datar.
ting HP Roni berbunyi.
Siapkan semua hal untuk malam ini, bersihkan apartemen, belikan makanan dan minuman, bersihkan lagi apartemenku setelah mereka pulang. Aku tidak suka apartemenku berantakan. --- Levi
Siap mas --- Roni
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
Agustina Kusuma Dewi
bos
2023-11-19
0
mommy nasty
Sultan mah bebas
2021-01-18
3