Pembawa Sial

Malam itu, Ergi berbaring di tempat tidurnya sambil mengenang kembali peristiwa ketika ia dibantu Bida saat berenang. sayangnya Bida tergesa-gesa membantunya. Seandainya Bida sedikit terlambat, lalu ia pingsan, maka Bida akan memberinya nafas buatan. Ergi memejamkan mata, mulai berimajinasi membayangkan dirinya seorang pangeran, lalu seorang Bidadari membangunkannya dari pingsan. Hingga tanpa sadar Ergi tertidur, dalam mimpinya Ergi tenggelam ketika berenang karena mengalami kram. Dalam pingsannya, Ergi merasakan ada benda lunak yang menekan bibirnya. Meniupkan udara membuatnya sadar. Ketika ia membuka mata, Ergi kaget karena ternyata Yogi yang memberinya nafas buatan. Perutnya mual, ueeek untunglah ia segera terbangun.

"Oh syukurlah, hanya mimpi." Ergi mengusap bibirnya sendiri.

*****

Prendi duduk di tepi kolam. Bida tidak mengikuti pelajaran berenang karena beralasan sedang haid. Namun tetap ikut ke kolam renang karena bertugas menjaga barang-barang temannya selama berenang.

Prendi mengingat ucapan Bu Sulis tentang Bida. Prendi memperhatikan, Bida memang tidak dekat dengan teman perempuannya. Namun tidak ada teman wanita yang bersikap tidak baik kepada Bida. Semua temannya baik laki-laki maupun perempuan, bersikap baik kepada Bida. Namun Bida memang lebih dekat dengan Yogi dan Ergi. Dirinya juga ikut bergabung karena mereka orang yang asyik menurutnya.

"Prendi, tolong dong." Sisca centil mengulurkan tangannya untuk minta bantuan keluar dari kolam renang padahal ada pegangan tangga yang cukup aman untuknya berpegangan. Sejenak Prendi berfikir, lalu Prendi menyambut tangan Sisca sambil melirik Bida. Prendi sengaja melakukannya untuk mengetahui reaksi Bida.

Bida melihat ke sisi kolam tapi perhatiannya bukan ditujukan kepada Prendi, melainkan kepada pemuda pucat yang sudah membantunya menolong Ergi tempo hari.

Pemuda pucat itu juga menatapnya lalu berjalan menghampirinya. Langkahnya pemuda itu terlihat sangat ringan.

Bida menggeser duduknya sengaja duduk di pojok. Pemuda itu sudah ada di hadapannya. Bida memperhatikan sekeliling, lalu begitu merasa tidak ada yang memperhatikannya.

"Terima kasih sudah membantuku menolong temanku."

"Pemuda itu, mengangguk dan tersenyum manis."

"Sisca, apa yang kamu ketahui tentang Bida?"

"Memangnya kenapa? Kamu suka Bida?" Sisca memperhatikan Bida dari tempatnya duduk.

Prendi sengaja mendekatkan tubuhnya ke arah Sisca. "Diamlah, aku ingin kamu melakukan sesuatu. Berpura-puralah kita sedang dekat."

"Ha ha ha... Kamu sengaja ingin membuat Bida cemburu? Tidak akan berhasil. Aku jamin. Jika Bida sampai cemburu, aku akan mentraktirmu mi ayam di kantin."

Prendi semakin penasaran. "Mengapa Bida tidak dekat dengan teman wanita?"

"Tidak. Bukan karena Bida tidak baik. Justru Bida sangat baik. Tapi karena Bida selalu menghindar. Yogi dan Ergi kan temannya sejak SD. Mereka yang mendekati Bida. Ada beberapa fakta tentang Bida."

"Oh ya, katakan apa itu?" Prendi tampak tidak sabar mendengar penjelasan Sisca.

"Traktir aku di kantin sepuasnya hari ini."

"Ok, sekarang katakan!"

"Pertama, Bida tidak suka makan di Kantin bahkan Bida terlihat jijik melihat makanan di kantin."

Bida memang pernah beli minuman kemasan tapi Ergi dan Yogi yang membelikannya. Itupun sangat jarang. Makanya Bida selalu membawa bekal makanan. Bahkan Bida membawakan makanan untuk Ergi dan Yogi seolah juga melarang mereka makan di kantin.

"Kedua ?" Prendi menunggu lagi sambil dowe...

"Bida terlalu cantik. Jika ia dekat dengan teman wanita, lalu temannya punya gebetan. Yang ada malah gebetannya tertarik pada Bida. Itu pernah terjadi, maka itu Bida tidak mau dekat dengan teman wanita."

"Ketiga, jangan cari perkara dengan Bida. Siapapun yang berbicara kejelekannya, atau berusaha menyakitinya maka akan terkena sial."

