Chapter 13 – BENCANA UJIAN KELULUSAN SMUT bag. 2

Pandangan Arnoria Rosechild dipenuhi amarah.

Itu adalah pandangan seseorang ketika keputusan mereka telah bulat melakukan sesuatu.

Di tangannya terdapat salah satu artifak langka milik keluarga Rosechild, Return Stone.

Sebagai anak keluarga kaya raya sekaligus pewaris generasi ketiga perusahaan keluarga Rosechild, Arno senantiasa mengalami tindak kejahatan yang tak terduga.

Itulah sebabnya dia selalu tak luput dari pengawasan para pengawal.

Di antara banyaknya tindak kejahatan yang selalu terjadi pada dirinya, penculikan-lah yang paling sering terjadi.

Itulah sebabnya keluarganya memberikan Arno sebuah artifak langka sekali pakai berupa Return Stone sehingga jikalau sampai terjadi hal yang tidak diinginkan di mana akan mengancam jiwanya, Arno bisa segera mengaktifkan Return Stone miliknya yang telah diset agar di mana pun dia berada, Arno akan segera tertransfer ke altar yang terdapat di dalam rumahnya,

Itu tidak terbatas pada lintas dimensi.

Dengan kata lain, Arno bisa segera selamat dari kejadian bencana ujian kelulusan itu hanya dengan mengaktifkan Return Stone-nya.

Namun untuk suatu alasan, Arno belum juga mengaktifkan Return Stone tersebut.

“Arno?”

Panggilan seorang rekan segera membuyarkan lamunan Arno.

Dia segera menyeka air matanya yang sedikit basah oleh air mata frustasi lantas memasukkan kembali Return Stone itu ke dalam saku bajunya.

Arno segera berbalik ke belakang menuju kepada rekan-rekannya yang memanggilnya tersebut.

Namun sejenak kemudian, Arno kembali menoleh.

Pandangannya kembali diliputi oleh rasa frustasi begitu menyaksikan pemandangan itu.

Ketiga jasad rekannya yang tidak bisa diselamatkannya terkapar dengan telinga dan mata yang mengeluarkan darah, masih dalam keadaan terbelalak.

Andai saja Arno bisa tiba lebih cepat, dia pasti bisa setidaknya melakukan sesuatu untuk menyelamatkan mereka dari para monster banshee yang menyerang mereka, atau setidaknya itu yang ada di pikiran Arno saat ini yang membuatnya begitu merasakan frustasi.

Dia bisa menyelamatkan semua anggota party-nya yang kebetulan satu tim dengannya.

Akan tetapi, dua party lainnya di depannya telah teranhilasi tanpa ada satu pun anggota yang selamat.

Secara beruntung, party di urutan masuk nomor lima yang tepat berada di hadapan mereka, masih bisa diselamatkan oleh Arno seorang di antaranya.

Begitu pula dengan party di urutan masuk nomor dua yang masih bisa diselamatkannya sebanyak dua orang.

Ada tujuh orang yang berhasil diselamatkannya, namun demikian kematian rekan-rekannya yang mesti disaksikannya jauh lebih banyak lagi.

Bahkan ada beberapa yang untuk mayatnya saja tidak dapat lagi Arno saksikan karena telah dimakan oleh monster.

Lisanna ada di urutan masuk nomor tujuh dan sejak dari tadi mendahului party Arno dengan tujuan untuk segera menyelesaikan dungeon agar bencana tersebut dapat segera berakhir.

Itu berarti satu-satunya party yang belum ditemui oleh Arno saat ini adalah party milik Viar.

Arno telah menganggap Viar sebagai sosok teman dekat yang tak bisa tergantikan keberadaannya.

Itulah sebabnya kini wajahnya semakin diliputi oleh rasa frustasi.

Arno benar-benar berharap agar sekiranya teman berharganya itu masih hidup di suatu tempat di dalam dungeon tersebut.

Selama peserta masih hidup, ada peluang bahwa auto recovery sistem game tidak ikut ter-bug sehingga begitu Lisanna menyelesaikan dungeon-nya, walaupun terluka separah apapun, tiap peserta mampu pulih seperti sedia kala begitu keluar dari dungeon.

Namun ada pula peluang bahwa bahkan auto recovery spell sistem ikut ter-bug.

Itulah sebabnya Arno semakin mempercepat langkahnya demi segera menemukan party Viar untuk menyelamatkan Viar beserta rekan-rekan se-party-nya.

***

Di salah satu sudut cekungan di lantai dua dungeon tersebut, Laviar menggertakkan giginya tampak penuh amarah.

Jibunan monster winged bat tampak mengitari sekitar tempat di mana Laviar dan party-nya sedang bernaung di bawah perlindungan sebuah bayangan.

Monster-monster itu sangat sangatlah banyak hingga tampak membentuk awan hitam.

'Ck. Anto, kamu ada ide bagaimana cara kita bisa keluar dari kerumunan makhluk-makhluk sampah ini?'

[Entahlah, Master. Untuk bertahan saja aku sudah sangat kesulitan. Energiku sudah di ambang batasnya hanya untuk menahan makhluk-makhluk ini agar tidak menemukan jalan keluar pada labirin bayangan.]

Terlihat cukup banyak winged bat yang masuk ke dalam perlindungan bayangan yang melindungi Laviar dan party-nya.

Namun sejenak kemudian, tampak monster-monster itu berbalik arah dengan sendirinya sehingga alih-alih menembus pertahanan bayangan, para monster hanya akan kembali ke tempat mereka masuk semula.

Itu karena perlindungan bayangan milik Anto, familiar Laviar, bekerja sebagai labirin dengan mengekstensi ukurannya dari dalam sehingga berukuran jauh lebih besar daripada yang tampak di dalam.

Ruangan di dalam bayangan itu juga membentuk sekat-sekat menyerupai labirin yang segera akan menyesatkan bagi siapa saja yang berusaha menembusnya tanpa pertahanan mental yang memadai.

Laviar terlihat penuh frustasi.

Bahkan winged bat yang biasanya hanya menjadi mainan sang pangeran vampir memenuhi segala keinginan egoisnya sewaktu masih berkuasa di Sunda Castle, kini harus dipermalukan dengan gantian dirinyalah yang kali ini menjadi mangsa makhluk-makhluk lemah itu sejak dia harus hidup di dalam tubuh manusia.

“Oi, Friska! Sampai kapan kamu hanya akan memperhatikan anak manja itu?! Ayo gunakan kekuatanmu untuk segera menerobos tempat ini! Kutakut kekuatan beast-ku tidak akan bertahan lebih lama lagi.”

“Tapi…”

Mendengar ucapan Laviar itu, Friska murung.

Dia tampak meringkuk seraya memeluk erat seorang wanita yang lebih rapuh darinya sembari mengalirkan kekuatan sucinya padanya untuk menenangkan wanita tersebut.

“Viar! Kata-katamu itu keterlaluan!”

“Aku tahu bahwa kondisi kita saat ini sangat terancam, tapi bagaimanapun kamu terlalu menekan Friska dan Valia.”

“Kamu… Apakah kamu sendiri tidak merasakan apa-apa sewaktu George… Tidak, lupakanlah. Membayangkannya kembali saja, aku rasanya tak sanggup.”

Bahkan Erna, wanita tertomboi di antara ketiga wanita itu juga sampai mengeluarkan air mata perihal begitu putus asanya keadaan mereka saat ini.

Namun, ekspresi Erna seketika menegang.

Bahkan untuk beristirahat lebih lama, mereka tak bisa.

“Ah, Viar! Di belakang!”

Barulah setelah teriakan Erna itu, ketiga yang lainnya akhirnya tersadar akan kedatangan sosok monster lainnya.

Dari balik dinding cekungan tempat mereka bernaung, para mumi bermunculan.

“Friska!”

“Ya!”

Walaupun masih gemetaran, Friska dengan sigap bangkit melepaskan pegangannya dari Valia sembari mendorong Valia mundur yang kemudian segera ditangkap oleh Laviar.

Lalu dengan secepat mungkin, Friska mengeluarkan kekuatan sucinya.

“Undead Purification!”

Para mumi yang ada di barisan depan berhasil tersucikan.

Namun saking banyaknya jumlah mereka, jurus Friska sama sekali tak mempengaruhi keadaan para mumi yang ada di barisan belakang.

“Ck. Kita takkan sanggup lagi bertahan di sini.”

“Anto! Segera buka jalan!”

[Baik, Master.]

Terlihat seekor boneka semut segera keluar dari balik bayangan perlindungan itu.

Sayangnya boneka semut itu sangatlah lemah hingga bahkan satu ekor winged bat pun tak sanggup dikalahkannya.

Namun sebagai gantinya, pergerakannya sangat gesit dan boneka semut itu mampu menembus ke dalam bayangan mana pun.

Dengan sangat cepat, Anto menarik Laviar masuk ke dalam bayangan, lantas Laviar juga dengan gesit menarik Friska, Valia, dan Erna bersamanya.

Secara beruntung, Laviar dan party-nya dapat selamat dari kerumunan winged bat dan sampai di daerah yang aman dari monster untuk sementara waktu.

“Hiks… Hiks…”

Suara isak tangis Valia yang pelan itu segera menarik perhatian Laviar.

“Hei, wanita! Bisa tidak kamu itu berhenti menangis?!”

“Bagaimana jika seandainya para monster menyadari keberadaan kita karena isak tangismu itu?!”

“Maaf…”

“Memangnya kata maaf di sini yang kubutuhkan?!”

“Kamu itu mengapa menyia-nyiakan bakatmu?!”

“Jelas-jelas selain Friska, kamulah yang seharusnya lebih bisa berguna di situasi ini dibandingkan aku dan Erna!”

“Aku hanya seorang tamer dengan beast yang lemah, sementara Erna adalah seorang swordsman sehingga sulit bagi kami untuk melakukan AoE damage.”

“Sementara kamu adalah seorang mage sehingga sangat mudah untuk melakukannya.”

“Kekuatanmulah yang saat ini kami butuhkan, tetapi mengapa justru kamu yang jadi seperti orang bodoh, gemetaran seakan pasrah dengan kematian?!”

Laviar kemudian segera menggapai kedua bahu Valia.

“Dengar, Valia, kekuatanmulah yang bisa menjadi kunci yang paling kami butuhkan untuk bertahan hidup.”

“Jadi, bangkitlah.”

Valia hanya diam seribu bahasa.

Valia yang dari awal sudah rapuh, kini semakin gemetaran ketakutan oleh desakan Laviar.

Melihat itu, Friska pun yang sebenarnya memiliki sifat kalem tidak jauh berbeda dari Valia, mulai angkat bicara.

“Tenanglah, Viar.”

“Ck. Bagaimana aku bisa tenang dalam kondisi kita yang sekarang?”

“Aku paham, tapi dengan kamu bersikap begini, kepanikan akan justru bertambah di party kita dan ini tentu tidak akan menghasilkan hasil yang baik.”

“Baiklah, aku paham. Tapi apa yang harus kita lakukan sekarang?”

“Bagaimana kalau kita terus maju untuk menghindari monster?”

Usul itu datang dari Erna.

“Ditolak. Tidakkah kau paham bahwa dengan kita semakin maju, maka monster yang menunggu kita di lantai yang lebih dalam akan semakin kuat?”

“Lagipula kau sudah lihat sendiri bahwa Lisanna dan party-nya baru saja mendahului kita.”

“Kuyakin mereka berniat untuk segera menyelesaikan dungeon untuk mengatasi masalah ini.”

“Ditambah ada pula peluang kalau guru di dunia luar sana juga akan segera menemukan solusinya.”

“Jadi yang perlu kita lakukan sekarang hanyalah bertahan hidup sebaik mungkin di lantai ini.”

Erna seakan tampak sadar oleh usulnya yang bodoh, lantas segera mengusulkan hal lain yang berkebalikan.

“Kalau begitu, bagaimana kalau sebaliknya? Kita mundur saja untuk kembali ke titik asal?”

Terhadap pernyataan Erna tanpa pikir panjang itu, Laviar segera merapatkan jari-jemarinya dengan tangan yang menengadah ke samping.

Itu adalah gerakan yang biasanya dilakukannya ketika Arcia mulai mengomel omong kosong.

Lalu tanpa hesitasi, Laviar menjitak kepala Erna menggunakan pinggir tangannya.

“Ouch, sakit!”

Sedikit banyak, sifat Erna memang mirip Arcia.

“Kamu bodoh ya?”

“Apa kamu lupa mengapa kita sampai di sini karena baru saja dikejar monster dari sana?”

Erna tidak lagi diberikan kesempatan untuk menyadari kebodohan ucapannya yang kedua itu.

Itu karena di belakang Laviar saat ini sekali lagi telah berdiri monster ghost yang sangat ganas.

Kali ini, itu adalah kawanan corrupted werewolves.

