Harapan Baru

Sesampainya aku dirumah dengan di antar motor Mega. Aku pun langsung turun dan menawarkan Mega untuk mampir minum teh.

" Meg, mau minum dulu nanti aku bikin kan yang paling enak." Ucapku sambil tersenyum.

" Enggak, Rin. Makasi aku harus cepat - cepat sampai rumah karena aku sudah tidak sabar memberi tahu kabar gembira ini kepada ibuku " ucap Mega. Ku akui perasaan nya ini sangat bahagia dan ingin cepat - cepat memberi tahukan ibunya karena selama ini dia tinggal hanya berdua dengan ibunya karena ibunya seorang single parent dan ayah nya Mega sudah lama meninggal dunia. Mungkin ada kebanggaan tersendiri di hati Mega untuk membuat bangga orang tuanya.

" Ya sudah hati - hati di jalan jangan ngebut." Ucapku dengan tegas.

" Ok Rin, besok jangan sampai terlambat!" Sahutnya cepat. Aku hanya mampu mengangukkan kepalaku dengan tersenyum, hingga tanpa terasa Mega sudah beranjak jauh.

Aku pun segera membuka pintu rumah, masih tampak sepi mungkin penghuninya sedang tertidur apalagi kalau suasana diluar sangat panas seperti sekarang ini.

" Assalamualaikum." Ku ucapkan salam.

" Walaikumsalam Rin, kamu sudah pulang rupanya gimana udah masukin berapa lamaran dan ke Perusahaan apa saja ?" Tanya Papa dengan wajah penasaran.

" Tadi Rina cuma memasukkan berkas lamaran kerja ke satu Perusahaan aja Pah, karena alhamdulilah Perusahaan itu langsung menerima aku kerja." Ucapku bercerita dengan antusias.

"Wah yang bener Rin, kamu beruntung sekali langsung masuk kerja tanpa menunggu berhari - hari untuk panggilan interview." Ucap Papa dengan wajah bahagia.

" Iya bener Pah, doakan aku lancar terus dalam bekerja ya Pah. Nanti kalau aku sudah dapat gaji pertama akan aku ajak Papa dan mama serta Diana dan Tono untuk jalan - jalan ke luar kota kalau ada hari libur." Ajakku kepada Papa sebagai bentuk rasa syukur.

" Papa gak ingin apa - apa yang penting kamu bisa mencukupi kebutuhanmu sendiri orang tua sudah cukup bahagia." Ucap Papa bijaksana.

" Tidak apa - apa Pah aku ingin membahagiakan Papa dan Mama." Sahutku dengan penuh harapan untuk selalu membuat kedua orang tuaku bahagia.

**

Tiba jam makan malam tiba aku dan kedua orang tuaku dan kedua adik ku bersiap untuk makan malam. Malam ini mama memasak ayam goreng dan sayur bayam lengkap dengan sambel nya.

Tiba - tiba mama bertanya padaku " Rin, tadi gimana udah kamu masukkan berkas lamaran berapa Perusahaan?" Aku pun segera menjawab " Cuma satu mah, karena kebetulan sekali pas aku dan Mega datang di salah satu Perusahaan yang mau kami masukkan berkasnya ternyata membutuhkan karyawan saat itu juga jadi kami langsung melakukan interview. Dan Alhamdulilah kami berdua langsung diterima mulai besok pagi kita sudah bisa bekerja." Aku coba menjelaskan kepada Mama dengan panjang lebar.

"Oh ya sudah syukur kalau begitu." Cuma itu yang dikatakan oleh mama sedangkan kedua adikku hanya tersenyum sambil terus memakan hidangan di atas meja.

Akupun segera menyelesaikan makan malam dan langsung membersihkan dan membereskan meja makan dan masuk ke kamar untuk mempersiapkan besok pagi.

Tiba - tiba pesan Wa datang

( Rina, aku deg - degan besok sudah mulai kerja bagaimana perasaanmu?)

Ternyata pesan dari Mega lalu kujawab

( Tentu saja aku juga sama tapi aku lebih antusias karena ini pengalaman pertamaku berkerja semoga saja kita bisa melakukan perkerjaan dengan baik dan tidak ada masalah di kemudian hari ).

