Chapter 17 : Bug Selalu Muncul Dalam Sebuah Game

Musik sendiri sangatlah penting, ketika setiap karakter menunjukan ekspresi secara intens maka aku perlu memasukkan musik yang tepat.

Seperti saat hati karakter target menjadi senang aku mengambil musik ceria, sedih, gembira, tegang juga termasuk.

Aku juga perlu memikirkan musik untuk Flag-nya juga. Ada beberapa BGM yang sebelumnya kumiliki kurasa itu bisa dimasukan juga.

Setiap hari kami melakukan rutinitas secara berulang-ulang, seperti kami sekolah, pulang sekolah untuk bekerja dan kemudian tidur tepat waktu.

Untuk Rin ia hanya bekerja beberapa menit saja sisanya ia juga menulis serial light novelnya di tempatku.

Jika dia tidak tepat waktu mengerjakannya maka secara otomatis editornya akan langsung memarahiku. Aku juga terikat dengan itu.

Setelah pengerjaan yang cukup lama, Aden menanyakan pendapatku dengan menunjukkan bagian awal game tersebut.

Pertama game dimasukkan sebuah cuplikan video singkat seorang gadis SMA yang berlari di koridor ruangan sembari menggigit roti, kemudian berlari di jalan pinggiran sungai, berdiri di atas bangunan hendak melompat dari sana, berdiri di podium OSIS, dan juga berenang. Semua itu ditampilkan dengan HD yang memukau.

Selanjutnya semua karakter ditampilkan di layar halaman depan dengan opsi seperti biasanya.

New Game.

Load.

Galery.

Settings.

Quit.

Di bawahnya nama perusahaan kami bernama 'Perkumpulan SMA'

"Bagaimana?"

"Luar biasa, yang pertama jelas seperti sebuah anime."

"Kau pasti akan mengatakan itu.. aku telah membuatnya dengan baik, ketika pemain memilih banyak rute mereka akan menyimpan CG di Galery yang bahkan bisa dijadikan wallpaper ponsel. Beberapa orang mungkin akan menyukainya jika diberikan fitur seperti itu."

"Aku bisa mengerti hal itu, aku juga menggunakan screen server dari heroin game."

Atas jawabanku Aden tersenyum puas.

"Dari sini ujian terbesarnya adalah saat menyelesaikan gamenya, akan banyak bug yang harus diatasi itu akan membuatku lelah."

"Meski kau seorang jenius apa bug akan muncul?"

"Tentu, hal itu masih menjadi sebuah misteri, perusahaan game besar juga terkadang masih memiliki masalah yang sama, mereka harus melakukan uji coba secara berkala untuk memastikan bahwa gamenya bisa dimainkan secara normal, jika itu game online akan mudah melakukannya setiap saat dari sini, namun game yang kita buat adalah game offline satu saja terdapat bug, game kita akan tidak laku dan bahkan memperburuk nama perusahaan."

Aku mengangguk mengiyakan, kini giliran para pengisi suara yang melakukan tugasnya.

Adikku dan Albert melakukannya dengan baik, ini mungkin karena pengaruh sofa yang empuk, begitulah yang mereka katakan.

Walau menggunakan alat seadanya aku bisa menyelesaikan bagian suara.

Semua orang telah berkumpul di ruang pertemuan termasuk Bu Nanase yang duduk selagi meminum cola, Aden yang mengambil diskusi saat ini selagi menunjukan ponselnya.

"Game yang kita buat telah aku buat agar bisa dimainkan di ponsel kalian, aku ingin kalian memainkannya dengan rute berbeda lalu mencatat bagian mana bug-nya dan akan aku segera perbaiki."

Albert mengangkat tangannya.

"Berapa lama game ini dimainkan."

"Kurasa tiga hari tiga malam secara nonstop," jawabnya demikian.

"Selama itu."

"Kita perlu memuaskan setiap pemain bukan."

"Tamat sudah."

Semua orang mengangguk dan secara bergantian kami mempekerjakan Aden begitu keras.

"Rute xxx, chapter xxx terjadi crush."

"Akan kuperbaiki."

"Rute xxx gambarnya hitam."

"Dimengerti."

"Aku tidak bisa memilih opsi percakapan."

"Oke."

"Kaki gadis yang kubuat sangat mulus, aah, aah."

"Menjauhlah dariku dasar yuri"

"Aku omnivora."

