Di ruangan pengawas ujian itu, bisa terlihat ketegangan para guru yang menyaksikan dari balik layar perjuangan para siswa, berharap bahwa kelima siswa yang tersisa juga bisa selamat dalam insiden naas dungeon break yang tiba-tiba terjadi tersebut.
Arno dan Lisanna melakukan serangan kombinasi dengan baik mengalahkan sang boss dungeon.
Lisanna jelas lebih hebat dalam kemampuan berpedang ketimbang Arno, tetapi terlihat jelas bahwa Laviar lebih mengagumi gaya berpedang kontemporer Arno yang elegan.
Laviar benar-benar iri melihatnya sampai di tahap dia juga berharap bisa memiliki kemampuan berpedang sehebat Arno.
“Ah, pasti bakat bawaan game-nya kah?”
Laviar bergumam iri yang tertuju kepada Arno.
Bakat bawaan game.
Laviar hanya bisa menduga bahwa pasti bakat bawaan game milik Arno adalah suatu bakat ultra rare yang bisa membuatnya sehebat itu dalam berpedang.
Berbeda dengan Arno, Laviar hanya mewarisi skill cut yang diperolehnya berdasarkan jalinan antara tuan dan familiarnya dengan Anto.
Skill cut mampu mempertajam bilah pedang dan sejenisnya yang dijadikannya senjata.
Namun itu tidak mengubah keterbatasan Laviar dalam menggunakan teknik berpedang.
Selama menjadi boss dungeon seribu tahun lamanya pun, Laviar kebanyakan mengandalkan sihirnya dalam menyerang.
Itu berarti dia sangat kikuk dalam serangan fisik, terutama kemampuan berpedang.
Itulah yang membuat Laviar sangat iri dengan orang-orang seperti Arno yang terlahir jenius dalam bakat berpedangnya.
Dalam waktu sekejap, perpaduan kombinasi berpedang antara Arno dan Lisanna mampu mengalahkan sang boss dungeon tersebut.
Selamat kepada Player Sana, Arno, Tika, Viar, dan Leo karena sudah menyelesaikan dungeon level E.
Hadiah akan segera ditransfer sesuai dengan kontribusi masing-masing.
Namun, hal tak terduga tiba-tiba terjadi.
Muncul esensi dari sebagian kecil tubuh boss dungeon yang telah dikalahkan.
Sayangnya, sama sekali tak satu pun di ruangan tersebut yang menyadarinya, termasuk para guru yang menyaksikan dari monitor di ruang pengawas ujian.
Lalu dengan secepat kilat, esensi itu pun menandai salah seorang di antara mereka yang terlengah saat itu dengan kutukan penanda kematian.
Ya, itu Laviar yang masih terpukau oleh kehebatan berpedang Arno.
Kutukan banshee teraktifkan.
Anda akan mati dalam waktu 1,5 jam jika sumber kutukan tidak segera dienyahkan.
“Viar, awas!”
Arno berlari sekuat tenaga secepat yang dia bisa demi menyelamatkan Viar yang telah terperangkap dalam proses pemberian kutukan oleh esensi kecil monster shinigami tersebut.
Arno di detik-detik terakhir berhasil sampai di celah-celah antara Viar dan monster tersebut sebelum proses pemberian kutukan selesai.
Lisanna, Leonardo, dan Tika yang menyaksikan kejadian tersebut yang berlangsung dengan sangat cepat, hanya bisa terperangah.
“Arno! Tidak!”
Lisanna segera berteriak histeris begitu menyaksikan Arno yang tanpa pikir panjang justru mengorbankan dirinya demi Viar.
Namun begitu Lisanna hendak pula akan menyusul Arno untuk balik menyelamatkannya, baik Lisanna, Leonardo, maupun Tika, telah tertransfer kembali ke dunia nyata perihal dungeon yang telah terselesaikan.
Adapun Arno dan Viar, juga tiba-tiba menghilang dari tempat tersebut setelah menerima kutukan banshee.
Namun mereka berdua sama sekali tak muncul kembali ke dunia nyata.
Kutukan banshee yang semula hanya tertuju kepada Viar seorang, kini juga ikut terbagi kepada Arno berkat campur tangan Arno sendiri.
Seketika pemberitahuan Sistem ikut berubah.
Terjadi perubahan mendadak pada kutukan.
Kutukan banshee telah terbagi kepada player Viar dan Arno.
Mengkalkulasi ulang waktu pengaktifan kutukan…
Terjadi perubahan.
Player Viar dan Arno akan mati dalam waktu 3 jam jika sumber kutukan tidak segera dienyahkan.
-Flash.
Begitulah, layar monitor di mana para guru selama ini bisa melihat perjuangan Lisanna dan kawan-kawan di dalam dungeon tiba-tiba saja berubah gelap.
Itu disertai dengan munculnya kembali Lisanna, Leonardo, dan Tika di ruang pertransferan yang segera menerima sambutan hangat dan penuh sukacita dari para guru.
