Saat usia TK Bida bermain masak-masakan di ruang tengah ditemani bu Joko. Pak Joko sedang keluar menghadiri undangan hajatan tetangganya.
"Bida ayo tidur sayang, sudah malam. Mainannya dirapikan ya." Bu Joko mendekati Bida berniat membantu Bida merapikan mainannya.
"Pletak, aow" Bu Joko mengusap dahinya. Sebuah cangkir mainan mengenai dahi bu Joko.
Sosok gadis kecil berkulit pucat dengan mata yang hanya tampak bagian putihnya, rambutnya panjang menjuntai ke depan menutupi sebagian wajahnya. Ia sengaja melempar dahi Bu Joko karena masih ingin bermain dengan Bida.
Bida terkejut, lalu Bida berdiri sambil berteriak marah.
"Pergi kau! Dasar jelek. Jangan sakiti ibuku!"
Tatapan marah Bida ditujukan kepada sosok yang tentunya tidak bisa dilihat Bu Joko. Bu Joko kaget karena baru pertama kali melihat Bida marah seperti itu.
"Ibu tidak apa-apa? maaf ya bu." Bida mendekat ke ibunya dan memeluk ibunya.
"Wuus wuus" Suara angin berhembus kencang memasuki ruangan, hingga membuat tirai berkelebat, taplak meja yang ada di ruang tengah itu terlepas jatuh ke lantai karena kencangnya angin.
Sosok tinggi besar berambut lebat panjang, begitu lebatnya hingga membuat kepalanya yang memang besar terlihat semakin besar matanya merah menyala. Sosok itu tiba-tiba masuk ke ruang tengah dengan cara menembus atap dan turun begitu saja seperti bayangan. Langsung mengerang dengan marah seperti hariamu bertemu mangsa, sambil menatap gadis kecil pucat yang sudah membuat Bida marah. Sosok kecil pucat itu kini gemetar ketakutan.
Bu Joko sudah memahami situasi ini. Ketika usia Bida setahun, Bu Joko menceritakan kejadian demi kejadian aneh tentang putrinya yang suka tertawa dan bermain sendiri. Lalu Bu Joko dan Pak Joko pergi ke psikiater namun dokter menyatakan bahwa Bida baik-baik saja dan mungkin hanya berimajinasi. Namun kejadian demi kejadian aneh terus terjadi maka akhirrmya Pak Joko menceritakan semuanya tentang mimpi bertemu kakeknya saat Bida masih bayi. Juga tentang Pak Joko tidak pernah bertemu dan meminta dukun bayi membantu kelahiran Bida. Bu Joko ketakutan dan menangis mendengarnya. Namun Pak Joko menenangkan Bu Joko dan tidak ingin membahasnya. Pak Joko meminta istrinya tidak mengungkit hal tersebut karena nanti Bida akan dianggap tidak normal bahkan bisa dianggap gila.
Seiring dengan perkembangan Bida yang sudah bisa diajak komunikasi. Dengan sabar, Pak Joko dan Bu Joko menasehati Bida agar tidak berkomunikasi dengan makhluk halus di depan orang lain demi kebaikan Bida.
Bida mengaku kepada bapak dan ibunya bahwa ada 3 makhluk yang selalu dilihatnya setiap hari. Pertama nenek, kedua bibi, dan ketiga penunggu pohon kenanga yang disebut Wowo oleh Bida. Bahkan Bida bisa menjelaskan dengan detail ciri-ciri mereka. Tentu saja cerita Bida membuat Pak Joko dan Bu Joko merinding takut, namun Pak Joko dan Bu Joko mencoba menyembunyikannya dari Bida. Mereka sangat menyayangi Bida dan merasa bahwa Bida perlu perhatian ekstra. Bida juga sering cerita tentang pertemuannya dengan makhkuk halus lain yang ditemui di luar rumah bahkan yang berkunjung ke rumahnya.
*****
Bida tumbuh menjadi gadis remaja yang cantik. Pagi itu, Bida berangkat sekolah dengan riang bersama teman-temannya. Ada 2 orang teman laki-laki yang selalu setia menemaninya. Yogi dan Ergi adalah temannya sejak SD. Sekarang mereka sudah kelas 2 SMP. Yogi dan Ergi suka berteman dengan Bida karena bagi mereka Bida bukan gadis biasa. Bida adalah gadis pemberani, cerdas dan suka menolong. Bukan hanya itu, Bida juga memiliki kelebihan bagi mereka. Mereka suka memanggil Bida dengan nama lengkapnya saat bergurau. Namun begitu mereka tidak tahu bahwa Bida bisa melihat makhluk halus bahkan berkomunikasi dengannya. Orang tua Bida melarang Bida menceritakan hal tersebut kepada siapapun.