Walau terasa sulit entah kenapa kami sangat menikmatinya. Diam-diam Bu Nanase memberikan jempol ke arahku dan aku membalasnya demikian.

Aku yakin soal menikah itu hanya candaan saja, jadi sampai sekarang aku tidak memikirkannya terlalu dalam.

Episodes
1 Prolog : Pertemuan Dari Sebuah Takdir
2 Chapter 01 : Seorang Guru Ceria Sebagai Wali Kelas
3 Chapter 02 : Seorang Penulis Dan Seorang Pemimpi
4 Chapter 03 : Sebuah Permintaan
5 Chapter 04 : Mencari Rekan Yang Lain
6 Chapter 05 : Adik Perempuan
7 Chapter 06 : Gadis Petarung Adalah Seorang Ilustrator Terbaik
8 Chapter 07 : Sebuah Game Selalu Bisa Menyelesaikan Perdebatan
9 Chapter 08 : Perkumpulan SMA
10 Chapter 09 : Pergi Ke Toko Buku
11 Chapter 10 : Pelajaran Olahraga
12 Chapter 11 : Pesona Dewasa Dari Guru Ini
13 Chapter 12 : Obrolan Di Meja Makan
14 Chapter 13 : Sebuah Even
15 Chapter 14 : Seorang Siswa Kelas 3
16 Chapter 15 : Sebuah Game Galge
17 Chapter 16 : Ruangan Kerja
18 Chapter 17 : Bug Selalu Muncul Dalam Sebuah Game
19 Chapter 18 : Hasil Dari Semuanya
20 Chapter 19 : Liburan Setelah Bekerja Keras Adalah Hal Yang Dibutuhkan
21 Chapter 20 : Pondok Di Tengah Hutan
22 Chapter 21 : Fakta Tersembunyi
23 Chapter 22 : Akhir Liburan
24 Chapter 23 : Alexia Pindah Rumah
25 Chapter 24 : Pekerjaan Berikutnya
26 Chapter 25 : Surat Tantangan
27 Chapter 26 : Diskusi Game Kedua
28 Chapter 27 : Pengisi Suara Tambahan
29 Chapter 28 : Even Romantis Dari Seorang Guru
30 Chapter 29 : Undangan Dari Televisi
31 Chapter 30 : Wawancara
32 Chapter 31 : Pertemuan Di Perpustakaan
33 Chapter 32 : Kesepakatan
34 Chapter 33 : Jajanan Pinggir Jalan
35 Chapter 34 : Murid Jenius Sesungguhnya
36 Chapter 35 : Terlalu Manis Mungkin Membuatmu Diabetes
37 Chapter 36 : Sebuah Ancaman
38 Chapter 37 : Sebuah Bakat
39 Chapter 38 : Yang Terjadi Setelahnya
40 Chapter 39 : Festival Olahraga Telah Dimulai
41 Chapter 40 : Sebuah Undangan Ke Taman Hiburan
42 Chapter 41 : Satu Pekerjaan Lainnya Telah Selesai
43 Chapter 42 : Bertemu Orang Tua Erna
44 Chapter 43 : Alasan
45 Chapter 44 : Pria Yang Dibenci
46 Chapter 45 : Makan Malam
47 Chapter 46 : Tamu Tak Diundang
48 Chapter 47 : Lambaian Tangan
49 Chapter 48 : Berkunjung Ke Rumah Rin
50 Chapter 49 : Bermain Game Bersama
51 Chapter 50 : Piknik Perusahaan
52 Chapter 51 : Perjalanan
53 Chapter 52 : Berjalan Kaki
54 Chapter 53 : Semester Baru
55 Chapter 54 : Siswi Pindahan
56 Chapter 55 : Seorang Kakak
57 Chapter 56 : Kunjungan Kecil
58 Chapter 57 : Sepulang Sekolah
59 Chapter 58 : Pekerjaan Untuk Festival Budaya
60 Chapter 59 : Musuh Terbesar
61 Chapter 60 : Rumah Hantu
62 Chapter 61 : Persaingan
63 Chapter 62 : Hasil Dari Kerja Keras
64 Chapter 63 : Kembali Ke Sekolah
65 Chapter 64 : Penculikan
66 Chapter 65 : Perkelahian Para Gadis
67 Chapter 66 : Kunjungan Tamu
68 Chapter 67 : Kerja Sama
69 Chapter 68 : Sebuah Kenyataan
70 Chapter 69 : Kenangan Masa Lalu
71 Chapter 70 : Kelas Baru
72 Epilog : Bagian Akhir (End)
Episodes

