Menangis

Bida berjemur di bawa terik matahari. Pak Iwan menghampirinya. "Bida setelah kita sampai di sekolah, kamu boleh ijin pulang dulu."

Sepertinya kamu kurang sehat. Pak Iwan melihat mata Bida yang kemerahan seperti menahan tangis.

"Tidak apa-apa Pak, ini hampir kering kok." Bida bukan tidak ingin pulang tapi Bida tidak mau membuat ibunya khawatir. Ibunya adalah ibu rumah tangga sekaligus penjahit. Sudah lama sekali ibunya tidak menjahit yaitu sejak hamil pertama kali hingga Bida berusia 7 tahun. Ibunya tidak menerima jahitan dari orang lain, hanya menjahit baju keluarga dan kerabat saja. Satu-satunya orang lain yang menjahit baju di ibunya adalah bude Sulis karena memaksa.

Sekarang ibunya sudah mulain menerima jahitan lagi meski terbatas, alasannya karena tidak ingin melalaikan keluarga jika terlalu sibuk menjahit.

"Tapi jika kamu pakai handuk itu, kapan keringnya?" Pak Joko memberi nasehat.

"Ya pak." Bida masih bimbang melepas handuknya yang menyelimuti bahunya. Pilihan sulit. Ingin segera kering, tapi juga ingin tidak terlihat teman-temanya.

Pemuda berwajah pucat terlihat duduk di tepi kolam seperti posisinya tempo hari.

"Naiklah ke loteng lantai atas, disana sepi dan lebih terik.

"Terima kasih."

"Iya." Pak Iwan yang menjawab Bida padahal Bida menyampaikan terima kasih kepada pemuda pucat itu.

Dengan bergegas, Bida minta ijin kepada petugas kolam renang untuk naik ke lantai atas.

"Pak bolehkah saya naik ke loteng untuk berjemur?"

"Silahkan mbak."

"Terima kasih ya Pak."

*****

Sepulang sekolah, Bida hanya berdiam di kamar. Bida berusaha menahan tangisnya namun air matanya mengalir di pipinya. Nenek dan Bibi tidak menampakkan diri. Memang Bida melarang mereka muncul di kamarnya kecuali Bida memanggilnya, karena kamarnya adalah tempat privasi.

Bu Joko dan Pak Joko heran dengan sikap Bida yang tidak ceria seperti biasanya.

Bu Joko dan Pak Joko memutuskan mengetuk pintu kamar Bida.

Tok tok tok, "Bida... Bida... boleh kami masuk?"

Ceklek Pintu kamar Bida terbuka.

Bu Joko dan Pak Joko masuk kamar Bida lalu duduk di atas kursi di kamar Bida. Ada 2 kursi dan 1 meja di kamar Bida yang luas. Sementara Bida duduk di sisi pembaringan.

"Ada apa Bida?" Bu Joko menghampiri Bida, duduk di sampingnya, lalu membelai rambutnya.

Bida tidak dapat menahan air matanya lagi. "Bida ingin seperti anak lainnya bu. Bida tidak suka ada makhluk halus yang ikut campur urusan Bida. Setiap kali terjadi sesuatu dengan Bida sedikit saja, nenek atau bibi bahkan Wowo akan bertindak. Hari ini, ada seorang anak perempuan seumuran Bida yang menangis karena Bida. Padahal.anak tersebut tidak sengaja menyakiti Bida.

"Apa yang terjadi Bida?" Pak Joko tampak khawatir.

Bida akhirnya menceritakan semua kejadian hari ini.

"Kamu tidak apa-apa kan?" Ibu tampak cemas.

Sementara nenek, bibi dan Wowo yang sedang berkumpul melayang-layang di atas atap kamar Bida merasa sedih mendengar pengakuan Bida yang secara tidak langsung menolak kehadiran mereka.

Pak Joko dan Bu Joko saling menatap. Bu Joko seolah mengisyaratkan suaminya agar menceritakan hal penting kepada Bida.

"Jika bapak tidak mau cerita, biar aku yang akan menceritakan kepada Bida." Ibu tampak tegas sedikit mengancam Pak Joko

"Ada apa bu? Apa yang ibu dan bapak sembunyikan?"

Pak Joko menghela nafas.

