Inikah Yang Dinamakan Adil?

Alana masih shocked mendengar Askara pamit dengan dirinya untuk kembali menikahi Azzura. Bukan hanya Alana saja yang shocked mendengar pernyataan Askara tersebut. Zhafran sebagai ayah kandung Askara juga kecewa sekali dengan apa yang Askara sampaikan.

“Apa kamu tidak memikirkan perasaan Salma?” tanya Alana.

“Papa tidak menyangkan kamu akan begini, Askara!” desah Zhafran penuh kekecewaan.

“Papa, Bunda, aku yang meminta Mas Aska untuk menikahi Mbak Zura,” ucap Salma.

“Mau kamu meminta berjuta kali pada suamimu untuk menikahi Azzura, kalau suamimu punya pendirian yang teguh, hanya mencintaimu, juga menghargai perasaanmu, dia tidak akan goyah pada pendiriannya. Dia tidak akan kembali menikah dengan wanita masa lalunya, dalam keadaan apa pun!” tegas Alana penuh kekecewaan.

“Bunda, kalau tidak menikahi tapi terus bersama, tidur bersama, berduaan bersama, apa malah tidak mendekati zina? Itu yang Salma khawatirkan. Kita semua gak tahu hawa nafsu lawan jenis akan muncul kapan, Bunda? Itu yang aku takutkan. Aku marah, aku kecewa, karena aku dimadu, tapi lebih kecewa lagi kalau suamiku diam-diam menjalin hubungan lagi dengan mantan tanpa sepengetahuanku. Mereka kembali melakukan hal yang seharusnya tidak mereka lakukan, mungkin bisa jadi pihak perempuan akan hamil atau apa. Daripada aku kecewa seperti itu, seperti dibohongi, mending mereka menikah, terserah Mas Aska mau ngapain aku gak peduli, Bunda,” ucap Salma.

“Apa kamu lupa akan permintaan Salma padamu sebelum kamu mengucap sighat akad, dan kamu berjanji memenuhi permintaanny?” tanya Ardha.

“Aku ingat, bahwa Salma tidak ingin dimadu dalam keadaan apa pun,” jawab Askara.

“Kenapa kamu mengingkari janjimu, Askara? Bukan karena Salma sekarang memperbolehkan, lantas kamu mau dan setuju begitu saja! Apa kamu tidak memikirkan perasaan Salma meski dia menyetujuinya?” cetus Ardha.

“Sebelum Salma meminta pun, aku sudah ingin menyampaikan permintaan ini pada Salma, bahwa aku akan menikahi Zura, Yah,” ucap Ardha.

“Astaga ... Askara! Kamu benar-benar membuat bunda kecewa!” erang Alana. “Dan kamu, Zura! Kamu tidak tahu malu sekali jadi perempuan! Bunda tahu kamu sedang sakit, bunda tahu vonis dokter ke kamu seperti apa, tapi apa pantas kamu meminta Askara menikahimu lagi? Kenapa kamu dulu pergi, dan menghancurkan hidup anakku? Sekarang kamu kembali dan menghancurkan rumah tangga anakku! Kau seharusnya sadar, di sisa umurmu yang tak lama lagi, kamu jangan membuat huru-hara, jangan mengecewakan orang, jangan merusak rumah tangga orang! Di mana pakde dan budemu sekarang, hah? Kenapa kamu malah balik menemui anakku lagi!”

Alana benar-benar kecewa. Dia tidak bisa mengerem ucapannya. Ia tidak peduli dengan ucapannya yang mungkin menyakiti perasaan Azzura. Alana sudah sangat kecewa sekali dengan Azzura dan Askara.

“Aku memang salah, harusnya aku tidak kembali lagi ke sini. Aku memang ingin menghabiskan waktuku bersama Mas Aska, dan Afifah. Memang aku inginkan itu, dan aku ingin Mas Aska menikahiku lagi. Salahkah aku meminta itu, Bunda?” uca p Azzura.

“Kamu sadar bicara seperti itu? Tidak tahu malu sekali kamu! Meminta suami orang untuk menikahimu. Iya kamu memang dulu istri Askara, menantuku juga, tapi kau sadar? Tujuh tahun kamu ke mana, hah? Ke mana Azzura! Ke mana!” Alana gemas, dia sampai teriak di depan wajah Azzura, tidak peduli Azzura sedang sakit kerasa saat ini, karena ia sangat kecewa sekali dengan Azzura.

“Bunda, stop! Aku mengizinkan mereka menikah, Bunda. Biar saja Mas Aska menikahi Mbak Zura, sebagai permintaan terakhir Mbak Zura,” ucap Salma.

