Chapter 17 – ALTRUISME ARNO bag. 2

“…ar. …ar. Viar.”

Suara seseorang segera membangunkan aku dari pingsanku.

Begitu aku membuka mata, dapat kulihat wajah Arno yang sangat mengkhawatirkanku.

Perlahan, kugerakkan jari-jemari ini dimulai dari kanan lalu ke kiri.

Syukurlah itu bisa digerakkan.

Aku kemudian mencoba bangun untuk mengecek kondisi tubuhku yang lain dan tampaknya juga tidak kenapa-kenapa.

Kucoba mengingat kembali apa yang baru saja terjadi sebelum aku pingsan.

Akan tetapi, bau pengap dungeon yang seakan menahan oksigen masuk ke paru-paruku terasa cukup menyiksa.

“Ukh.”

Aku meremas bagian dadaku yang tiba-tiba terasa sesak.

“Viar, kamu baik-baik saja?”

Aku menoleh kepada orang yang memanggil namaku itu.

Itu benar.

Bajingan itu baru saja melakukan tindakan yang di luar nalar.

“Ngomong-ngomong, Arno, bagaimana keadaan teman sekelas yang lain?”

Seketika ekspresi Arno berubah sedih begitu aku menanyakan pertanyaan itu.

“Termasuk George, aku gagal menyelamatkan kedelapan belas teman kita yang lain. Itu karena aku kurang kekuatan.”

Aku paham kesedihannya, namun sebenarnya bukan itu yang ingin aku tanyakan kepada Arno.

Yah, tapi kedelapan belas teman itu juga telah menghabiskan sepanjang waktu bersamaku selama tiga tahun aku berada di SMUT.

Mana mungkin aku tak merasakan apa-apa pada kematian mereka.

“Ck. Bukan itu. Lagian mengapa kamu yang mesti murung, hah? Mereka mati bukan karena kesalahanmu. Itu karena kesalahan sindikat penjahat yang mengacaukan ujian kita itu.”

Dapat kulihat Arno meremas tangannya erat-erat.

Meski tatapan matanya dari jauh tetap terlihat lembut, bisa kusaksikan api amarah terbakar lewat matanya.

Tidak hanya Arno yang marah, aku pun sama marahnya dengannya.

Siapapun dalang dari kekacauan ini, aku bersumpah akan membunuh mereka semua.

“Yang aku maksudkan dengan kesepuluh orang yang tadi bersama kita, Erna dan kawan-kawan.”

“Ah, mereka. Kalau mereka, kamu tenang saja, Viar. Mereka telah aman karena aku sudah menggunakan Return Stone-ku untuk mengembalikan mereka ke dunia nyata.”

“Hei… Arno. Darimana kamu mendapatkan Return Stone itu?”

Aku bertanya sembari benar-benar menatap wajah Arno dengan serius kali ini.

“Itu adalah artifak milik keluargaku yang memang selalu kubawa ke mana-mana di dimensi spasial-ku. Jika sewaktu-waktu aku dalam bahaya, aku dapat menggunakannya untuk kabur kembali ke rumah.”

-Puak!

Aku tak lagi dapat menahan amarahku, lantas aku memberikan kepada Arno sebuah bogeman mentah.

“Ukh.”

Tetapi sebagai akibatnya, justru aku yang semakin sekarat, kemungkinan karena luka di dadaku.

“Viar, kamu baik-baik saja?”

“Lepaskan aku, dasar pushover!”

Aku segera menghempaskan tangan Arno yang hendak memapahku.

“Kau ternyata punya barang seperti itu, tetapi mengapa kau… Mengapa kau! Aaaakkkhhhh, dasar bodoh! Aku tak tahu lagi harus bagaimana terhadapmu!”

“Maafkan aku, Viar. Seandainya saja tadi aku memutuskan untuk menggunakannya lebih cepat, aku pasti juga bisa menyelamatkanmu dengan Return Stone itu.”

