Akhirnya Steven pun mengantarkan Sheila dengan menggunakan motornya pergi menuju ke tempat yang dimintanya.
Setelah mereka tiba di depan sebuah restoran, terlihatlah sosok seorang pemuda dengan mengenakan jas hitam yang duduk tepat di depan bumper mobil mewahnya dengan begitu angkuh.
Dia menatap bingung ke arah wanita yang baru saja turun dari tumpangan motor yang terlihat sangat cantik bak bidadari, karena yang dilihatnya adalah Sheila gadis pujaan hatinya.
Dia berdiri dan menyambut kedatangan Sheila dengan sangat ramah dan juga menyodorkan lengan kanannya agar Sheila mau diajak bergandengan tangan dengannya.
"Maafkan Aku! aku tidak mau!" tolak Sheila dengan canggung karena dirinya benar-benar tidak menyukai sosok pria yang ada di hadapannya.
"Shey? Apakah kau melupakanku?" tanya seorang pria yang saat ini memastikan bahwa pujaan hatinya tidak mungkin melupakannya.
"Aku ingat kamu! itulah mengapa aku tidak mau!" ketus Sheila dengan kesal, dia kembali mengingat masa-masa SMA nya.
Karena Steven masih berada di sana, pria berpakaian rapi itu merasa risih dengan kehadiran Steven.
Dia menatap kesal ke arahnya dan mulai berkata, "Cepatlah pergi dari sini dan ambil saja kembaliannya!" tidak lupa dia memberikan banyak uang kepada Steven dengan cara dilempar ke arah Steven olehnya.
"Apa maksudmu?" tanya Steven dengan dingin, dia menatap dan mulai menyidik sosok seorang pria yang sombong di depannya.
"Maksudku segera pergi dari sini! Kamu menggangguku dan juga mengganggu dia, aku sudah membayarmu maka segera enyahlah dari sini atau kamu akan mendapatkan nasib yang buruk tentunya!" ancam pria itu dengan tersenyum.
"Apa yang kau lakukan Steven adalah suamiku!" tegas Sheila yang membuat keadaan menjadi berbalik.
"Suami?" hanya ada satu kata itu, kata yang membuat pikirannya penuh dengan satu kata yang sangat aneh ke dalam pikirannya.
Karena sebelumnya dia merasa percaya diri untuk bisa mendapatkan hati Sheila kini harus mendengarkan perkataan yang membuat dirinya sakit hati, "Suami? Kamu pasti bercanda Shey! Aku tidak mungkin mempercayainya! Bagaimanapun juga dia hanyalah seorang kurir pengantar barang dan itu tidak mungkin!" kata pria itu yang menolak kebenarannya.
"Tapi, dia benar-benar adalah suamiku!" tegas Sheila kembali yang membuat pria itu menjadi muak.
"Apakah kau sudah mendengarnya Aku adalah suaminya dan kamu orang luar berhentilah bermimpi!" ujar Steven dengan sorot mata yang benar-benar datar seakan tidak takut dan tidak peduli dengan pria yang saat ini berada di depannya itu.
"Bermimpi? Hahaha ini sungguh tidak masuk akal! Bagaimanapun juga kamu tidak pantas bersama dengan Sheila! Dia hanya pantas dengan seseorang yang sukses sepertiku!" umpat pria itu kesal.
"Sukses ketemu? Hahaha dasar konyol!"
"Sayang apakah kamu mau aku antar ke dalam?" tanya Steven yang mulai memanggil sayang kepada Sheila.
Sheila pun mulai memanggil sayang kepada Steven karena saat ini drama pun akan dimulai kembali.
"Ayo sayang, teman-temanku mungkin ada di dalam dan sudah menunggu kedatangan kita!"
Ketika pintu restoran terbuka, Sheila masuk bersama dengan Steven, seorang kurir pengantar paket yang membuat semua orang penasaran.
"Kenapa Sheila membawa seseorang kemari?" hanya ada kalimat pertanyaan itu yang keluar dari setiap orang dengan berbisik antara satu sama lainnya.
"Oh, aku mau ke toilet dulu!" ujar Steven dan langsung dibalas anggukan oleh Sheila.
Steven pun bertanya kepada pelayan restoran yang berada disana, setelah mendapatkan informasi tersebut. Steven pun pergi ke toilet.
Sedangkan Sheila kini duduk di kursi yang tersisa dan langsung menyapa semua teman-teman lamanya itu.
Ketika pria yang sebelumnya sempat berargumen di luar restoran memasuki restoran tersebut, suara sorak pun terdengar begitu ramai.
"Dika! Aku pikir Kamu tidak akan datang ke acara reuni ini!" ujar seorang pria yang menyambut kedatangan teman lamanya.
Dika membalasnya hanya dengan tersenyum, "Itu sudah tentu! Untuk apa aku membuang waktuku bersama kalian? Aku kemari karena Sheila hadir! Dan aku yakin, mereka bukanlah sepasang suami istri! Apa-apaan tadi itu? Hanya untuk memeluk saja mereka terlihat canggung! Menyebalkan Kau Shey!" batin Dika, pria angkuh yang saat ini tengah kesal menghadapi drama dari Sheila.
"Aku akan datang! Meskipun aku sudah sukses seperti saat ini, bukan berarti aku akan melupakan kalian tentunya!" jawabnya dan mulai melirik Sheila.
Dika memperhatikan tempat duduk yang sudah terlihat di depan matanya, dia bisa saja duduk di sebelah Sheila karena disana ada satu kursi yang tidak di duduki.
Meskipun begitu, Dika menyapu pandangannya karena sedang mencari sosok seorang pria yang saat ini dia benci.
Hanya saja, keberadaan Steven tidak terlihat olehnya, dia pun berjalan dengan percaya diri ke arah kursi tersebut.
Ketika Dika telah sampai di depan kursi tersebut, dia pun duduk disana dan merasa kebingungan.
"Kenapa kursinya begini? Ada yang aneh! Dan tinggiku bertambah atau kursinya memang tinggi?" bingung Dika dan mulai membuka matanya secara perlahan.
Dia membelalakkan matanya ketika menyadari bahwa saat ini, dirinya duduk di atas pangkuan Steven yang kesal.
"Bisakah Kau menjauh dariku?" ketus Steven.
"Hei! Siapa Kamu?" tanya orang-orang penasaran dengan sosok seorang kurir.
"Ehm, teman-teman! Perkenalkan, ini Steve! Dia adalah suamiku!" ujar Sheila yang membuat semua teman-temannya menjadi kebingungan.
"SU–SUAMI!?" teriak beberapa orang secara serentak.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments
Fidia K.R ✨
Konyol /Facepalm//Curse/ ni klo jadi film, adegan ni puas bkin bengek..
2023-10-22
0
❌
dasar bodoh kau Dika, itu Steven yg kau duduki bukn kursi yg aneh🤣🤣🤣
2023-05-29
0
❌
gemes banget aku sama si dika, pengen q remes2 itu mulut yg sombong😏😏
2023-05-29
0