Episodes
1 Chapter 1 – SEORANG PANGERAN VAMPIR BERNAMA LAVIAR
2 Chapter 2 – KE DUNIA MANUSIA
3 Chapter 3 – DUNGEON BREAK PERTAMA
4 Chapter 4 – LANGKAH PERTAMA MENJADI HUNTER
5 Chapter 5 – UJIAN MASUK SMUT
6 Chapter 6 – TEMAN BERHARGA bag. 1
7 Chapter 7 – TEMAN BERHARGA bag. 2
8 Chapter 8 – TEMAN BERHARGA bag. 3
9 Chapter 9 – TEMAN BERHARGA bag. 4
10 Chapter 10 – BUNGA RAPUH DI KEDIAMAN ROSECHILD
11 Chapter 11 – WAKTU YANG MENGHAPUS DENDAM
12 Chapter 12 – BENCANA UJIAN KELULUSAN SMUT bag. 1
13 Chapter 13 – BENCANA UJIAN KELULUSAN SMUT bag. 2
14 Chapter 14 – BENCANA UJIAN KELULUSAN SMUT bag. 3
15 Chapter 15 – BENCANA UJIAN KELULUSAN SMUT bag. 4
16 Chapter 16 – ALTRUISME ARNO bag. 1
17 Chapter 17 – ALTRUISME ARNO bag. 2
18 Chapter 18 – ALTRUISME ARNO bag. 3
19 Chapter 19 – ALTRUISME ARNO bag. 4
20 Chapter 20 – ALTRUISME ARNO bag. 5
21 Chapter 21 – DUNGEON TERSEMBUNYI bag. 1
22 Chapter 22 – DUNGEON TERSEMBUNYI bag. 2
23 Chapter 23 – DUNGEON TERSEMBUNYI bag. 3
24 Chapter 24 – AKU YANG LEMAH bag. 1
25 Chapter 25 – AKU YANG LEMAH bag. 2
26 Chapter 26 – SEBUAH KELUARGA YANG TAK HANGAT
27 Chapter 27 – ARCIA BERTEMU NENEKNYA
28 Chapter 28 – AWAL HARI-HARI DI AKADEMI
29 Chapter 29 – SEORANG KUAT YANG DIRUNDUNG bag. 1
30 Chapter 30 – SEORANG KUAT YANG DIRUNDUNG bag. 2
31 Chapter 31 – SEORANG KUAT YANG DIRUNDUNG bag. 3
32 Chapter 32 – SEORANG KUAT YANG DIRUNDUNG bag. 4
33 Chapter 33 – SEORANG KUAT YANG DIRUNDUNG bag. 5
34 Chapter 34 – SEORANG KUAT YANG DIRUNDUNG bag. 6
35 Chapter 35 – SEORANG KUAT YANG DIRUNDUNG bag. 7
36 Chapter 36 – PETUNJUK LOGO
37 Chapter 37 – PERLINDUNGAN DI BALIK MAKNA SENIORITAS bag. 1
38 Chapter 38 – PERLINDUNGAN DI BALIK MAKNA SENIORITAS bag. 2
39 Chapter 39 – PERLINDUNGAN DI BALIK MAKNA SENIORITAS bag. 3
40 Chapter 40 – PERLINDUNGAN DI BALIK MAKNA SENIORITAS bag. 4
41 Chapter 41 – PERLINDUNGAN DI BALIK MAKNA SENIORITAS bag. 5
42 Chapter 42 – PERLINDUNGAN DI BALIK MAKNA SENIORITAS bag. 6
43 Chapter 43 – PERLINDUNGAN DI BALIK MAKNA SENIORITAS bag. 7
44 Chapter 44 – PERLINDUNGAN DI BALIK MAKNA SENIORITAS bag. 8
45 Chapter 45 – PERLINDUNGAN DI BALIK MAKNA SENIORITAS bag. 9
46 Chapter 46 – PERLINDUNGAN DI BALIK MAKNA SENIORITAS bag. 10
47 Chapter 47 – ISTIRAHAT SEJENAK DI RUMAH
48 Chapter 48 – AJANG KOMPETISI TAHUN PERTAMA bag. 1
49 Chapter 49 – AJANG KOMPETISI TAHUN PERTAMA bag. 2
50 Chapter 50 – AJANG KOMPETISI TAHUN PERTAMA bag. 3
51 Chapter 51 – AJANG KOMPETISI TAHUN PERTAMA bag. 4
52 Chapter 52 – AJANG KOMPETISI TAHUN PERTAMA bag. 5
53 Chapter 53 – AJANG KOMPETISI TAHUN PERTAMA bag. 6
54 Chapter 54 – RAMALAN DILLYA TOXICE
55 Chapter 55 – SANG JENIUS SIHIR ROHANA MACBELL
56 Chapter 56 – SEORANG VALIA TAK BOLEH DIREMEHKAN
57 Chapter 57 – AKU BUKAN BONEKA, YEEY
58 Chapter 58 – AKHIR DARI LIBURAN TIGA HARI
59 Chapter 59 – PERTEMUAN KEMBALI DI BAWAH GELAPNYA DUNGEON bag. 1
60 Chapter 60 – PERTEMUAN KEMBALI DI BAWAH GELAPNYA DUNGEON bag. 2
61 Chapter 61 – PERTEMUAN KEMBALI DI BAWAH GELAPNYA DUNGEON bag. 3
62 Chapter 62 – PERTEMUAN KEMBALI DI BAWAH GELAPNYA DUNGEON bag. 4
63 Chapter 63 – PERTEMUAN KEMBALI DI BAWAH GELAPNYA DUNGEON bag. 5
64 Chapter 64 – PERTEMUAN KEMBALI DI BAWAH GELAPNYA DUNGEON bag. 6
65 Chapter 65 – PERTEMUAN KEMBALI DI BAWAH GELAPNYA DUNGEON bag. 7
66 Chapter 66 – PERTEMUAN KEMBALI DI BAWAH GELAPNYA DUNGEON bag. 8
67 Chapter 67 – PERTEMUAN KEMBALI DI BAWAH GELAPNYA DUNGEON bag. 9
68 Chapter 68 – PERTEMUAN KEMBALI DI BAWAH GELAPNYA DUNGEON bag. 10
69 Chapter 69 – MENEMPELIMU bag. 1
70 Chapter 70 – MENEMPELIMU bag. 2
71 Chapter 71 – MENEMPELIMU bag. 3
72 Chapter 72 – MENEMPELIMU bag. 4
Episodes

