Siapakah dia?

Bida pulang sekolah. Di halaman, Bida sengaja berhenti lalu menengadah ke atas. Semalaman, Bida tidak mendengarkan suara Wowo sama sekali. Bida mengarahkan pandangannya ke seluruh bagian pohon. Namun tidak menemukan keberadaan Wowo. Aneh sekali, dari semalam aku tidak melihat bahkan menderngar bibi, nenek dan Wowo. Biasanya saat ada tamu, mereka pasti heboh. Mungkin tamu-tamu mahasiswa itu tidak ada yang membicarakan kejelekan tentangku.

"Sudah pulang sekolah?"

Mas mahasiswa yang paling tinggi badannya, menyapaku. Ia baru masuk halaman rumah.

"Ya mas."

Aku mencoba memasang telingaku, tapi tidak terdengar suara erangan Wowo. Pasti mas ini orang baik yang tidak mempedulikanku hingga Wowo tidak bereaksi. Tapi Wowo memang tidak tampak. Bida kembali mendongakkan kepalanya ke atas pohon kenanga.

"Kamu cari apa?"

Levi ikut mendongakkan kepalanya ke arah pohon kenanga.

"Ndak papa mas. Kok sendirian mana mas-mas yang lain?"

"Mereka di rumah Pak Muhit. Tadi kami ke kantor desa. Lalu ke rumah Pak Muhit. Tapi aku masih ada kepentingan jadi aku pulang ke sini dulu. Sebentar lagi, aku menyusul mereka ke rumah Pak Muhit."

"Oh."

Setelah itu kami masuk rumah tanpa berbicara apa-apa lagi.

Aku membuka sepatu, meletakkan sepatuku di lemari kaca tempat sepatu di teras. Setelah itu aku mengucap salam, Ibu menyambutku dan mas Mahasiswa yang aku belum tahu namanya. Aku hendak masuk ke kamarku, ketika Ibu menahan tanganku lalu berbisik.

"Bida, ingat pakai baju yang tertutup."

"Ya bu." Bida masuk ke kamarnya, mengunci pintu. Bida segera membuka seragamnya, lalu menghempaskan badannya di atas kasur.

Bida hanya memakai baju kaos tank top dan legging selutut.

Rasanya merepotkan sekali jika harus pakai baju panjang sepanjang hari. Mas tadi namanya siapa ya? Tinggi sekali badannya.

Bibi dan nenek kemana sih?

Bida bangun lalu mengambil baju di lemarinya. Rok warna biru langit dan kaos biru muda menjadi pilihannya lalu keluar kamar menuju dapur untuk membantu ibu.

Levi sedang duduk di ruang tengah sambil memainkan HP nya namun pikirannya masih memikirkan Bida.

Gadis ini, wajahnya sangat mirip dengan gadis yang lewat tadi malam namun bagaimana mungkin gadis ini sangat imut sedangkan gadis tadi malam tampak sangat dewasa. Levi memperhatikan Bida yang sedang melintasi ruang tengah menuju dapur.

"Bu, masak apa? Apakah kita akan selalu masak untuk mereka?" Bida duduk di kursi di dapur, mengambil pisau lalu membantu ibunya yang sedang menggupas kentang.

Bida dan ibunya punya hobi yang sama yaitu memasak dan menjahit. Ibarat pepatah, buah tak jatuh jauh dari pohonnya.

"Ya. begitulah. Ibu sudah menyusun menu selama beberapa hari. Besok ibu akan ke pasar untuk berbelanja keperluan beberapa hari ke depan."

"Aku ikut bu."

"Tidak usah, ibu tidak mau kamu lihat banyak hantu di pasar. Seperti waktu itu."

#Flash back ketika Bida masih kelas 2 SD

Bida ikut ibunya ke pasar. Ibu hendak membeli bawang putih di toko dalam pasar.

"Bu, mengapa kakak ini diam di tengah pintu toko?" Bida menunjuk pintu toko. Padahal tidak ada siapapun di sana. Bu Joko yang merinding. Belum lagi tatapan tidak ramah pemilik toko kepada Bida.

"Sini Bida! Bu Joko mengapit lengan Bida mendekat ke tubuhnya."

"Bu, kasihan kakak itu, dia bilang disuruh menjaga pintu dan tidak boleh meninggalkan toko seharian bahkan meskipun toko sudah tutup. Kecuali hari Jum'at." Bida masih mengalihkan pandangannya ke pintu toko.

Bu Joko menutup mulut Bida dengan tangannya.

Ketika melewati warung Rawon di sudut pasar. Bida kembali berulah. "Bu lihat, piringnya dijilati oleh anak gundul itu."

Bu Joko mempercepat langkahnya sambil menggandeng Bida yang tetap menoleh ke warung Rawon.

"Eh jangan. Jangan jilati piringnya. Itu akan dipakai makan. Hii jijik..... kok gitu sih."

Sebagian orang menatap Bida. Lalu ada yang menyeletuk. "Eh anak ini melihat sesuatu di warungnya Mbok Nah. Pasti Mbok Nah pakai penglaris. Orang tersebut menunjuk Bida. Suasana jadi riuh. Beberapa orang yang sedang makan di warung itu langsung berhenti makan, mereka jadi heboh.