-Puak, puak, puak.

Aku sangat kesal dengan ocehan di mulut Arno itu sehingga aku kembali menghajarnya berkali-kali.

Tetapi mengapa bocah ini malah diam saja dihajar begitu?

“Maafkan aku, maafkan aku.”

Air mata Arno seketika tumpah begitu dia tampak tulus meminta maaf.

Aku bahkan heran apa yang sebenarnya membuatnya merasa sangat bersalah.

“Oi, mengapa kamu malah meminta maaf?!”

Aku rasanya sudah memahami benar sifat altruisme Arno, tetapi ternyata itu jauh lebih buruk dari dugaanku.

Aku tak pernah menyangka bahkan di situasi ekstrim di mana nyawa bisa menjadi taruhannya, dia masih tetap dapat mengutamakan keselamatan orang lain ketimbang dirinya sendiri.

“Bukan itu yang aku maksudkan. Lagipula mengapa aku harus mengharapkan pertolonganmu, hah?!”

“Bukan itu, dasar bodoh!”

“Yang aku tanyakan, mengapa kamu tidak sedari awal menggunakan itu untuk kabur ketika kamu menyadari bahaya?!”

“Mengapa kamu perlu berkeliaran sana-sini demi menyelamatkan orang lain?!”

“Apa nyawa orang lain di situasi ini begitu penting bagimu?!”

“Asal kamu tahu, jika kamu juga menjadi korban dalam bencana ini, teman-teman sekelas yang kamu sayangi itu palingan hanya akan menangisimu selama tiga hari!”

“Keluargamu hanya akan meratapimu selama seminggu!”

“Setelah itu apa?”

“Kamu hanya akan terlupakan dan menjadi masa lalu bagi mereka.”

“Apakah kamu baik-baik saja dengan itu?!”

“Apakah kamu segitu tidak menghargainya hidupmu?!”

Aku meledak.

Aku tak tahu lagi apa yang harus kukatakan padanya.

Namun satu hal, Arno-lah orang yang paling tidak boleh menjadi hunter di dunia ini.

Dia hanya akan segera mati begitu memperoleh lisensinya.

Dia sangat baik, saking baiknya, membuat aku muak.

Begitu aku memperhatikan kembali wajah Arno, dia telah babak-belur.

Seketika aku merasa bersalah padanya.

Bagaimana bisa di situasi genting ini, aku malah memperburuk staminanya?

Bagaimana jika tiba-tiba ada monster yang menyerang, Arno jadi tidak bisa bergerak karena baru saja kuhajar?

Hah, ini juga salahnya, mengapa membiarkan dirinya dipukuli begitu saja.

“Maaf, aku kelepasan, Arno.”

“Aku tidak seharusnya melampiaskan amarahku padamu sejak aku adalah salah satu orang yang telah kau selamatkan.”

“Itu tidak dipungkiri bahwa aku masih bisa hidup sampai saat ini karena kaulah yang menyelamatkanku.”

Bisa kulihat wajah Arno seketika berubah cerah begitu aku mengucapkan kalimat itu padanya.

“Ck. Karena sudah terlanjur begini, yang terpenting sekarang adalah keluar dari tempat ini hidup-hidup.”

“Hmm.”

Arno mengangguk lantas berdiri sembari mengulurkan tangannya untuk membantu aku ikut berdiri pula.

***

Arno dan Viar berjalan menyusuri ruang sempit nan gelap itu.

Berkat skill bayangan Anto yang terhubung ke Viar, Viar masih mampu melihat dengan baik walaupun di dalam kegelapan.

Beda halnya dengan Arno, dia tak sanggup melihat apa-apa.

Akan tetapi, Arno yang sudah menguasai aura pedang, mampu mempertajam inderanya yang lain untuk menutupi terhalangnya indera penglihatannya tersebut.

Tempat mereka terjatuh adalah sarang evil spirit.