Updated 72 Episodes

1
Chapter 1 – SEORANG PANGERAN VAMPIR BERNAMA LAVIAR
2
Chapter 2 – KE DUNIA MANUSIA
3
Chapter 3 – DUNGEON BREAK PERTAMA
4
Chapter 4 – LANGKAH PERTAMA MENJADI HUNTER
5
Chapter 5 – UJIAN MASUK SMUT
6
Chapter 6 – TEMAN BERHARGA bag. 1
7
Chapter 7 – TEMAN BERHARGA bag. 2
8
Chapter 8 – TEMAN BERHARGA bag. 3
9
Chapter 9 – TEMAN BERHARGA bag. 4
10
Chapter 10 – BUNGA RAPUH DI KEDIAMAN ROSECHILD
11
Chapter 11 – WAKTU YANG MENGHAPUS DENDAM
12
Chapter 12 – BENCANA UJIAN KELULUSAN SMUT bag. 1
13
Chapter 13 – BENCANA UJIAN KELULUSAN SMUT bag. 2
14
Chapter 14 – BENCANA UJIAN KELULUSAN SMUT bag. 3
15
Chapter 15 – BENCANA UJIAN KELULUSAN SMUT bag. 4
16
Chapter 16 – ALTRUISME ARNO bag. 1
17
Chapter 17 – ALTRUISME ARNO bag. 2
18
Chapter 18 – ALTRUISME ARNO bag. 3
19
Chapter 19 – ALTRUISME ARNO bag. 4
20
Chapter 20 – ALTRUISME ARNO bag. 5
21
Chapter 21 – DUNGEON TERSEMBUNYI bag. 1
22
Chapter 22 – DUNGEON TERSEMBUNYI bag. 2
23
Chapter 23 – DUNGEON TERSEMBUNYI bag. 3
24
Chapter 24 – AKU YANG LEMAH bag. 1
25
Chapter 25 – AKU YANG LEMAH bag. 2
26
Chapter 26 – SEBUAH KELUARGA YANG TAK HANGAT
27
Chapter 27 – ARCIA BERTEMU NENEKNYA
28
Chapter 28 – AWAL HARI-HARI DI AKADEMI
29
Chapter 29 – SEORANG KUAT YANG DIRUNDUNG bag. 1
30
Chapter 30 – SEORANG KUAT YANG DIRUNDUNG bag. 2
31
Chapter 31 – SEORANG KUAT YANG DIRUNDUNG bag. 3
32
Chapter 32 – SEORANG KUAT YANG DIRUNDUNG bag. 4
33
Chapter 33 – SEORANG KUAT YANG DIRUNDUNG bag. 5
34
Chapter 34 – SEORANG KUAT YANG DIRUNDUNG bag. 6
35
Chapter 35 – SEORANG KUAT YANG DIRUNDUNG bag. 7
36
Chapter 36 – PETUNJUK LOGO
37
Chapter 37 – PERLINDUNGAN DI BALIK MAKNA SENIORITAS bag. 1
38
Chapter 38 – PERLINDUNGAN DI BALIK MAKNA SENIORITAS bag. 2
39
Chapter 39 – PERLINDUNGAN DI BALIK MAKNA SENIORITAS bag. 3
40
Chapter 40 – PERLINDUNGAN DI BALIK MAKNA SENIORITAS bag. 4
