Haruskan Aku Merelakan?

POV Salma

Mungkin aku harus belajar. Belajar untuk menerima kenyataan bahwa suamiku masih mencintai mantan istrinya. Aku paham, kisah cerita mereka belum usai. Kepergian Azzura hanya karena tidak mau sakitnya diketahui oleh Askara saat itu. Tujuh tahun menghilang bak ditelan bumi, sekarang Azzura kembali datang saat Askara sudah hidup damai, tenang, tentram, bahagia, dan harmonis bersamaku. Kami sama-sama sudah melupakan masa lalu yang pilu. Aku melupakan Mas Dimas yang dulu memilih menikahi Rani, teman kecilnya, dan Mas Askara udha berhasil melupakan kepergian Azzura, dan dia sudah tidak pernah mengharapkan Azzura kembali.

Awal pernikahanku dengan Askara, hanya karena sebatas Afifah. Ya, aku sangat menyayangi Afifah seperti anakku sendiri. Afifah yang kala itu masih berusia lima tahun, dan itu awal pertama aku bertemu gadis kecil, menolongnya saat jatuh dari ayunan yang ada di taman dekat rumah sakit. Aku menolongnya dan mengobati Afifah saat itu. Kami semakin akrab, karena Afifah adalah cucu dari Direktur Rumah Sakit tempat di mana aku bekerja. Dia cucu dari dr. Acha, kakak dari bunda, ibu mertuaku. Dan, Rumah Sakit tempat di mana aku bertugas adalah Rumah Sakit milik keluarga besar Omanya ibu mertuaku. Akhirnya aku dikenalkan dengan Mas Askara, ayah dari Afifah. Kami begitu akrab, karena Afifah yang membuat kami menjadi semakin akrab.

Dua tahun mengenal Askara dan Afifah, keluarga besar Askara meminta Askara meresmikan hubungannya dengaku. Padahal saat itu, aku hanya ingin dekat dengan Afifah, karena dia yang perlahan bisa mengobati luka masa laluku saat bersama Dimas. Karena Afifah juga, aku bisa merasakan memiliki seorang anak yang selama ini aku rindukan. Enam tahun menikah dengan Dimas, aku baru bisa hamil di tahun kelima. Satu bulan setelah ulang tahun pernikahan aku dan Dimas, aku hamil. Kami bahagia saat itu, namun saat usia kandunganku baru masuk enam bulan, aku harus menerima takdir, kalau anakku di dalam kandungan sudah tidak bernyawa lagi. Impianku dengan Dimas untuk memiliki anak hilang seketika.

Lima bulan selepas peristiwa aku kehilangan anakku. Aku kembali menelan pil pahit, karena Dimas meminta izin padaku untuk menikahi Rani, yang tak lain adalah sahabatnya sewaktu kecil. Dia mau menjadikan Rani istri kedua. Aku tidak mau dimadu, dan akhirnya aku memutuskan untuk berpisah dengan Dimas. Tahun pertama aku ditinggalkan Dimas, aku terpuruk. Aku merasa hidupku sudah selesai saat itu, tidak ada lagi semangat untuk hidup, tapi melihat ibu yang terus meratapi putrinya yang sudah seperti bangkai hidup, dan mengingat perjuangan ibu dulu saat mendukungku menjadi seorang Dokter, perlahan aku bisa merakit semangat hidupku kembali.

Aku kembali mengikuti beberapa seminar lagi, sebagai syarat untuk aku bisa terjun ke dalam profesi yang sudah aku tingalkan bertahun-tahun lamanya. Satu tahun aku mencoba bangkit dari ketrpurukan hidupku, aku kembali menggeluti profesiku, meninggalkan kotaku, dan mengabdikan diriku di Rumah Sakit milik keluarga besar Askara. Aku bekerja di sana, aku dipercaya lagi untuk menjadi dokter. Aku semakin semangat menjalani hidupku, karena aku keluar dari kota di mana dulu aku tinggal dengan Dimas. Sedangkan ibu, beliau masih di kota tersebut, untuk menjalankan bisnisnya, yang bekerja sama dengan Dimas. Toko roti yang dulu sempat aku kelola dengan ibu saat masih menjadi istri Dimas, kini diurus ibu, dan Dimas juga masih sering membantu ibu soal financial. Katanya itu adalah bagi hasil dari perceraian, katanya sudah ketetapan hukum dari pengadilan, bahwa Dimas akan mengeluarkan uang setiap bulannya untukku.

Toko roti, Vila, mobil mewah, dan rumah mewah dari Dimas, memang masih menjadi atas namaku. Dimas memberikan semuanya untukku, dia tidak mengambilnya lagi, karena dia bilang itu hak milikku. Bahkan dia memberikan uang jaminan lima milyar, dan aset perusahaannya padaku saat pengadilan memutuskan aku dan Dimas berpisah. Itu semua sah menjadi milikku. Tapi, sepeser pun aku tidak menerima pemberian Dimas, uang, rumah, toko, vila, dan mobil pemberian Dimas aku tinggalkan. Semua itu tidak bisa menyembuhkan luka yang sudah Dimas goreskan padaku. Bukan harta yang aku inginkan saat itu. Aku hanya ingin Dimas, yang dulu, yang memintaku pada ayah dengan penuh cinta, aku ingin Dimas yang dulu, yang tidak membagi cintanya pada perempuan lain. Aku hanya butuh itu saat itu. Bukan harta yang Dimas berikan padaku.

Mungkin kalau aku menikmati semua pemberian Dimas saat itu, aku menjadi Janda Kaya Raya saat itu, tapi aku tidak mau menikmati semua itu. Kalau aku sampai menikmatinya, sama saja aku menerima dia menikahi perempuan itu. Aku memilih kembali pada profesiku. Profesi di mana ayah dan ibu bangga aku menjadi seorang dokter. Namun, mereka harus kecewa saat aku memutuskan untuk meninggalkan profesi itu demi Dimas. Demi untuk mengabdi pada suamiku. Ayah dan ibu paham, saat Dimas memintaku, menjadikan aku istrinya, itu berarti semua tanggung jawab ayah dan ibu lepas. Dimas lah yang bertanggung jawab untuk hidupku, dan Dimas buktikan semua itu, dia membahagiakan aku, dan membuat ayah pergi dengan tenang, meninggalkan aku selamanya.

Sekarang, aku harus kembali seperti ini. Kembali teluka karena orang ketiga. Baru saja aku bahagia dengan Askara, setelah dua tahun menikah dengan Askara, sekarng aku harus menerima kenyataan kalau mantan istri Askara yang sudah tujuh tahun menghilang, kini kembali lagi dan ingin kembali pada Askara. Ya dia ingin kembali, Azzura ingin kembali dengan Askara. Aku mendengar lagi, permintaan Azzura pada Askara, bahwa Azzura ingin Askara menikahinya lagi.

Aku tidak sengaja mendengar percakapan mereka tadi, saat mereka ada di taman belakang untuk menikmati pagi, dengan berjemur mentari pagi. Azzura meminta Mas Aska pamit denganku untuk menikahinya lagi. Lelucon macam apa lagi ini? Dan Mas Aska bilang akan mencoba bilang padaku? Aku tidak menyangka saja Mas Aska mengiyakan permintaan Azzura. Iya aku paham umur dia divonis dokter hanya beberapa bulan lagi, tapi itu vonis dokter yang menanganinya. Dokter bukan Tuhan. Dokter memvonis pasien berdasarkan keadaan pasien sekarang, berdasarkan penyakit pasien yang hinggap di tubuhnya. Kalau dokter sudah memvonis umurnya tinggal beberpa bulan lagi, tapi Tuhan menghendaki umurnya masih panjang sampai beberapa tahun lagi bagaimana? Kuasa Tuhan tidak ada yang bisa menandinginya, dan itu pasti. Kalau Tuhan sudah berkehendak, kita sebagai manusia ciptaannya harus apa selain menerima kehendak Tuhan dengan hati lapang?

Dan, apa aku harus menerima Askara untuk menikahi Azzura, demi menemani sisa hidup Azzura? Oh sungguh miris sekali hidupku. Dua kali akan terjadi hal yang sama dalam hidupku. Mas Aska yang aku kira tidak akan seperti itu, tadi aku mendengar sendiri dia mengiyakan permintaan Azzura. Dia akan mencoba bilang padaku, untuk kembali menikahi Azzura. Apa aku harus merelakan demi Azzura?