"Itu namanya karma, bukan salah Bida jika seperti itu. Siapa yang jahat akan dapat karma." Prendi sok bijaksana.

"Bukan begitu, Bida memang bisa mendatangkan sial secara kontan tanpa cicilan dan tanpa tanda jadi."

"Apaan ? bahasamu seperti Yogi."

#Pemuda pucat

"Siapa dia?" Pemuda pucat itu menunjuk bibi yang ternyata duduk di pojok sebrang.

Bida mengikuti arah telunjuk pemuda pucat tersebut

Bibi mengapa di sini? Apakah Wowo masih marah? Apakah Wowo yang meminta bibi mengikutinya?

" Itu bibi." Bida berbicara pelan sekali, kuatir ada temannya yang mendengar.

"Baiklah aku pergi dulu, sepertinya bibimu tidak suka aku dekat denganmu." Pemuda pucat itu menghilang begitu saja dari hadapan Bida.

Di kolam itu juga ada murid sekolah lain yang juga berenang. Ada 2 anak perempuan seumuran dengannya yang bergurau berlarian di tepi kolam.

Bida bosan duduk di tepi kolam, Bida berniat menghampiri Ergi dan Yogi. Prendi yang mengira Bida akan menghampirinya, tersenyum ke arah Sisca sambil memainkan alisnya. "Bida akan kemari, mungkin ia cemburu."

Sisca hanya memonyongkan bibirnya mengejek Prendi. "Tidak mungkin."

Anak yang berlarian itu berkejaran lalu salah seorang dari mereka bersembunyi di balik Bida, hingga tanpa sadar mendorong Bida ke arah kolam

"Byuur" Bida tercebur ke dalam kolam menggunakan seragam lengkapnya masih bersepatu. Semua kaget, termasuk pemuda pucat dan bibi.

Yogi menoleh ke arah suara tersebut lalu segera berenang menghampiri Bida. Bida bisa berenang dan tidak mengkhawatirkam dirinya. Justru Bida sangat mengkhawatirkan anak yang membuatnya tercebur karena bibi sudah terbang mengitarinya dengan wajah merah karena marah.

"Byuur". anak perempuan yang seumuran dengannya itu tercebur ke kolam juga tapi memang ia sedang berenang jadi menggunakan baju renang. Begitu anak itu berusaha naik ke permukaan, ia terpeleset dan tercebur lagi ke dalam kolam. Bida bingung mau berbuat apa untuk menghentikan kemarahan bibi. Akhirnya Bida yang sudah dipegang tangannya oleh Yogi untuk membantunya naik ke keluar kolam, menepis tangan Yogi lalu berenang menghampiri anak perempuan itu yang lagi-lagi tidak berhasil naik keluar kolam, seperti ada tangan yang menarik kakinya dari dalam kolam.

"Tolong, aku! ada yang menarikku ke dalam kolam." Anak itu mulai menangis ketakutan Bida memegang pergelangan tangan anak itu lalu mengajaknya naik ke atas.

"Terima Kasih. Maaf aku tidak sengaja tadi"

"Ya. tidak apa-apa."

Bida mulai menyadari bahwa banyak mata yang menatapnya sekarang. Seragamnya basah, membuat lekuk tubuhnya terbayang dari balik seragam itu. Kemeja putihnya membuat Kaos dalamnya yang berwarna pink jadi terlihat. Bida menyilangkan tangannya berusaha menutupi bagian dadanya.

Ergi segera keluar kolam, mengambil handuknya dan setengah berlari ke arah Bida. lalu menutup tubuh Bida dengan handuknya.

"Terima kasih gi."

Ergi menarik tangan Bida untuk mengarahkannya ke tempat yang terang karena sinar matahari untuk berjemur.

Bida menatap kecewa ke arah bibi. Bibi lalu menghilang melesat entah kemana.

Yogi geram melihat Ergi lah yang menjadi penolong Bida. Namun Yogi lega dengan sikap Ergi yang cekatan menyelamatkan Bida dari mata-mata jahil.

Sedangkan Prendi masih bengong dowe, seolah tidak bisa move on dari pandangan indah yang tadi dilihatnya. Benar-benar Bidadari. Wajahnya sangat cantik natural, tapi melihat tubuhnya, membuat ia lupa diri.

Teman-teman yang lain juga berpikir tidak jauh berbeda dengan Prendi. Sedangkan para wanita yang ada di sana, mulai bertanya- tanya. Berapa ukuran dadanya? Olah raga apa yang bisa membuat seperti itu? Body Goal ...

ya itu namanya Body Goal.

Terpopuler

Comments

Ciciajadeh Ciciajadeh

Ciciajadeh Ciciajadeh

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 makanya jangan kebanyakan halu Bang...

2023-11-23

1

Ernadina 86

Ernadina 86

😂😂😂😂😂😂😂

2022-12-29

0

sun-rise🌻

sun-rise🌻

M4u donk body goal 😂😂

2022-11-03

1

lihat semua
Episodes
1 Kelahiran Bidadari
2 Semilir Angin
3 Bayi Bidadari Cantik
4 Cuplak Puser dan Selapanan
5 Mimpi
6 Menyadari
7 Sekolah 1
8 Sekolah 2
9 Kemarahan Wowo
10 Dengki
11 Pembawa Sial
12 Menangis
13 Sabtu Ceria
14 Pandawa Lima
15 Curiga
16 Siapakah dia?
17 Levi dan Roni
18 Ternyata dia
19 Harmonis
20 Lidah Beracun
21 Kunjungan Sahabat
22 Mimpi
23 Sewot
24 Lihat Saja Nanti
25 Perempuan Tua Menyebalkan
26 Terkontaminasi Lidah Beracun
27 Ada Apa dengan Levi?
28 Cemburu 1
29 Maling Sapi
30 Heboh 1
31 Heboh 2
32 Jeruk makan jeruk
33 Boleh
34 Jalan-jalan
35 Terserah
36 Kebaya
37 Kak Lina
38 Peringatan
39 Kecelakaan Beruntun
40 Tanggung Jawab
41 Restu Mama
42 Akad Nikah
43 Makan malam
44 Malam Sibuk
45 Interogasi
46 Kesepakatan 1
47 Kesepakatan 2
48 Urusan
49 Hantu SMK
50 Takut
51 Apa yang terjadi ?
52 Keren
53 Bagaimana Menurutmu? 1
54 Bagaimana Menurutmu ? 2
55 Kematian
56 Lembur
57 Serasa Mimpi
58 Serba Salah
59 Pusaka
60 Perpisahan
61 Dimana Wowo
62 Hari Pertama
63 Tidak boleh
64 Kampus VS SMK
65 Orisinil
66 Nafkah Bida
67 Petaka Diana 1
68 Petaka Diana 2
69 Murka
70 Terbongkar 1
71 Terbongkar 2
72 Kaget
73 Menghadirkan Bidadari
74 Malu
75 Pengumuman Author
76 Bertahan
77 Bangga
78 Pulang
79 Progres dan Prestasi
80 Pengakuan
81 Pernikahan Sederhana
82 Bulan Madu, Cemburu dan Pesta
83 Ingin Hamil
84 Hamil
85 Harapan Tercapai
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Kelahiran Bidadari
2
Semilir Angin
3
Bayi Bidadari Cantik
4
Cuplak Puser dan Selapanan
5
Mimpi
6
Menyadari
7
Sekolah 1
8
Sekolah 2
9
Kemarahan Wowo
10
Dengki
11
Pembawa Sial
12
Menangis
13
Sabtu Ceria
14
Pandawa Lima
15
Curiga
16
Siapakah dia?
17
Levi dan Roni
18
Ternyata dia
19
Harmonis
20
Lidah Beracun
21
Kunjungan Sahabat
22
Mimpi
23
Sewot
24
Lihat Saja Nanti
25
Perempuan Tua Menyebalkan
26
Terkontaminasi Lidah Beracun
27
Ada Apa dengan Levi?
28
Cemburu 1
29
Maling Sapi
30
Heboh 1
31
Heboh 2
32
Jeruk makan jeruk
33
Boleh
34
Jalan-jalan
35
Terserah
36
Kebaya
37
Kak Lina
38
Peringatan
39
Kecelakaan Beruntun
40
Tanggung Jawab
41
Restu Mama
42
Akad Nikah
43
Makan malam
44
Malam Sibuk
45
Interogasi
46
Kesepakatan 1
47
Kesepakatan 2
48
Urusan
49
Hantu SMK
50
Takut
51
Apa yang terjadi ?
52
Keren
53
Bagaimana Menurutmu? 1
54
Bagaimana Menurutmu ? 2
55
Kematian
56
Lembur
57
Serasa Mimpi
58
Serba Salah
59
Pusaka
60
Perpisahan
61
Dimana Wowo
62
Hari Pertama
63
Tidak boleh
64
Kampus VS SMK
65
Orisinil
66
Nafkah Bida
67
Petaka Diana 1
68
Petaka Diana 2
69
Murka
70
Terbongkar 1
71
Terbongkar 2
72
Kaget
73
Menghadirkan Bidadari
74
Malu
75
Pengumuman Author
76
Bertahan
77
Bangga
78
Pulang
79
Progres dan Prestasi
80
Pengakuan
81
Pernikahan Sederhana
82
Bulan Madu, Cemburu dan Pesta
83
Ingin Hamil
84
Hamil
85
Harapan Tercapai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!