“Iya, bunda tahu kamu mengizinkan, tapi bunda tahu perasaan kamu. Bunda tahu dan paham, Salma? Tidak ada wanita yang mau berbagi suami di dunia ini, Sal. Bunda tidak ingin anak bunda menikahi wanita lagi, bunda tidak sudi memiliki anak yang memiliki dua istri!” tegas Alana.

“Dengan atau tanpa restu dari bunda, ayah, dan papa, aku akan tetap menikahi Azzura,  karena restu yang paling utama menikah lagi adalah restu dari istri pertama,” ucap Askara.

Semua tertegun dengan penuh kecewa pada Askara. Tidak mereka sangka Askara akan bicara sepert itu. Mereka juga tahu, kalau Salma sebetulnya tidak benar-benar ikhlas merelakan suaminya menikah lagi.

“Kalau itu keputusanmu, silakan! Bunda tidak sudi lagi menginjakkan kaki bunda di rumahmu! Bunda sudah menganggap kehilangan anak pertama bunda! Jangan pernah anggap bunda ini adalah bundamu! Pergi dari sini!” usir Alana. “Dan kamu, Salma! Ceraikan dia! Kamu hanya akan menuai sakit hati saja ketika suamimu menikah lagi, meski kamu bilang ikhlas menerima semuanya!”

“Aku akan tetap pada keputusanku, Bunda. Aku akan buktikan ucapan Mas Aska, kalau dia bisa adil. Baru kalau tidak, dia melanggar janjinya, aku akan meninggalkannya dan tidak akan pernah kembali!” ucap Salma.

Alana mengira Salma tidak memberikan syarat seperti itu. Alana yakin tidak akan ada laki-laki yang sanggup adil pada kedua istrinya. Satu saja kadang gak adil, terbagi perhatiaannya dengan anak dan orang tuanya?

Semua terpaksa menerima keputusan Askara dan Salma. Salma terpaksa melakukan itu karena dia tidak mau Askara nekat terus mendekati Azzura, dan akhirnya aka terjadi hal yang tidak diinginkan.

^^^

Salma harus menerima kenyataan kalau hari ini suaminya akan menikahi kembali mantan istrinya. Benar, tidak mungkin seorang suami bisa adil jika memiliki dua istri. Askara terlihat bahagia sekali saat akan menikahi Azzura. Setelah pamit pada Salma untuk melakukan akad dengan Zura, Askara tidak lagi kembali dekat dengan Salma. Azzura pun semaki terlihat menguasai Askara. Dia tidak sadar kalau bias menikah dengan Askara lagi karena Salma yang rela berbagi dengannya.

Askara benar-benar lupa dengan Salma. Dia begitu terlihat bahagia di depan penghulu yang akan menikahkannya dengan Azzura. Askara dengan lancar tanpa tersendat mengucapkan sighat akad di depan penghulu. Tangis Salma luruh seketika. Hari ini hidupnya berubah, ia akan berbagi suami dengan Azzura.  Alana memeluk Salma, dia menangis di pelukan Alana, pun Acha. Dia memeluk keponakannya itu, yang tak lain rekan kerja di rumah sakit.

“Lihat, apa dia ke sini? Apa dia ingat kamu? Tidak kan, Sal? Harusnya Askara ke sini memelukmu, meminta maaf, begitu juga Zura! Benar-benar semuanya tidak tahu malu!” Alana gemas sekali melihat Askara yang melupakan Salma.

“Baru selesai akad dia bisa-bisanya lupa dengan Salma? Padahal Salma yang mengizinkan dia menikahi Zura!” ucap Acha gemas, melihat keponakannya persis seperti Zhafran. Bagaimana tidak persis, dia anaknya, darah daging Zhafran.

Salam teringat, saat dulu Dimas selesai menikahi Rani, dia berlari dari pelaminan hanya ingin memeluk Salma dan mengucapkan maaf. Beribu maaf Dimas ucapkan pada Salma, padahal saat itu Salma sudah resmi bercerai dengannnya.

“Kenapa kamu tega sekali, Mas? Kamu cepat berubah pikiran sekali, apa ini yang dinamakan adil, Mas? Belum sehari kamu menikahi Zura, tapi rasanya kamu sudah melupakanku,” batin Salma.

Terpopuler

Comments

guntur 1609

guntur 1609

mamous kau aska kehamcuran bntr lagi akan datang oadamu. moga ada laki2 yg betuk2 setia sm salma

2024-04-24

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Haruskah Mengalah Lagi?
3 Aku Bukan Siapa-Siapa
4 Aku Tidak Mau Dimadu
5 Aku Bukan Pelakor
6 Aku Tidak Mau Bercerai Lagi
7 Cemburumu Terlalu Berlebihan
8 Mantan Lebih Utama
9 Saatnya Aku Pergi
10 Tutur Batin
11 Haruskan Aku Merelakan?
12 Izinkan Aku Menikahinya
13 Kita Harus Sama-Sama Belajar
14 Inikah Yang Dinamakan Adil?
15 Bertukar Kamar
16 Selamat Menunaikan Tugasmu, Azzura.
17 Bukan Aku Kejam
18 Manusia Tidak Punya Hati
19 Kedatangan Dimas
20 Keluarga Toxic
21 Aku Sangat Mencintai Salma
22 Mereka Belum Tahu Siapa Mantan Suamiku
23 Pulang
24 Hanya Sebatas Belas Kasihan
25 Sebelas Dua Belas
26 Kopi Rasa Air Laut
27 Berbaik Hati Boleh, Tapi Sekadarnya Saja
28 Permintaan Terakhir Azzura Yang Terlalu Banyak
29 Penyesalan Askara
30 Takut Gagal Lagi
31 Seperti Dihipnotis
32 Kehadiranmu Merubah Segalanya
33 Berita Tidak Penting
34 Semoga Tuhan Mengampuni Semua Dosamu
35 Mantan Rasa Teman
36 Dia Calon Suamiku
37 Aku Ini Sedang Sakit, Sal?
38 Resmi Pacaran
39 Kebimbangan Salma
40 Pindah
41 Pamit
42 Menemui Afifah
43 Dua Wanita Yang Aku Cintai
44 Aku Cemburu
45 Tidak Ingin Membuka Luka Lama
46 Ayok Piknik! Biar Gak Panik!
47 Ingin Selalu Bersama
48 Gara-Gara Semut Merah
49 Mengkhawatirkan Salma
50 Afifah Yang Beranjak Remaja
51 Salma Yang Tegas
52 Kekhawatiran Askara dan Salma
53 Sudah Memiliki Anak Gadis
54 Baru Menyadari
55 Mirip Dengan Salma
56 Om Dimas Sakit?
57 Permintaan Afifah
58 Pacar Kecilku
59 Merasa Bersalah
60 Kenalan
61 Aku Mau Putus, Titik!
62 Mimpi Indah
63 Tidak Bisa Tidur
64 Kedatangan Vero
65 Kabar Bahagia Dari Askara dan Salma
66 Mendapat Lampu Hijau
67 Tidak Ingin Ada Perdebatan
68 Istrimu Bukan Seleraku Lagi
69 Vero Yang Kecewa
70 Keluarga Vero Yang Sebenarnya
71 Cedera Karena Jadian
72 Ibarat Kucing Dikasih Ikan Asin.
73 Kartumu Akan Terbuka!
74 Kita Sudah Putus
75 Kegundahan Afifah
76 Melepas Keberangkatan Dimas Ke London
77 Sama-Sama Memakai Cincin
78 My Little Girl
79 Kebahagiaan Salma dan Askara
80 Penerus Alfarizi Bertambah Satu
81 Selalu Merindukanmu
82 Putih Abu-Abu
83 Kejutan Di Pagi Hari
84 Hari Penuh Kejutan
85 Alasan Dimas
86 Mendapat Kado Dari Rafka
87 Izinkan Aku Tetap Mencintaimu
88 Kecurigaan Salma
89 Bolos Kuliah
90 Kedatangan Tamu Asing
91 Semakin Rumit
92 Aku Calon Mertuamu!
93 Resmi Dilamar
94 Afifah Yang Menggemaskan
95 Jangan Panggil Om Lagi
96 Kangen
97 Kedatangan Kania
98 Akhirnya SAH
99 Lebih Suka Memanggil Om
100 Sedang Merajuk
101 Mendahului Kami
102 Sama-Sama Gugup
103 Malam Penuh Perjuangan
104 Penggangu Di Pagi Hari
105 Ayah Mertua Yang Kepo
106 Masih Terasa Sakit
107 Dimas Yang Sedang Terpapar Virus
108 Kita Pulang Saja
109 Sentuhanmu Canduku
110 Yusuf Yang Semakin Sulit Diatur
111 Jangan Dengarkan Kata Orang
112 Siapa Sebenarnya Wanda?
113 Menyusul Dimas
114 Quality Time Bersama Ayah
115 Afifah Yang Berubah
116 Aku Hamil?
117 Suami Siaga
118 Kebahagiaan Dimas Dan Afifah
119 Ekstra Part 1
120 Ekstra Part 2
Episodes