Terkecuali oleh Profesor Fritz dan Profesor Adeleine yang menunjukkan ekspresi seakan dunia akan berakhir.
Mereka panik.
“Ini bohong kan?” Kemana siswa Arnoria?! Mengapa dia juga tak ikut kembali?!”
Profesor Adeleine berteriak marah yang diikuti oleh ekspresi suram para guru lainnya terutama Profesor Billoaz.
Tidak hanya ini akan mencoreng nama sekolah mereka, Arnoria Rosechild adalah pewaris utama dari perusahaan keluarga Rosechild yang telah mendirikan guild hunter terbesar kedua di Indonesista hanya dalam kurun waktu tiga tahun ini semenjak dungeon break pertama muncul di dunia nyata.
Lantas sebagai ketua panitia pelaksanaan ujian itu, Profesor Billoaz pasti akan lebih menerima impaknya.
Tentu saja di luar dari konsekuensi yang harus diterimanya itu, Profesor Billoaz yang telah menganggap para siswa seperti anaknya sendiri, lebih frustasi akan kematian sia-sia yang harus diterima oleh para siswa perihal serangan sindikat penjahat tersebut yang menyebabkan dungeon break terjadi tepat pada saat pelaksanaan ujian akan dimulai.
Terlebih salah satu anggota sindikat kejahatan itu yang menjadikan siswa mereka sebagai tumbal kejahatannya besar kemungkinan adalah salah seorang di antara pengajar di sekolah mereka sendiri.
Namun ini belum saatnya berputus asa.
Masih ada dua siswa yang bisa diselamatkan lagi.
Walaupun layar monitor itu telah gelap tak bergambar, masih ada tanda-tanda yang diperoleh oleh Danill sang teknisi bahwa kedua siswa yang tiba-tiba menghilang, Arno dan Viar, masih hidup.
***
Anda baru saja tertransfer ke ruang tersembunyi dari dungeon bersama Arnoria Rosechild.
Memperoleh misi tingkat B
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Misi Tingkat B: Selamatkan Arno
Syarat keberhasilan: Arno berhasil keluar dari dungeon dengan selamat
Lamanya misi: 3 jam
Berhasil: poin kontribusi 1000 poin, 1 tiket harapan
Gagal: mengalami mimpi buruk selama 1551 hari
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Laviar segera tersadar kembali begitu memperoleh pemberitahuan Sistem yang berbeda dari yang biasanya tampil di muka umum.
Sistem yang biasanya hanya berperan sebagai sumber informasi dungeon kepada para hunter, seperti level dungeon, hadiah penyelesaian dungeonnya, dan sejenisnya, hanya kepada Laviar saja sang Sistem sering memberikan sesuatu yang namanya misi.
Dan itu bukan misi sembarangan.
Tak jarang misi yang diberikan oleh Sistem tersebut sangat aneh.
Jika berhasil dilaksanakan, maka Laviar akan diberikan hadiah yang luar biasa.
Namun jikalau gagal, hukuman di luar nalar pun menantinya.
Seperti saat ini, misi menyelamatkan Arnoria Rosechild dari ruangan tersembunyi di dalam dungeon.
Tentu saja tanpa disuruh oleh Sistem sekalipun, Laviar yang telah menganggap Arno sebagai sahabatnya di luar dari rasa bencinya terhadap umat manusia di mana Arno adalah salah satu di antaranya, akan tetap melakukannya dengan senang hati.
Namun, tingginya level misi sampai mencapai peringkat B serta reward yang luar biasa berupa satu tiket harapan, mau tidak mau membuat Laviar berkeringat dingin.
Dia sudah mempelajari sifat Sistem dengan baik selama ini.
Sistem bukanlah keberadaan yang bersifat royal yang akan memberikan banyak hadiah hanya untuk misi yang kecil.
Semakin besar hadiahnya, itu berarti pasti akan semakin sulit pula tingkat penyelesaian misinya.
Itu berarti jalan untuk mereka berdua bisa selamat dari ruang tersembunyi dari dungeon tersebut pasti sangat sangatlah sulit.
“Ukh.”
Tidak lama setelah Laviar memperoleh kesadarannya, Arno pun ikut tersadar.
Laviar menatap wajah sahabatnya itu baik-baik.
Laviar kini tidak bisa lagi marah oleh sikap pushover Arno yang berlebihan yang sekali lagi menyelamatkannya lantaran sifatnya yang selalu mengutamakan teman daripada keselamatan dirinya sendiri.
Padahal Arno bisa saja selamat saat itu seperti halnya Lisanna dan kawan-kawannya, namun dia sekali lagi memilih untuk menyelamatkan Laviar untuk yang kedua kalinya.
Sebagai subjek yang menarik Arno pada kesialannya yang beruntun itu, Laviar sedikit menyalahkan dirinya.
Itulah sebabnya dia tak sanggup lagi marah pada Arno.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments