Plok "Apaan sih! kamu itu laki-laki, ndak usah sok genit !" Prendi cemberut ketika Yogi menyentil hidungnya dengan sebuah pulpen.
"Lagian siapa yang genit, kamu itu ndoweh (bengong dengan mulut terbuka). Dengerin gak kamu apa yang aku ceritakan tadi? Kamu jangan mikirkan Bida ya. Bida tidak boleh didekati siapapun. Aku dan Ergi sudah sepakat. Kita masih kecil, harus fokus belajar. Jangan mikirkan cinta monyet nanti datang petir nyambar byaar dikutuk jadi monyet beneran." Yogi kembali panjang lebar memberi nasehat.
"Sepertinya kamu asyik juga jadi teman kita. Sama-sama cerdas seperti kita. Iya kan Bida?" Ergi bertanya pada Bida dengan percaya diri. Kenyataannya Ergi dan Yogi selalu bertahan dan berkompetisi antara ranking 3 dan 2 dari bawah. Tapi itulah kebanggaan mereka, karena setidaknya mereka tidak di urutan terbawah. Sedangkan Bida selalu mendapatkan nilai tertinggi.
"Kita lihat saja nanti, jika si Prendi yang sok ganteng padahal doweh ini macam-macam akan kita sekap di dalam kandang sapi."
"Mengapa kalian negatif mulu jika nyangkut aku. Sebentar, ... doweh itu apa sih?"
"Doweh itu ekspresi seseorang yang sedang serius berpikir sehingga mterpancarlah karismanya yang berkesan bagi yang melihatnya terutama lawan jenis." Bida menjelaskan dengan nada seperti membaca sebuah puisi.
"Ok, apakah kamu terkesan?" tanya Prendi dengan tatapan sayu kepada Bida.
"Jelas dong, aku ndk pasti terbayang-bayang dengan ekspresi dowehmu tadi."
"Ha ha ha...." Ergi dan Yogi ndk bisa menahan tawa mereka lagi.
*****
Setelah pelajaran berikutnya berlalu. Tibalah jam istirahat kedua. Bida tetap duduk di kursinya. Sementara Yogi dan Ergi pergi ke kantin untuk beli minuman. Sementara Bida sudah membawa air putih dari tumah di dalam botol.
Prendi yang datang dari toilet, heran mengapa Bida sendirian di kelas.
"Kok sendirian? aku temani ya. Prendi duduk di sampingnya." lalu tersenyum sengaja dibuat semanis mungkin.
"Kan memang kamu duduk di sini. Kok kamu ndk ke kantin?"
"Tadi sudah beli minum sebelum ke toilet. Justru aku yang tanya kamu. Mengapa kamu ndak ke kantin?" Prendi sekarang memutar tubuhnya untuk duduk menghadap Bida.
Bida tidak bisa menghindar. Terkunci di posisinya karena kursinya di pinggir mepet dengan dinding.
"Ndak papa. Aku sudah bawa minum."
Bida tidak suka ke kantin, karena kantin tersebut menggunakan penglaris berupa sosok jelek dan dekil yang bertugas mengelap peralatan makan dan minum. Namun Bida tidak menceritakan hal tersebut kepada siapapun, termasuk Ergi dan Yogi. Maka itu Bida suka membawa bekal yang cukup untuk mereka bertiga.
Masih ingat ketika hari pertama masuk sekolah. Bida ke kantin di jam istirahat. Sosok itu sangat dekil dengan pakaian lusuh membuat Bida mual. Bida hanya membeli minuman kemasan di kulkas lalu pergi meninggalkan kantin. Di kantin itu dijual macam-macam makanan seperti mi ayam, bakso dan pecel. Kantin tersebut sangat laris hingga sosok itu tampak sangat kewalahan mengelap semua peralatan makan menggunakan baju yang dipakainya Baju kumal yang melambai lambai mirip baju seperti pocong itu sudah sangat kumal sekali dan terus menerus digunakan untuk mengelap. Bida selalu menghindar melewati kantin sekolahnya karena tidak tahan dengan bau sosok itu.
"Eh kok bengong." Prendi menepuk kedua tangannya di depan wajah Bida yang sedang termenung.
"Ndak ada kok, sedang mikirin kamu. Aku tidak tenang duduk denganmu, sepertinya kamu belum jinak. Tadi kamu gigit jariku, mengerikan sekali. Gaya bicaramu juga 11:12 dengan Yogi. Nanti aku ndk konsentrasi belajar. Gimana jika kamu tukar duduk saja dengan Ergi?"
"Tidak bisa! Aku sudah memutuskan untuk menjadi pendampingmu. Jadi disinilah tempatku. Aku akan selalu di sampingmu. Karena kursi kita berjejer. Jika aku tukar tempat duduk dengan Ergi, aku di depanmu dong. Ndak mau ah, ndk keren. Lebih baik gini, kita berdampingan. Romantis banget kan?"
Heran... mengapa teman dekatku model gini semua ya? suka bicara panjang lebar tapi ribet banget, intinya tetap ndak dapet. Biar deh asyik juga.
Sepertinya aku betah sekolah di sini, Bidadari ini benar-benar membuatku penasaran. Limited edition bener deh. Sepertinya dia tulus banget jika ndk tertarik dengan aku. Gila.... baru sekarang ada cewek yang cuek dengan pesonaku. Nanti sore, aku bakal tunjukkan pesonaku. Lihat saja nanti.
*****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
Agustina Kusuma Dewi
smp coy abg
2023-11-19
0
Ernadina 86
yg akan lihat pesonamu nanti ya sapi nya Bida😁😁😁
2022-12-29
0
mommy nasty
Pepet terus prendi
2021-01-17
5