41
Chapter 41 – PERLINDUNGAN DI BALIK MAKNA SENIORITAS bag. 5
42
Chapter 42 – PERLINDUNGAN DI BALIK MAKNA SENIORITAS bag. 6
43
Chapter 43 – PERLINDUNGAN DI BALIK MAKNA SENIORITAS bag. 7
44
Chapter 44 – PERLINDUNGAN DI BALIK MAKNA SENIORITAS bag. 8
45
Chapter 45 – PERLINDUNGAN DI BALIK MAKNA SENIORITAS bag. 9
46
Chapter 46 – PERLINDUNGAN DI BALIK MAKNA SENIORITAS bag. 10
47
Chapter 47 – ISTIRAHAT SEJENAK DI RUMAH
48
Chapter 48 – AJANG KOMPETISI TAHUN PERTAMA bag. 1
49
Chapter 49 – AJANG KOMPETISI TAHUN PERTAMA bag. 2
50
Chapter 50 – AJANG KOMPETISI TAHUN PERTAMA bag. 3
51
Chapter 51 – AJANG KOMPETISI TAHUN PERTAMA bag. 4
52
Chapter 52 – AJANG KOMPETISI TAHUN PERTAMA bag. 5
53
Chapter 53 – AJANG KOMPETISI TAHUN PERTAMA bag. 6
54
Chapter 54 – RAMALAN DILLYA TOXICE
55
Chapter 55 – SANG JENIUS SIHIR ROHANA MACBELL
56
Chapter 56 – SEORANG VALIA TAK BOLEH DIREMEHKAN
57
Chapter 57 – AKU BUKAN BONEKA, YEEY
58
Chapter 58 – AKHIR DARI LIBURAN TIGA HARI
59
Chapter 59 – PERTEMUAN KEMBALI DI BAWAH GELAPNYA DUNGEON bag. 1
60
Chapter 60 – PERTEMUAN KEMBALI DI BAWAH GELAPNYA DUNGEON bag. 2
61
Chapter 61 – PERTEMUAN KEMBALI DI BAWAH GELAPNYA DUNGEON bag. 3
62
Chapter 62 – PERTEMUAN KEMBALI DI BAWAH GELAPNYA DUNGEON bag. 4
63
Chapter 63 – PERTEMUAN KEMBALI DI BAWAH GELAPNYA DUNGEON bag. 5
64
Chapter 64 – PERTEMUAN KEMBALI DI BAWAH GELAPNYA DUNGEON bag. 6
65
Chapter 65 – PERTEMUAN KEMBALI DI BAWAH GELAPNYA DUNGEON bag. 7
66
Chapter 66 – PERTEMUAN KEMBALI DI BAWAH GELAPNYA DUNGEON bag. 8
67
Chapter 67 – PERTEMUAN KEMBALI DI BAWAH GELAPNYA DUNGEON bag. 9
68
Chapter 68 – PERTEMUAN KEMBALI DI BAWAH GELAPNYA DUNGEON bag. 10
69
Chapter 69 – MENEMPELIMU bag. 1
70
Chapter 70 – MENEMPELIMU bag. 2
71
Chapter 71 – MENEMPELIMU bag. 3
72
Chapter 72 – MENEMPELIMU bag. 4

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!