Dia pun menjawab

( Sama aku juga berharap semoga kita bisa bekerja sama dengan baik karena di sana kita rekan kerja. Ya sudah sekarang lebih baik kita istirahat karena besok kita mulai kerja jangan sampai terlambat karena kita harus memberikan kesan yang bagus dan layak untuk di terima di Perusahaan itu).

( Iya ini sebuah awal yang baru dan harapan baru menuju arah yang lebih baik).

Kututup layar handphone ku lalu aku beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri untuk bersiap shalat Isya karena terdengar suara adzan menandakan umatnya untuk segera melaksankan ibadah.

Selesai melaksanakan ibadah aku pun bersiap untuk beristirahat karena badan sudah mulai lelah dan butuh rehat untuk persiapan besok berkerja hingga tak terasa mata ini pun mulai terpejam.

**

Keesokan pagi nya saat adzan subuh berkumandang aku segera membersihkan diri melakukan shalat subuh dan bersiap untuk mengenakan pakaian kerja.

Ketika keluar dari kamar aku pun segera menuju keluar rumah untuk membelikan sarapan nasi uduk yang terletak di depan gang untuk Papa, Mama dan kedua adikku.

" Hei Rin tumben pagi - pagi sudah rapi mau kemana ? " Tanya Bi Surti pedagang nasi uduk bertanya karena biasanya aku tidak sepagi ini untuk membeli nasi uduk.

" Iya Bi, soalnya hari ini aku sudah mulai kerja jadi aku beli nasinya agak pagian." Jawabku sambil tersenyum.

" Biasa tah Rin, nasi uduk 5 sama gorengan 6 ribu ?" Tanya Bi Surti sambil terus membungkus nasi uduk pesanan ku.

" Iya Bi kaya biasanya, ini uangnya ya bi." Ku serahkan uang pas agar tidak usah berlama - lama menunggu kembalian.

" Iya Rin, makasi." Ucap Bi Surti sambil mengantongi uang yang ku beri.

Sesampainya di rumah ku susun nasi uduk yang telah ku beli di meja makan berserta gorengan nya. Lalu aku pun segera melahap nasinya, sengaja aku makan duluan karena aku harus pergi kerja pagi - pagi.

Setelah selesai aku pun beranjak ke ruang tv disana ada Mama dan Papa sedang melihat acara ceramah di layar televisi sedangkan kedua adikku mungkin sedang bersiap ganti pakaian untuk berangkat ke sekolah.

" Ma, Pa. Aku berangkat kerja dulu ya takut terlambat karena hari ini aku berangkat naik kendaraan umum." Aku berpamitan kepada kedua orang tuaku inilah rutinitas sehari - hari yang tak boleh sampai lupa.

" Kamu sudah sarapan?" Tanya Mama sambil mengulurkan tangan untuk ku cium.

" Sudah mah, di meja sudah aku belikan untuk Mama, Papa, Diana dan Tono." Gantian sekarang tangan Papa yang kucium.

" Ya sudah hati - hati di jalan kalau ada apa - apa telepon Papa." Ucap Papa sambil mengelus rambutku.

" Siap Pah. Assalamualaikum."

" Walaikumsalam." Ucap mereka berbarengan.

**

Suasana angkotan umum yang ku tumpangi untungnya masih sangat lenggang hingga aku tak perlu bersempit - sempitan ku ambil handphone yang ada di tas, lantas ku kirim pesan Mega untuk menanyakn apa dia sudah berangkat dari rumah atau belum.

(Meg, kamu ada dimana?) Lama pesan ku tak di jawab hingga layar handphone ku kembali menyala.

( Sudah sampai kantor Rin, kamu ada dimana?) Tanya Mega mungkin dia khawatir aku belum juga datang di Kantor.

( Ini sebentar lagi sampai nanti tunggu ku ya kita masuk bareng - bareng ke ruangan.) Ajakku karena aku merasa kikuk kalau harus berjalan sendirian menuju ruangan.

(Oke) Jawab Mega.

Akhirnya mobil angkutan umum yang kutumpangi sampai ke tempat tujuan. Disana sudah menunggu Mega dengan tersenyum ke arahku.

" Ayo Rin, kita bareng masuknya!" Ku anggukan kepala tanda setuju. Kita melangkah berbarengan dengan harapan baru dengan perasaan bahagia semoga saja cita - cita kita untuk membahagiakan orang tua kita tercapai. Aamiiin.