Syukurlah skill dari bakat bawaan game baik Arno maupun Viar, sama-sama kompatibel untuk menghadapi evil spirit.

Tepatnya bukan Viar, melainkan jurus bayangan Anto-lah, familiar Viar, yang serangannya bisa efektif melawan para evil spirit tersebut.

Untuk Arno, dia dengan mudah menggunakan pedang auranya untuk membelah keberadaan astral yang bersembunyi di dalam kegelapan.

Strategi yang mereka bentuk sederhana.

Arno sebagai penyerang utama yang menyerang para evil spirit yang menerjang.

Adapun Viar dengan menggunakan familiar-nya, Anto, menyisihkan para evil spirit yang lepas dari pengawasan Arno dengan menariknya ke dalam bayangan lantas menelannya bulat-bulat.

Tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk segera menemukan jalan keluar kembali, terima kasih berkat skill pelacakan bayangan Anto yang luar biasa yang secara resmi telah dikenal sebagai beast tame partner dari Viar tersebut.

***

Begitu Viar dan Arno membuka pintu keluar tersebut, komunikasi dari ruang pengawas ujian akhirnya terhubung kembali.

Namun apa yang mereka dengar setelah beberapa saat terjebak di dalam sana adalah celotehan Profesor Catchilaoz.

“Itulah sudah kubilang jangan pernah percaya pada rakyat jelata!”

“Selama ini kalian mengabaikan aku dengan mengatakan bahwa si rakyat jelata Luvien itu baik-baik saja sebagai pengajar karena kemampuannya!”

“Lihatlah sekarang apa yang dilakukannya?!”

“Dia rupanya adalah anggota organisasi sindikat kejahatan itu yang menargetkan anak-anak yang merupakan masa depan negeri ini!”

“Kalau sudah seperti ini, bagaimana kalian akan bertanggung jawab?!”

“Lagipula sedari dulu ide Sultan Hasanuddin Gerfinda tentang kesamarataan adalah hal yang tak masuk akal!”

“Bagaimana kita bisa mempercayai orang-orang yang tidak jelas asal-usul orang tuanya?!”

Mendengar ucapan Profesor Catchilaoz tersebut, Laviar marah.

Namun itu bukan karena Profesor Catchilaoz menghina rakyat jelata.

Itu karena Laviar marah akan fakta bahwa di antara sesama mereka sendiri, manusia saling menyakiti.

Dari sudut pandang Laviar sebagai ras vampir, apa yang dilakukan oleh umat manusia itu benar-benar konyol.