Bu Joko menghentikan belanjanya dan memutuskan pulang, Ia menyeret Bida keluar pasar. Lalu Bida tersandung dan hampir jatuh di pasar. "Maaf paman, aku tidak sengaja menginjak kakimu." Bida justru berbicara sendiri.

#Kembali ke masa sekarang.

"Bida kan waktu itu masih kecil bu. Sekarang Bida sudah tidak begitu lagi. Bida akan diam saja dan tidak berkomunikasi selain bibi, nenek, dan Wowo. Tapi Bida belum melihat mereka sejak tadi malam.

"Bu, saya mau ke rumah Pak Muhit." Levi ijin kepada bu Joko dari pintu dapur

"Ya nak Levi silahkan."

"Namanya Levi bu?"

"Ya. Bida.... kamu harus hati-hati. Jangan membicarakan nenek, Bida, dan Wowo lagi kecuali tidak ada siapapun di rumah selain ibu dan bapak."

"Ya bu."

"Bida... Bida..." Nenek ternyata sudah berada di dapur sejak tadi dan terus memanggil Bida namun Bida tampak tidak mengetahui keberadaannya bahkan mendengar suaranya.

"Bida..." Kali ini bibi mencoba memanggil Bida untuk kesekian kalinya.

"Bibi... nenek... Akhirnya kalian muncul. Dari mana saja? bahkan Wowo juga tidak ada di pohon."

Bibi dan nenek lega. Akhirnya Bida melihat keberadaan mereka.

Bu Joko memperhatikan sekeliling, lalu meneruskan pekerjaannya. Yang terpenting, tidak ada siapapun yang mendengar ketika Bida berkomunikasi dengan nenek dan Bibi yang sering disebut Bida namun tidak pernah sekalipun Bu Joko dan Pak Joko melihat mereka.

"Bida... "bibi mendekat lalu mencoba menyentuh Bida. Bida kaget mengetahui bahwa tangan bibi menembus badannya.

"Mengapa bi? Apa yang terjadi?"

"Mungkin benar yang kita curigai." Nenek ikut mencoba menyentuh Bida namun sama dengan bibi. Nenek juga tidak bisa menyentuh Bida.

"Ada apa bi? Nenek... mengapa kalian tidak bisa menyentuhku dan apa yang kalian curigai?"

Bu Joko hanya menghela nafas. Memperhatikan Bida. Bu Joko sudah terbiasa melihat Bida berkomunikasi seperti itu.

Bibi tersenyum. "Bida..., jika calon suamimu ada di sekitarmu maka kami tidak bisa menampakkan diri dan menyentuhmu. Jika kamu sudah menikah maka kami benar-benar tidak bisa berada di sekitarmu. Jika kamu menikah maka hubungan kita sudah terpisah kembali ke dunia masing-masing. Ini berlaku bukan hanya dengan kami tapi juga dengan semua makhluk halus lainnya terhadapmu."

"Maksud bibi, saat ini calon suamiku sudah ada di sekitarku? Siapa bi? Berapa luas jangkauan keberadaan calon suamiku hingga kalian tidak bisa tampak olehku?"

Bu Joko menghentikan kegiatan memasaknya, lalu duduk di depan Bida.

"Kami juga tidak tahu Bida. Sekarang kita bisa berkomunikasi meski tidak bisa bersentuhan, artinya calon suamimu sudah menjauh dari sini" Nenek menjelaskan.

"Semalam dan tadi pagi, kau bahkan tidak mendengar suara kami. Itu artinya jodohmu berada dekat denganmu. Sekarang kamu sudah bisa mendengar dan melihat kami meski tidak bisa bersentuhan. Mungkin karena jodohmu berada tidak terlalu jauh darimu. Entah berapa jauh jangkauannya." Bibi membuat hipotesis sendiri.

"Bu, apakah benar yang diceritakan bibi dan nenek, bahwa mungkin saja calon suamiku sedang berada di sekitarku hingga bibi, nenek , dan Wowo tidak dapat ku lihat."

"Bida, ibu tidak mendengar cerita mereka. Siapa calon suamimu? Apakah bibi dan nenek tahu?"

"Apakah salah satu mahasiswa itu adalah calon suamimu? Yang mana? tanyakan kepada mereka." Ibu sangat penasaran.

"Nenek dan Bibi juga tidak tahu bu."

"Bu Bida masih kecil. Bida tidak mau menikah bu. Bida mau sekolah lalu kuliah. Suatu saat menjadi ibu rumah tangga yang pandai memasak dan membuka usaha konveksi.

Jangan nikahkan Bida bu. Bida tidak mau" Bida mulai menangis.

"Dulu Bida ingin segera menikah untuk menghentikan semua ini, karena Bida belum paham makna menikah."

"Bida.... siapa yang mau kamu menikah sekarang? Ibu juga ingin anak ibu sukses meraih cita-cita. Jangan menangis." Bu Joko memeluk putrinya. Dalam hatinya, bu Joko tidak suka dan tidak percaya perkataan hantu bibi dan nenek kepada Bida, namun bu Joko juga takut menunjukkan ketidaksukaannya karena takut jika hantu tersebut menyakiti Bida.