Terpopuler

Comments

Fifid Dwi Ariyani

Fifid Dwi Ariyani

rusceria

2024-04-03

0

Soraya

Soraya

dri pada sakit hati lbih baik kmu yg pergi Salma kmu seorang dokter kmu kuat dan mandiri cri kebahagiaan mu sendiri

2023-10-22

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Haruskah Mengalah Lagi?
3 Aku Bukan Siapa-Siapa
4 Aku Tidak Mau Dimadu
5 Aku Bukan Pelakor
6 Aku Tidak Mau Bercerai Lagi
7 Cemburumu Terlalu Berlebihan
8 Mantan Lebih Utama
9 Saatnya Aku Pergi
10 Tutur Batin
11 Haruskan Aku Merelakan?
12 Izinkan Aku Menikahinya
13 Kita Harus Sama-Sama Belajar
14 Inikah Yang Dinamakan Adil?
15 Bertukar Kamar
16 Selamat Menunaikan Tugasmu, Azzura.
17 Bukan Aku Kejam
18 Manusia Tidak Punya Hati
19 Kedatangan Dimas
20 Keluarga Toxic
21 Aku Sangat Mencintai Salma
22 Mereka Belum Tahu Siapa Mantan Suamiku
23 Pulang
24 Hanya Sebatas Belas Kasihan
25 Sebelas Dua Belas
26 Kopi Rasa Air Laut
27 Berbaik Hati Boleh, Tapi Sekadarnya Saja
28 Permintaan Terakhir Azzura Yang Terlalu Banyak
29 Penyesalan Askara
30 Takut Gagal Lagi
31 Seperti Dihipnotis
32 Kehadiranmu Merubah Segalanya
33 Berita Tidak Penting
34 Semoga Tuhan Mengampuni Semua Dosamu
35 Mantan Rasa Teman
36 Dia Calon Suamiku
37 Aku Ini Sedang Sakit, Sal?
38 Resmi Pacaran
39 Kebimbangan Salma
40 Pindah
41 Pamit
42 Menemui Afifah
43 Dua Wanita Yang Aku Cintai
44 Aku Cemburu
45 Tidak Ingin Membuka Luka Lama
46 Ayok Piknik! Biar Gak Panik!
47 Ingin Selalu Bersama
48 Gara-Gara Semut Merah
49 Mengkhawatirkan Salma
50 Afifah Yang Beranjak Remaja
51 Salma Yang Tegas
52 Kekhawatiran Askara dan Salma
53 Sudah Memiliki Anak Gadis
54 Baru Menyadari
55 Mirip Dengan Salma
56 Om Dimas Sakit?
57 Permintaan Afifah
58 Pacar Kecilku
59 Merasa Bersalah
60 Kenalan
61 Aku Mau Putus, Titik!
62 Mimpi Indah
63 Tidak Bisa Tidur
64 Kedatangan Vero
65 Kabar Bahagia Dari Askara dan Salma
66 Mendapat Lampu Hijau
67 Tidak Ingin Ada Perdebatan
68 Istrimu Bukan Seleraku Lagi
69 Vero Yang Kecewa
70 Keluarga Vero Yang Sebenarnya
71 Cedera Karena Jadian
72 Ibarat Kucing Dikasih Ikan Asin.
73 Kartumu Akan Terbuka!
74 Kita Sudah Putus
75 Kegundahan Afifah
76 Melepas Keberangkatan Dimas Ke London
77 Sama-Sama Memakai Cincin
78 My Little Girl
79 Kebahagiaan Salma dan Askara
80 Penerus Alfarizi Bertambah Satu
81 Selalu Merindukanmu
82 Putih Abu-Abu
83 Kejutan Di Pagi Hari
84 Hari Penuh Kejutan
85 Alasan Dimas
86 Mendapat Kado Dari Rafka
87 Izinkan Aku Tetap Mencintaimu
88 Kecurigaan Salma
89 Bolos Kuliah
90 Kedatangan Tamu Asing
91 Semakin Rumit
92 Aku Calon Mertuamu!
93 Resmi Dilamar
94 Afifah Yang Menggemaskan
95 Jangan Panggil Om Lagi
96 Kangen
97 Kedatangan Kania
98 Akhirnya SAH
99 Lebih Suka Memanggil Om
100 Sedang Merajuk
101 Mendahului Kami
102 Sama-Sama Gugup
103 Malam Penuh Perjuangan
104 Penggangu Di Pagi Hari
105 Ayah Mertua Yang Kepo
106 Masih Terasa Sakit
107 Dimas Yang Sedang Terpapar Virus
108 Kita Pulang Saja
109 Sentuhanmu Canduku
110 Yusuf Yang Semakin Sulit Diatur
111 Jangan Dengarkan Kata Orang
112 Siapa Sebenarnya Wanda?
113 Menyusul Dimas
114 Quality Time Bersama Ayah
115 Afifah Yang Berubah
116 Aku Hamil?
117 Suami Siaga
118 Kebahagiaan Dimas Dan Afifah
119 Ekstra Part 1
120 Ekstra Part 2
Episodes

