"Halo~"
Jeanne mendengar seseorang di belakangnya, dengan santainya Jeanne menoleh ke sumber suara tersebut. Sumber suara tersebut berasal dari seorang laki-laki yang sedang duduk di sebelahnya. Dengan senyuman Jeanne pun menanggapi dia
"Ah ya halo"
"Apa aku boleh tau siapa namamu?"
Sambil mengangguk dan tersenyum Jeanne mengulurkan tangannya.
"Namaku Jeannette panggil saja Jeanne"
Laki-laki itu menjabat tangan Jeanne dan tersenyum
"Namaku Matthew, panggil saja Matt. Salam kenal"
"Ah iya, salam kenal juga"
"Ah apa aku boleh bertanya sesuatu yang lebih pribadi?"
"Eh?"
Mendengar hal itu, Jeanne sedikit kebingungan. Entah apa yang harus dia jawab dan apa yang ingin Matt tanyakan. Jeanne tersenyum canggung sambil mengangguk pelan. Matt yang memahami kalau Jeanne sedikit tidak nyaman itupun langsung tersenyum sambil mengibas-ngibaskan tangannya
"Ah kalau kau tidak nyaman, tidak usah dijawab"
"Baiklah"
"Itu.... Apa kau berusia sama denganku? umurku 16 tahun"
Mendengar hal itu, Jeanne terkejut dan membesarkan matanya itu mulai lega dan tertawa kecil sambil melihat Matt.
"Anu.... Aku lebih muda 4 tahun darimu Matt hihi"
Sedangkan Matt yang kebingungan dengan tingkah laku Jeanne memiringkan kepalanya. Melihat tingkah Matt yang menurut Jeanne lucu itu, membuat Jeanne sontak mencubit pipi Matt.
Matt yang terkejut dengan tindakan Jeanne hanya memegangi pipinya sambil membuka mulutnya lebar-lebar, lama kelamaan pipi Matt juga memerah. Jeanne yang mengetahui hal itu langsung panik dan mendekat kearah Matt. Tapi Matt seketika langsung berdiri dan berjalan keluar dari kelas.
Jeanne membeku dan kebingungan melihat Matt pergi dengan wajah memerah itu. Jeanne menunduk dan merasa sedih serta bersalah karena dia berpikir kalau dia tidak sopan pada Matt.
Apa Matt marah karena aku mencubit pipinya?
Jeanne yang masih kebingungan itupun hanya bisa diam lalu menatap kearah jam dinding yang ada di depan kelas. Jam tersebut menandakan jam makan siang. Para siswa yang lain sudah banyak yang keluar kelas dan menuju ke kantin untuk makan siang.
"Ah...."
Jeanne mendesah karena dia tidak membawa makan siang lalu mulai bangkit dari tempat duduknya dan berjalan kearah pintu keluar.
Saat membuka pintu kelas, Matt sudah ada di depan pintu. Suasananya sedikit canggung diantara mereka dan mereka membeku di depan pintu itu
"Ehem..."
"Bisa tolong minggir, jangan berdiam di tengah jalan dong"
Mereka berdua terkejut mendengar suara dari belakang Jeanne. Dan dengan segera Jeanne berjalan ke depan agar tidak menghalangi jalannya, Matt juga mundur melihat Jeanne maju.
Jeanne menatap Matt yang wajahnya masih memerah. Tapi kemudian Jeanne menunduk sambil berkata
"Aku minta maaf, kalau aku tadi tidak sopan"
Matt kemudian menoleh dan menatap Jeanne kebingungan. Ini bukan kesalahan Jeanne, malah ini kesalahan Matt karena tingkahnya yang tak masuk akal itu. Kemudian Matt mengibas-ngibaskan tangannya sambil berkata
"Ah Tidak masalah... Aku saja yang aneh haha"
Jeanne pun mendongak mendengar hal tersebut, kemudian tersenyum dan menatap Matt. Matt kembali salah tingkah melihat senyuman Jeanne, wajahnya memerah. Sontak Matt memalingkan wajahnya. Jeanne terlihat lebih tenang melihat Matt yang tak membencinya seperti dugaannya.
"Aku ingin ke kantin dulu... Apa kau mau ikut?"
Matt langsung menoleh mendengar perkataan Jeanne. Seketika Matt langsung tersenyum dan mengangguk. Dan dengan begitu mereka berdua berjalan bersama sambil mengobrol menuju ke kantin
Sesampainya di kantin mereka segera mengambil piring makan dan mengantri. Mereka berdua terlihat sangat akrab di mata orang yang melihat mereka berdua. Matt juga yang tadinya malu-malu dan sering salah tingkah mulai berbicara dengan santai.
Jeanne pun juga terlihat senang karena ini pertama kalinya dia memiliki teman.
Mereka makan bersama dikantin dan mengobrol tentang banyak hal. Tanpa mereka sadari ada sepasang mata menatap mereka dengan tajam.
"Apa yang sedang kau lihat sampai sebegitu seriusnya Jo?" ucap seorang laki-laki yang merangkul Jo sambil duduk itu
"Tidak ada, sudah makan makananmu itu saja" ucap Jo sambil menepis tangan laki-laki itu
"Ah~ Kau benar-benar dingin sekali padaku... Shuzo lihat dia" laki-laki itu merengek nada manja dan beralih memeluk lengan lelaki yang dipanggil Shuzo tersebut
"Jangan bertingkah, lepaskan atau aku akan memukulmu Chester"
"Cih.. Kalian ini kenapa dingin sekali"
Shuzo dan Chester mereka adalah teman pertama milik Jo. Sejujurnya Jo memang tidak berniat untuk memiliki teman. Tapi Chester yang berisik dan banyak ulah itu mengulurkan tangannya. Walau Jo mendiamkannya, dia tetap mengikuti Jo seperti anak ayam mengikuti induknya. Menurut Jo, Chester itu sangat berisik seperti mesin diesel.
Sedangkan Shuzo adalah teman sebangku Jo, Shuzo tidak terlalu banyak bicara dan berisik. Shuzo lebih mirip sepeti Jo dari segi sifat. Shuzo juga berkenalan dengan Jo tapi tidak seheboh Chester. Dan dalam sekejap di kelas 10-1B, Mereka bertiga menjadi Trio pangeran yang sangat terkenal karena ketampanannya dan sifat mereka.
Sejujurnya Jo terganggu dengan tindakan para siswi yang menurutnya norak itu, Jo juga tidak ingin di kerumuni oleh para siswi tersebut. Jadi Jo sering memasang wajah ketus. Tapi entah apa yang dipikirkan oleh para siswi tersebut, mereka malah semakin menyukai Jo. Seperti di kantin ini, mereka bertiga tidak bisa makan dengan tenang, karena para siswi terus-menerus memuji mereka bertiga.
"Hey hey~ Kalian ini kami juga mau makan dengan tenang"
"Ya... Lebih baik kalian pergi sebelum aku menyiramkan jus ini ke baju kalian"
Mendengar perkataan Shuzo, para siswi itu terdiam lalu bangkit dari tempat duduk itu dan pergi. Sementara Jo menghela nafas panjang menanggapi para siswi gila itu.
Jo menatap kearah Jeanne yang terlihat sangat bahagia memiliki teman. Ada sedikit rasa lega dan kesal melihat Jeanne. Kemudian beberapa saat setelahnya, Jeanne dan teman lelakinya beranjak pergi dari kantin
Chester yang memperhatikan arah pandangan Jo dan kemudian tersenyum.
"Ah~ Kau sedang memperhatikan gadis cantik ya... Hm .. Imut juga... "
Jo seketika menoleh kearah Chester dan menatapnya dengan tatapan tajam
"Woh.. woh... Aku tidak akan mengambil mangsamu kok~ Santaiii~"
Jo mendengus kasar dan kemudian bangkit dan berjalan keluar dari kantin. Chester tersenyum manis melihat temannya itu kemudian bergumam
"Menarik"
Shuzo menatap Chester dengan tatapannya yang dingin kemudian memukul kepala Chester dengan sendoknya
"Aw... Sakit oi!"
"Jangan banyak tingkah"
"Hah... Kau ini benar-benar mirip dia... Tidak seru~"
Shuzo yang sudah menyelesaikan makanannya itu, berdiri dan berjalan keluar dari kantin diikuti oleh Chester dengan gayanya yang pecicilan itu
Disisi lain
"****** mana yang menarik perhatian pangeran ku"
"Entahlah... Aku akan mencari tau"
"Kita harus memberinya pelajaran"
"Ya harus.."
Sekelompok gadis itu berbalik dan pergi dari kantin.
......................
Jeanne dan Matt berjalan menyusuri koridor bersama-sama sambil mengobrol
"Jeanne..."
"Ya?"
"Kenapa wajahmu pucat? Apa kau sakit?"
"Ah tidak... Aku hanya lupa meminum vitamin" ucap Jeanne sambil tersenyum
Matt yang mendengar hal itu langsung panik melihat Jeanne mulai berkeringat. Matt segera mengambil tangan Jeanne dan merasakannya.
"Tanganmu dingin sekali, lalu dimana vitaminmu?"
"Ah... Itu... Di dalam tas di kelas" ucap Jeanne sambil mencengkram tangan Matt. Matt yang melihat Jeanne seperti kesakitan itu, mengarahkan Jeanne untuk duduk di kursi koridor. Setelah itu Jeanne pun duduk dan mencoba mengambil nafas dan merilekskan dirinya
Tap
Tap
Sebuah botol air mineral kemasan dan sebuah botol kecil ditaruh di sebelah Jeanne. Jeanne segera mendongak kearah orang yang memberinya 2 benda penting itu, Jeanne sedikit terkejut melihat Jo lah yang memberinya.
"Cepat minum" ucap Jo sambil memandangi Jeanne yang kesakitan. Jeanne yang kesakitan itu mulai mengambil dan meminum obat itu.
Setelah beberapa saat nafas Jeanne mulai teratur, Jo segera berjalan pergi menjauh dari Jeanne. Jeanne segera bangkit dan memegang tangan Jo untuk menghentikannya
"Terimakasih kak"
Jo hanya diam dan mengangguk pelan lalu lanjut berjalan pergi. Matt menatap Jeanne dan Jo penuh tanda tanya. Di belakang sana ada juga Chester dan Shuzo yang diam-diam mengintip kejadian itu
"Wahh... Si kulkas bisa perhatian juga ya~"
"...."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 36 Episodes
Comments