"Bida, sebenarnya Ibu dan Bapak sudah berusaha mendatangi sekian banyak kyai dan orang pintar, tapi tidak ada hasilnya.

Kamu ingat kan ketika kecil kamu belum mampu menempatkan diri untuk tidak membahas tentang makhluk halus atau berbicara dengan mereka hingga kamu dianggap pembohong. Bahkan bapak dan ibu khawatir ketika guru TK mu menyarankan ibu untuk menemui psikiater karena menganggapmu mengalami kelainan jiwa.

Suatu hari Bapakmu bermimpi bertemu dengan kakek buyutmu. Kakek Joyosono namanya Kakek mengatakan bahwa kamu akan terbebas dari makhluk halus. Kamu tidak akan mampu berkomunikasi bahkan mungkin kamu tidak akan melihat penampakannya jika kamu sudah menikah.

"Menikah? Bida setuju bu. Nikahkan saja Bida sekarang. Bida menikah secara agama saja kan lalu Bida tetap sekolah dan hidup terpisah sampai Bida dewasa."

"Itu masalahnya Bida, Kamu akan terbebas jika kamu sudah benar-benar menikah sedangkan usiamu masih belia. Jika Jodohmu berada di sekitarmu, meskipun kamu belum menikahinya maka makhluk halus tidak akan mampu menampakkan dirinya di hadapanmu. Namun kamu masih bisa mendengar suara mereka.

Jika kau sudah benar-benar menikah, maka mereka tidak mampu lagi mengganggumu lagi."

Bu Joko mulai menangis tersedu-sedu. Bu Joko sangat menyayangi putrinya namun merasa tidak bisa melakukan apa-apa.

Bida memikirkan semua penjelasan bapaknya. "Maafkan Bida, Bida sudah membuat khawatir ibu dan bapak."

"Tidak nak. Justru bapak yang minta maaf, tidak bisa membantumu." terdapat bulir air mata yang menetes dari mata Pak Joko.

"Bersabarlah, belajarlah yang rajin. Akan datang masanya nanti kamu akan bertemu jodohmu. Jangan salahkan nenek, bibi dan Wowo yang berusaha menjagamu."

Nenek, bibi dan Wowo sangat terharu dan semakin sedih mendengar ucapan bu Joko.

Wowo terbang melesat dengan kesunyian kembali ke pohon kenanga. Sedangkan nenek dan bibi juga melayang menjauh.

Tidak ada desir angin, seolah malam itu begitu sunyi. Semua terdiam di tempatnya.

Bu Joko dan Pak Joko meminta Bida tidur dan pergi meninggalkan Bida di kamarnya.

"Tidurlah nak, besok sekolah yang lebih rajin. Raih prestasi, Jodohmu akan sesuai kualitasmu. Jika kamu baik maka jodohmu juga baik."

" Ya bu". Bu Joko mencium pipi kiri Bida, sedangkan Pak Joko mencium pipi kanan Bida.

"Sejak kapan ya bu, Bidadari ada yang cengeng?" Pak Joko berusaha menggoda Bida.

Bida pun tersenyum mendengarnya.

Terpopuler

Comments

Agustina Kusuma Dewi

Agustina Kusuma Dewi

kalian tau, aslinya anak yg terlahir #bisa melihat itu, adalah kelainan atau berpenyakit.

karena dlm islam, pengetahuan itu ada. pas orgtua nya bercampur, mereka tidak membaca doa kebaikan u.janinnya. lalu masuklah pula #hal bercampur pada mani ke ovum.. alias syaiton nirojim maliki yauw middin..ikut dlm percampuran membuat adonannya.

jadilah anak tersebut.

jadi minim bila pasangan melakukan #hal membuat adonan. ucapkanlah basmalah geh.. biar dlm ridho Allah azza wa Jalla.

2023-11-19

1

Septiana Ningsih

Septiana Ningsih

serba salah

2023-10-28

1

AiLa Liela

AiLa Liela

Kasihan Bida...