Episodes
1 Part 1
2 Harapan Baru
3 Awal Pertemuan
4 Dibuat penasaran
5 Teka teki Perasaan
6 Kebenaran yang terungkap
7 Mencari Fakta
8 Akhirnya terungkap
9 Benarkah
10 Menjalin Rasa
11 Akhirnya Bertemu
12 Pertemuan yang mengharukan
13 Kenyataan yang harus di terima
14 Datang ke rumah Rina
15 Menolak lamaran
16 Tau kah kamu siapa aku
17 Aku tidak akan menyerah
18 Menyakinkan orang tua
19 Janji Bertemu
20 Putus Asa
21 Dijodohkan
22 Mencoba melupakan
23 Makan malam bersama
24 Jangan berdebat
25 Amarah yang memuncak
26 Pertemuan Keluarga
27 Saat di Restoran
28 Membahas Pernikahan
29 Kedatangan yang membuat Heboh
30 Perkenalan lebih dalam
31 Saat Di Panti
32 Rasa ingin menjaga
33 Harus kah aku Memulai dengan yang baru
34 Rasa penasaran Mega
35 Acara Pertunangan Mega
36 Pertemuan yang tidak di sangka - sangka
37 Mampir ke Tukang Bakso
38 Harapan yang sama
39 Pernyataan Perasaan dari Mario
40 Merasa di Lindungi
41 Bertemu dengan Wanita berhati malaikat
42 Sampai di rumah
43 Bertemu dengan orang tua Mario
44 Diterima dengan hangat
45 Keluarga Mario yang baik
46 Diterima nya lamaran Mario
47 Kado untuk Rina
48 Datang kerumah Rina
49 Silaturahmi antara dua besan
50 Kepulangan Mami Renata dan Papi Devan
51 Mami Renata dan Papi Devan pergi New York
52 Selamat jumpa kembali
53 Kebaikan hati Mega
54 Undangan dari Mantan
55 Niat Buruk Revan
56 Sebenarnya dia siapa
57 Rina tidak ingin berhenti bekerja
58 Kematian Bu Surti
Episodes

Updated 58 Episodes

1
Part 1
2
Harapan Baru
3
Awal Pertemuan
4
Dibuat penasaran
5
Teka teki Perasaan
6
Kebenaran yang terungkap
7
Mencari Fakta
8
Akhirnya terungkap
9
Benarkah
10
Menjalin Rasa
11
Akhirnya Bertemu
12
Pertemuan yang mengharukan
13
Kenyataan yang harus di terima
14
Datang ke rumah Rina
15
Menolak lamaran
16
Tau kah kamu siapa aku
17
Aku tidak akan menyerah
18
Menyakinkan orang tua
19
Janji Bertemu
20
Putus Asa
21
Dijodohkan
22
Mencoba melupakan
23
Makan malam bersama
24
Jangan berdebat
25
Amarah yang memuncak
26
Pertemuan Keluarga
27
Saat di Restoran
28
Membahas Pernikahan
29
Kedatangan yang membuat Heboh
30
Perkenalan lebih dalam
31
Saat Di Panti
32
Rasa ingin menjaga
33
Harus kah aku Memulai dengan yang baru
34
Rasa penasaran Mega
35
Acara Pertunangan Mega
36
Pertemuan yang tidak di sangka - sangka
37
Mampir ke Tukang Bakso
38
Harapan yang sama
39
Pernyataan Perasaan dari Mario
40
Merasa di Lindungi
41
Bertemu dengan Wanita berhati malaikat
42
Sampai di rumah
43
Bertemu dengan orang tua Mario
44
Diterima dengan hangat
45
Keluarga Mario yang baik
46
Diterima nya lamaran Mario
47
Kado untuk Rina
48
Datang kerumah Rina
49
Silaturahmi antara dua besan
50
Kepulangan Mami Renata dan Papi Devan
51
Mami Renata dan Papi Devan pergi New York
52
Selamat jumpa kembali
53
Kebaikan hati Mega
54
Undangan dari Mantan
55
Niat Buruk Revan
56
Sebenarnya dia siapa
57
Rina tidak ingin berhenti bekerja
58
Kematian Bu Surti

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!