Episodes
1 Chapter 1 – SEORANG PANGERAN VAMPIR BERNAMA LAVIAR
2 Chapter 2 – KE DUNIA MANUSIA
3 Chapter 3 – DUNGEON BREAK PERTAMA
4 Chapter 4 – LANGKAH PERTAMA MENJADI HUNTER
5 Chapter 5 – UJIAN MASUK SMUT
6 Chapter 6 – TEMAN BERHARGA bag. 1
7 Chapter 7 – TEMAN BERHARGA bag. 2
8 Chapter 8 – TEMAN BERHARGA bag. 3
9 Chapter 9 – TEMAN BERHARGA bag. 4
10 Chapter 10 – BUNGA RAPUH DI KEDIAMAN ROSECHILD
11 Chapter 11 – WAKTU YANG MENGHAPUS DENDAM
12 Chapter 12 – BENCANA UJIAN KELULUSAN SMUT bag. 1
13 Chapter 13 – BENCANA UJIAN KELULUSAN SMUT bag. 2
14 Chapter 14 – BENCANA UJIAN KELULUSAN SMUT bag. 3
15 Chapter 15 – BENCANA UJIAN KELULUSAN SMUT bag. 4
16 Chapter 16 – ALTRUISME ARNO bag. 1
17 Chapter 17 – ALTRUISME ARNO bag. 2
18 Chapter 18 – ALTRUISME ARNO bag. 3
19 Chapter 19 – ALTRUISME ARNO bag. 4
20 Chapter 20 – ALTRUISME ARNO bag. 5
21 Chapter 21 – DUNGEON TERSEMBUNYI bag. 1
22 Chapter 22 – DUNGEON TERSEMBUNYI bag. 2
23 Chapter 23 – DUNGEON TERSEMBUNYI bag. 3
24 Chapter 24 – AKU YANG LEMAH bag. 1
25 Chapter 25 – AKU YANG LEMAH bag. 2
26 Chapter 26 – SEBUAH KELUARGA YANG TAK HANGAT
27 Chapter 27 – ARCIA BERTEMU NENEKNYA
28 Chapter 28 – AWAL HARI-HARI DI AKADEMI
29 Chapter 29 – SEORANG KUAT YANG DIRUNDUNG bag. 1
30 Chapter 30 – SEORANG KUAT YANG DIRUNDUNG bag. 2
31 Chapter 31 – SEORANG KUAT YANG DIRUNDUNG bag. 3
32 Chapter 32 – SEORANG KUAT YANG DIRUNDUNG bag. 4
33 Chapter 33 – SEORANG KUAT YANG DIRUNDUNG bag. 5
34 Chapter 34 – SEORANG KUAT YANG DIRUNDUNG bag. 6
35 Chapter 35 – SEORANG KUAT YANG DIRUNDUNG bag. 7
36 Chapter 36 – PETUNJUK LOGO
37 Chapter 37 – PERLINDUNGAN DI BALIK MAKNA SENIORITAS bag. 1
38 Chapter 38 – PERLINDUNGAN DI BALIK MAKNA SENIORITAS bag. 2
39 Chapter 39 – PERLINDUNGAN DI BALIK MAKNA SENIORITAS bag. 3
40 Chapter 40 – PERLINDUNGAN DI BALIK MAKNA SENIORITAS bag. 4
41 Chapter 41 – PERLINDUNGAN DI BALIK MAKNA SENIORITAS bag. 5
42 Chapter 42 – PERLINDUNGAN DI BALIK MAKNA SENIORITAS bag. 6
43 Chapter 43 – PERLINDUNGAN DI BALIK MAKNA SENIORITAS bag. 7
44 Chapter 44 – PERLINDUNGAN DI BALIK MAKNA SENIORITAS bag. 8
45 Chapter 45 – PERLINDUNGAN DI BALIK MAKNA SENIORITAS bag. 9
46 Chapter 46 – PERLINDUNGAN DI BALIK MAKNA SENIORITAS bag. 10
47 Chapter 47 – ISTIRAHAT SEJENAK DI RUMAH
48 Chapter 48 – AJANG KOMPETISI TAHUN PERTAMA bag. 1
49 Chapter 49 – AJANG KOMPETISI TAHUN PERTAMA bag. 2
50 Chapter 50 – AJANG KOMPETISI TAHUN PERTAMA bag. 3
51 Chapter 51 – AJANG KOMPETISI TAHUN PERTAMA bag. 4
52 Chapter 52 – AJANG KOMPETISI TAHUN PERTAMA bag. 5
53 Chapter 53 – AJANG KOMPETISI TAHUN PERTAMA bag. 6
54 Chapter 54 – RAMALAN DILLYA TOXICE
55 Chapter 55 – SANG JENIUS SIHIR ROHANA MACBELL
56 Chapter 56 – SEORANG VALIA TAK BOLEH DIREMEHKAN
57 Chapter 57 – AKU BUKAN BONEKA, YEEY
58 Chapter 58 – AKHIR DARI LIBURAN TIGA HARI
59 Chapter 59 – PERTEMUAN KEMBALI DI BAWAH GELAPNYA DUNGEON bag. 1
60 Chapter 60 – PERTEMUAN KEMBALI DI BAWAH GELAPNYA DUNGEON bag. 2
61 Chapter 61 – PERTEMUAN KEMBALI DI BAWAH GELAPNYA DUNGEON bag. 3
62 Chapter 62 – PERTEMUAN KEMBALI DI BAWAH GELAPNYA DUNGEON bag. 4
63 Chapter 63 – PERTEMUAN KEMBALI DI BAWAH GELAPNYA DUNGEON bag. 5
64 Chapter 64 – PERTEMUAN KEMBALI DI BAWAH GELAPNYA DUNGEON bag. 6
65 Chapter 65 – PERTEMUAN KEMBALI DI BAWAH GELAPNYA DUNGEON bag. 7
66 Chapter 66 – PERTEMUAN KEMBALI DI BAWAH GELAPNYA DUNGEON bag. 8
67 Chapter 67 – PERTEMUAN KEMBALI DI BAWAH GELAPNYA DUNGEON bag. 9
68 Chapter 68 – PERTEMUAN KEMBALI DI BAWAH GELAPNYA DUNGEON bag. 10
69 Chapter 69 – MENEMPELIMU bag. 1
70 Chapter 70 – MENEMPELIMU bag. 2
71 Chapter 71 – MENEMPELIMU bag. 3
72 Chapter 72 – MENEMPELIMU bag. 4
Episodes