Updated 120 Episodes

1
Prolog
2
Haruskah Mengalah Lagi?
3
Aku Bukan Siapa-Siapa
4
Aku Tidak Mau Dimadu
5
Aku Bukan Pelakor
6
Aku Tidak Mau Bercerai Lagi
7
Cemburumu Terlalu Berlebihan
8
Mantan Lebih Utama
9
Saatnya Aku Pergi
10
Tutur Batin
11
Haruskan Aku Merelakan?
12
Izinkan Aku Menikahinya
13
Kita Harus Sama-Sama Belajar
14
Inikah Yang Dinamakan Adil?
15
Bertukar Kamar
16
Selamat Menunaikan Tugasmu, Azzura.
17
Bukan Aku Kejam
18
Manusia Tidak Punya Hati
19
Kedatangan Dimas
20
Keluarga Toxic
21
Aku Sangat Mencintai Salma
22
Mereka Belum Tahu Siapa Mantan Suamiku
23
Pulang
24
Hanya Sebatas Belas Kasihan
25
Sebelas Dua Belas
26
Kopi Rasa Air Laut
27
Berbaik Hati Boleh, Tapi Sekadarnya Saja
28
Permintaan Terakhir Azzura Yang Terlalu Banyak
29
Penyesalan Askara
30
Takut Gagal Lagi
31
Seperti Dihipnotis
32
Kehadiranmu Merubah Segalanya
33
Berita Tidak Penting
34
Semoga Tuhan Mengampuni Semua Dosamu
35
Mantan Rasa Teman
36
Dia Calon Suamiku
37
Aku Ini Sedang Sakit, Sal?
38
Resmi Pacaran
39
Kebimbangan Salma
40
Pindah
41
Pamit
42
Menemui Afifah
43
Dua Wanita Yang Aku Cintai
44
Aku Cemburu
45
Tidak Ingin Membuka Luka Lama
46
Ayok Piknik! Biar Gak Panik!
47
Ingin Selalu Bersama
48
Gara-Gara Semut Merah
49
Mengkhawatirkan Salma
50
Afifah Yang Beranjak Remaja
51
Salma Yang Tegas
52
Kekhawatiran Askara dan Salma
53
Sudah Memiliki Anak Gadis
54
Baru Menyadari
55
Mirip Dengan Salma
56
Om Dimas Sakit?
57
Permintaan Afifah
58
Pacar Kecilku
59
Merasa Bersalah
60
Kenalan
61
Aku Mau Putus, Titik!
62
Mimpi Indah
63
Tidak Bisa Tidur
64
Kedatangan Vero
65
Kabar Bahagia Dari Askara dan Salma
66
Mendapat Lampu Hijau
67
Tidak Ingin Ada Perdebatan
68
Istrimu Bukan Seleraku Lagi
69
Vero Yang Kecewa
70
Keluarga Vero Yang Sebenarnya
71
Cedera Karena Jadian
72
Ibarat Kucing Dikasih Ikan Asin.
73
Kartumu Akan Terbuka!
74
Kita Sudah Putus
75
Kegundahan Afifah
76
Melepas Keberangkatan Dimas Ke London
77
Sama-Sama Memakai Cincin
78
My Little Girl
79
Kebahagiaan Salma dan Askara
80
Penerus Alfarizi Bertambah Satu
81
Selalu Merindukanmu
82
Putih Abu-Abu
83
Kejutan Di Pagi Hari
84
Hari Penuh Kejutan
85
Alasan Dimas
86
Mendapat Kado Dari Rafka
87
Izinkan Aku Tetap Mencintaimu
88
Kecurigaan Salma
89
Bolos Kuliah
90
Kedatangan Tamu Asing
91
Semakin Rumit
92
Aku Calon Mertuamu!
93
Resmi Dilamar
94
Afifah Yang Menggemaskan
95
Jangan Panggil Om Lagi
96
Kangen
97
Kedatangan Kania
98
Akhirnya SAH
99
Lebih Suka Memanggil Om
100
Sedang Merajuk
101
Mendahului Kami
102
Sama-Sama Gugup
103
Malam Penuh Perjuangan
104
Penggangu Di Pagi Hari
105
Ayah Mertua Yang Kepo
106
Masih Terasa Sakit
107
Dimas Yang Sedang Terpapar Virus
108
Kita Pulang Saja
109
Sentuhanmu Canduku
110
Yusuf Yang Semakin Sulit Diatur
111
Jangan Dengarkan Kata Orang
112
Siapa Sebenarnya Wanda?
113
Menyusul Dimas
114
Quality Time Bersama Ayah
115
Afifah Yang Berubah
116
Aku Hamil?
117
Suami Siaga
118
Kebahagiaan Dimas Dan Afifah
119
Ekstra Part 1
120
Ekstra Part 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!