Updated 72 Episodes

1
Prolog : Pertemuan Dari Sebuah Takdir
2
Chapter 01 : Seorang Guru Ceria Sebagai Wali Kelas
3
Chapter 02 : Seorang Penulis Dan Seorang Pemimpi
4
Chapter 03 : Sebuah Permintaan
5
Chapter 04 : Mencari Rekan Yang Lain
6
Chapter 05 : Adik Perempuan
7
Chapter 06 : Gadis Petarung Adalah Seorang Ilustrator Terbaik
8
Chapter 07 : Sebuah Game Selalu Bisa Menyelesaikan Perdebatan
9
Chapter 08 : Perkumpulan SMA
10
Chapter 09 : Pergi Ke Toko Buku
11
Chapter 10 : Pelajaran Olahraga
12
Chapter 11 : Pesona Dewasa Dari Guru Ini
13
Chapter 12 : Obrolan Di Meja Makan
14
Chapter 13 : Sebuah Even
15
Chapter 14 : Seorang Siswa Kelas 3
16
Chapter 15 : Sebuah Game Galge
17
Chapter 16 : Ruangan Kerja
18
Chapter 17 : Bug Selalu Muncul Dalam Sebuah Game
19
Chapter 18 : Hasil Dari Semuanya
20
Chapter 19 : Liburan Setelah Bekerja Keras Adalah Hal Yang Dibutuhkan
21
Chapter 20 : Pondok Di Tengah Hutan
22
Chapter 21 : Fakta Tersembunyi
23
Chapter 22 : Akhir Liburan
24
Chapter 23 : Alexia Pindah Rumah
25
Chapter 24 : Pekerjaan Berikutnya
26
Chapter 25 : Surat Tantangan
27
Chapter 26 : Diskusi Game Kedua
28
Chapter 27 : Pengisi Suara Tambahan
29
Chapter 28 : Even Romantis Dari Seorang Guru
30
Chapter 29 : Undangan Dari Televisi
31
Chapter 30 : Wawancara
32
Chapter 31 : Pertemuan Di Perpustakaan
33
Chapter 32 : Kesepakatan
34
Chapter 33 : Jajanan Pinggir Jalan
35
Chapter 34 : Murid Jenius Sesungguhnya
36
Chapter 35 : Terlalu Manis Mungkin Membuatmu Diabetes
37
Chapter 36 : Sebuah Ancaman
38
Chapter 37 : Sebuah Bakat
39
Chapter 38 : Yang Terjadi Setelahnya
40
Chapter 39 : Festival Olahraga Telah Dimulai
41
Chapter 40 : Sebuah Undangan Ke Taman Hiburan
42
Chapter 41 : Satu Pekerjaan Lainnya Telah Selesai
43
Chapter 42 : Bertemu Orang Tua Erna
44
Chapter 43 : Alasan
45
Chapter 44 : Pria Yang Dibenci
46
Chapter 45 : Makan Malam
47
Chapter 46 : Tamu Tak Diundang
48
Chapter 47 : Lambaian Tangan
49
Chapter 48 : Berkunjung Ke Rumah Rin
50
Chapter 49 : Bermain Game Bersama
51
Chapter 50 : Piknik Perusahaan
52
Chapter 51 : Perjalanan
53
Chapter 52 : Berjalan Kaki
54
Chapter 53 : Semester Baru
55
Chapter 54 : Siswi Pindahan
56
Chapter 55 : Seorang Kakak
57
Chapter 56 : Kunjungan Kecil
58
Chapter 57 : Sepulang Sekolah
59
Chapter 58 : Pekerjaan Untuk Festival Budaya
60
Chapter 59 : Musuh Terbesar
61
Chapter 60 : Rumah Hantu
62
Chapter 61 : Persaingan
63
Chapter 62 : Hasil Dari Kerja Keras
64
Chapter 63 : Kembali Ke Sekolah
65
Chapter 64 : Penculikan
66
Chapter 65 : Perkelahian Para Gadis
67
Chapter 66 : Kunjungan Tamu
68
Chapter 67 : Kerja Sama
69
Chapter 68 : Sebuah Kenyataan
70
Chapter 69 : Kenangan Masa Lalu
71
Chapter 70 : Kelas Baru
72
Epilog : Bagian Akhir (End)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!