Updated 72 Episodes

1
Chapter 1 – SEORANG PANGERAN VAMPIR BERNAMA LAVIAR
2
Chapter 2 – KE DUNIA MANUSIA
3
Chapter 3 – DUNGEON BREAK PERTAMA
4
Chapter 4 – LANGKAH PERTAMA MENJADI HUNTER
5
Chapter 5 – UJIAN MASUK SMUT
6
Chapter 6 – TEMAN BERHARGA bag. 1
7
Chapter 7 – TEMAN BERHARGA bag. 2
8
Chapter 8 – TEMAN BERHARGA bag. 3
9
Chapter 9 – TEMAN BERHARGA bag. 4
10
Chapter 10 – BUNGA RAPUH DI KEDIAMAN ROSECHILD
11
Chapter 11 – WAKTU YANG MENGHAPUS DENDAM
12
Chapter 12 – BENCANA UJIAN KELULUSAN SMUT bag. 1
13
Chapter 13 – BENCANA UJIAN KELULUSAN SMUT bag. 2
14
Chapter 14 – BENCANA UJIAN KELULUSAN SMUT bag. 3
15
Chapter 15 – BENCANA UJIAN KELULUSAN SMUT bag. 4
16
Chapter 16 – ALTRUISME ARNO bag. 1
17
Chapter 17 – ALTRUISME ARNO bag. 2
18
Chapter 18 – ALTRUISME ARNO bag. 3
19
Chapter 19 – ALTRUISME ARNO bag. 4
20
Chapter 20 – ALTRUISME ARNO bag. 5
21
Chapter 21 – DUNGEON TERSEMBUNYI bag. 1
22
Chapter 22 – DUNGEON TERSEMBUNYI bag. 2
23
Chapter 23 – DUNGEON TERSEMBUNYI bag. 3
24
Chapter 24 – AKU YANG LEMAH bag. 1
25
Chapter 25 – AKU YANG LEMAH bag. 2
26
Chapter 26 – SEBUAH KELUARGA YANG TAK HANGAT
27
Chapter 27 – ARCIA BERTEMU NENEKNYA
28
Chapter 28 – AWAL HARI-HARI DI AKADEMI
29
Chapter 29 – SEORANG KUAT YANG DIRUNDUNG bag. 1
30
Chapter 30 – SEORANG KUAT YANG DIRUNDUNG bag. 2
31
Chapter 31 – SEORANG KUAT YANG DIRUNDUNG bag. 3
32
Chapter 32 – SEORANG KUAT YANG DIRUNDUNG bag. 4
33
Chapter 33 – SEORANG KUAT YANG DIRUNDUNG bag. 5
34
Chapter 34 – SEORANG KUAT YANG DIRUNDUNG bag. 6
35
Chapter 35 – SEORANG KUAT YANG DIRUNDUNG bag. 7
36
Chapter 36 – PETUNJUK LOGO
37
Chapter 37 – PERLINDUNGAN DI BALIK MAKNA SENIORITAS bag. 1
38
Chapter 38 – PERLINDUNGAN DI BALIK MAKNA SENIORITAS bag. 2
39
Chapter 39 – PERLINDUNGAN DI BALIK MAKNA SENIORITAS bag. 3
40
Chapter 40 – PERLINDUNGAN DI BALIK MAKNA SENIORITAS bag. 4
