Sekolah 2

Plok "Apaan sih! kamu itu laki-laki, ndak usah sok genit !" Prendi cemberut ketika Yogi menyentil hidungnya dengan sebuah pulpen.

"Lagian siapa yang genit, kamu itu ndoweh (bengong dengan mulut terbuka). Dengerin gak kamu apa yang aku ceritakan tadi? Kamu jangan mikirkan Bida ya. Bida tidak boleh didekati siapapun. Aku dan Ergi sudah sepakat. Kita masih kecil, harus fokus belajar. Jangan mikirkan cinta monyet nanti datang petir nyambar byaar dikutuk jadi monyet beneran." Yogi kembali panjang lebar memberi nasehat.

"Sepertinya kamu asyik juga jadi teman kita. Sama-sama cerdas seperti kita. Iya kan Bida?" Ergi bertanya pada Bida dengan percaya diri. Kenyataannya Ergi dan Yogi selalu bertahan dan berkompetisi antara ranking 3 dan 2 dari bawah. Tapi itulah kebanggaan mereka, karena setidaknya mereka tidak di urutan terbawah. Sedangkan Bida selalu mendapatkan nilai tertinggi.

"Kita lihat saja nanti, jika si Prendi yang sok ganteng padahal doweh ini macam-macam akan kita sekap di dalam kandang sapi."

"Mengapa kalian negatif mulu jika nyangkut aku. Sebentar, ... doweh itu apa sih?"

"Doweh itu ekspresi seseorang yang sedang serius berpikir sehingga mterpancarlah karismanya yang berkesan bagi yang melihatnya terutama lawan jenis." Bida menjelaskan dengan nada seperti membaca sebuah puisi.

"Ok, apakah kamu terkesan?" tanya Prendi dengan tatapan sayu kepada Bida.

"Jelas dong, aku ndk pasti terbayang-bayang dengan ekspresi dowehmu tadi."

"Ha ha ha...." Ergi dan Yogi ndk bisa menahan tawa mereka lagi.

*****

Setelah pelajaran berikutnya berlalu. Tibalah jam istirahat kedua. Bida tetap duduk di kursinya. Sementara Yogi dan Ergi pergi ke kantin untuk beli minuman. Sementara Bida sudah membawa air putih dari tumah di dalam botol.

Prendi yang datang dari toilet, heran mengapa Bida sendirian di kelas.

"Kok sendirian? aku temani ya. Prendi duduk di sampingnya." lalu tersenyum sengaja dibuat semanis mungkin.

"Kan memang kamu duduk di sini. Kok kamu ndk ke kantin?"

"Tadi sudah beli minum sebelum ke toilet. Justru aku yang tanya kamu. Mengapa kamu ndak ke kantin?" Prendi sekarang memutar tubuhnya untuk duduk menghadap Bida.

Bida tidak bisa menghindar. Terkunci di posisinya karena kursinya di pinggir mepet dengan dinding.

"Ndak papa. Aku sudah bawa minum."

Bida tidak suka ke kantin, karena kantin tersebut menggunakan penglaris berupa sosok jelek dan dekil yang bertugas mengelap peralatan makan dan minum. Namun Bida tidak menceritakan hal tersebut kepada siapapun, termasuk Ergi dan Yogi. Maka itu Bida suka membawa bekal yang cukup untuk mereka bertiga.

Masih ingat ketika hari pertama masuk sekolah. Bida ke kantin di jam istirahat. Sosok itu sangat dekil dengan pakaian lusuh membuat Bida mual. Bida hanya membeli minuman kemasan di kulkas lalu pergi meninggalkan kantin. Di kantin itu dijual macam-macam makanan seperti mi ayam, bakso dan pecel. Kantin tersebut sangat laris hingga sosok itu tampak sangat kewalahan mengelap semua peralatan makan menggunakan baju yang dipakainya Baju kumal yang melambai lambai mirip baju seperti pocong itu sudah sangat kumal sekali dan terus menerus digunakan untuk mengelap. Bida selalu menghindar melewati kantin sekolahnya karena tidak tahan dengan bau sosok itu.

"Eh kok bengong." Prendi menepuk kedua tangannya di depan wajah Bida yang sedang termenung.

"Ndak ada kok, sedang mikirin kamu. Aku tidak tenang duduk denganmu, sepertinya kamu belum jinak. Tadi kamu gigit jariku, mengerikan sekali. Gaya bicaramu juga 11:12 dengan Yogi. Nanti aku ndk konsentrasi belajar. Gimana jika kamu tukar duduk saja dengan Ergi?"

"Tidak bisa! Aku sudah memutuskan untuk menjadi pendampingmu. Jadi disinilah tempatku. Aku akan selalu di sampingmu. Karena kursi kita berjejer. Jika aku tukar tempat duduk dengan Ergi, aku di depanmu dong. Ndak mau ah, ndk keren. Lebih baik gini, kita berdampingan. Romantis banget kan?"

Heran... mengapa teman dekatku model gini semua ya? suka bicara panjang lebar tapi ribet banget, intinya tetap ndak dapet. Biar deh asyik juga.

