Dan semua mimpi buruk dari Anyelir yang kini menjadi sebuah kenyataan itu, berawal dari saat Anyelir dan Kalandra masih dibangku Sekolah Menengah Atas.
Senin pagi disebuah Sekolah Menengah Atas yang paling bergengsi di kota itu diawali dengan sebuah kegiatan rutin yaitu Upacara Bendera.
Kalandra sebagai salah satu anggota OSIS disana, sudah standby sebagai petugas yang akan membantu ketika ada siswa yang pingsan saat upacara bendera, mengingat suasana pagi itu sudah sangat terik sekali.
"Tiga A, cepat masuk kedalam barisan kalian, nggak usah banyak gaya kalian!" Ucap Wali kelas dari Anyelir.
"Sabar dong pak, masih pake sunscreen dulu ini."
Tiga A adalah nama dari Geng Anyelir, yang beranggotakan Anyelir, Adinda dan Alenka. Mereka tiga sekawan yang tidak terpisahkan kemanapun dan dimanapun, soal tampang mereka sudah tidak diragukan lagi, soal harta kekayaan masing-masing adalah pewaris dari perusahaan keluarga yang kaya raya, dan soal prestasi di sekolah mereka bertiga adalah rangking pertama, kedua dan ketiga, namun peringkat dari belakang.
"Cuma mau upacara bendera aja pake dandan segala, cepat lari kalian!" Ucap Wali kelas mereka yang hanya bisa geleng kepala, mau marah tapi seolah sudah bosan karena setiap hari mereka selalu membuat ulah, mau melaporkan kepada orang tua mereka, namun orang tua mereka masing-masing adalah para penyumbang dana terbesar di sekolah itu.
"Nanti kalau wajah kita gosong gimana dong pak, aset masa depan yang berharga ini loh!" Umpat Anyelir yang tetap menatap wajahnya dengan cermin kecil yang selalu menjadi penghuni kantong bajunya.
"Iya kan, emang kalau wajah kita sampai iritasi dan merah-merah gitu, bapak mau tanggung jawab?" Adinda pun langsung ikut menimpali, seolah tidak ada guru yang mereka segani di sekolah itu.
"He em, nanti anak bapak yang tampan itu selingkuh lagi dari aku, emang nggak kasian apa sama calon mantu kamu ini pak?" Alenka bahkan dengan Percaya dirinya pamer tanpa rasa canggung apalagi malu.
"Calon mantu?" Wali kelas mereka itu langsung berpikir sejenak.
"Loh.. bapak nggak tahu ya kalau, Alenka adalah kekasih putra bapak?" Ucap Anyelir yang semakin membuat Wali kelasnya melongo.
"Maksud kamu Rico?" Dia langsung mengingat nama putra pertamanya.
"Hehe... Iya pak, kami baru saja jadian sama Aa Rico, mohon doa restunya ya pak?" Celoteh Alenka kembali.
"Astaga, anak itu! ya sudahlah cepat kalian masuk barisan, atau mau bapak hukum lari lapangan tiga kali setelah upacara berakhir?" Ancam Pak wali kelas yang tidak mau ambil pusing saat mendengar ocehan mereka, lagi pula mereka masih anak ABG pikirnya.
"Iya deh pak, yaelah galak banget dah!" Umpat Anyelir yang langsung menggandeng kedua temannya untuk pergi ke lapangan.
"Apes dah Luu, punya calon mertua kayak pak Rudi!" Ledek Adinda dengan tatapan mengejek ke arah Anyelir.
"Bodo amat, yang nikahin gue kan Aa Rico, tinggal buat dia bucin aja apa susahnya, jika anaknya tergila-gila dengan gue, orang tuanya bisa apa!" Jawab Alenka dengan santainya.
"Bahaha... bisa aja luu panci presto!"
Akhirnya mereka bertiga berjalan berlenggak-lenggok menuju lapangan sekolah dan saat melihat Kalandra sudah berada dibarisannya, wajah Anyelir seolah langsung berubah berbunga-bunga.
"Woi... nanti kalau Kalandra sudah mulai keliling barisan, kalian panggil dia ya, bilang gue mau pingsan." Bisik Anyelir dengan tingkah jahilnya.
"Hah, awal lagi cuy, masak udah mau pingsan aja?" Ledek Alenka yang menatap heran kearah temannya itu, mereka sudah tahu kalau Anyelir memang peminat berat Kalandra.
"Iya, lemah luu!" Adinda pun menyetujui pendapat Alenka.
"Cuma pura-pura doang geng, biar aku digendong, kapan lagi aku bisa merasakan berada didalam pelukannya, ya kan? kalian ini kayak nggak tau aja!" Bisik Anyelir kembali.
"Woah Anye? kalau soal bibit unggul memang benar-benar licik kamu ya!" Alenka lansung mengacungkan jempolnya kearah Anyelir.
"Akan aku pastikan dia menjadi jodohku di masa depan!" Celetuk Anyelir dengan sombongnya.
"Dih... Pede banget lu, dia sukanya yang kalem-kalem cuy, sedangkan elu, parah!" Ledek Adinda dan Alenka dengan kompak.
"Sembarangan aja kalau ngomong ya, aku sih tergantung bagaimana mereka memperlakukan gue, kalau dia kalem gue juga bisa kalem, tapi kalau dia Ngegas, gue juga bisa Ngetril cuy!" Anyelir langsung menaikkan kedua bahunya dengan cuek.
"Balapan lah ya,haha!"
"Pokoknya kalau dia sudah mau lewat sini, kalian langsung panggil Kalandra ya!" Anyelir kembaki menegaskan perintahnya.
"Untungnya apa nih, buat kita berdua?" Ledek Alenka yang langsung bersidekap kearahnya.
"Yaelah, itungan amat kalian sama gue Geng, nanti pulang sekolah gue traktir shoping deh!"
"Asiap kalau begitu, itung-itung uang jajan kita aman ye kan Al?" Adinda langsung mengiyakan saja.
"Yoi Din!" Akhirnya Alenka dan Adinda langsung bertos ria.
"Dasar, kartu di Dompet aja unlimited, masih ngarep traktiran aja kalian!" Cibir Anyelir yang langsung tersenyum masam.
"Kalau ada yang gratis, kenapa harus beli ye kan?"
"Cocok!" Jawab Kedua sahabat Anyelir itu secara bersamaan.
"Diam kalian berdua, Kalandra sudah mau lewat noh, siap-siap acting kalian!"
Mereka langsung kembali berbaris ditempat masing-masing dan Anyelir segera mengeluarkan bedak nya untuk menutupi lipstik di bibiirnya dengan bedak, agar wajahnya terlihat pucat.
"Kal.. tolong Kal!" Teriak Alenka dengan wajah pura-pura panik, kalau soal acting Tiga A memang tidak perlu diragukan lagi.
"Kenapa?" Jawab Kalandra dengan santainya, dia sudah tahu bagaimana perangai Tiga A itu.
"Anyelir mau pingsan, gimana ini?" Adinda pun masuk dalam sandiwara pagi mereka.
"Ckk... Dia mau pingsan atau sengaja mau ngadem di UKS aja?" Cibir Kalandra dengan curiga.
"Ish... kamu ini Kal, dia beneran mau pingsan loh, eh.. eh.. Kal!" Alenka lansung menyangga tubuh Anyelir yang sudah melemas.
Bruk!
Dan saat Anyelir sengaja menjatuhkan diri, Kalandra langsung berlari dan menangkapnya, sebelum tubuh Anyelir jatuh ke lantai lapangan upacara bendera.
Grep!
*Yess*!
Saat berada didalam dekapan Kalandra, si Anyelir langsung mengedipkan satu matanya kearah kedua temannya yang langsung melengos karena merasa jengah sendiri dengan kelakuan licik Anyelir, hanya karena alasan ngebet banget pengen digendong oleh Kalandra.
"Eugh!"
Saat tubuh Anyelir sudah di baringkan di ranjang UKS, tak selang beberapa lama dia langsung pura-pura melengvh dan membuka kedua matanya, karena jika berada dalam jarak dekat dengan Kalandra atau bahkan hanya berduaan seperti ini, sudah pasti detak jantungnya berpacu dengan cepat, dia takut Kalandra akan menyadarinya kalau dia kelamaan pura-pura pingsan.
"Sudah sadar kamu? cepet banget? jangan bilang dugaanku benar, kamu hanya pengen ngadem di ruang UKS saja kan?" Ucap Kalandra dengan tatapan curiga.
"Ckk... kamu ini jangan jahat-jahat jadi orang, aku beneran pusing ini." Umpat Anyelir yang pura-pura lemas.
"Mau minum apa?" Tanya Kalandra yang akhirnya tidak mau tahu.
"Jus jeruk ada?" Pinta Anyelir yang membuat lirikan mata Kalandra terlihat tajam.
"Mana ada orang bangun dari pingsan mintanya jus jeruk!"
*Aish sial... mulutku ini kenapa minta jus jeruk sih*?"
"Aku biasanya tiap pagi minum itu, tadi aku bangun kesiangan jadi lupa sarapan dan akhirnya pingsan deh." Jawab Anyelir dengan lemah, dia merutuki ucapannya sendiri.
"Heleh, sudahlah pake selimutmu, aku ambilkan minum dulu." Walaupun merasa jengah namun Kalandra mengambilkan selimut juga untuk Anyelir.
"Terima kasih kesayangan." Celetuk Anyelir dengan senyuman manisnya.
"Kamu ngomong apa?" Tanya Kalandra kembali.
"Ehh... maksudnya terima kasih Kalandra."
"Cih!"
Dia langsung melengos saat mendengarnya, dia tipe pria yang tidak suka terlalu mengumbar sesuatu hal, apalagi melihat wanita yang terlalu berlebihan.
Tak selang beberapa lama, Kalandra kembali membawakan satu gelas teh hangat, roti dan juga jus jeruk.
"Nih minum tehnya dulu, setelah itu makan rotinya, baru boleh minum jus jeruk, memangnya lambungmu itu terbuat dari besi baja apa, belum sarapan kok minum yang asem-asem."
"Mau minum yang asem juga lambungku tidak masalah, karena saat berdua bersama kamu, semua terasa manis bagiku."
*Eaaaaaa*!
"Eherm... aku tunggu didepan pintu saja,kalau ada apa-apa panggil saja aku dari situ."
Kalandra hanya bisa menahan nafas saja, sebenarnya dia kesal, namun entah mengapa wajahnya terasa hangat seketika saat mendengar rayuan maut dadakan dari Anyelir.
JANGAN LUPA BESTIE, LIKE, HADIAH DAN VOTENYA DITUNGGU, KARENA DUKUNGAN KALIAN ADALAH SEMANGAT AUTHOR😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments
Lia Yulia
cerita awalnya masih ada yg Somplak😁trio A....
2023-04-16
1
gemar baca
em....anyelir agresif d masa sekolahnya 😂seru ini iska 👍
2023-04-16
1
Diank
Masih nyimak Kak, penasaran apa yang membuat kalandra membenci Anyelir dimasa lalu hingga sekarang, apakah dendamnya salah alamat???
2023-04-15
1