41
Chapter 41 – PERLINDUNGAN DI BALIK MAKNA SENIORITAS bag. 5
42
Chapter 42 – PERLINDUNGAN DI BALIK MAKNA SENIORITAS bag. 6
43
Chapter 43 – PERLINDUNGAN DI BALIK MAKNA SENIORITAS bag. 7
44
Chapter 44 – PERLINDUNGAN DI BALIK MAKNA SENIORITAS bag. 8
45
Chapter 45 – PERLINDUNGAN DI BALIK MAKNA SENIORITAS bag. 9
46
Chapter 46 – PERLINDUNGAN DI BALIK MAKNA SENIORITAS bag. 10
47
Chapter 47 – ISTIRAHAT SEJENAK DI RUMAH
48
Chapter 48 – AJANG KOMPETISI TAHUN PERTAMA bag. 1
49
Chapter 49 – AJANG KOMPETISI TAHUN PERTAMA bag. 2
50
Chapter 50 – AJANG KOMPETISI TAHUN PERTAMA bag. 3
51
Chapter 51 – AJANG KOMPETISI TAHUN PERTAMA bag. 4
52
Chapter 52 – AJANG KOMPETISI TAHUN PERTAMA bag. 5
53
Chapter 53 – AJANG KOMPETISI TAHUN PERTAMA bag. 6
54
Chapter 54 – RAMALAN DILLYA TOXICE
55
Chapter 55 – SANG JENIUS SIHIR ROHANA MACBELL
56
Chapter 56 – SEORANG VALIA TAK BOLEH DIREMEHKAN
57
Chapter 57 – AKU BUKAN BONEKA, YEEY
58
Chapter 58 – AKHIR DARI LIBURAN TIGA HARI
59
Chapter 59 – PERTEMUAN KEMBALI DI BAWAH GELAPNYA DUNGEON bag. 1
60
Chapter 60 – PERTEMUAN KEMBALI DI BAWAH GELAPNYA DUNGEON bag. 2
61
Chapter 61 – PERTEMUAN KEMBALI DI BAWAH GELAPNYA DUNGEON bag. 3
62
Chapter 62 – PERTEMUAN KEMBALI DI BAWAH GELAPNYA DUNGEON bag. 4
63
Chapter 63 – PERTEMUAN KEMBALI DI BAWAH GELAPNYA DUNGEON bag. 5
64
Chapter 64 – PERTEMUAN KEMBALI DI BAWAH GELAPNYA DUNGEON bag. 6
65
Chapter 65 – PERTEMUAN KEMBALI DI BAWAH GELAPNYA DUNGEON bag. 7
66
Chapter 66 – PERTEMUAN KEMBALI DI BAWAH GELAPNYA DUNGEON bag. 8
67
Chapter 67 – PERTEMUAN KEMBALI DI BAWAH GELAPNYA DUNGEON bag. 9
68
Chapter 68 – PERTEMUAN KEMBALI DI BAWAH GELAPNYA DUNGEON bag. 10
69
Chapter 69 – MENEMPELIMU bag. 1
70
Chapter 70 – MENEMPELIMU bag. 2
71
Chapter 71 – MENEMPELIMU bag. 3
72
Chapter 72 – MENEMPELIMU bag. 4

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!