2020-06-25

3

lihat semua
Episodes
1 Kelahiran Bidadari
2 Semilir Angin
3 Bayi Bidadari Cantik
4 Cuplak Puser dan Selapanan
5 Mimpi
6 Menyadari
7 Sekolah 1
8 Sekolah 2
9 Kemarahan Wowo
10 Dengki
11 Pembawa Sial
12 Menangis
13 Sabtu Ceria
14 Pandawa Lima
15 Curiga
16 Siapakah dia?
17 Levi dan Roni
18 Ternyata dia
19 Harmonis
20 Lidah Beracun
21 Kunjungan Sahabat
22 Mimpi
23 Sewot
24 Lihat Saja Nanti
25 Perempuan Tua Menyebalkan
26 Terkontaminasi Lidah Beracun
27 Ada Apa dengan Levi?
28 Cemburu 1
29 Maling Sapi
30 Heboh 1
31 Heboh 2
32 Jeruk makan jeruk
33 Boleh
34 Jalan-jalan
35 Terserah
36 Kebaya
37 Kak Lina
38 Peringatan
39 Kecelakaan Beruntun
40 Tanggung Jawab
41 Restu Mama
42 Akad Nikah
43 Makan malam
44 Malam Sibuk
45 Interogasi
46 Kesepakatan 1
47 Kesepakatan 2
48 Urusan
49 Hantu SMK
50 Takut
51 Apa yang terjadi ?
52 Keren
53 Bagaimana Menurutmu? 1
54 Bagaimana Menurutmu ? 2
55 Kematian
56 Lembur
57 Serasa Mimpi
58 Serba Salah
59 Pusaka
60 Perpisahan
61 Dimana Wowo
62 Hari Pertama
63 Tidak boleh
64 Kampus VS SMK
65 Orisinil
66 Nafkah Bida
67 Petaka Diana 1
68 Petaka Diana 2
69 Murka
70 Terbongkar 1
71 Terbongkar 2
72 Kaget
73 Menghadirkan Bidadari
74 Malu
75 Pengumuman Author
76 Bertahan
77 Bangga
78 Pulang
79 Progres dan Prestasi
80 Pengakuan
81 Pernikahan Sederhana
82 Bulan Madu, Cemburu dan Pesta
83 Ingin Hamil
84 Hamil
85 Harapan Tercapai
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Kelahiran Bidadari
2
Semilir Angin
3
Bayi Bidadari Cantik
4
Cuplak Puser dan Selapanan
5
Mimpi
6
Menyadari
7
Sekolah 1
8
Sekolah 2
9
Kemarahan Wowo
10
Dengki
11
Pembawa Sial
12
Menangis
13
Sabtu Ceria
14
Pandawa Lima
15
Curiga
16
Siapakah dia?
17
Levi dan Roni
18
Ternyata dia
19
Harmonis
20
Lidah Beracun
21
Kunjungan Sahabat
22
Mimpi
23
Sewot
24
Lihat Saja Nanti
25
Perempuan Tua Menyebalkan
26
Terkontaminasi Lidah Beracun
27
Ada Apa dengan Levi?
28
Cemburu 1
29
Maling Sapi
30
Heboh 1
31
Heboh 2
32
Jeruk makan jeruk
33
Boleh
34
Jalan-jalan
35
Terserah
36
Kebaya
37
Kak Lina
38
Peringatan
39
Kecelakaan Beruntun
40
Tanggung Jawab
41
Restu Mama
42
Akad Nikah
43
Makan malam
44
Malam Sibuk
45
Interogasi
46
Kesepakatan 1
47
Kesepakatan 2
48
Urusan
49
Hantu SMK
50
Takut
51
Apa yang terjadi ?
52
Keren
53
Bagaimana Menurutmu? 1
54
Bagaimana Menurutmu ? 2
55
Kematian
56
Lembur
57
Serasa Mimpi
58
Serba Salah
59
Pusaka
60
Perpisahan
61
Dimana Wowo
62
Hari Pertama
63
Tidak boleh
64
Kampus VS SMK
65
Orisinil
66
Nafkah Bida
67
Petaka Diana 1
68
Petaka Diana 2
69
Murka
70
Terbongkar 1
71
Terbongkar 2
72
Kaget
73
Menghadirkan Bidadari
74
Malu
75
Pengumuman Author
76
Bertahan
77
Bangga
78
Pulang
79
Progres dan Prestasi
80
Pengakuan
81
Pernikahan Sederhana
82
Bulan Madu, Cemburu dan Pesta
83
Ingin Hamil
84
Hamil
85
Harapan Tercapai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!