Sepertinya aku betah sekolah di sini, Bidadari ini benar-benar membuatku penasaran. Limited edition bener deh. Sepertinya dia tulus banget jika ndk tertarik dengan aku. Gila.... baru sekarang ada cewek yang cuek dengan pesonaku. Nanti sore, aku bakal tunjukkan pesonaku. Lihat saja nanti.

*****

Terpopuler

Comments

Agustina Kusuma Dewi

Agustina Kusuma Dewi

smp coy abg

2023-11-19

0

Ernadina 86

Ernadina 86

yg akan lihat pesonamu nanti ya sapi nya Bida😁😁😁

2022-12-29

0

mommy nasty

mommy nasty

Pepet terus prendi

2021-01-17

5

lihat semua
Episodes
1 Kelahiran Bidadari
2 Semilir Angin
3 Bayi Bidadari Cantik
4 Cuplak Puser dan Selapanan
5 Mimpi
6 Menyadari
7 Sekolah 1
8 Sekolah 2
9 Kemarahan Wowo
10 Dengki
11 Pembawa Sial
12 Menangis
13 Sabtu Ceria
14 Pandawa Lima
15 Curiga
16 Siapakah dia?
17 Levi dan Roni
18 Ternyata dia
19 Harmonis
20 Lidah Beracun
21 Kunjungan Sahabat
22 Mimpi
23 Sewot
24 Lihat Saja Nanti
25 Perempuan Tua Menyebalkan
26 Terkontaminasi Lidah Beracun
27 Ada Apa dengan Levi?
28 Cemburu 1
29 Maling Sapi
30 Heboh 1
31 Heboh 2
32 Jeruk makan jeruk
33 Boleh
34 Jalan-jalan
35 Terserah
36 Kebaya
37 Kak Lina
38 Peringatan
39 Kecelakaan Beruntun
40 Tanggung Jawab
41 Restu Mama
42 Akad Nikah
43 Makan malam
44 Malam Sibuk
45 Interogasi
46 Kesepakatan 1
47 Kesepakatan 2
48 Urusan
49 Hantu SMK
50 Takut
51 Apa yang terjadi ?
52 Keren
53 Bagaimana Menurutmu? 1
54 Bagaimana Menurutmu ? 2
55 Kematian
56 Lembur
57 Serasa Mimpi
58 Serba Salah
59 Pusaka
60 Perpisahan
61 Dimana Wowo
62 Hari Pertama
63 Tidak boleh
64 Kampus VS SMK
65 Orisinil
66 Nafkah Bida
67 Petaka Diana 1
68 Petaka Diana 2
69 Murka
70 Terbongkar 1
71 Terbongkar 2
72 Kaget
73 Menghadirkan Bidadari
74 Malu
75 Pengumuman Author
76 Bertahan
77 Bangga
78 Pulang
79 Progres dan Prestasi
80 Pengakuan
81 Pernikahan Sederhana
82 Bulan Madu, Cemburu dan Pesta
83 Ingin Hamil
84 Hamil
85 Harapan Tercapai
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Kelahiran Bidadari
2
Semilir Angin
3
Bayi Bidadari Cantik
4
Cuplak Puser dan Selapanan
5
Mimpi
6
Menyadari
7
Sekolah 1
8
Sekolah 2
9
Kemarahan Wowo
10
Dengki
11
Pembawa Sial
12
Menangis
13
Sabtu Ceria
14
Pandawa Lima
15
Curiga
16
Siapakah dia?
17
Levi dan Roni
18
Ternyata dia
19
Harmonis
20
Lidah Beracun
21
Kunjungan Sahabat
22
Mimpi
23
Sewot
24
Lihat Saja Nanti
25
Perempuan Tua Menyebalkan
26
Terkontaminasi Lidah Beracun
27
Ada Apa dengan Levi?
28
Cemburu 1
29
Maling Sapi
30
Heboh 1
31
Heboh 2
32
Jeruk makan jeruk
33
Boleh
34
Jalan-jalan
35
Terserah
36
Kebaya
37
Kak Lina
38
Peringatan
39
Kecelakaan Beruntun
40
Tanggung Jawab
41
Restu Mama
42
Akad Nikah
43
Makan malam
44
Malam Sibuk
45
Interogasi
46
Kesepakatan 1
47
Kesepakatan 2
48
Urusan
49
Hantu SMK
50
Takut
51
Apa yang terjadi ?
52
Keren
53
Bagaimana Menurutmu? 1
54
Bagaimana Menurutmu ? 2
55
Kematian
56
Lembur
57
Serasa Mimpi
58
Serba Salah
59
Pusaka
60
Perpisahan
61
Dimana Wowo
62
Hari Pertama
63
Tidak boleh
64
Kampus VS SMK
65
Orisinil
66
Nafkah Bida
67
Petaka Diana 1
68
Petaka Diana 2
69
Murka
70
Terbongkar 1
71
Terbongkar 2
72
Kaget
73
Menghadirkan Bidadari
74
Malu
75
Pengumuman Author
76
Bertahan
77
Bangga
78
Pulang
79
Progres dan Prestasi
80
Pengakuan
81
Pernikahan Sederhana
82
Bulan Madu, Cemburu dan Pesta
83
Ingin Hamil
84
Hamil
85
Harapan Tercapai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!