Saat mereka masih Asyik mengobrol, tiba-tiba Wali kelas mereka sudah berjalan kearah kelas mereka, padahal lonceng baru saja berbunyi, karena Pak Rudi setiap harinya memang selalu bersemangat dalam mendidik anak-anak bangsa.
"Tapi tidak dengan bapaknya, noh.. Calon mertuamu sudah datang bawain kertas lembar ulangan harian, cepet banget datangnya padahal bel baru aja bunyi." Umpat Anyelir yang langsung ngedumel.
"Tidak masalah, gue sudah buat contekan rangkap tiga untuk kita, hehe!" Alenka langsung membuat kedua mata sahabat mereka berbinar-binar.
"Woah... kamu memang terbaik Alenka!" Anyelir dan Adinda langsung memeluk erat sahabatnya dan menggandengnya untuk masuk kelas.
"Pulang nanti kita mampir di Kafe langganan kita ya dan kalian berdua harus membalas kebaikan gue hari ini." Celoteh Alenka dengan santainya.
"Kecil itu sih, yuk kita atur posisi contekan, nanti kirim foto lembar jawaban kalian ya!" Adinda si malas belajar langsung mengatur strategi.
Karena mereka bertiga terlahir dari keluarga yang kaya raya dan juga turun temurun, jadi tidak pernah takut dengan karier dan masa depan mereka nantinya, karena sudah pasti ada yang menjamin, itu mengapa mereka jadi malas belajar.
"Asiap Bestie!"
Tiga A mulai duduk kembali ke bangku mereka masing-masing, dan bersiap mengerjalan Ulangan harian dari Pak Wali kelas mereka yang bernama pak Rudi.
Belum ada dua jam ulangan harian mereka dikerjakan, namun Anyelir sudah meletakkan kepalanya diatas bangku dan ingin memejamkan kedua matanya yang seolah sudah merasa ngantuk berat.
"Anyelir, kenapa kamu tidur! apa tugasmu sudah selesai?" Teriak Pak Wali kelas disamping telinganya.
"Pffthh.. Haha! ngitung kancing baju itu pasti!" Ledek murid-murid yang lainnya.
"Eits... Sudah dong pak!" Anyelir langsung mengangkat lembar jawaban mereka.
"Sini kumpulkan jawaban kalian bertiga." Seolah Pak Wali kelas tahu dengan kebiasaan mereka masing-masing.
"Kenapa harus bertiga Pak yang salah kan Anyelir doang, kami nggak ikut-ikutan kawan!" Adinda dan Alenka yang sedari tadi melamun tiba-tiba tersentak, karena jika sudah berurusan dengan pak Rudi itu ribet urusannya.
"Karena jawaban kalian semua pasti sama."
Pak Rudi langsung mengabil kertas jawaban mereka dan langsung mencocokanya.
"Tapi kalau jawabannya memang benar itu, ya memang harus sama dong pak!" Anyelir merasa tidak terima, walaupun jawaban mereka memang sama namun setidaknya dia menulis dengan tangannya sendiri.
"Masalahnya, jawaban salah kalian juga sama pilihannya, dari nomor satu sampai tiga puluh, nggak salah nggak benar semua pilihan kalian sama dan jawaban easy kalian juga sama persis nggak ada bedanya, lalu apa itu namanya?" Pak Rudi seolah sudah mengeluarkan sungutnya, selalu saja dia dibuat pusing dengan dengan tingkah Tiga A ini.
"Tulisan kami tapi beda loh pak!" Anyelir mencoba membela diri walau sebenarnya tidak berarti.
"Anyelir, kamu ini udah salah masih aja ngotot, bisa nggak kamu itu jadi anak yang kalem penurut, kayak Jenny atau kayak Kalandra, mereka nggak banyak bicara, tapi prestasi terdepan, sebentar lagi sudah mau ujian nasional loh ini, api kalian masih begini-bengini saja!" Pak Rudi langsung berkacak pinggang disana, kalau sudah mood Angry begitu, semua murid dikelas itu pun ikut terdiam yang tadinya meledek Tiga A.
"Wong ko ngene kok dibanding-bandingke, saing-saingke, yo mesti kalah!" Dan hanya Anyelir dan kedua sahabatnya itu yang tidak punya rasa takut, bahkan menjawabnya dengan saling bersahutan bernyanyi.
Brak!
"TIGA A!"
Pak Rudi langsung menggebrak mejanya sendiri karena merasa kesal dengan ketiga muridnya yang luar biasa itu.