Updated 120 Episodes

1
Prolog
2
Haruskah Mengalah Lagi?
3
Aku Bukan Siapa-Siapa
4
Aku Tidak Mau Dimadu
5
Aku Bukan Pelakor
6
Aku Tidak Mau Bercerai Lagi
7
Cemburumu Terlalu Berlebihan
8
Mantan Lebih Utama
9
Saatnya Aku Pergi
10
Tutur Batin
11
Haruskan Aku Merelakan?
12
Izinkan Aku Menikahinya
13
Kita Harus Sama-Sama Belajar
14
Inikah Yang Dinamakan Adil?
15
Bertukar Kamar
16
Selamat Menunaikan Tugasmu, Azzura.
17
Bukan Aku Kejam
18
Manusia Tidak Punya Hati
19
Kedatangan Dimas
20
Keluarga Toxic
21
Aku Sangat Mencintai Salma
22
Mereka Belum Tahu Siapa Mantan Suamiku
23
Pulang
24
Hanya Sebatas Belas Kasihan
25
Sebelas Dua Belas
26
Kopi Rasa Air Laut
27
Berbaik Hati Boleh, Tapi Sekadarnya Saja
28
Permintaan Terakhir Azzura Yang Terlalu Banyak
29
Penyesalan Askara
30
Takut Gagal Lagi
31
Seperti Dihipnotis
32
Kehadiranmu Merubah Segalanya
33
Berita Tidak Penting
34
Semoga Tuhan Mengampuni Semua Dosamu
35
Mantan Rasa Teman
36
Dia Calon Suamiku
37
Aku Ini Sedang Sakit, Sal?
38
Resmi Pacaran
39
Kebimbangan Salma
40
Pindah
41
Pamit
42
Menemui Afifah
43
Dua Wanita Yang Aku Cintai
44
Aku Cemburu
45
Tidak Ingin Membuka Luka Lama
46
Ayok Piknik! Biar Gak Panik!
47
Ingin Selalu Bersama
48
Gara-Gara Semut Merah
49
Mengkhawatirkan Salma
50
Afifah Yang Beranjak Remaja
51
Salma Yang Tegas
52
Kekhawatiran Askara dan Salma
53
Sudah Memiliki Anak Gadis
54
Baru Menyadari
55
Mirip Dengan Salma
56
Om Dimas Sakit?
57
Permintaan Afifah
58
Pacar Kecilku
59
Merasa Bersalah
60
Kenalan
61
Aku Mau Putus, Titik!
62
Mimpi Indah
63
Tidak Bisa Tidur
64
Kedatangan Vero
65
Kabar Bahagia Dari Askara dan Salma
66
Mendapat Lampu Hijau
67
Tidak Ingin Ada Perdebatan
68
Istrimu Bukan Seleraku Lagi
69
Vero Yang Kecewa
70
Keluarga Vero Yang Sebenarnya
71
Cedera Karena Jadian
72
Ibarat Kucing Dikasih Ikan Asin.
73
Kartumu Akan Terbuka!
74
Kita Sudah Putus
75
Kegundahan Afifah
76
Melepas Keberangkatan Dimas Ke London
77
Sama-Sama Memakai Cincin
78
My Little Girl
79
Kebahagiaan Salma dan Askara
80
Penerus Alfarizi Bertambah Satu
81
Selalu Merindukanmu
82
Putih Abu-Abu
83
Kejutan Di Pagi Hari
84
Hari Penuh Kejutan
85
Alasan Dimas
86
Mendapat Kado Dari Rafka
87
Izinkan Aku Tetap Mencintaimu
88
Kecurigaan Salma
89
Bolos Kuliah
90
Kedatangan Tamu Asing
91
Semakin Rumit
92
Aku Calon Mertuamu!
93
Resmi Dilamar
94
Afifah Yang Menggemaskan
95
Jangan Panggil Om Lagi
96
Kangen
97
Kedatangan Kania
98
Akhirnya SAH
99
Lebih Suka Memanggil Om
100
Sedang Merajuk
101
Mendahului Kami
102
Sama-Sama Gugup
103
Malam Penuh Perjuangan
104
Penggangu Di Pagi Hari
105
Ayah Mertua Yang Kepo
106
Masih Terasa Sakit
107
Dimas Yang Sedang Terpapar Virus
108
Kita Pulang Saja
109
Sentuhanmu Canduku
110
Yusuf Yang Semakin Sulit Diatur
111
Jangan Dengarkan Kata Orang
112
Siapa Sebenarnya Wanda?
113
Menyusul Dimas
114
Quality Time Bersama Ayah
115
Afifah Yang Berubah
116
Aku Hamil?
117
Suami Siaga
118
Kebahagiaan Dimas Dan Afifah
119
Ekstra Part 1
120
Ekstra Part 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!