Ibunya bahkan pernah memohon kepada Bida dengan menangis agar Bida bisa mengendalikan diri untuk tidak berkomunikasi dengan Makhluk halus bahkan yang sudah dianggap dekat oleh Bida.
Suatu hari, saat penilaian PJOK. Pak Iwan mengambil nilai dari olah raga berenang.
"Siap-siap ! Ergi, Yogi, dan Dion."
Mreka bertiga siap di start.
"1,2,3 priiit " Pak Iwan membunyikan peluitnya.
Ergi yang memiliki perawakan tinggi ceking sebenarnya bisa berenang sekedarnya namun mungkin karena kurang pemanasan, saat berenang tiba-tiba Ergi mengalami kram.
Ergi pun kesulitan mempertahankan keseimbangan tubuhnya.
"Ergi, kamu kenapa?" Bida berteriak melihat Ergi seperti tenggelam dan berusaha muncul ke permukaan air.
Tiba-tiba Bida menceburkan dirinya ke dalam kolam dan membawa Ergi ke tepian. Semua teman-temannya heran melihat kejadian tersebut. Sampai di tepi kolam. Bida bahkan sanggup mengangkat tubuh Ergi sendirian.
Gurunya sampai bengong menatap Bida.
Kejadian sebenarnya, Bida dibantu oleh sosok berupa seorang pemuda yang duduk di tepi kolam. Bida sudah melihatnya saat keluar dari ruang ganti. Namun Bida tidak berkata apa-apa. Temannya lewat dan menembus tubuh pemuda itu. Lain dengan Bida. Bida berjalan menepi agar tidak menyenggolnya karena Bida tidak bisa tubuh pemuda itu tidak dapat ditembus Bida. Bida justru akan tersandung jika memaksa menabraknya. Pemuda itu heran, pandangannya mengikuti Bida yang berjalan melewatinya. Pemuda itu terus menatap Bida, namun Bida tidak mempedulikannya. Hingga Bida meminta bantuannya menolong temannya meski dengan suara yang sangat pelan namun pemuda itu dapat mendengarnya lalu membantu Bida.
*****
Bida suka berbicara dengan nenek dan bibi yang selalu menemaninya saat ibu dan bapaknya pergi. Bahkan nenek dan bibi juga akan hadir jika Bida memanggilnya. Bida juga heran dengan kemampuannya namun Bapak dan Ibunya selalu mendukung Bida. Apalagi nenek, bibi, dan Wowo tidak pernah menganggunya justru melindunginya.
Mereka juga tidak akan muncul dan segera pergi jika Bida menginginkan demikian. Bida tidak mengijinkan wowo masuk rumah kecuali sangat penting. Namun nenek dan bibi suka keluar masuk rumahnya. Nenek dan bibi suka bercerita sedangkan Wowo hanya mengeluarkan suara mengerang mirip seekor harimau.
#Nenek
"Bida, di antara bangsa kami ada yang bisa berubah wujud menyerupai orang lain.
Hal itu dilakukan demi kepentingan tertentu.
Agar manusia tidak terlalu takut dengan wujud asli kami yang mungkin menyeramkan bagi manusia."
#Bibi
"Ya Bida, berhati-hatilah diantara kami juga ada yang jahat. Kami bukan dari golongan yang jahat. Kami sudah melindungi keluargamu dari dulu.
"Untuk apa nek, bi ?Bida bisa jaga diri Bida.
Jangan merepotkan. Mengapa harus Bida yang kalian lindungi?"
"Karena kami sudah terikat suatu perjanjian dengan kakek Joyosono dan kamu adalah keturunan kakek Joyosono yang membutuhkan kami." kata nenek
"Sudah malam tidurlah Bida. Bibi dan nenek akan pergi juga." Mereka berdua melayang menjauh.
"Dimana kalian tinggal? Mengapa kalian bisa menemuiku hampir setiap hari dan muncul dari arah yang berbeda. Kadang dari dapur, kadang dari jendela? Bida membuat mereka menghentikan gerakan mereka.
"Kami tinggal di pohon mangga di belakang rumahmu." mereka pun melesat pergi seperti bayangan menembus dinding rumahnya.
Bida menyadari dan menerima keadaannya. Bahwa ia adalah gadis Indigo.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
Ezthy Achmad L
seru kak thor 😊
2022-12-21
1
AiLa Liela
ok
2020-06-25
1
Li Na
like😍
2020-06-15
1