"Begini aja pak, gimana kalau bapak nyuruh Kalandra buat ngajarin kami bertiga, biar kami juga ketularan pintar?" Anyelir langsung menemukan ide cemerlangnya, agar dia bisa berdekatan dengan Kalandra.
"Maksudnya?" Pak Rudi mencoba menahan emosinya, karena takut jika darah tingginya kambuh hanya karena ulah murid-murid nakalnya.
"Kerja kelompok begitu loh pak, aku janji deh nggak akan ngecewain bapak, emang bapak nggak mau apa kalau calon menantu bapak si Alenka itu ikutan pinter juga?" Anyelir langsung mengatakanna tanpa rasa takut, bahkan didepan siswa lainnya yang langsung mulai bisik-bisik, karena seolah mendapatkan gosip terbaru.
"Emm?"
Pak Rudi terlihat berpikir keras, kalau beneran Alenka bakal jadi calon mantunya dan lulus ujian apalagi dia wali kelasnya,sudah pasti dia akan malu berat nantinya.
"Ayolah pak!" Anyelir kembali berbisik kearah Pak Rudi.
"Ya sudahlah, Okey! Kalandra dan Jenny pulang sekolah nanti kamu ajarin Tiga A, anggap saja ini les pribadi, suruh mereka bayar uang lelah kalau perlu, karena kalian teman sekelas ya bayarannya bisa kamu diskon nantinya, lumayan buat nambahin uang jajan kalian berdua bukan." Akhirnya Pak Rudi menyetujuinya, walau semoat jadi provokator untuk Kalandra dan Jenny agar meminta bayaran, karena Pak Rudi sudah bisa membayangkan betapa susahnya nanti saat mengajarkan materi kepada tiga wanita berparaskan cantik namun ngeyelnya minta ampun itu.
"Hah? Tapi pak---?" Kalandra langsung merasa keberatan, dia pun tahu bagaimana perangai dari tiga A yang memang malas belajar.
"Asiap Pak Wali, berapapun bayarannya untuk kami itu tidak masalah, nggak perlu minta diskon, karena sejatinya barang murah itu tidak bagus, muehehe!"
Anyelir langaung memberikan salam hormat kepada pak Rudi, karena secara langsung misinya akan berjalan lancar, bisa melihat dengan jarak dekat apalagi bisa berinteraksi langsung dengan Kalandra seolah membuat semangat di dirinya muncul seketika, bahkan seolah menggebu-gebu.
"Good, Jangan menolak Kalandra, anggap saja ini permintaan dari bapak, karena kalau ada salah satu diantara kalian dari kelas ini yang tidak lulus nantinya, harga diri bapak jadi taruhannya sebagai wali kelas kalian, mengerti?"
Pak Rudi langsung merasa bebannya sebagai wali kelas sedikit terbantu, karena dia juga ingin mereka semua bisa lulus dengan nilai yang baik.
"Tapi aku tidak bisa lama Pak." Ucap Kalandra, karena kalau sampai lama takut kepalanya akan pusing saat mengajarinya.
"Tidak masalah, satu atau dua jam sudah cukup, asalkan tiap hari." Celetuk Pak Rudi yang membuat Kalandra langsung protes.
"Hah? kenapa setiap hari pak?" Dia sudah malas dulu bahkan sebelum memulainya, sudah pasti waktunya akan terbuang banyak pikirnya.
"Sabtu dan Minggu kamu bisa libur, karena kalau hanya satu minggu sekali, aku rasa Tiga A itu sudah kembali lupa caranya."
"Tapi pak?" Kalandra dan Jenny begitu kesal sepertinya mendengar keputusan itu, lain dengan Anyelir yang langsung terlihat bahagia.
"Hanya sebulan saja, tidak akan lama, jadi bertahanlah!"
Kalau Pak wali kelas sudah bertitah, tidak ada yang bisa menolak, walau sebenarnya Kalandra dan Jenny seolah malas harus memberikan les kepada Tiga A, yang sudah pasti akan menguras emosi dan tenaga.
Lebih baik jatuh ketika muda karena jika kau terjatuh ketika tua, kau akan terus terbayang oleh rasa malu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments
Diank
Hmm ..apa mungkin ini yang bikin Kalandra dendam pada Anyelir karena waktunya habis digunakan untuk mengajari Trio A
2023-04-16
0
Anik Trisubekti
lanjut bestie 😍
maraton kita hari ini
2023-04-15
1