Terpopuler

Comments

Agustina Kusuma Dewi

Agustina Kusuma Dewi

la kog levi.. kyk nama adik ipar qw

2023-11-19

1

sun-rise🌻

sun-rise🌻

Seneng kl levi Jodohny4

2022-11-03

0

Sinta Dwi

Sinta Dwi

paati levi nih jodoh nya bida 😊

2020-08-11

8

lihat semua
Episodes
1 Kelahiran Bidadari
2 Semilir Angin
3 Bayi Bidadari Cantik
4 Cuplak Puser dan Selapanan
5 Mimpi
6 Menyadari
7 Sekolah 1
8 Sekolah 2
9 Kemarahan Wowo
10 Dengki
11 Pembawa Sial
12 Menangis
13 Sabtu Ceria
14 Pandawa Lima
15 Curiga
16 Siapakah dia?
17 Levi dan Roni
18 Ternyata dia
19 Harmonis
20 Lidah Beracun
21 Kunjungan Sahabat
22 Mimpi
23 Sewot
24 Lihat Saja Nanti
25 Perempuan Tua Menyebalkan
26 Terkontaminasi Lidah Beracun
27 Ada Apa dengan Levi?
28 Cemburu 1
29 Maling Sapi
30 Heboh 1
31 Heboh 2
32 Jeruk makan jeruk
33 Boleh
34 Jalan-jalan
35 Terserah
36 Kebaya
37 Kak Lina
38 Peringatan
39 Kecelakaan Beruntun
40 Tanggung Jawab
41 Restu Mama
42 Akad Nikah
43 Makan malam
44 Malam Sibuk
45 Interogasi
46 Kesepakatan 1
47 Kesepakatan 2
48 Urusan
49 Hantu SMK
50 Takut
51 Apa yang terjadi ?
52 Keren
53 Bagaimana Menurutmu? 1
54 Bagaimana Menurutmu ? 2
55 Kematian
56 Lembur
57 Serasa Mimpi
58 Serba Salah
59 Pusaka
60 Perpisahan
61 Dimana Wowo
62 Hari Pertama
63 Tidak boleh
64 Kampus VS SMK
65 Orisinil
66 Nafkah Bida
67 Petaka Diana 1
68 Petaka Diana 2
69 Murka
70 Terbongkar 1
71 Terbongkar 2
72 Kaget
73 Menghadirkan Bidadari
74 Malu
75 Pengumuman Author
76 Bertahan
77 Bangga
78 Pulang
79 Progres dan Prestasi
80 Pengakuan
81 Pernikahan Sederhana
82 Bulan Madu, Cemburu dan Pesta
83 Ingin Hamil
84 Hamil
85 Harapan Tercapai
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Kelahiran Bidadari
2
Semilir Angin
3
Bayi Bidadari Cantik
4
Cuplak Puser dan Selapanan
5
Mimpi
6
Menyadari
7
Sekolah 1
8
Sekolah 2
9
Kemarahan Wowo
10
Dengki
11
Pembawa Sial
12
Menangis
13
Sabtu Ceria
14
Pandawa Lima
15
Curiga
16
Siapakah dia?
17
Levi dan Roni
18
Ternyata dia
19
Harmonis
20
Lidah Beracun
21
Kunjungan Sahabat
22
Mimpi
23
Sewot
24
Lihat Saja Nanti
25
Perempuan Tua Menyebalkan
26
Terkontaminasi Lidah Beracun
27
Ada Apa dengan Levi?
28
Cemburu 1
29
Maling Sapi
30
Heboh 1
31
Heboh 2
32
Jeruk makan jeruk
33
Boleh
34
Jalan-jalan
35
Terserah
36
Kebaya
37
Kak Lina
38
Peringatan
39
Kecelakaan Beruntun
40
Tanggung Jawab
41
Restu Mama
42
Akad Nikah
43
Makan malam
44
Malam Sibuk
45
Interogasi
46
Kesepakatan 1
47
Kesepakatan 2
48
Urusan
49
Hantu SMK
50
Takut
51
Apa yang terjadi ?
52
Keren
53
Bagaimana Menurutmu? 1
54
Bagaimana Menurutmu ? 2
55
Kematian
56
Lembur
57
Serasa Mimpi
58
Serba Salah
59
Pusaka
60
Perpisahan
61
Dimana Wowo
62
Hari Pertama
63
Tidak boleh
64
Kampus VS SMK
65
Orisinil
66
Nafkah Bida
67
Petaka Diana 1
68
Petaka Diana 2
69
Murka
70
Terbongkar 1
71
Terbongkar 2
72
Kaget
73
Menghadirkan Bidadari
74
Malu
75
Pengumuman Author
76
Bertahan
77
Bangga
78
Pulang
79
Progres dan Prestasi
80
Pengakuan
81
Pernikahan Sederhana
82
Bulan Madu, Cemburu dan Pesta
83
Ingin Hamil
84
Hamil
85
Harapan Tercapai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!